[Special Post] The Way To Your Heart (Part 2)

rwef

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading~

“Ya! Choi Hara tunggu aku!”

‘BRAAAAK’

Yeon Hwa terjatuh saat dirinya bertabrakan dengan seseorang. Hara yang sudah berjalan beberapa langkah di depannya berlari dan langsung membantunya berdiri.

“Jeongsohamnida sunbaenim” ucap Hara pada gadis bertubuh tinggi di depannya. Orang yang tidak sengaja mengalami insiden ‘tabrakan tubuh’ bersama Yeon Hwa barusan

“Ne, nan gwenchana, bilang pada temanmu untuk lebih berhati hati lain kali” sahutnya dingin lalu berjalan keluar gedung SM. Gadis itu bahkan masih memasang lengkap headset ditelinganya.

“Nugunde?” tanya Yeon Hwa pada Hara

“ya! Bagaimana kau tidak tahu siapa dia. Sung Rin, Hwang Sung Rin. Rapper berbakat dari Black Roses’s”

“Black Roses’s? Bukankah mereka Girl Band yang baru debut dari perusahaan kita sekitar.. mm.. setahun  yang lalu?”

“ne”

“dengan kata lain, mereka sunbanim kita?” tanya Yeon Hwa dengan polosnya

“ya! Tentu saja. eishh.. itu saja kau masih bertanya” jawab Hara. Gadis cerewet itu sedikit kesal rupanya

“tapi kenapa sikapnya seperti itu?”

“Nado molla. Dia memang terkenal sangat dingin dan jarang sekali tersenyum. Terkesan sangat cuek. Tapi sebenarnya dia adalah orang yang baik”

“dari mana kau tahu?”

“dia pernah membantuku mempelajari bagian Rap yang sangat sulit kunyanyikan. Dan dari situ, aku melihat sisi perhatiannya. Mungkin ada alasan makannya dia bersikap seperti itu”

“Aaaah..arraseoyo~”

“Ya! Park Yeon Hwa! Choi Hara !”

Suara teriakan Sung Tae tiba tiba terdengar dan membuat Yeon Hwa dan Hara menoleh kearah yang sama. Sung Tae berlari kecil menghampiri kedua gadis itu

“akhirnya aku menemukan kalian disini” ucap Sung Tae, sambil sedikit tersengal

“mwonde? Kau mencari kami? Ada apa?” Tanya Yeon Hwa

“aigoo, uri Yeon Hwa.. bahasa Koreamu sudah lancar rupanya. Tak heran perwakilan SoMan sajangnim memberitahuku kabar baik untuk mu. Dan juga kau, Hara~ya”

Kedua gadis itu saing bertatapan dan Sung Tae hanya tersenyum penuh arti. Gadis itu mengeluarkan 2 buah surat dari tasnya dan memberikannya kepada Yeon Hwa dan Hara.

“Ige mwoya?” tanya Hara

“Bukalah” perintah Sung Tae

Kedua gadis itu membaca satu persatu deretan hangul yang tercetak jelas disana. Dan seketika itu mulut Hara terbuka. Gadis itu menatap bergantian surat yang dipegangnya dan Sung Tae yang juga tengah menatapnya dengan senyum.

Sementara Yeon Hwa melebarkan matanya. Bisakah dia mempercayai ini semua? Kenapa rasanya cepat sekali?

“Kyaaaaaaaa!! Eonnie, ini benar?” Teriak Hara. Akhirnya gadis itu berhasil mengeluarkan suaranya setelah sebelumnya kerongkongannya terasa kering

“Tentu saja ! Chukkaeeee!!” Jawab Sung Tae senang

Hara mendekat ke arah Sung Tae dan dengan sigap memeluk gadis itu sambil terus bersorak

“aku tak percaya! Aku tak percaya akhirnya hari yang kutunggu tunggu datang juga!” serunya. Sung Tae yang ikut senang hanya mengangguk dan menepuk nepuk pelan punggung Hara

“Ya! Park Yeon Hwa? Kau tidak senang eoh?”

Hara bertaya dengan rasa penasaran yang tinggi setelah melihat reaksi Yeon Hwa yang hanya diam mematung.

“Dia sepertinya terguncang hebat” celetuk Sung Tae

“hmm, kurasa kau benar eonnie”

“Eonnie~ya, Hara~ya.. apakah ini benar?? A-aku aku a-kan segera d-debut? D-DEBUT?”

“Ralat, bukan kau saja, tapi aku juga”  jawab Hara

“ne, kau akan segera debut!” kini giliran Sung Tae yang berantusias

“Tapi kenapa secepat ini?” tanya Yeon Hwa dengan suara yang lirih. Gadis itu masih belum percaya sepenuhnya bahwa dalam waktu dekat ini dia akan debut

“SoMan sajangnim bilang, kau belajar lebih cepat dari yang lainnya. Dan prestasimu di bidang ini benar benar patut di acungi jempol. Jadi dia memutuskan agar kau bisa cepat debut”

“j-jinjja?? J-jinjja—yo?”

“eissh, anak ini. kau itu berbakat. Dan kulihat dancemu benar benar daebak Yeon Hwa~ya! Pantas kalau Soman sajangnim berpikir begitu” Kata Hara. Berusaha membuat temannya itu benar benar percaya

“HYAAAAAAA!!! DEBUT? DEBUT?? AKU DEBUT?? HYAAAAA”

Hara dan Sung Tae saling pandang saat mereka berdua melihat perubahan sikap Yeon Hwa. Bagaimana bisa gadis yang tadinya diam seperti mayat tiba tiba berubah dalam sekejap menjadi hyperaktif dan berlari lari seperti orang gila?

-o0o-

“Arrrgh ! micheosseo michosseo !”

Hyun Ah berteriak sebal sambil menutup laptopnya dengan kasar. Semua member di ruang latihan mereka menatapnya dengan heran.

“eonni~ya. Gwenchana?” Ri Ra yang memang tidak tahan dengan rasa penasaran yang menyerangnya bertanya pada Hyun Ah dan ikut duduk di sampingya

“Arrgh ! Molla” teriak Hyun Ah sebal

“Apa aku berbuat salah? Jika iya, aku minta maaf eonnie. Mianhata~” ucap Rira lagi dengan tatapan sayunya

Kini semua mata malah tertuju padanya. Ri Ra memang terkenal paling ‘polos’ diantara semua member Black Rose’s. Sangking ‘polosnya’ terkadang malah membuat eonnie dan dongsaengnya kesal.

“Ya! Tentu saja bukan salahmu Ri Ra~ya” ucap Hyun Ah. Gadis itu mencoba sabar menghadapi tingkah Ri Ra. Takutnya, dia malah melampiaskan kemarahannya itu pada Ri Ra.

“Lalu apa yang membuatmu begini eonnie?” kini giliran Hee Chan yang bertanya.

“Aku sedang tidak ingin membahasnya sekarang” ucap Hyun Ah lirih

“biar kutebak! Pasti .. Cho Kyuhyun sunbaenim?”

Hyun Ah berdecak sebal saat tebakan Sung Rin benar benar tidak salah. Gadis itu menghentak hentakkan kakinya kecil dan mulai merengek lagi

“eotthokaaee.. huaa.. aku harus bagaimana???”

“apa lagi sekarang eonnie?” tanya Hee Chan. Sementara Sung Rin menatap ngeri melihat Ri Ra yag mencoba mengelus elus Hyun Ah dan menenangkannya seperti akan menidurkan seorang bayi.

Hyun Ah tidak menjawab, dan malah menyerahkan laptopnya pada Hee Chan. Dengan sigap, gadis itu mengambilnya dan melihat news yang baru sajat dibaca Leader mereka itu. Ri Ra yang penasaran ikut andil dan membaca rentetan kalimat yang tertulis jelas disana.

‘Super Junior Kyuhyun Mengaku Menyukai Kang Seul Gi, Trainee Muda dari SM Entertainment’

Berita itu cukup untuk Hee Chan menelan ludahnya. Dia bingung bagaimana bersikap sekarang. bagaimana dirinya bisa mengembalikkan mood sang leader yang sudah benar benar kacau?

“Seul Gi? Uri Seul Gi? Kang Seul Gi yang disebut sebut sebagai the next Taeyeon?” tanya Ri Ra yang dijawab anggukan lemah oleh Hyun Ah

“e-eonniee.. ini hanya gosip. Tak usah dipikirkan” ucap Hee Chan. Raut wajah Hyun Ah sedikit berubah. Sepertinya Hee Chan berhasil membuatnya sedikit lebih baik

“Gosip bisa berubah menjadi nyata jika mereka sering bertemu” celetuk Sung Rin tiba tiba yang membuat mimik muka Hyun Ah kembali cemberut

“Ya! Eonnie!” kesal Hee Chan pada Sung Rin yang masih asik bersama iPod kesayangannya.

“Sung Rin eonnie hanya bercanda. La-lagipula aku belum pernah melihat mereka bertemu” Kata Hee Chan lagi pada Hyun Ah

Hee Chan sedikit lega karena lagi lagi melihat sedikit senyum terpancar di wajah Hyun Ah sehabis dia mengatakan itu

“Aku pernah! Mereka bahkan memakai sepasang headset bersama di taman belakang gedung. Kurasa Kyuhyun Sunbaenim membantunya mencapai nada nada tinggi” dan lagi lagi Sung Rin mengacaukannya

“Ya! Sung Rin Eonnie !!! berhenti memanas manasi uri leader” teriak Hee Chan. Sementara Sung Rin hanya mengangkat bahunya seakan tak terjadi apa apa

“Huaaaaaaaa”

Hyun Ah merengek, kakinya terus bergerak di lantai. Benar benar membuat dongsaengnya bingung. Sementara Sung Rin hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya

‘bagaimana bisa dia menjadi leader?’ batin Sung Rin

‘CEKLEEK’

Pintu ruang latihan terbuka dan tampaklah manager mereka datang dengan raut wajah yang gembira. Tapi langsung berubah saat melihat suasana yang agak kacau disini.

“eoh. Manager Jung?” sapa Hee Chan

“i-ige mwoyaa??” tanyanya

“Uri leader lagi lagi patah hati gara gara melihat berita di Internet bahwa Kyuhyun sunbaenim bilang menyukai Kang Seul Gi”

Hee Chan menepuk jidatnya saat mendengar Ri Ra berbicara dengan lancar dan tanpa beban, juga sangat jujur kepada manager mereka. wanita itu hanya membuka mulutnya terlalu terkejut, dan Hyun Ah malah semakin menangis. Sementara Sung Rin susah payah menahan tawanya.

“aigoo, bagaimana bisa kau menanggapi gosip seserius ini?” bujuk Manager  Jung. Tapi tak kunjung membuat keadaan  membaik

“Ya! Park Hyun Ah.. kau kira kau umur berapa eoh? Eisssh.. anak ini” kesal Manager Hyung

“ck! Lagipula ini juga salahmu!” ucapan Manager Jung lantas membuat Hyun Ah berhenti merengek seperti anak kecil dan menatap heran kearahnya

“wae naega?? Wae? Wae?”

“tentu saja. kau bilang kau menyukainya, ani.. bahkan menggilainya, tapi semenjak bertahun tahun lalu kau menjadi trainee disini hingga kau debut kau sangat jarang berbicara atau berinteraksi dengannya. Semua kegiatanmu dengannya tidak lain dan tidak bukan hanya saling menyapa dan itupun bisa dihitung dengan jari. Kemana kau gunakan waktumu selama bertahun tahun berada satu perusahaan dengannya? Harusnya kau memanfaatkannya dengan baik. Bukan hanya mengagguminya dari jauh lalu akan merengek seperti anak kecil seperti ini setiap mendengar gosipnya dengan seorang gadis. Itu haknya karena dia merasa belum ada yang memilikinya. Jadi kau jangan bersikap egois. Dengan bertingkah seperti ini, kau membuat dongsaeng dongsaengmu kesusahan. Ingat, kau itu Leader, pemimpin. Bersikaplah sewajarnya pemimpin. Bukan seorang magnae yang butuh bimbingan. Kau juga di trainee lebih lama dari mereka semua. Harusnya kau memberi contoh yang baik, bukan seperti ini”

Semua orang disana terdiam. Tersmasuk Hyun Ah yang merasa menjadi tersangka utama dalam penjelasan panjang lebar manager mereka. bukan penjelasan, lebih tepatnya omelan. Omelan yang mengandung banyak makna yang tepat mengenai hati Hyun Ah. Embuat gadis itu benar benar berpikir dengan tigkah kekanakannya barusan.

“Mi-mianhe. Aku bersalah. aku tau aku egois, aku berjanji hal seperti ini tidak akan terulang Mianhata.” Ucap Hyun Ah

Semua member tersenyum, termasuk manager Jung yang masih menatap Hyun Ah

“Baguslah kalau kau mengerti. Aku ada kabar baik untuk kalian”

“mwonde??” tanya Ri Ra penasaran

“akan ada satu orang lagi yang siap bergabung dengan kalian!”

“MWORAGOOOO??”

-o0o-

“A-annyeonghaseyo. Ch-choneun Park Yeon Hwa imnida. Bangapseumnida”

Yeon Hwa merasa hawa dingin menyeruak tatkala dirinya berdiri di depan 4 wanita cantik yang terlihat.. mengagumkan?

Kakinya lemas dan keringat dingin mulai meluncur dari pelipisnya. 8 pasang mata tengah menatapnya dengan tatapan yang berbeda beda. Yeon Hwa merasa seperti seorang pencuri yang ketahuan dan sekarang diadili dengan hukuman yang seberat beratnya.

“Nah, Yeon Hwa ini adalah trainee yang akan debut sebagai member Black Rose’s yang baru”

“eonnie, bagaimana bisa kau melakukan ini tanpa bicara dengan kami?” tanya Hyun Ah

“mianhata, tapi ini sudah keputusan dari Soman sajangnim. Aku bisa apa?” jawab Manager Jung

“nah, Yeon Hwa~ya. Akan ku kenalkan kau dengan mereka. yang itu, gadis yang memakai pita cokelat berbentuk kelinci itu Park Hee Chan, dia Main dancer disini. Lalu disampingnya ada Ri Ra. Hwang Ri Ra. Dia sangat jago memasak diantara yang lainnya. Nah, itu yang memakai jaket merah dan sedang mendengarkan iPodnya adalah Hwang Sung Rin. dia Rapper yang handal. Dan terakhir, gadis yang baru saja bertanya.. Park Hyun Ah. Dia leader, dan juga Main Vocal disini”

Manager Jung memperkenalkan satu persatu gadis gadis yang tampak bercahaya di depan Yeon Hwa dengan telaten. Berbagai reaksi menghampirinya. Hyun Ah yang terlihat memberikan senyum paksanya, Sung Rin yang masih asik dengan iPodnya hingga enggan menatap Yeon Hwa, Ri Ra yang terus terusan tersenyum senang menyambut kedatangan baru member mereka, dan Hee Chan yag hanya tersenyum sopan seadanya.

“aku adalah manager mereka dan kau boleh memanggilku Manager Jung , atau tetap Sung Tae eonnie. Apapun yang membuatmu nyaman,lakukanlah” lanjut Manager Jung

“N-ne eonnie. Gomawo~”

“Dengarkan aku. Meskipun dia anak baru dan umurnya lebih muda dari kalian, jangan bebani dia dengan test atau segala macam bentuk yang akan merepotkannya. Mulai sekarang kalian harus bekerjasama. Arrachi!” Kata manager Jung. Namun tak satupun dari mereka yang menjawa

“ARRACHIII!” ulangnya. Kali ini sedikit lebih keras

“NEEEEEE~”

“ah ya, satu lagi. Hyun Ah akan berbagi kamar dengan Yeon Hwa” lanjut Manager Jung

“Mw-mworago? Eonnie—“

“tak ada penolakan. Lagipula Hee Chan sudah bersama Ri Ra”

“kan ada kamar Sung Rin. biarkan dia tidur dengan Yeon Hwa”

“Sung Rin butuh ruanga yang besar untuk latihannya. Kau, seperti tidak tahu saja tingkahnya”

“Ta-tapi eonnie__”

“aku pergi. Kalian, bersenang senanglah. Annyeong!”

“Yaaa! Eonnie ! Manager Jung ! Jung Sung Tae !”

Sung Tae tidak mendengarkan teriakan Hyun Ah, dia terus berjalan keluar ruang latihan Black Roses’s menuju kantor pusat untuk keperluan berikutnya.

Langkah Sung Tae terhenti saat menyadari sesosok pria berdiri di depannya.

“Annyeong, noona. Lama tidak bertemu”

“Baekhyun~ssi”

-o0o-

“Selamat Pagi, eonnie”

“eoh, Yeon Hwa~ya, sudah bangun?”

Yeon Hwa mengangguk dan berjalan mendekati Ri Ra yang masih asik berkutat dengan masakannya. Gadis itu sengaja bangun kebih awal agar bisa berbincang bincang dengan member lainnya. Sudah seminggu sejak dia bergabung, tapi rasanya Yeon Hwa belum beradaptasi dengan baik.

“mau kubantu ?” tawarnya

“tidak usah. Tinggal sedikit lagi dan semuanya selesai” jawab Ri Ra dengan riang

Setidaknya Yeon Hwa merasa beruntung, dari semua orang yang kini tinggal bersamanya, hanya Hwang Ri Ra yang terlihat sangat ramah padanya.

“Oh, iya. Jika kau ingin membantu tolong antarkan susu cokelat ini ke kamar Sung Rin eonnie. Dia terbiasa meminum susu cokelat dikamarnya” kata Ri Ra yang langsung di balas anggukan mantap dari Yeon Hwa. Gadis itu berharap akan ada pembicaraan bagus nantinya. Meskipun dirinya sendiri juga belum yakin.

“Eonnie, kau di dalam?” tanya Yeon Hwa dari luar kamar Sung Rin. gadis itu mengetuk pintu di depannya dengan hati hati karena tangan satunya masih membawa nampan berisi segelas susu cokelat

Merasa tidak ada jawaban, Yeon Hwa nekat memegang kenop pintu dn memutarnya.

“Eonnie..” panggilnya.

Tak ada jawaban, kamar itu terlihat kosong. Yeon Hwa masuk dan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.

“Ah, sepertinya dia sedang di kamar mandi”

Yeon Hwa berniat pergi setelah sebelumnya meletakkan segelas susu itu di meja yang ada di kamar Sung Rin. tapi mataya menatap sbuah lukisan di buku gambar yang belum sepenuhnya selesai. Lukisan itu hanya berupa sketsa yang digambar dengan pensil. Walaupun begitu, itu terlihat sangat bagus dan menawan.

“ini dia yang membuat? Wuah, jinjja daebak!” ucap Yeon Hwa

Yeon Hwa mengambil lukisan sketsa itu dan mengamatinya. Sepertinya dia tahu sosok laki laki yang dilukis Sung Rin

“hmm.. sepertinya aku tahu ini siapa” katanya.

Matanya menatap sebuah hangul di pojok kanan atas lembar tersebut dan mendapati sebuah nama yang sangat familiar diasana.

“Oh.. benarkan. Pantas aku sepertinya tahu siapa dia” ucap Yeon Hwa sambil mengangguk anggukan kepalanya. Namun detik berikutnya dia tersadar dan membulatkan matanya lebar lebar.

“Ah! Jeongmal?? Siwon? Choi Siwon sunbaenim?? B-bagaimana b-bisa? Sung Rin eonnie__??”

“apa yang kau lakukan dikamarku?!”

Suara Sung Rin di belakang Yeon Hwa membuat gadis itu menegang. Tertangkap basah! Itulah yang dipikirkannya saat ini.

“ah, e-eonnie. Sudah selesai mandinya?” ucap Yeon Hwa gugup. Berusaha mengalihkan pembicaraan

“apa yang kau lakukan dengan itu?” tanya Sung Rin terdengar dingin dan seperti menahan amarahnya.

“a-ani..”

“jangan menyentuh barangku sembarangan !” Teriak Sung Rin. membuat Yeon Hwa terdiam karena kaget. Tangannya bertautan, berusaha menghilangkan rasa takutnya saat ini

“Mi-mianhe~” ucap Yeon Hwa lirih. Gadis itu menunduk, terlalu takut.

“Keluarlah, sebelum terjadi apa apa denganmu” perintah Sung Rin

“e-eonnie__”

“Kubilang Keluar !”

Tanpa basa basi lagi, Yeon Hwa berlari keluar kamar Sung Rin dengan segala perasaan berkecamuk di otaknya. Entah apa yang dirasakaanya saat ini. antara sedih, takut, kecewa?

Sedih karena baru saja dia dibentak oleh orang yang sekarang berusaha dia kenal, takut karena perjuangannya akan sia sia, dan kecewa pada dirinya sendiri yang terlihat begitu lemah.

Sementara Sung Rin, gadis itu berusaha menetralkan nafasnya. Meletakkan kembali lukisan yang tadi direbutnya dari tangan Yeon Hwa lalu duduk di tepi ranjang. Matanya menagkap susu cokelat di meja sampingnya.

‘Park Yeon Hwa’ lirihnya

-o0o-

Yeon Hwa berjalan lesu menuju tempat latihan yang di tempatinya bersama member Black Roses’s selama beberapa minggu ini. gadis itu menatap lantai yang dia pijak dan terus berjalan. Sesekali menghembuskan nafas beratnya. Yeon Hwa merasa, semuanya belum berjalan dengan baik.

Sedikit rasa kecewa menghampiri gadis itu saat mengingat kejadian beberapa bulan lalu, dimana dia dinyatakan akan benar benar debut dan memulai karirnya. Hara, sosok sahabatnya itu debut sebagai solois ternyata. Bukan, bukan Yeon Hwa iri dengan Hara. Hanya dia merasa kecewa tidak akan punya banyak waktu bersama gadis cerewet itu lagi.

“eoh eonnie”

Yeon Hwa menegakkan kepalanya saat menyadari ada seseorang di depannya. Tidak, bukan seseorang. Tapi dua orang

“Oh, Se-seulgi~ya?” balasnya kaku. Kaku? Yah, saat ini Trainee muda itu sedang bersama seorang pria bertubuh tinggi tegap dengan setelan kemeja biru muda juga celana kain berwarna creamnya. Tampan? Tentu saja!

“Kau, tidak menyapaku?” tanya seseorang di samping Seul Gi

“Ah, m-mianhata.. A-Anyeonghaseyo K-Kyuhyun sunbaenim” sapa Yeon Hwa sopan sambil membungkukan badannya di depan Kyuhyun. Pria itu lantas tersenyum dan juga membalas ramah sapaan Yeon Hwa.

“Ku dengar kau bergabung dengan Black Rose’s?” tanya Kyuhyun

“Ah, ye sunbaenim”

“bagaimana rasanya?” Kyuhyun

“Ah.. sepertinya aku masih butuh beradaptasi”

“Memang tidak mudah memasuki sebuah grup yang sudah memulai karirnya. Kau akan dianggap seperti penganggu. Tapi, itu hanya awal. Jika kau bekerja dengan baik dan membuktikan kemampuanmu pada member dan semua fans kalian, pasti itu semua akan membuahkan hasil yang baik” saran Kyuhyun.

Pria itu cukup memberi saran yang bagus untuk Yeon Hwa, mengingat masa lalunya dulu yang bergabung setelah Grupnya memulai debut.

“Khamsahamnida atas saranmu sunbaenim. Aku akan mengingatnya” balas Yeon Hwa sambil menampakkan senyum tulus untuk seniornya itu

“Tidak usah terlalu formal, cukup panggil aku oppa”

“ye?”

“semua junior wanita disini memanggilku begitu. Jadi kau juga harus memanggilku oppa, arraseo” Titah Kyuhyun

“Ne, Oppa”

Hubungan Kyuhyun dan Yeon Hwa terlihat baik. Sepertinya tidak susah membuat keduanya akrab dan saling dekat dengan batasan senior-junior

“baiklah, kami pergi dulu” pamit Kyuhyun

“Kalian mau kemana? Berdua?” tanya Yeon Hwa heran.

“Ne, Kyuhyun oppa mengajakku makan siang” balas Seul Gi sedikit tersipu

Yeon Hwa yang terkejut hanya membentuk mulutnya menjadi huruf ‘o’ dan mengangguk. Kemudian Kyuhyun dan Seul Gi benar benar pergi setelah sebelumnya berpamitan padanya.

“Apa mereka pacaran?” Tanya Yeon Hwa, lebih pada diri sendiri

“ssh.. apa peduliku ya?” lanjutnya

“Tapi, bagaimana dengan Hyun Ah eonnie?” Yeon Hwa masih melanjutkan acara berpikirnya(?)

Gadis itu terus bertanya tanya sambil berbalik dan berencana melanjutkan perjalanannya yang tertunda (?)

“OMO !” pekiknya

Yeon Hwa tersentak kaget saat dirinya mendapati seorang pria tengah berdiri di depannya dengan jarak yang sangat dekat. Pria itu memandang sedikit aneh pada Yeon Hwa yang malah membuat gadis itu gelagapan. Lagi dan lagi, gadis itu selalu berurusan dengan jantungnya jika bertemu pria ini.

“Kau berbicara sendiri? “ tanya pria itu

“N-ne? a-aniyo” lihat kan? Hanya balasan singkat tapi dia menjawab dengan sangat gugup

“kalau begitu apa kau tersesat ‘lagi’?” tanya pria itu lagi

Yeon Hwa yang masih terhipnotis dengan sorot matanya mengangguk perlahan, belum mencerna apa yang baru saja didengar. Tapi sedetik kemudian, dia sadar dan buru buru menggeleng

“Kau aneh” kata pria itu

“……” Yeon Hwa hanya bisa diam

“Kau mau ke ruang latihan Black Roses’s kan? Kajja kita kesana bersama,aku ada perlu dengan Hee Chan noona”

“n-ne sunbaenim..”

Kedua insan itu berjalan berdampingan, sang pria berjalan dengan santainya sambil sesekali bersiul, sementara Yeon Hwa berjalan dengan menunduk dan sibuk dengan urusan jantungnya yag belum mereda juga.

“sepertinya kita seumur, jadi cukup panggil aku Taemin. Aku kurang suka jika dipanggil sunbae, itu membuatku terlihat tua” pria itu, Lee Taemin berbicara dengan sesekali membuat lelucon agar suasana tidak canggung. Taemin tahu suasana suram itu, terlihat dengan sikap Yeon Hwa yang sangat tidak nyaman berjalan disampingnya

“Ne, Taemin~ssi” balas Yeon Hwa, masih menundukkan kepalanya

“Tidak Taemin~ssi, tapi Taemin~ah”

Suara Taemin terlihat tegas, tapi raut mukanya sangat bersahabat. Menampilkan sedikit senyumnya dan berbicara menghadap Yeon Hwa. Membuat gadis itu lebih rileks dan bisa terbawa dengan situasi nyaman yang diciptakan Taemin.

“Ne, Taemin~ah”

Taemin tersenyum, ternyata tak buruk berbicara dengan gadis ini. dari awal, Taemin menebak dia adalah salah satu fansnya. Ingat saat kejadian Yeon Hwa mengintip Taemin saat sedang berlatih dance di awal kedatangan gadis itu kemari? Pria itu sebenarnya tahu akan tingkah Yeon Hwa itu dan sengaja membiarkannya sampai akhirnya Yeon Hwa terjatuh karena dikagetkan Minho.

Sejujurnya, Taemin merasa cukup senang Yeon Hwa mengidolakannya. Entah untuk alasan apa, Taemin seperti ingin berlonjak girang saat mendengar dari Hara bahwa Yeon Hwa memang benar seorang Taemints.Tapi dirinya bisa menahan diri karena tak mau dianggap sebagai maknae aneh oleh para hyungnya. Cukup Cho Kyuhyun saja yang menjadi magnae ‘menyusahkan’ bagi Super Junior. Itu pikiran Taemin.

“Apa posisimu di grup?” Tanya Taemin lagi

“Main dancer, menggantikan Hee Chan eonnie”

“Jeongmal? Kulihat Hee Chan noona adalah dancer yang sangat hebat. Jika kau menjadi dancer utama di grup, berarti kemampuanmu lebih hebat darinya”

“Tidak juga, sebenarnya aku juga merasa tidak enak dengan Hee Chan eonnie. Tapi ketentuan dari pusat seperti itu”

“Tida perlu merasa begitu, di dunia seperti ini kau memang harus menunjukkan kemampuanmu”

Yeon Hwa tersenyum, lagi lagi mengetahui satu hal dari sosok Taemin makin membuatnya luluh dengan pria itu. Dibalik imagenya sebagai magnae, ternyata dia mempunyai pribadi yang hangat.

Yeon Hwa dan Taemin sampai di tempat tujuan mereka dan menemukan ruangan latihan member Black Roses’s itu kosong.

“kemana yang lainnya?” heran Taemin

“Aku juga tidak tahu, tadi pagi aku harus ke kantor pusat mengurus beberapa hal bersama manager Jung. Makanya aku baru datang dan langsung menuju kesini” kata Yeon Hwa pada Taemin

Mereka berdua memutuskan untuk menunggu lalu masuk dan duduk di sofa coklat di ujung ruangan yang menghadap ke cermin besar di depannya. Suasana kembali menjadi canggung. Taemin dan Yeon Hwa sibuk dalam pikiran mereka masing masing.

Krongkongan Yeon Hwa terasa kering. Gadis itu benar benar malu hanya untuk mengeluarkan sedikit saja suaranya.

Yeon Hwa menatap air yang berada di dalam galon diatas dispenser putih disamping Taemin. Gadis itu sangat butuh beberapa teguk benda cair putih itu untuk menyiram kerongkongannya yang serasa seperti di gurun pasir.

Yeon Hwa berdiri, mulai melangkah. Namun langkahnya tiba tiba menjadi oleng saat sepatu ballet hitam yang di gunakannya tidak sengaja menginjak bola ping pong yang ada dilantai. Bola ping pong? Kenapa juga benda itu ada disini? Ah~ ini pasti ulah Ri Ra !

Kakinya tidak kuat menahan beban tubuhnya dan akan segera menidurkan tubuh Yeon Hwa di lantai dengan keras saat sepasang tangan menarik pingganya lalu memutar dan..

‘BRUUUK’

Yeon Hwa terjatuh, tapi bukan sakit disekujur tubuh yang dirasakannya. Melainkan detak Jantungnya yang berdetak abnormal saat matanya menangkap sosok Taemin yang merelakan tubuh tegapnya yang membentur lantai dengan cukup keras.

Yeon Hwa syok, dirinya berada dalam jarak yang kurang dari 5 cm dengan Taemin saat ini. membuat dada mereka bersentuhan dan Yeon Hwa berharap, Taemin tidak bisa merasakan detak jantungnya

Sesaat, keduanya terpaku. Mata Taemin yang begitu teduh seakan menahan Yeon Hwa agar dirinya tidak cepat beranjak.

Dua buah lengan Taemin masih setia melingkar di pinggang Yeon Hwa dan kini, matanya menatap jeli setiap lekuk wajah gadis yang ada diatas tubuhnya. Merasa aneh dengan dirinya yang merasakan hawa tentram merasuki tubuhnya hanya dengan memeluk Yeon Hwa dan melihatnya dalam jarak pandang yang sangat dekat.

Kegiatan mereka yang saling memandang terpaksa dihentikan saat suara ponsel terdengar. Yeon Hwa yang cepat peka langsung beranjak dan mengambil ponsel putihnya di tas kecil yang ada di sofa. Sementara Taemin ikut berdiri dan membenarkan letak kaosnya yang sedikit berantakan. Pria itu membuang nafas perlahan dan mengusap dadanya. ‘apa yang barusan terjadi?’ pikir Taemin

Yeon Hwa selesai dengan ponselnya, lalu dengan perlahan berbalik dan menatap canggung Taemin. Keduanya terlihat kikuk dan suasana benar benar tidak bagus saat ini.

“Ri- Ri Ra eonnie mengirim pesan. Katanya member lainnya ada di cafetaria. A-aku disuruh kesana. A-apa k-kau mai ikut?” Tanya Yeon Hwa dengan  suara yang sangat gugup

“S-sepertinya lain kali saja. Tiba tiba a-aku ada urusan. Ya, ada urusan” jawab Taemin setelah sebelumnya berdehem mengatasi rasa gugupnya. Tapi sepertinya tak berjalan dengan baik karena dia masih terlihat gugup saat menjawab pertanyaan Yeon Hwa.

“Ah. . . begitu. Baiklah hati hati di jalan” kata Yeon Hwa yang hanya mendapat anggukan ringan dari Taemin.

Taemin berjalan keluar, tapi berhenti saat Yeon Hwa memanggilnya.

“Taemin~ah”

“Ne?” Taemin kembali berbalik dan menghadap Yeon Hwa.

“M-maaf atas kejadian barusan, dan.. Terimakasih”

Sekujur tubuh Taemin bagaikan diserbu ribuan volt tegangan listrik saat mendengar pernyataan ‘terimakasih’ dari Yeon Hwa. Sangat berbeda rasanya saat dirinya mendapat ucapan terimakasih dari pihak lain. Suara Yeon hwa yang begitu halus seakan menyihirnya dan rona merah di pipi gadis itu membuat Taemin benar benar ling lung.

“Y-ye. K-kalu begitu .. a-aku pergi dulu. Annyeong”

Denga secepat kilat Taemin keluar ruangan dan sedikit berlari lalu bersandar di tembok samping tangga. Memegang dadanya yang terasa aneh saat ini. seukir senyum terlihat di wajahnya, Taemin menyukai reaksi jantungnya itu.

Disisi lain, Yeon Hwa menjatuhkan tubuhnya di sofa coklat itu dan memejamkan matanya. Memegang kuat dadanya yang masih terasa berdetak.

“Apa itu tadi?” lirihnya

-o0o-

Langkah santai Sung Rin tiba tiba terhenti karena lagi lagi kepalanya berdenyut dengan cepat. Tangannya memegang sisi kanan kepalanya yang terasa nyeri, wajahnya pun mulai berubah menjadi pucat. Keringat dingin mulai menguar dari tubuhnya. Kilasan kilasan memori yang selama bertahun tahun ini sering muncul di otaknya kembali hadir.

Tubuhnya hampir saja membentur lantai saat sepasang tangan menangkapnya. Seorang pria yang dikenali Sung Rin adalah orang terakhir yang dia lihat sebelum dirinya benar benar pingsan.

Suasana di dorm para gadis yang tergabung dalam Black Roses’s itu mendadak ramai oleh kehadiran beberapa artis SM yang sengaja datang untuk melihat keadaan Sung Rin.

Sang leader meladeni diantara beberapa orang tersebut bersama Hee Chan. Yeon Hwa menjaga Sung Rin yang masih pingsan di kamar. Sedangkan Ri Ra membuat sesuatu di dapur.

“Apa dia baik baik saja?” Dancing Machine dari SNSD pun turut hadir dan mencemaskan keadaan Sung Rin. Hyeohyon memang salah satu sahabat yang paling dekat dengan Sung Rin sewaktu dirinya masih di trainee dulu. Dia bahkan datang mengajak magnae nya Seohyun dan leader F(X) Victoria.

“Tentu saja, eonnie jangan khawatir” jawab Hee Chan

“sebenarnya penyakit apa yang dia derita? Sejak dulu dia tidak pernah mau memberitahukannya pada kita” kini giliran Victoria yang beragumen

“entahlah” kata Yeon Hwa

“Kalian ingat kejadian beberapa tahun lalu? Saat dia masih menjadi trainee dan menonton konser kami? Tiba tiba dia berteriak dan langsung pingsan. Kurasa dia punya masalah dengan otaknya” Kata Sungmin, member Super Junior itu pun turut hadir bersama  Eunhyuk.

Semua orang mengangguk menanggapi pernyataan Sungmin.

“Maksudmu dia gila?” celeteuk Eunhyuk kepada Sungmin. Yang lalu mendapat jitakan dari Donghae yang baru saja datang dengan Kyuhyun

“Ya !” protes Eunhyuk

“bukan gila. Maksud Sungmin Hyung itu apakah dia mempunyai penyakit yang berhubungan dengan otaknya. Kanker otak misalnya” balas Donghae. Yang benar saja, jika memang Sung Rin gila, bagaimana dia bisa debut sebagai artis?

“Ah.. aku mengerti” kata Eunhyuk sambil mengangguk angguk

“Donghae~ya? Kau disini juga? Bukannya kau ada pemotretan?” tanya Manager Jung, manager Black Rose’s

“aku baru saja selesai noona, lalu bertemu Kyuhyun di depan dan katanya dia mau kesini. Lalu aku ikut saja” balas Donghae

“Oiya, aku melihat Siwon Hyung di depan tadi. Apa dia baru dari sini?” Tanya Kyuhyun yang mendapat tatapan bingung dari semua orang yang ada disana. Seingat mereka, face of the grup Super Junior itu tidak terlihat sedari tadi.

“Kami tidak melihatnya. Lagipula dia tidak kemari. Ya Kan eonnie? ” Tanya Hee Chan kepada Hyun Ah yang duduk disebelahnya. Sedangkan Hyun Ah terlihat ling lung dan salah tingkah.

Ah.. Hee Chan tau situasi ini, begitu juga manager Jung. Dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya sedangkan Hee Chan sudah cekikikan tak jelas.

“N-ne..”Kata Hyun Ah terbata

Semua orang disana masih saling mengobrol. Ternyata musibah yang menimpa Sung Rin benar benar ada sisi positifnya. Kapan lagi mereka datang dan berkumpul seperti ini? sejak memulai debut mereka masing masing, mereka jadi jarang punya waktu untuk bertemu, untuk mengobrol pun susah. Berbeda saat masa masa trainee mereka.

Taemin dan Minho tiba tiba ikut datang dan mengobrol bersama yang lain. Sesaat setelahnya Yeon Hwa keluar dan berjalan ke dapur. Sepertinya Ri Ra butuh bantuan.

Yeon Hwa dan Ri Ra keluar dengan masih masing nampan yang berisi penuh dengan makanan. Dongahe dengan sigap langsung mengambil nampan yang di pegang oleh Ri Ra

“Ya ! oppa!” protes gadis itu sambil mempoutkan bibirnya. Membuat Donghae untuk kesekian kalinya tersenyum hanya gara gara melihat tingkah gadis itu

“Biar aku yang bawa. Aku tidak mau kau kesusahan. Okaaay??” katanya lembut yang disambut anggukan manis dari Ri Ra.

Semua orang disana masih menatap adegan romantis itu dengan senyum yang ditahan. Donghae ternyata masih terus berusaha berdekatan dengan Ri Ra. Sejak Trainee sampai sekarang, pria itu memang sudah tertarik dengan Ri Ra dan selalu menunjukkan perhatiannya. Tapi karena sifat gadis itu yang kelewat ‘polos’ dia benar benar tidak peka dan terkadang membuat Donghae frustasi.

Sementara Yeon Hwa masih kesusahan untuk membawa nampan nampan itu dan tiba tiba saja ada dua pasang tangan memegang masing masing sisi nampan untuk membantunya.

Kini, semua orang disana benar benar menatap kejadian langka itu dengan terheran. Yeon Hwa pun bereaksi sama, dia bingung sekaligus.. senang?

Taemin dan Minho saling menatap dan memasang wajah canggung, benar benar tak disangka pikiran mereka sama, membantu Yeon Hwa membawa nampannya.

“B-biar aku saja. aku bisa” Yeon Hwa bersuara. Taemin dan Minho pun dengan terpaksa melepaskan tangan mereka dan membiarkan Yeon Hwa meletakkan nampannya diatas meja.

“A-aku akan mengambil bubur untuk Sung Rin eonnie. K-kalian lanjutkan saja” lanjutnya. Gadis itu langsung berjalan ke arah dapur dan mengambil bubur Sung Rin yang sudah disiapkan Ri Ra

Untung suasana sudah kembali seperti semula saat Yeon Hwa melangkah keluar dari dapur dan menuju kamar Sung Rin. dilihatnya Taemin dan Minho duduk dengan sangat tidak nyaman. Minho bahkan mengusap usap tengkuknya sedangkan Taemin memainkan biskuit yang ada di meja.

Yeon Hwa berjalan melewati mereka, namun suara seseorang menghentikan langkahnya

“Yeon Hwa~ssi?” Panggilnya. Yeon Hwa berbalik dan mendapati Minho yang memanggilnya

“N-ne?”

“B-boleh aku ikut? Ma-maksduku, aku ingin melihat keadaan Sung Rin”

“N-ne. silahkan”

Minho bangkit dan berjalan mengikuti Yeon Hwa. Keduanya masuk ke dalam kamar Sung Rin dan tanpa disadari, Taemin menatap kejadian itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

Yeon Hwa meletakkan bubur itu di meja samping nya lalu duduk di tepi kasur. Minho duduk di depannya dan mereka saling berhadapan sambil terus memantau keadaan Sung Rin yang masih belum sadar.

“Ternyata penyakitnya kambuh lagi” kata Minho lirih

“Kudengar dari eonniedul, kejadian seperti ini sudah sering terjadi” kata Yeon Hwa

“ya, saat dia masih menjalani trainee dulu kejadian seperti ini kerap terjadi. Tidak ada satupun orang yang tahu dia mengidap penyakit apa”

“Lalu keluarganya?”

“Sung Rin bersikeras agar kami semua tak boleh memberitahukan eommanya yang tinggal di Inggris”

“Sunbae, Kau sepertinya sangat dekat dengannya” Kata Yeon Hwa memandang Minho

“Dan kau sepertinya tidak dekat dengannya” balas Minho sambil terseyum

“Yaah, kurasa aku masih perlu beradaptasi”

“sejujurnya, hal seperti ini bukan hanya aku saja yang tahu. ini sudah menjadi rahasia umum. Hwang Sung Rin, seorang gadis tegar yang hidup sendiri di Korea. Beruntung nasibnya baik dan sekarang dia menjadi artis dan banyak orang menyayanginya. Yang kudengar, sebelumnya dia tinggal di Ingrris bersama eommanya”

Suasana hening tercipta setelah kata terakhir dari mulut Yeon Hwa terucap. Minho terlihat salah tingkah dan berusaha duduk dengan benar. Namun tingkahnya membuat ponsel Yeon Hwa yang ada di sampingnya terjatuh kelantai.

Refleks, tangan Minho terulur mengambilnya. Namun diluar dugaan, Yeon Hwa juga menggapainya sehingga kini, kulit tangan mereka bersentuhan. Membuat sensasi tersendiri bagi Minho. Apalagi, jarak mereka yang sangat dekat.

Perlahan tapi pasti dan Tanpa diperintah, tangan Minho terangkat menuju wajah Yeon Hwa. Tapi matanya tengah gencar menyelusuri goresan goresan wajah yang indah di hadapannya itu.

“Enghh..”

Suara erangan Sung Rin membuat Minho menarik tangannya sebelum benar benar menyentuh sisi kiri di wajah Yeon Hwa. Keduanya kembali duduk di posisi tadi dan sekarang lebih fokus pada Sung Rin.

“Eonnie..” panggil Yeon Hwa

“Sung Rin~ah” sambut Minho

“Kepalaku Sakit” kelu Sung Rin sambil memegang kepalanya dan berusaha untuk duduk

“Ini minumlah” ucap Yeon Hwa sambil mengulurkan segelas air putih dan membantu Sung Rin meminumnya

“Apa kau ingin makan eonnie? Ini, ada bubur buatan Ri Ra eonnie. Aku suapi?”

Sung Rin memandang raut khawatir tercetak jelas di wajah Yeon Hwa. Gadis itu berpikir sejenak lalu mengangguk

“Makanlah yang banyak, bukankah bulan depan kalian akan comeback?” Kata Minho yang dijawab oleh senyum tipis di wajah Sung Rin

“Aku tidak akan membuat diriku malu di stage M Countdown dengan pingsan saat perform” canda Sung Rin

“Baguslah jika kau tahu” balas Minho

“Ah, aku ada jadwal sebentar lagi. Aku  pergi dulu. Cepat sembuh” lanjut Minho lalu berdiri dan keluar kamar Sung Rin setelah sebelumnya pamit

Minho menemukan suasana yang sangat berbeda dengan yang tadi dilihatnya terakhir kali. Sepi. Hanya terlihat Donghae yang terus terus mentertawakan Ri Ra yang kalah bermain game dan membuat gadis itu merajuk.

‘sepertinya semua orang sudah pulang’ batinya

Minho melangkah menuju pintu dorm dan tiba tiba saja langkahnya terhenti saat dirinya melintasi dapur.

“Aigo, sangat kontras dengan yang satunya, ck !” komentarnya lalu benar benar keluar dari dorm itu.

Memang benar apa yang dikatakan Minho. Pasangan di dapur benar benar berbanding terbalik dengan yang satunya. Jika Donghae dan RiRa terlihat asik dan sangat menikmati waktu mereka bersama, lain hal nya dengan Hyun Ah dan Kyuhyun yang saling diam saat mencuci piring di dapur.

‘bagaimana juga mereka bisa mencuci piring bersama? Ck’ batin Minho

Disisi lain, Sung Rin memutuskan untuk beristirahat sendiri di kamarnya. Yeon Hwa baru saja keluar dan kini, hanya ketenangan yang menyelimuti ruangan Sung Rin.

Otaknya mengingat kejadian beberapa saat lalu dan menghembuskan nafasnya yang terasa berat. Mengingat setiap detail pria itu datang dan menyelamatkannya sebelum dia terbentur ke lantai. Wajahnya terus terbayang di otak Sung Rin, bahkan dia masih bisa merasakan kehangatan di sekujur tubuhnya saat pria tadi menangkapnya.

“Choi Siwon”

—-

Advertisements

15 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 2)

Add yours

  1. sebenernya sung rin sakit apa?
    Tuhkan bakalan ada cinta segi 4 pasti ini hmmmmm
    Ini kayaknya akan dikupas secara tajam ya kisah cinta semua member black’s rose ._.

  2. unik dan lucu aja ya saling suka ama satu agensinya masing” hahahahaha
    dan pasangannya juga udah jelas
    tinggal asmara yeon hwa entar bakal ama siapa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: