[Special Post] The Way To Your Heart (Part 1)

rwef

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : The Way To Your Heart

Main Cast            : -Lee Taemin -Park Yeon Hwa

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Length                  : Part

Desclimer            : This is special Post ! dan cast utamanya Lee Taemin SHINee. Special Request from my friend ‘RAW’ berharap kalian tetep suka sama karyaku. plot dan alur cerita semua murni dari pikiran aku. so, don’t plagiat okay! Comment after reading ! Khamsahamnidaaaa~ ^^

Happy Reading~

Seorang gadis cantik berparas tinggi dan terlihat lugu , menapakkan kaki jenjangnya di pelataran bandara Incheon, Korea Selatan.

Gadis itu berjalan sambil menuntun koper merah kesayangannya. Melihat keseliling dengan kedua sudut bibir yang membentuk sebuah senyuman yang membuatnya tampak lebih manis. Menghirup dalam dalam udara kota Seoul yang tengah dia pijak kini, kota impiannya.

“Welcome in Seoul !”

Gadis itu berteriak sambil merentangkan kedua tangannya, seakan menyambut  kedatangannya sendiri. Tak ia perdulikan tatapan tatapan aneh dari orang orang disekitarnya.

“Permisi”

Suara lembut seseorang membuat gadis itu sontak menoleh kebelakang. Didapatinya seorang wanita cantik yang kini tengah tersenyum kearahnya.

“Kau memanggilku? Oh, apa kau dari Indonesia juga?”

Gadis itu sedikit terkejut saat mendapati seseorang yang berbicara padanya dengan bahasa Indonesia yang sangat lancar.

“Kau? Park Yeon Hwa?”

Bukannya menjawab, wanita itu malah bertanya balik. Yeon Hwa mengernyit heran, tak disangka sangka wanita didepannya itu mengenali siapa dirinya.

“Ya benar, kau siapa?”

Wanita itu tersenyum senang, lalu mengulurkan tangannya supaya disambut Yeon Hwa. Yeon Hwa menerima uluran tangan itu dan menunggu apa yang akan dikatakan wanita di depannya itu selanjutnya.

“Perkenalkan, aku Jung Sung Tae. Salah satu staff yang bekerja di SM Entertainment”

Yeon Hwa terkejut. Gadis itu tidak pernah berpikir bahwa dia sampai akan dijemput seperti ini.

“Ah, annyeonghaseyo~”

Yeon Hwa dengan sopan menundukkan badannya dan menyapa Sung Tae dengan bahasa Korea yang sedikit kaku

“jangan terlalu dipaksakan jika belum biasa. Nanti kau akan dilatih agar benar benar bisa” seru Sung Tae yang menyadari Yeon Hwa belum terbiasa memakai bahasa yang menurutnya asing saat ini

“ah ye, khamsahamnida”

“jangan terlalu formal, panggil saja aku eonnie.”

“baiklah”

“ayo kita ke mobil”

Sung Tae menarik lembut tangan Yeon Hwa. Sedangkan gadis itu malah terlihat kaku dan sangat canggung. Bingung dengan apa yang akan dia katakan nantinya.

Mereka berdua terus berjalan menyusuri bandara Incheon hingga sampai di sebuah van hitam di area parkir. Seorang laki laki yang di tebak Yeon Hwa adalah supir, turun dari van tersebut dan membantu Yeon Hwa membawa barang barangnya dan meletakkan di bagasi.

“Bagaimana perjalananmu?”

Sung Tae membuka suara saat van tersebut sudah mulai berjalan dan menjauh dari bandara Incheon.

“menyenangkan” jawab Yeon Hwa seadanya. Jujur, Yeon Hwa termasuk gadis yang sangat sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, juga sangat sulit membangun suasana yang baik. Dan ini benar benar menyulitkannya sekarang. apa yang harus dia katakan agar suasana tidak canggung seperti ini?

“Oiya , kau belum terbiasa bukan berbicara bahasa korea? Tenang saja, kami akan mengajarimu sampai kau benar benar bisa”

“terimakasih eonnie. Mm, apa aku boleh bertanya?”

“ya, tentu saja”

“apa kau seperti ini pada setiap trainee”

Dahi Sung Tae berkerut tanda dia tidak mengerti dengan arah pembicaraan gadis muda di depannya ini. seakan bisa membaca pikiran Sung Tae, Yeon Hwa langsung tanggap dan mulai bicara lagi

“maksudku, apa kau bersikap sangat baik seperti ini pada setiap trainee?”

“Ya, tentu saja”

“sampai repot repot menjemputnya ke bandara?”

Sung Tae menggaruk tengkuknya yang sudah pasti tidak gatal. Wanita itu terlihat sedikit malu untuk bicara

“Kalu itu—tidak juga sih”

“Hmm?” kini giliran Yeon Hwa yang mendadak bingung

“aku melihat riwayat semua daftar trainee di perusahaan. Dan tidak sengaja menemukan milikmu dan aku membacanya. Saat tahu kau berasal dari Indonesia,aku menjadi sangat tertarik dan aku bersikeras pada perusahaan agar bisa menjemputmu”

“wae?”

“Negara itu.. banyak menyimpan kenanganku bersama dengan eomma”

Yeon Hwa mendadak diam. Gadis itu merasa tidak enak menghancurkan suasana yang tadinyna baik baik saja menjadi tidak baik baik saja.

“Eommaku orang Indonesia. Dulu, kami semua menetap disana. Dan tepat pada perayaan ulang tahunku yang ke tujuh belas, eomma meninggal karena sakit. Sejak saat itu, appa memutuskan untuk kembali ke korea. Dan yahh—akhirnya aku disini”

Entah untuk alasan apa Sung Tae bisa dengan lancarnya menceritakan kisah hidupnya pada orang lain padahal, wanita itu termasuk gadis yang tertutup dan sangat pemalu. Tapi yang dia tahu, mengetahui seseorang seperti Yeon Hwa di dekatnya benar benar membuat kepercayaan dirinya bangkit dan rasa nyaman menyeruak masuk dalam tubuhnya

“Jeongsohamnida eonnie. Nan, mollasseoyo~” ungkap Yeon Hwa merasa tidak enak

“Gwenchana. Hmm, bahasa koreamu tak terlalu buruk.. sebenarnya”

Kedua gadis itu tertawa dengan sedikit lelucon yang dilontarkan Sung Tae. ‘Syukurlah, keadaan mulai membaik kembali’ batin Yeon Hwa

“ah eonnie, jika seperti itu ceritanya, Tak heran jika kau bisa bahasa Indonesia”

“ya, paling tidak aku bisa berkeluh kesah denganmu tanpa khawatir akan ada yang tahu pembicaraan kita”

“begitukah?”

“Tentu saja”

Kedua gadis itu masih meneruskan pembicaraan mereka dengan sangat nyaman. Tak memperdulikan tatapan heran dari sang supir yang mengemudi di depan. Sepertinya, ahjussi itu benar benar tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

“Keunde.. aku sedikit penasaran denganmu” Kata Sung Tae tiba tiba

“aku? Wae?”

“kau asli orang Indonesia kan?”

“Ya eonnie”

“tapi wajahmu.. benar benar tidak seperti orang Indonesia”

Sung Tae menatap Yeon Hwa dari ujung rambut hingga ujung kaki gadis itu, yang tentu saja membuat Yeon Hwa sedikit tidak nyaman.

“apa kau—melakukan operasi plastik?” tebak Sung Tae

“Ya! Tidak mungkin eonnie”

Sung Tae hanya tertawa lebar melihat reaksi Yeon Hwa. Gadis itu benar benar terlihat lucu jika sedang marah

“Mungkin, aku memang ditakdirkan terlahir dengan wajah yang sempurna” canda Yeon Hwa

“eyyyy.. gadis ini”

Ternyata tidak sulit untuk membuat keduanya menjadi akrab. Ini benar benar awal yang baik untuk Yeon Hwa, setidaknya sejauh ini.

“eonnie kau orang yang menyenangkan” ucap  Yeon Hwa

“jinjja? Haha kau juga”

“mohon bimbingannya Sung Tae eonnie”

“tentu saja!”

-o0o-

“Taemin~ah !”

Seorang pria yang terlihat sangat fashionista berlari menghampiri seseorang di ujung koridor yang dia panggil sebelumnya.

Pria bernama Taemin itupun menoleh ketika mendengar namanya dipanggil seseorang. Tersenyum senang dan sedikit melambai pelan pada hyungnya itu.

“Oh! Key Hyung”

“Manager Han mencarimu” Tanpa membalas sapaan Temin, pria bernama Key itu  langsung berbicara menuju titik poin yang ingin dia sampaikan.

“Ada apa?”

“sepertinya dia marah padamu”

“padaku? Kenapa?” Taemin sedikit terkejut. Tak biasanya manager mereka marah jika tidak ada sesuatu yang benar benar salah.

“oh, ayolah Taemin.. kau pasti tahu”

“Naeun?”

Key mengangguk cepat. Sedangkan Taemin hanya menghela nafasnya kasar. Lagi lagi masalah itu yang membebaninya.

“dia datang ke kantor manager Han pagi ini dan menceritakan kelakuanmu padanya kemarin”

“cih! Sudah kuduga dia gadis manja”

“Taemin~ah, bersikaplah baik padanya”

“sudah hyung. Aku mencoba bersikap manis padanya, tapi sifat nya yang manja dan seperti anak kecil itu benar benar membuatku muak”

Taemin berjalan, meninggalkan Key sendiri di ujung koridor yang tidak tahu berbuat apa. Pria bermarga Lee itu terus berjalan dan duduk di sebuah taman kecill di belakang gedung SM.

Taemin mengacak rambutnya sedikit kasar, bagaimana bisa dia terlibat dalam lingkaran ‘cinta terpaksa’ yang diciptakan Naeun?

Son Naeun, memang istrinya. Ralat ! istri virtualnya dalam reality Show We Got Married. Banyak orang yang menyukai pasangan ini. tapi, tidak sedikit pula yang membencinya. Mereka memang terlihat sangat serasi. Berasal dari dua grup berbeda yang sangat terkenal tentu membuat mereka semakin dikenal orang.

Awalnya, Taemin mengenal Naeun sebagai gadis periang yang baik dan ceria. Namun lama kelamaan, sifat asli gadis bermarga Son itu makin terlihat jelas. Gadis manja yang sangat pemaksa. Sering merengek dan selalu bersikap egois. Dan lebih parahnya lagi, Naeun benar benar suka pada Taemin. Gadis itu secara gamblang menyatakan perasaannya pada Taemin minggu lalu. Dan tak perlu repot repot menunggu jawaban Taemin, Naeun langsung menyimpulkan bahwa hubungan mereka sedang terjalin. Dan ini juga salah satu hal yang membuat Taemin muak.

Kemarin, Taemin meninggalkan Naeun di arena bermain saat Naeun dengan gencarnya membawa pria itu berkencan. Sebenarnya, bukan tanpa alasan dirinya meninggalkan Naeun. Saat itu, kesabaran Taemin sepertinya benar benar sudah habis. Meladeni sikap gadis itu yang benar benar egois. Dan kedatangan Naeun pagi ini dikantor manager SHINee itu sudah bisa ditebak Taemin. Pasti gadis itu menceritakan semua kejadian yang terjadi kemarin.

Tapi, Taemin masih bersikap profesional. Pria itu masih menjaga sikapnya saat melakukan adegan demi adegan yang dijalaninya bersama Naeun di We Got Married. Tentu Taemin tidak akan membuat dirinya terlihat buruk di depan camera bukan?

“Taemin~ah! Sedang apa disana? Ayo kita latihan. Member lainnya sudah menunggu!”

Suara seseorang dibelakang Taemin membuat Pria tinggi itu berbalik dan mendapati salah satu hyungnya berdiri disana.

“ne Minho hyung. Tunggu aku!”

Taemin berdiri, lalu berlari menyusul Minho yang sudah lebih dulu masuk ke ruang latihan mereka.

-o0o-

“Annyeonghaseyo, Park Yeon Hwa imnida. Bangapseumnida “

Suara riuh tepuk tangan memenuhi seisi ruangan yang masih penuh dengan para trainee yang masih beristirahat. Yeon Hwa baru tiba di gedung SM dan langsung dibawa masuk ke ruang latihan untuk diperkenalkan dengan para Trainee lainnya.

Park Yeon Hwa adalah salah satu dari ribuan gadis beruntung di dunia yang bisa lolos dari SM Entertainment Global Audition yang diadakan di Indonesia beberapa waktu lalu. Gadis itu asli orag Indonesia dan tentu mempunyai sebuah nama Indonesia. Nama Korea nya diberikan oleh staff SM saat dia benar benar di konfirmasi lolos audisi dan menjadi Trainee di perusahaan raksasa itu seminggu sebelum keberangkatannya kemari. Dan bisa dilihat, saat ini dia benar benar menginjakan kakinya di tempat yang sangat dia impikan dari dulu.

“Baiklah, hari ini kau istirahat dulu. Besok, kau mulai latihan. Nanti malam, aku akan ke kamarmu dan memberikanmu jadwal untuk mulai latihan besok”

Suara Sung Tae di samping Yeon Hwa membuat gadis itu menengok ke arahnya. Sedikit mengernyit heran saat mendengar lontaran kalimat yang diucapkan wanita itu. Kamar? Yeon Hwa punya kamar? Dan dia harus mengetahui letak kamarnya itu bukan?

Seakan mengerti raut wajah bingung di wajah Yeon Hwa, Sung Tae tersenyum dan melanjutkan bicaranya

“tentu aku akan mengantarmu. Kajja !”

Yeon Hwa mengikuti Sung Tae dari belakang. Gadis itu terus menatap satu persatu ruangan yang dia lewati. Entah apa yag dirasakannya saat ini, gadis itu benar benar ingin menangis sekarang. menangis haru tentunya. Seperti mimpi ! dia benar benar tidak menyangka akan mendapat kesempatan besar di dalam hidupnya, juga mewujudkan sebagian dari banyak mimpi mimpi cemerlangnya.

“masuklah, ini kamarmu” seru Sung Tae, membuat Yeon Hwa mengerjap. Sepertinya gadis itu terlalu terpesona dengan gedung yang tengah ia pijak hingga dia tidak menyadari kalau mereka sudah sampai ditempat tujuan.

“ah, ini? terimakasih eonnie. Aku akan masuk”

“Istirahatlah. Besok kau benar benar sudah harus berlatih dengan giat”

“ne. arraseo. “

“aku pergi dulu. Anyeong”

Yeon Hwa menatap kepergian Sung Tae hingga wanita itu benar benar menghilang di ujung koridor. Gadis itu menghela nafas sejenak dan berusaha menenangkan pikirannya, mengangkat kedua tangan mungilnya ke atas dan berujar ‘Hwaiting!’ seakan menyemangati dirinya sendiri.

Yeon Hwa mengetuk pintu kamar di depannya. Lumayan lama, namun tak ada jawaban. Gadis itu memutuskan untuk masuk. Karena jujur saja, dia sangat lelah setelah perjalanan panjangnya beberapa waktu lalu.

Gadis itu tak dapat melihat apapun saat masuk ke dalam kamar. Kamar itu sangat gelap padahal hari masih siang. Yeon Hwa meraba raba dinding dan tangannya menemukan apa yang dia cari. Yeon Hwa menghidupkan lampu dan sinar terang langsung menyambutnya.

“aaaa”

Yeon Hwa memundurkan langkahnya hingga punggungnya membentur dinding sambil berteriak kecil saat melihat seorang gadis duduk di ujung ranjang dengan tangan yang terlipat di depan dada.

“Oh, aigooo. Kau mengagetkanku” seru Yeon Hwa dengan bahasa Korea yang masih kaku sambil mengelus elus dadanya

“Annyeonghaseyo~ Park Yeon Hwa imnida. Aku trainee baru dan akan sekamar denganmu. Mohon bimbingannya” ucap Yeon Hwa memperkenalkan diri

Gadis di ujung ranjang itu masih tetap dalam posisinya, menatap Yeon Hwa dengan tajam membuat gadis itu sedikit gugup.

“Kyaaaa !! Welcomeeeee !!”

Yeon Hwa terlonjak kaget saat tiba tiba gadis di ujung ranjang tadi berdiri, berteriak, melompat lompat, lalu memeluk Yeon Hwa dengan erat.

“ah! Akhirnya kau datang. Kau tahu, aku sudah menantikan ini sejak lama. Mempunyai teman sekamar yang bisa kuajak berbagi. Sungguh aku bosan jika harus tidur di kamar ini sendirian dalam waktu yang lama. Dan maaf , sambutan ku tadi tidak terlalu meriah, hanya mematikan lampu dan membuatmu terkejut ! haha . Ah ! kau trainee dari Indonesia itu kan? Hmmm, kudengar Indonesia itu indah. Benar tidak? Dan kurasa, Super Junior sunbaenim sangat suka ke negaramu itu. Oh ya ! kenalkan, aku Choi Hara. Mulai sekarang kita berteman. Oke”

Yeon Hwa hanya menelan ludahnya. Tidak mengerti dengan apa yang diucapkan gadis di depannya itu. Satu satunya kata yang dia pahami adalah Choi Hara. Ya, sepertinya nama gadis di depannya itu Choi Hara. Yeon Hwa yakin itu.

Ah dan satu lagi, sepertinya Yeon Hwa mendengar Hara mengucapkan kata ‘Super Junior’ ?  ya, itu juga kalimat yang dimengerti oleh Yeon Hwa.

-o0o-

“aku ada latihan vokal hari ini. jadi aku tidak bisa menemanimu berkeliling. Tak apa kan?”

Suara Hara menyambut indra pendengaran Yeon Hwa di pagi yang cerah ini. Yeon Hwa yang masih memakai sepatu santainya mengangguk menanggapi pernyataan Hara

“ne, tak apa. Kau duluan saja”

Hara tersenyum lalu pergi dari kamar. Yeon Hwa berjalan kearah cermin dan memantapkan hatinya. Dia melangkah keluar kamar setelah semua dirasa siap. Sepertinya hari ini akan menjadi hari yang melelahkan.

Hari ini Yeon Hwa ada latihan bahasa Korea bersama dengan beberapa Trainee yang juga berasal dari luar Seoul. Gadis itu terus menyusuri bagian bagian di dalam gedung besar itu, mengikuti arah petunjuk yang ada di peta kecil yang dibawannya. Sung Tae yang memberikan itu, wanita itu benar benar menaruh perhatian besar pada Yeon Hwa. Namun pagi ini, dia sangat sibuk sehingga tidak bisa mengantar Yeon Hwa ke ruang latihan. Alhasil, gadis itu harus mencari ruangan yang ditujunya itu sendiri. hitung hitung, ini juga menjadi pembelajaran bagi Yeon Hwa agar dapat beradaptasi dengan cepat.

Merasa frustasi karena ruang yang dicarinya belum berhasil dia temukan, Yeon Hwa terduduk lemas dilantai, menyenderkan punggungnya di dinding dan menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya.

Ini benar benar seperti apa yang sudah dipirkannya sebelumnya. Pasti akan sangat sulit. Tapi dia tidak pernah berpikir bahwa saat dirinya belum melakukan apa apa pun juga menjadi masalah. Dia bahkan terlalu sulit untuk menemukan dimana ruang latihannya dan terlalu sulit untuk bertanya.

Suara musik dengan tempo hip hop di salah satu ruangan tertangkap indra pendengaran Yeon Hwa. Membuat gadis itu mengangkat wajahnya yang terlihat frustasi dan berdiri. Tanpa sadar, kakinya melangkah mengikuti asal suara tersebut.

Jantung Yeon Hwa terasa bertalu talu seiring dengan dirinya yang semakin dekat dengan suara itu. Dan kini, sebuah pintu yang di dalamnya terdengar suara musik sudah ada di depannya. Tangannya memegang kenop pintu itu dan sedikit mendorongnya hingga sedikit terbuka.

Yeon Hwa lemas, kakinya serasa tak mampu lagi menahan berat tubuhnya. Mulutnya membuka dan matanya memanas. Keringat dingin mulai meluncur dari pelipisnya. Jantungnya? Gadis itu bahkan seakan tak bisa merasakannya berdetak.

Dengan sisa kesadaran yang masih ada dia berusaha menutup mulutnya agar tidak berteriak, juga menyamarkan isakan tangisannya yang sudah keluar.

Gerakan lincah seseorang di dalam ruangan itu membuat Yeon Hwa tak berkedip. Matanya terus menatap sosok di tengah sana yang sedang berada dalam dunianya sendiri. ekspresinya saat menari sungguh membuat Yeon Hwa jatuh semakin dalam dengan pesonanya.ini.. ini adalah alasan terbesar dia ingin berada di sini. Dadanya bergemuruh dan saat ini yang dia butuhkan hanya.. oxygen?

“Nuguya?”

‘GDUBRAAAK’ (?)

Yeon Hwa yang tadinya berdiri dengan setengah menunduk di depan pintu terjatuh ke dalam saat dirinya tertangkap basah.

Seseorang yang tengah menari tadi pun ikut terkejut dan otomatis langsung berhenti menari. Yeon Hwa menelan ludahnya saat dirinya menyadari bahwa 4 pasang mata tengah menatapnya heran.

“Nuguya?” ulang suara itu lagi.

Dengan ulah jantungnya yang belum mereda, Yeon Hwa berusaha berdiri dan tersenyum canggung. Dia berusaha menenangkan dirinya yang serasa ingin pingsan saat mengetahui dia berada di tengah tengah lingkarahn surga.

“A-annyeonghaseyo. P-park Yeon H-hwa imnida” ucap Yeon Hwa memperkenalkan diri. Karena dia sudah tertangkap basah, apa salahnya memperkenalkan diri?

“Yeon Hwa? Nugu?”

Yeon Hwa benar benar menelan ludahnya dengan susah payah saat suara di sampingnya terdengar. Suaranya benar benar halus, dan kali ini tepat disampingnya. Oh, sepertinya Yeon Hwa benar benar akan pingsan sebentar lagi.

“A-aku trainee baru disini”

Suara ponsel terdengar dan membuat mereka mengalihkan pandangannya pada benda putih di atas meja.

“Taemin~ah. Ponselmu”  Taemin mengangguk dan berjalan lalu mengambil ponselnya. Mengangkatnya lalu sedikit berbincang bincang dengan seseorang di seberang ponselnya, setelah itu mematikannya.

“Minho hyung, manager Han menelponku dan dia menunggumu di mobil. Bukankah kalian akan pergi? Kenapa kau kembali lagi?”

“oh, tadi aku melupakan sesuatu dan kembali kemari. Dan tak sengaja menemukan gadis ini, berdiri di depan pintu”

Yeon Hwa gelagapan saat dirinya merasa Minho menunjuk kearahnya. Oh, pertemuan yang sangat memalukan!

“lalu kau, kenapa bisa ada disana? Mengintipku?” Taemin bersuara. Terdengar dingin namun tegas.

“a-ani, aku h-hanya mencari ruang latihan ku untuk belajar bahasa Korea. Dan aku tersesat” jawab Yeon Hwa sambil menundukkan kepalanya

“pantas bahasa Koreamu berantakan” ujar Taemin. Sebenarnya pria itu hanya menggoda Yeon Hwa. Bukankah Taemin suka bercanda?

“jadi kau tersesat. Baiklah, karena aku juga akan ke bawah, bagaimana kalau kita sekalian saja. aku akan mengantarmu”

“Ne?” Yeon Hwa terkejut. Dia tidak salah dengar kan? Choi Minho, akan mengantarnya??

“aku bilang, aku akan mengantarmu”

Minho mengulangi ucapannya dan menambahkan senyum di sana. Membuat Yeon Hwa lagi lagi harus berperang dengan degup jantungnya yang terus bekerja abnormal.

“Kajja”

Tanpa sempat menjawab, Minho mengambil pergelangan tangan Yeon Hwa dan membuat gadis itu tersentak kaget. Minho –sedikit- menyeret Yeon Hwa berjalan melewati ruangan demi ruangan, koridor demi koridor dan akhirnya, mereka pun sampai di tempat tujuan.

“Ini ruangannya. Kau.. belajarlah dengan baik! Arraseo. Aku menantikan bahasa Koreamu yang lancar. Annyeong”

Minho melenggang pergi setelah sebelumnya mengacak pelan poni Yeon Hwa. Gadis itu masih mematung di depan ruang latihan sambil menatap kepergian Minho hingga tubuh tegap pria itu benar benar menghilang di ujug koridor.

Yeon Hwa tersadar, gadis itu lantas mencubit pipinya sendiri. entah apa yang merasuki pikirannya saat ini hingga dia sendiri benar benar seperti orang ling lung.

Tepukan pelan di belakangnya membuat gadis itu sontak menoleh kebelakang dan menemukan seorang pria berkacamata yang menatapnya aneh.

“kau Park Yeon Hwa?” ujar pria itu yang membuat Yeon Hwa mengangguk

“darimana saja kau? Latihan sudah dimulai dari satu jam yang lalu tapi kau baru datang”

“ah~ Jeongsohamnida”

“masuklah”

Pria berkacamata yang bertugas sebagai pengajar itupun masuk dan diikuti Yeon Hwa di belakangnya. Gadis itu menatap seisi ruangan yang hampir penuh dengan trainee lainnya. Yeon Hwa memutuskan untuk duduk di kursi paling belakang dan menyenderkan tubuhnya di kursi.

“Hi..”

Yeon Hwa mengalihkan pandangannya ke samping saat telinganya menangkap suara yang menyapanya. Dan benar saja, seorang gadis berpakaian modis dan wajah yang ‘agak’ asing duduk disampingnya

“Hi” balas Yeon Hwa

“where are you come from? I’m from LA”

Gadis itu menyanyakan Yeon Hwa dengan bahasa inggrisnya yang sangat lancar. Yeon Hwa mengerjap. LA ? Gadis itu bilang dia dari LA ? Oh! Yeon Hwa merasa sedikit minder sekarang.

“Me ? I’m from Indonesia” Jawab Yeon Hwa. Untung saja nilai bahasa Inggrisnya tidak terlalu buruk

“Indonesia? Ah~ i know that” Gadis yang bernama ‘Carolline’ itu kembali menjawab dan tersenyum.

“Carolline, nice to meet you”

Yeon Hwa mengulurkan tangannya berusaha bersikap sopan dengan sesama trainee yang baru di temuinya. Carolline sedikit bingung, dari mana Yeon Hwa mengetahui namanya?

Yeon Hwa yang mengerti dengan perubahan sikap Carolline langsung menunjuk kalung berukir nama ‘Carolline’ yang dipakai di leher gadis berdarah LA tersebut.

“Ah.. nice to meet you too–“

“Yeon Hwa.. Park Yeon Hwa”

-o0o-

Minho menatap layar ponselnya dan sesekali tersenyum. Pria itu terus menggeser ponsel touch screen miliknya hingga dia tidak sadar semua member yang ada di ruangan itu menatapnya dengan pandangan yang aneh.

Sang leader, Onew mendekatinya dan mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya dongsaeng nya itu lihat, hingga membuatnya tersenyum seperti orang gila sedari tadi.

“Choi Minho, rutinitas jadwalmu yang begitu padat tidak membuatmu gila kan?” celetuk onew.

“Mwo? Tentu saja tidak hyung” balas Minho

“Lalu apa yang kau lihat”

Minho sontak menjauhkan ponselnya ke belakang tubuhnya saat Onew mencodongkan badan mendekatkan dirinya dengan benda canggih mungil yang dipegang Minho.

“Apa yang kau sembunyikan?” gertak Onew. Sedangkan Minho hanya membalasnya dengan menampilkan senyum dan deretan giginya yang putih

“rahasia” ucap Minho dan pria itu langsung berangsur pergi menuju luar ruangan.

“Yak! Choi Minho”

Minho tak memperdulikan teriakan hyungnya dan terus berlari ke luar ruangan. Tak disangka, retina matanya menemukan objek yang selama berbulan bulan ini memenuhi otaknya. Kembali pria bermarga Choi itu mengambil ponselnya dan membuka menu ‘camera’. Dengan gerakan gesit, Minho mengambil beberapa gambar objek yang tengah ditujunya. Pria itu tersenyum puas dengan hasil jepretannya, lalu kembali memasukkan benda itu ke dalam saku dan berlenggang pergi menuju cafetaria.

Seorang gadis cantik tak sengaja berpapasan dengannya. Tapi Minho tak terlalu memperhatikannya.

Gadis itu terus berjalan menuju sebuah ruangan. Suara heels hitamnya yang beradu dengan lantai sangat kentara. Menimbulkan bunyi nyaring yang sedikit menarik perhatian orang. Gadis itu berjalan dengan anggun dan menaikkan kacamata cokelatnya ke atas kepala.

“Naeun~ah!”

Suara seseorang membuat gadis yang dipanggil Naeun itu berbalik dan tersenyum cerah ketika mendapati seseorang yang sangat ia kenali berdiri di dekat lift sambil melambai ringan padanya.

“eoh.. Hyun Ah eonnie!”

Gadis bernama Hyun Ah itu berlari kecil kearah Naeun dan langsung memeluk gadis itu sangat erat, begitu dia sampai.

“Eonnie, sedang apa disini?” Tanya Naeun. Wajahnya benar benar terlihat gembira

“Latihan tentu saja. hey, Seharusnya aku yang bertanya padamu. Sedang apa kau disini?”

“yaah.. like always”

“Taemin lagi?”

Naeun mengangguk cepat saat gadis di depannya menebak dengan benar.

“Aigooo, anak nakal. Apa kau tidak lelah?”

“Tidak sebelum Taemin menjadi milikku!” jawab Naeun. Dari sorot matanya, gadis itu terlihat benar benar ambisius.

“Ck! Terserah kau saja. tapi awas, jika kau bertindak nekat, aku akan membeberkan semua kelakuan burukmu pada kedua orang tua mu!” balas Hyun Ah sedikit menggoda

“Ya! Eonnie. Berani kau melakukan itu, akan ku beberkan juga pada publik kalau kau menyukai .. ah ani, bahkan menggilai seorang Cho Kyuh—mmpph—“

Hyun Ah sontak membekap mulut Naeun dengan tangannya. Bagaimana bisa gadis itu bertindak ceroboh dan akan  akan mengatakan hal ‘fatal’ di depan umum seperti ini?

“diam kau anak kecil!”

Naeun tertawa saat mulutnya sudah bebas dari belenggu sesaat yang dideritanya. Gadis itu tidak menyadari raut wajah Hyun Ah yang sudah merah menahan amarah

“haha mian mian eonnie. Aku kan hanya bercanda” bujuknya

“sudahlah, aku harus latihan “

“baiklah baiklah, aku akan pergi eonnie sayang” ucap Naeun sedikit manja.

“Hmm.. “ jawab Hyun Ah seadanya

“jangan marah, arraseo. Saranghae eonnie, annyeong”

Hyun Ah tertawa kecil saat mendengar kalimat terakhir yang dilontarkan Naeun. Gadis itu, belum berubah rupanya, batin Hyun Ah

“Eonnie”

Hyun Ah menoleh saat merasa seseorang menepuk pelan pundaknya

“appa itu Son Naeun?” tanya gadis yang saat ini berada di depannya.

“ya. Ada apa Hee Chan~ah?”

“kau mengenalnya?” gadis bernama Hee Chan itu kembali bertanya

“tentu saja”

“kudengar, sikapnya sangat buruk pada media akhir akhir ini. banyak gosip tak sedap menerpanya. Dan juga, soal dirinya yang mengejar ngejar Taemin”

“begitukah? Tapi yang aku tahu, dia anak yang baik dn sangat polos”

“kenapa kau berkata seperti itu eonnie? Sepertinya kau mengenalnya dengan sangat baik?”

Hee Chan menunggu jawaban yang akan dikeluarkan oleh Hyun Ah. Sedikit terkejut ternyata leader nya itu mengenal baik sosok Naeun

“Tentu saja. dia adikku”

“ne?!”

“dulu waktu kecil, rumah kami bersebelahan dan kami selalu bermain bersama dalam waktu yang lama. Dia sudah kuanggap seperti adikku sendiri. Sampai sekarang pun kami masih berhubungan dengan baik bukan?”

“jinjja? Wuaah.. aku tidak menyangka”

“jelas saja! haha”

“sudahlah eonnie, ayo kita kembali. Member lainnya sudah menunggu”

Hyun Ah mengangguk dan setelah itu, kedua gadis itupun pergi.

-o0o-

“Ya! Son Naeun ! berhentilah mengangguku dan pulang”

Suara Taemin yang sedikit berteriak membuat mereka menjadi pusat perhatian. Taemin bahkan mengepalkan tangannya dan berusaha agar dirinya tidak lepas kontrol. Jika saja Naeun itu seorang pria, tentu dia sudah menghajarnya.

“apa susahnya memenuhi permintaanku” Kata Naun, terdengar sedikit memohon

“apa kau ggila eoh? Membuat conferensi pers dan menyatakan kalau kita sedang berpacaran  di kehidupan nyata? Neo! Micheosso !”

Deru nafas Taemin yang tersengal sangat kentara. Matanya masih berkilat marah dengan permohonan gila yang diajukan Naeun beberapa saat lalu

“ne ! Aku memang gila. Tapi itu semua karena kau!” balas Naeun.

“Omong kosong!”

Kedua insan itu masih terus bertengkar dan menjadi pusat perhatian seluruh karyawan SM yang berlalu lalang.

“aku tetap tidak bisa melakukan itu Naeun~ah. Kumohon mengertilah”

Setelah terjadi beberapa jeda diantara mereka, akhirnya Taemin buka suara dan berbicara dengan sangat lembut. Terkesan seperti orang yang putus asa sebenarnya, tapi tak apa. Dia berharap ini akan membuat Naeun mengubah pikiran gilanya itu.

“setidaknya pikirkan fans kita. Aku yakin mereka tidak akan tinggal diam” lanjutnya

Naeun hanya memandang kecewa tepat di manik mata Taemin. Entah apa yang tengah bersarang di hati gadis itu saat ini. dia yakin dirinya mencintai Taemin. Tapi , sebagian orang menganggapnya itu hanya sebuah obsesi. Benarkah? Benarkah hanya sebuah obsesi?

“Jika kau tidak bisa melakukannya. Maka aku yang akan melakukannya”

Dengan sorot mata yang masih sama, Naeun mengambil ponselnya dan mengetik sesuatu dengan cepat disana. Sementara Taemin hanya berdiri diam dan bingung dengan apa yang Naeun lakukan.

Naeun selesai dengan ponselnya, gadis itu memasukkan benda berwarna pink pucat itu ke dalam saku celana jeans putih yang dipakainya. Dan tanpa diduga, Naun menarik pergelangan tangan Taemin dan menempelkan bibir plumnya tepat di bibir Taemin.

Taemin terbelalak, pria itu sungguh terkejut. Taemin ingin melepaskan diri tapi Naeun menahannya. Dan entah darimana asalnya, beberapa wartawan langsung menyeruak di antara kerumunan staff yang menonton mereka lalu dengan cepat mengambil gambar yang sangat langka itu.

Taemin mendorong kasar bahu Naeun. Biasanya pria itu benar benar suka dengan blitz camera disekitarnya,tapi tidak dengan saat ini.

“Neo!”

——-

Advertisements

21 thoughts on “[Special Post] The Way To Your Heart (Part 1)

Add yours

  1. akhirnya di post juga 🙂 bagus min! DAEBAK! ……
    gue nnya mana???? 😦 bahkan sekelebat bayangan pun tidak 😦
    cerita nya bagus kok….
    WAW! udah ada kisseu 😀

    part 2 nya cepet di share ya min 😉
    saranghae :*

  2. yeon hwa kayak ulzzang berarti ya? Asli indo tp muka kayak korean 😀
    We gila naeun nih -_- cium taemin di sembarang tempat -_-
    Oiya yg disukain minho itu yeon hwa?
    trs kapan momennya yeon hwa sama taemin?

  3. woww naeun nekat banget yakkk
    aku rada kurang gimana gitu ama wgmnya tarmin-naeun
    mianhae bukannya apa” hanya kurang excited aja
    jadi mikir kemana-mana nich kalo beneran dibalik layarnya kayak gitu
    dan minho apa mungkin dia memendam perasaan ama naeun ya

  4. njirr,naeun gila hahah.
    pdhl aku lumayan suka sama couple ini d wgm,t kyk ny author ny ada dendam terselubung wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: