30 Days (Part 5/?)

blndr-sk6368l__19266_zoom_副本

Author : Helma Trianda

Tittle : 30 Days

Main Cast : -Choi Siwon -Choi Sooyoung -Cho Kyuhyun

Genre : Romance

PG : 15

Length : Chapter

Happy Reading~ 


“sudahlah. Kalau tidak mau mengaku juga tidak apa-apa. Aku juga sudah tahu kalau kau mencintai soo young. Sebenar nya aku merelakan soo young jika ia bersama mu. Tapi aku tidak rela jika soo young bersama namja yang bernama sungmin itu”, kata kyuhyun panjang lebar.

Siwon langsung menatap kyuhyun tajam, ‘MWO! Kyuhyun mengetahui perasaanku?! Merelakan ku bersama soo young?! Apa itu arti nya dia…?’,

 

Part 5

 

“kyuhyun-ah , apa kau sadar dengan apa yang kau ucap kan?”, tanya siwon yang masih tidak yakin. Kyuhyun tahu, pasti teman nya ini masih bingung dan masih tidak percaya dengan apa yang ia ucapkan barusan.

‘dasar kuda babo!’, kata kyuhyun dalam hati.

“tentu saja aku sadar dengan apa yang ku ucapkan”,

Siwon masih terus menatap kyuhyun.

“sudahlah. khajja, temani aku sarapan”, kata kyuhyun lalu menarik tangan siwon menuju kantin kampus.

Sesampai nya di sana, mereka duduk di dekat jendela. Lalu mereka memesan sarapan pagi. Sembari menunggu, seperti biasa kyuhyun mengeluarkan PSP nya. Siwon hanya memandang keluar jendela. Melihat orang yang berlalu-lalang. Tiba-tiba, mata indah siwon menangkap suatu pemandangan yang menyakitkan. Ia melihat soo young dan sungmin sedang bermesraan di depan umum. Soo young menggenggam tangan sungmin. Mereka sedang memakan ice cream. Satu ice cream untuk berdua. Siwon langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Dia tidak ingin berlama-lama melihat nya. Itu menyakitkan. Lalu pesanan siwon dan kyuhyun datang. Tapi kyuhyun masih tetap memainkan PSP nya.

“kyuhyun-ah, berhenti memainkan PSP mu. Sarapan mu sudah datang”, kata siwon sambil menatap kyuhyun yang masih serius dengan PSP nya.

“iya ,, iya”, kata kyuhyun yang tetap menatap PSP nya.

Siwon hanya menggelengkan kepala melihat kelakuan kyuhyun. Siwon menatap makanan yang ada di hadapan nya. Sekarang, ia sudah tidak ada selera makan. Ia hanya mengaduk-ngaduk makanan nya tanpa berniat untuk memakan nya.

“YES! Aku menang!”, teriak kyuhyun tiba-tiba. Siwon yang mendengar nya langsung menatap kyuhyun.

“waeo?”,

“aku memenangkan game nya”, ucap kyuhyun girang. Lalu memasukkan PSP nya ke tas nya. Dan mulai menyantap sarapan nya. Siwon hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat kelakuan sahabat nya itu.

“maniac game”, ucap siwon sambil mengaduk-ngaduk makanan nya. Kyuhyun sama sekali tidak menghiraukan ucapan siwon. Ia tetap fokus menyantap makanan nya. Kyuhyun pun tidak menyadari perubahan raut wajah siwon saat ini.

 

Soo young POV

“soo young-ah, kita ke kantin sekarang”, ucap namja jadian-jadin itu tiba-tiba.

“untuk apa? Kita kan tadi sudah sarapan”,

“sudah, tidak usah banyak tanya.”, ucap nya lalu menarik tangan ku.

Saat di depan pintu kantin. Ia berhenti dan membenarkan baju nya. Aku tidak memperdulikan nya. Aku hendak memasuki kantin tapi tangan ku di tahan oleh nya.

“mau ke mana kau?”, tanya nya

“tentu saja mau masuk. Kau fikir aku mau ke mana?”, tanya ku agak ketus.

“untuk apa kau masuk?”, tanya nya balik.

“bukan nya kau tadi mengajak ku ke kantin”,

“maksud ku bukan masuk. Kita hanya melewati kantin saja”, ucap nya sambil tersenyum.

“pegang ini”, kata nya sambil menyodor kan sebuah ice cream pada ku.

“untuk apa?”, tanya ku lalu mengambil ice cream nya.

“untuk kita makan BERDUA”, kata sungmin.

“mwo?!”, kata ku terkejut.

Apa dia sudah gila. Satu ice cream berdua. Haish! Kenapa dia sering melakukan hal bodoh seperti ini !

“satu ice cream berdua?”,

“sudahlah, tidak usah banyak tanya. Lakukan apa yang aku suruh. Sekarang buka ice cream nya”, perintah nya. Lalu aku membuka ice cream nya. Tiba-tiba ia menggenggam tangan ku. Aku hanya menatap nya bingung.

“lakukan sandiwara ini dengan baik. Kita lakukan selayak nya orang pacaran, arraseo”, kata nya sambil mengedipkan sebelah mata nya. Dasar!

Lalu kami mulai berjalan melewati kantin kampus. Kami berjalan santai. Kami mengobrol seperti biasa. Selayak nya teman bagi ku. Tapi seperti nya tidak bagi orang-orang yang melihat kami. Tiba-tiba ia membuka mulut nya sambil mendekatkan kepala nya pada ice cream yang sedang ku makan.

“aaaaa”, ucap nya sambil membuka mulut nya. Aku menyodorkan ice cream nya tepat di mulut nya. Saat ia sedang memakan ice cream nya, tiba- tiba ide jahil terlintas di kepala ku. Ku tekan ice cream di mulut nya dan itu membuat mulut nya belepotan. Aku tertawa melihat nya.

“yak! Soo young-ah”, teriak nya sambil membersihkan mulut nya. Aku hanya tertawa melihat nya. Kapan lagi aku bisa mengerjai nya. hahaha 😀

Lalu mata ku melihat sesosok namja yang berada di dalam kantin. Ya, dia choi siwon. Seketika tawa ku hilang. Ku lihat ia memalingkan wajah nya dari ku. Kenapa dengan nya? apa dia melihat ku dan sungmin tadi? Aku tahu ini pasti rencana sungmin,

‘mianhe siwon-ah. Jeongmal mianhe’, ucap ku dalam hati.

*****

 

Sudah beberapa hari ini aku dan sungmin bersama. Jujur, aku risih dengan sikap sungmin. Sampai kapan kami akan berpura-pura. Pagi ini, seperti biasa, aku di antar oleh luna. Bukan maksud ku sungmin. Aku menyebutnya sungmin karena ia sedang menjadi namja sekarang. Kami pun meninggalkan rumah. Sungmin yang menyetir tentu nya. Saat di tengah perjalanan, tiba-tiba ia menghentikan mobil nya.

“kenapa berhenti?”, tanya ku bingung.

“soo young-ah, hari ini adalah hari terakhir aku menjadi pacar pura-pura mu”,

“jinja? Baguslah”,

“soo young-ah, sebentar lagi siwon akan lewat sini”, kata nya serius

“lalu?”,

“aku ingin dia melihat kita sedang bertengkar. Hmmm,,,, seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar. Nanti aku akan bilang kalau aku ingin putus dengan mu. Lalu kau marah pada ku. Saat kita sedang bertengkar aku akan berpura-pura menampar wajah mu. Aku yakin siwon akan langsung menolong mu”, jelas sungmin.

“apa harus menampar wajah ku?”, kata ku sambil memegangi pipi ku

“kan hanya pura-pura. Kau tinggal mengikuti arah tangan ku saja nanti”, jelas nya lagi.

Aku hanya mengangguk. Aku turuti saja rencana sungmin. Tapi, apa yang akan terjadi setelah rencana itu selesai di lakukan?. Seperti nya hanya sungmin yang mengetahui jawaban nya. lalu aku dan sungmin keluar dari mobil dan berdiri di trotoar jalan. Sungmin sibuk melihat-lihat mobil yang berlalu lalang di hadapan kami. Tiba-tiba ia menatap ku.

“Soo young-ah! Aku sudah muak dengan mu! Bisa-bisa nya kau berselingkuh dengan namja lain di belakang ku!”, teriak nya pada ku. Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba dia meneriaki ku seperti itu? selingkuh? Siapa yang selingkuh?

“Selama ini kau menganggap ku apa?!!”, teriak nya lebih keras lagi lalu memegang dahi nya. kenapa ia meneriaki ku lagi? Hah, apa rencana nya sudah di mulai? Haish! Kau bodoh soo young-ah, kenapa kau baru menyadari nya. tapi di mana siwon?

“Yak! Kau bicara apa!? Aku tidak selingkuh sungmin-ah!”, teriak ku yang tak kalah keras dari teriakan nya. pertengkaran mulai terjadi di antara kami. Kami saling meneriaki satu sama lain. Selama melakukan sandiwara ini aku sama sekali tidak melihat siwon. Di mana dia?

 

Author POV

Siwon sedang fokus mengendarai mobil nya menuju kampus. Sebenarnya ia malas ke kampus. Dan alasan nya adalah tidak ingin melihat soo young dan sungmin. Tapi kalau ia tidak ke kampus kyuhyun akan mengomeli nya. selama beberapa hari ini, kyuhyun terus menemani siwon. Kyuhyun terus berusaha menghibur siwon supaya tidak terlalu memikirkan hubungan soo young dan sungmin. Bahkan kyuhyun berjanji akan membantu siwon mendapat kan soo young. Seperti nya kyuhyun sudah benar-benar melepaskan soo young.  

Saat di tengah jalan , ia melihat dua orang yang sedang bertengkar hebat. Siwon memicingkan mata nya melihat dua orang tersebut. Ia terkejut karena yang sedang bertengkar itu adalah soo young dan sungmin. Siwon langsung menghentikan mobil nya agak jauh dari tempat mereka bertengkar. Walau pun jarak siwon dan mereka cukup jauh tapi teriakan mereka berdua masih terdengan oleh telinga siwon. Siwon terus memperhatikan mereka berdua.

“Soo young-ah! Aku sudah muak dengan mu! Bisa-bisa nya kau berselingkuh dengan namja lain di belakang ku!”, teriak sungmin pada soo young.

“Selama ini kau menganggap ku apa?!!”, teriak nya lebih keras lagi lalu memegang dahi nya.

“Yak! Kau bicara apa!? Aku tidak selingkuh sungmin-ah!”, teriak soo young yang tak kalah keras dari teriakan sungmin.

Mereka terus bertengkar. Siwon masih diam di tempat. Sungmin sedikit memberi aba-aba pada soo young kalau ia akan mulai menampar nya. sungmin agak mengarahkan kepala nya ke arah kanan untuk memberitahu soo young bahwa tamparan nya nanti akan ke arah kanan. Tapi siwon yang melihat pertengkaran mereka belum menyadari hal itu. lalu sungmin melayangkan sebuah tamparan di pipi putih soo young. Padahal pura-pura, tapi siwon tidak menyadari nya. soo young pura-pura kesakitan sambil memegangi pipi nya. siwon yang melihat nya langsung keluar dari mobil dan menghampiri mereka.

“soo young-ah, kau tidak apa-apa?”, tanya siwon khawatir.

“kau siapa?! Kenapa tiba-tiba kau datang? Oh, jangan-jangan kau selingkuhan nya soo young?”, kata sungmin yang memancing amarah siwon.

“aniyo. Aku bukan selingkuhan nya. aku NAMJACHINGU nya soo young”, kata siwon sambil memberi penekanan pada kata namjachingu.

‘MWO? Siwon mengaku menjadi namjachingu ku? Apa aku tidak salah dengar’ tanya soo young dalam hati.

“benarkah?”, tanya sungmin

“kau tidak percaya?”, kata siwon sambil mengangkat salah satu alis nya. lalu siwon melingkarkan tangan nya di perut soo young.

DEG!!!

‘apa yang siwon lakukan? Oh Tuhan, aku di buat gugup oleh nya. soo young-ah, tenanglah. Tenanglah’, kata soo young dalam hati.

Sungmin memperhatikan tangan siwon yang melingkar di perut soo young.

‘tidak ku sangka ia akan bertindak sejauh ini’, kata sungmin dalam hati. Mata sungmin terus menatap siwon.

“kau masih tidak percaya?”, tanya siwon lalu ia menarik soo young supaya lebih dekat lagi dengan nya dan semakin mengeratkan tangan nya.

Sungmin tahu, pasti sahabat nya itu sedang gugup sekarang. Sungmin ingin tertawa melihat ekspresi soo young yang sedang gugup saat ini. Tapi ia harus menahan nya karena kalau tidak siwon akan curiga.

“kalian sungguh tidak serasi”, kata sungmin sinis lalu masuk ke mobil dan pergi. Setelah agak jauh dari tempat siwon dan soo young. Sungmin mulai tertawa tebahak-bahak mengingat ekspresi gugup soo young tadi. Benar-benar lucu menurut nya.

Setelah sungmin pergi, siwon melepaskan tangan nya dari perut soo young.

“mianhe”, kata siwon sambil melepaskan tangan nya dari perut soo young.

“gwenchana. Siwon-ah, gomawo. Sudah menolong ku tadi”, kata soo young yang menahan rasa gugup nya .

“tapi, kenapa tadi kamu mengaku sebagai namjachingu ku?”, tanya soo young ragu.

“mengaku? Hmmm,,,, sebenarnya aku ingin itu menjadi kenyataan”, kata siwon sambil memegang dagu nya.

“ha?”, kata soo young kaget dan bingung dengan apa yang di ucapkan siwon barusan.

“wae? Kau tidak mau menjadi yeojachingu ku?”, kata siwon sambil mendekatkan wajah nya ke soo young. Refleks soo young menjauhkan wajah nya dari siwon.

“kalau tidak mau ya sudah”, kata siwon lalu membalikkan tubuh nya.

“siwon-an, bukan nya aku tidak mau tapi aku..”, kata soo young yang membuat siwon menatap nya lagi. “tapi aku…. aku…..aku..”

“jangan gugup”, kata siwon tiba-tiba.

“jangan terlalu serius memikirkan nya. kau terlihat seperti anak kecil yang gugup ketika ada seorang anak laki-laki meminta mu untuk menjadi yeojachingu nya”, ucap siwon yang terus menatap mata indah soo young.

“anggap saja sebagai teman berpetualang”, lanjut siwon.

“berpetualang? Maksud mu seperti berpetualang mencari harta karun dengan memasuki hutan belantara dan membawa peta, begitu?”,

“kau ini kekanakan sekali. Kita ini sudah dewasa dan tentu berpetualang untuk melakukan hal yang dewasa pula”, jelas siwon. Soo young masih menatap siwon bingung,

‘berpetualang melakukan hal yang dewasa? Apa maksud nya, aku sungguh tidak mengerti’, batin soo young.

Siwon tahu kalau gadis di hadapan nya ini tidak mengerti dengan apa yang di katakan nya, itu dapat di lihat dari tatapan nya.

‘dasar gadis bodoh, apa kalimat ‘berpetualang melakukan hal dewasa’ itu sulit di artikan?’, tanya siwon dalam hati.

“arraseo, aku mau. Deal?”, kata soo young sambil mengulurkan tangan nya. siwon terkejut mendengar ucapan soo young.

“Deal”, ucap siwon sambil tersenyum lalu mengulurkan tangan nya. Dan lagi-lagi jantung soo young berdebar. Tiba-tiba siwon menarik tangan soo young dan melingkarkan tangan nya di pinggang soo young.

DEG!

‘apa yang akan dia lakukan?’, tanya soo young dalam hati.

Soo young meletakkan tangan nya di dada bidang siwon untuk menahan tubuhnya supaya tidak terlalu dekat. Tapi seperti nya percuma. Jarak mereka terlalu dekat bahkan soo young bisa merasakan deru nafas siwon di wajah nya dan begitu juga dengan siwon.

“seharusnya hubungan seperti ini tidak di awali dengan berjabat tangan bukan?”, ucap siwon lalu mulai mendekatkan wajah nya pada soo young, dekat… dekat dan semakin dekat. Dan tanpa sadar soo young pun sudah menutup mata nya. Tiba-tiba ide jahil terlintas di fikiran siwon.

“bagaimana dengan mencubit hidung”, kata siwon lalu mencubit hidung soo young. Reflek soo young langsung membuka mata nya.

“aaaaaa”, teriak soo young sambil memegangi hidung nya.

“sudahlah, ayo kita pergi”, kata siwon lalu pergi meninggalkan soo young yang masih memegangi hidung nya.

 

Soo young POV

Aku masih mengatur nafas. Pria itu benar-benar membuat ku gugup. Bayangkan saja wajah kami tadi benar-benar dekat. Bahkan deru nafas nya pun sudah menerpa wajah ku. Tapi apa itu tadi? Ia hanya mempermainkan ku saja. Benar-benar namja itu. Dan tadi kenapa aku menutup mata dan berharap ia mencium ku. Aaaarrggg….. aku benar-benar bodoh.

Dia mencubit hidung ku. Tapi kenapa aku senang. Padahal cubitan nya lumayan sakit. Ku rasa aku mulai kehilangan akal akibat namja itu. Ku lihat ia berjalan menuju mobil nya dan menjauh dari ku. Haish , namja itu benar-benar.

“Siwon-ah! Tunggu aku!”, teriak ku. Lalu aku berlari kecil menuju diri nya yang saat ini sedang menunggu dengan menyandarkan diri di pintu mobil.

Aku terus berlari kecil menuju diri nya. Aku pun melewati jalan yang sedikit menurun dan itu membuat ku tidak bisa mengendalikan langkah kaki ku dan…..

BUUKKKK!!!!

Aku jatuh di pelukan nya. MWO! DIPELUKANNYA!. Haish! Kenapa tadi aku tidak bisa mengontrol langkah ku. Aku terus berlari dan siwon ada di hadapan ku. Karena aku tidak bisa menghentikan langkah ku, aku langsung memeluk nya. Bahkan tangan ku juga melingkar di pinggang nya.Dapat ku rasakan wangi parfum nya. Tidak terlalu tajam dan sangat menenangkan. Aku kembali sadar dan aku langsung melepaskan diri dari dekapan nya. Tapi ia menahan ku untuk tetap berada di dekapan nya. Sungguh hangat. Kepala ku berada di dada bidang nya. Ia mengusap rambut ku lembut. Nyaman sekali. Dapat ku rasakan jantung nya berdetak dengan cepat. Ada apa ini? Apa ia merasakan hal yang sama seperti ku?

“kau bisa mendengar nya?”, tanya siwon tiba-tiba.

“ne?”

“jantung ku selalu seperti ini saat di dekat mu. Sejak awal aku sudah merasakan nya. Tapi aku tidak ingin mengakui nya. Seolah rasa ego melarang ku untuk mengakui bahwa diri ku sudah bisa membuka hati pada seorang yeoja. aku terus menahan diri ku tapi itu semakin membuat ku tersiksa. Aku selalu kualahan mengontrol detak jantung ku sendiri saat bersama mu. Perlahan rasa ego itu mengerti bahwa aku sudak tidak bisa menahan nya lagi”, jelas siwon panjang lebar.

Aku tertegun dengan apa yang ia ucap kan. Benarkah? Benarkah itu? Ia merasakan hal yang sama seperti ku? Perlahan ia mengendur kan dekapan nya lalu ia menarik dagu ku supaya melihat nya. Perlahan ia mulai mendekat kan wajah nya pada ku. Dekat. Dan semakin dekat. Deru nafas nya mulai menerpa wajah ku. Detak jantung ku mulai terpacu dengan cepat.

‘Jantung ayolah. Ini bukan saat nya untuk berdetak cepat. Tenanglah. Aku mohon tenanglah’, ucap ku dalam hati.

Wajah nya semakin dekat. Ingin rasa nya aku menutup mata tapi aku takut ia permainkan. Aku sudah dua kali ia permainkan dan tidak untuk yang ke tiga kali nya. Tapi kelopak mata ku terasa berat. Ingin rasa nya aku menutup mata dan merasakan hembusan nafas nya yang menerpa di wajah ku.

‘soo young-ah, kau harus kuat. Jangan menutup mata mu sebelum ia benar-benar melakukan nya’, ucap ku dalam hati.

Ku lihat ia menatap bibir ku. Jarak kami semakin dekat…. dekat… dekat… dan…….

CHU~

Ku rasakan sesuatu yang lembut dan basah menyentuh bibir ku. Refleks aku menutup mata untuk menikmati nya. Bibir nya mulai bergerak. Mulai melumat bibir ku lembut. Sangat lembut. Dan gerakan nya pun pelan. Ia melumat bibir atas dan bawah ku secara bergantian. Aku mulai membalas ciuman nya. Kenapa hal ini membuat ku melayang? Bibir nya sangat lembut. Lumatan nya sungguh lembut. Aku yakin tidak ada sesuatu pun yang lebih lembut dari ini.

Lalu ia melepaskan ciuman nya. Sungguh aku enggan untuk mengakhiri nya. Mata kami saling bertemu. Tatapan nya sangat teduh. Mata nya sangat indah jika di lihat dari jarak sedekat ini. Bahkan deru nafas nya masih bisa ku rasakan. Kami terus bertatapan. Tatapan nya mampu mengunci mata ku untuk terus menatap nya.

“soo young-ah.. saranghae”, ucap nya pelan dan terdapat ketegasan saat ia mengucapkan nya. Ku tatap mata indah itu untuk mencari kebohongan. Tapi hasil nya NIHIL!.

Ia sungguh tulus mengatakan nya. Oh Tuhan benarkah ini? Ia mencintai ku? Choi siwon mencintai ku? Aku tersenyum. Aku sungguh bahagia. Semoga saja ini bukan mimpi. Tapi jika ini mimpi, ku mohon jangan bangunkan aku. Ini terlalu indah.

“nado saranghae choi siwon”, ucap ku tersenyum. Ku lihat ia tersenyum. Oh! sungguh indah senyuman nya.

“sudah ku duga”, ucap nya lalu mengacap rambut ku pelan.

“eh?”

“khajja, kita berangkat”, ajak nya lalu melepaskan dekapan nya dan membuka kan pintu mobil untuk ku. Aku pun langsung masuk. Ia berjalan menuju bangku setir. Lalu menghidup kan mesin nya dan mengendarai nya menuju kampus.

 

Kyuhyun POV

Aku melihat nya. Tanpa mereka sadari , aku terus memperhatikan mereka. Rasa sakit, tentu ada. Siapa yang hati nya tidak merasa sakit jika orang yang kita cintai bersama namja lain. Tapi aku merasa lega karena ia kini bersama sahabat ku. Aku yakin sahabat ku itu akan menjaga dan melindungi nya. Ia tidak mungkin menyakiti yeoja yang bersama nya saat ini. Karena aku yakin yeoja itu sangat berharga bagi nya. Bahkan lebih berharga dari sebuah black pearl. Mereka sungguh serasi.

Huft… seperti nya aku sudah terlalu lama melamun. Ku hidup kan mobil ku dan mulai mengendarai nya. Aku mengendarai nya santai. Tidak terlalu buru-buru karena sejujur nya aku hanya ada jam kuliah pada sore hari. Karena bosan berada di rumah aku putuskan untuk pergi ke kampus dan tak ku sangka aku akan melihat pemandangan yang sedikit menyakitkan tapi juga melegakan.

Sebenar nya aku masih tidak habis fikir. Siwon mencium soo young. Siwon yang tidak pernah dekat dengan seorang yeoja berani mencium soo young di tempat umum seperti itu. Hmmm,, apa yang di katakan orang-orang itu benar kalau kita sudah sangat mencintai seseorang apapun pasti bisa kita lakukan. Seperti nya perkataan itu benar, bahkan waktu itu aku berani mencium bibir soo young. Yah walaupun hanya sekilas.

Aku tenggelam dalam fikiran ku. Aku tidak menyadari kalau lampu lalu lintas berwarna merah. Mobil ku terus melaju dan akhir nya……

“ Aaaaaaaaa!!!”, teriak seorang yeoja dari arah depan sontak aku langsung menginjak rem.

Haish! Karena memikirkan soo young aku jadi menabrak orang. Aku langsung keluar dan melihat keadaan orang yang ku tabrak tadi. Ku lihat ia duduk sambil memegangi kaki nya. Aku berjalan menghampiri nya.

“chogiyo, gwenchana?”, tanya ku hati-hati sambil memperhatikan kaki kanan nya yang berdarah.

“MWO?! Kau masih bertanya seperti itu. Yak! Kau tidak lihat kaki ku berdarah!”, bentak yeoja itu di depan ku.

 Jujur aku ingin membentak nya juga tapi ku lihat ia terus memegangi luka nya. Aku jadi merasa bersalah. Coba saja dia namja pasti sudah ku tinggal kan dia.

“Arraseo!”, ucap ku agak membentak. Aku langsung menggendong nya di depan dada ku.

“Yak! Kau…”

“diamlah!”, ucap ku sedikit membentak lalu ku masuk kan ia ke dalam mobil ku.

 

Author POV

Kyuhyun memperhatikan dokter yang sedang mengobati luka yeoja yang ia tabrak tadi. Sesekali yeoja itu meringis kesakitan.

“luka nya tidak parah. Jadi jangan khawatir tuan muda, kekasih anda baik-baik saja”, ucap doktor kim yang sudah selesai mengobati luka yeoja tadi. Sontak kyuhyun terkejut mendengar apa yang di ucapkan oleh doktor kepercayaan keluarga nya ini.

“Mwo?! Kekasih? Doktor kim kau jangan salah paham dulu, sebenar nya ia…”

“jaga baik-baik kekasih anda tuan muda supaya ia tidak terluka seperti ini lagi”, potong doktor kim lalu keluar dari ruangan.

“Haish! Jinja! Kenapa ia menganggap yeoja menyebalkan ini sebagai kekasih ku? Cih, benar-benar”

“mwo?! Yeoja menyebalkan?!”, kata yeoja itu sedikit membentak.

“ne. Wae? Kau tidak suka? Apa kau tidak sadar akan sikap mu yang menyebalkan itu?”, balas kyuhyun.

“yak! Jinja! Neo jeongmal..”

“sshhtt, diamlah. Ini rumah sakit. Suara mu bisa menyebabkan gangguan pada telinga pasien”, ucap kyuhyun.

DRRTTT! DRRTTT!

Tiba-tiba terdengar suara handpone bergetar. Gadis itu membuka tas nya lalu

“yeoboseo!”, ucap yeoja itu mengangkat telepon nya.

“mianhe oppa. Aku mengalami kecelakaan tadi. Jadi hari ini aku tidak bisa kesana”, ucap yeoja itu membalas pertanyaan dari orang yang menelpon nya.

“gwenchana. Lanjutkan saja pekerjaan oppa. Tidak usah khawatirkan aku. Anyeong”, kata yeoja itu lalu menutup telepon nya.

Raut wajah yeoja itu langsung berubah menjadi ceria setelah mendapatkan telfon tadi. Lalu yeoja itu beralih menatap kyuhyun yang saat ini sedang menatap tajam diri nya.

“oppa? Cih’ menjijikan”, ucap kyuhyun yang membuat yeoja itu marah.

“wae? Apa tidak ada yeoja yang memanggil mu oppa. Kasian sekali”, ucap yeoja itu meremeh kan.

“terlalu banyak yeoja yang memanggilku oppa. Jadi aku sudah muak mendengar nya. Sudahlah. Siapa nama mu dan di mana rumah mu? Aku akan mengantar mu pulang. Dan masalah biaya rumah sakit, aku sudah membayar nya jadi tidak perlu khawatir” , kata kyuhyun panjang lebar.

“ada baik nya kalau kita tidak saling mengetahui identitas masing-masing. Aku juga masih bisa pulang ke rumah sendirian dan juga soal biaya rumah sakit, aku juga masih bisa membayar nya jadi berikan nomor rekening mu akan ku transfer biaya rumah sakit nya”, balas yeoja itu yang tak kalah panjang lebar.

“aku akan menjadi pria yang tidak bertanggung jawab jika aku membiarkan mu melakukan semua itu”,

Yeoja itu sama sekali menggubris perkataan kyuhyun. Ia pun turun dari ranjang dan berjalan menuju pintu. Tapi kaki kanan nya masih terlalu lemas untuk berjalan, sehingga ia pun kehilangan keseimbangan dan….

BUUKKK!

Ia jatuh ke lantai. Kyuhyun yang melihat nya pun langsung menghampiri nya.

“dasar yeoja keras kepala”, ucap kyuhyun lalu menggendong tubuh yeoja itu di dada nya.

 

Kyuhyun POV

“ini apartement mu?”, tanya ku pada yeoja itu. Ku lihat yeoja itu hanya mengangguk.

“di lantai berapa?”, 

“lantai atas”, jawab nya santai. Aku pun memperhatikan deretan bangunan apartement itu.

‘lantai atas berarti….. lantai 5. Mwo! Lantai 5?!’, batin ku.

 

~~To Be Continue~~

2 thoughts on “30 Days (Part 5/?)

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: