Oh ! My Songsaengnim (Part 4/?)

Pictures11_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Oh ! My Songsaengnim

Main Cast            : -Cho Kyuhyun  SJ -Park Hyun Ah (Hyuna) (OC)

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Desclimer            : FF ini terinpirasi dari pengalaman pribadi ku dan kukembangkan menjadi sebuah cerita ^^ hehe

cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^.

Contac me at twitter @Tatagyu96

Happy Reading~

Part 4 Start …

“Badai itu kian mendekat disaat aku benar benar jatuh dalam cintamu”

.

.

Author POV

“Dari mana ?”

Sebuah suara menyapa indra pendengaran Kyuhyun saat dia masuk ke rumah besar kediaman keluarga Cho. Lelaki itu mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk dan menemukan seorang wanita tengah berdiri di antara anak tangga menuju ke lantai bawah.

Kyuhyun tersenyum sejenak, senyum paksa sebenarnya. Wajahnya terlihat lelah, lingkaran hitam disekitar matanya pun terlihat. Tapi dia tidak mau terlihat lemah dihadapan orang lain. Kyuhyun benar benar menjadi seorang yang ambisius untuk hal seperti ini.

“Noona, sejak kapan kau datang?”

“jangan mengalihkan pembicaraan Cho Kyuhyun”

Kyuhyu menghela nafasnya. Benar benar tidak bisa menyembunyikan sesuatu dari kakak perempuan satu satunya itu. Cho Ahra berjalan mendekat, duduk di sofa besar yang ada di ruangan itu dan menepuk bagian kosong disebelahnya. Memberi isyarat agar Kyuhyun duduk disampingnya.

“kau terlihat seperti mayat hidup Cho Kyuhyun”

Kyuhyun tersenyum miris mendengar pernyataan Ahra sesaat setelah dia duduk. Kakaknya benar, masalah yang menimpanya akhir akhir  ini sungguh menguras tenaganya.

“Noona, aku baru saja.. mengunjunginya”

Ahra terdiam. Dia menantikan kalimat apalagi yang akan dikeluarkan Kyuhyun. Wanita itu tahu adiknya benar benar rapuh sejak saat itu. Menurutnya, ini sungguh tidak adil. Kyuhyun merasakan banyak penderitaan oleh sesuatu yang bahkan bukan kesalahannya.

“Akhir akhir ini aku merasakan suatu kenjaganggalan di hatiku Noona. Aku.. kurasa.. aku, sedang jatuh cinta.”

Kyuhyun terlihat ragu mengatakannya, tapi dia memang butuh seseorang untuk membantu memahami hatinya saat in.

Ahra menaikan sebelah alisnya, benar benar belum mengerti dengan arah pembicaraan Kyuhyun. Sebelumnya dia mengatakan hal lain, dan sekarang membicarakan hal yang benar benar diluar konteks dengan apa yang sedang dibicarakan. Tapi setengah hatinya merasa lega mendengar pengakuan Kyuhyun. Adiknya , sedang jatuh cinta

“Benarkah?”

Kyuhyun mengangguk kecil sambil tersenyum. Wajahnya menatap lurus kedapan dengan binar cahaya yang sangat kentara. Seolah olah dia sedang menerawang ‘gadisnya’ itu. Oh, bolehkah sekarang dia memanggil Hyuna dengan sebutan ‘gadisnya’? tapi, mengingat beberapa hal yang mereka lalui bersama, Kyuhyun rasa dia sudah berhak membuat stempel itu bukan?

“Noona, aku rasa akan ada badai besar setelah ini”

Kyuhyun menghela nafasnya, lagi. Dia menyandarkan diri di sofa besar yang nyaman itu. Memejamkan matanya dan memijit pelipisnya.

“Cho Kyuhyun, kau tahu aku akan selalu membantumu bukan?”

Ahra mencoba menenangkan Kyuhyun. Mengusap usap lengan kekar adiknya itu, berusaha membuatnya lebih nyaman.

“aku sedang jatuh cinta pada seorang gadis. Dia benar benar seorang gadis yang bisa menjungkir balikkan duniaku dalam sekejap. Dan lucunya,  gadis itu adalah salah satu muridku”

Kyuhyun tersenyum mengingat wajah Hyun Ah yang tiba tiba melintasi otaknya. Ahra ikut tersenyum simpul melihat kelakuan adiknya yang saat ini tengah diprediksi mengalamai syndrome bernama ‘kasmaran’

“aku ingin seperti pasangan normal lainnya. Mengutarakan perasaan dan kencan bersama. “

“lalu”

“tapi sayangnya, setelah aku mengetahui semua kenyataan ini aku benar benar takut sekarang. takut untuk mengikatnya bersamaku, takut untuk membiarkannya masuk ke dalam hidupku, takut jika aku melukainya, dan masih banyak lagi ketakutan dalam diriku untuk saat ini.Bahkan aku terlalu takut untuk menjalin hubungan dengannya.  Kurasa, aku terlalu..pengecut”

“Kau tidak akan pernah tahu sebelum kau mencobanya Kyu”

Terjadi jeda untuk beberapa saat, hingga akhirnya Kyuhyun membuka suaranya

“dia.. ada hubungan darah dengan.. Sung Rin “

Ahra tertegun, sedikit shock mendengar penuturan Kyuhyun. Kini dia tahu kemana arah pembicaraan Kyuhyun.

“Kyuhyun~ah ..”

Ahra menghela nafasnya pelan, lalu dengan suara yang sangat tenang mengucapkan beberapa kalimat yang diharapkannya bisa membuat perasaan Kyuhyun lebih baik.

“Pertahankan dia. Janganlah kau kalah dengan rasa takutmu. Lawan rasa takut itu, lupakan yang sudah sudah. Dia hanya masa lalu untukmu, masa lalu yang kelam yang tak perlu kau ingat. Hanya mengenangnya untuk dijadikan modal awalmu lagi agar tak melakukan hal yang sama untuk yang kedua kalinya. Menjadi langkah pertama untuk memulai masa depanmu. Aku tahu kau bisa. Sebesar apapun badai yang menyerangmu nantinya, mungkin tidak berasa apa apa jika kalian melewatinya bersama sama..”

Kyuhyun menatap wajah kakaknya. Dia berusaha mencerna setiap kalimat yang keluar dari mulut Ahra. Otaknya kini mungkin masih kacau, namun sedikit demi sedikit pikiran positif mulai terbuka dibenaknya. Wajah rupawan itu menampakkan senyum tulusnya. Menggenggam erat pergelangan tangan Ahra dan menatap matanya nya lembut seakan menyiratkan rasa terimakasihnya.

Ahra ikut tersenyum, lalu melanjutkan..

“dan aku akan selalu mendukungmu, adikku “

-o0o-

Hari ini hari minggu, dan yah.. tentunya hari ini adalah hari yang paling ditunggu tunggu Hyun Ah setiap minggunya. Berbaring di bawah selimut doraemon hangatnya sampai siang. Mengistirahatkan sejenak saraf saraf tubuhnya yang terasa sangat lelah.

Gadis itu terus bergumul di ranjangnya yang nyaman meski sedari tadi dia mendengar celotehan ibunya diluar kamar yang menyuruhnya untuk segera bangun. Mengetuk ngetuk pintu itu secara kasar, mencoba membukanya beberapa kali. Namun percuma, Hyun Ah selalu mengunci kamar tidurnya itu.

Dia berdecak kesal saat mendengar dering ponsel yang sangat menganggu. Dengan mata yang masih tertutup, gadis itu meraba pinggiran kasur dan mengambil ponselnya yang terletak di samping bantal.

“Yeoboseyo..”

Tanpa melihat siapa si penelpon ‘penganggu’nya itu, Hyuna langsung mengangkatnya dan meletakkan ponsel itu diatas telinganya. Menjawabnya denga suara yang serak khas orang yang baru bangun tidur.

“Ckckck.. gadis macam apa jam segini belum bangun?”

Hyuna mengerjapkan matanya, sepertinya dia mengenali suara ini. dengan perlahan gadis itu melihat layar ponselnya dan menemukan nama ‘Cho Kyuhyun’ disana.

Dengan sigap, Hyuna langsung membenarkan posisinya menjadi duduk dan membenarkan suaranya beberapa kali.

“Ye sajangnim. Ada apa kau menelponku pagi pagi seperti ini?”

Tanya Hyuna dengan nada yang terdegar sopan. Meskipun dalam hatinya gadis itu mengumpat orang yang menganggu tidurnya.

“aku baru tahu jam 10 masih terlalu pagi bagimu. Ck”

Hyuna terdiam, tak ada jawaban keluar dari mulut gadis itu. Dia merasa malu saat ini.

“setengah jam lagi, aku tunggu kau di Lotte World. Tak ada penolakan karena ini perintah”

Sebelum Hyuna sempat menjawab, telepon itu terputus.

“aissh.. setengah jam ? dia pikir perjalanan kesana tidak jauh? Dan lagi, aku kan belum mandi”

Hyuna mengumpat kecil sambil berlari ke kamar mandi. Sekarang gadis itu benar benar tahu sifat pemaksa dan otoriter dari seorang Cho Kyuhyun. Walaupun sedikit sebal dengan tingkah Kyuhyun yang satu itu. Tapi entah mengapa malah membuat Hyuna makin terpesona olehnya. Ck~ cinta memang buta sepertinya.

*

Kyuhyun berdiri di depan pintu masuk arena Lotte World. Pria itu sedari tadi melihat jam tangannya dan terihat gelisah. Sesekali membenarkan letak sweater tipis putih yang sengaja dililitkannya di leher. Dipadu dengan kaos putih  juga jeans biru santai dan sepatu sneakers.

Dari kejauhan, dilihatnya seseorang yang sedari tadi ditunggunya sedang berlari kearahnya. Kyuhyun tersenyum kecil. Tapi tatapannya berubah menjadi ‘pura pura’ dingin lagi ketika gadis itu tepat berada di depannya.

Hyuna masih tersengal sengal. Gadis itu menunduk, memegang kedua lututnya yang terasa pegal. Setelah merasa lebih baik, dia berdiri tegap dan menetralkan nafasnya.

Hyuna tercekat, mulutnya sedikit terbuka, matanya mengerjap beberapa kali. Kyuhyun merasa sedikit risih ditatap seperti itu. Dia cemas melihat respon Hyuna. Kyuhyun menjadi minder berpenampilan seperti ini, dia mengutuk dirinya sendiri yang dengan gampangnya mau di dandani oleh kakaknya. Padahal tanpa dia sadari, penampilannya itu justru membuat Hyuna semakin jatuh dalam pesonanya.

“Kau terlambat 10 menit”

Kyuhyun memecahkan kecanggungan antara mereka berdua. Hyuna seperti tertampar dan kembali kedunia nyata saat indra pendengarannya kembali menangkap suara bass favoritnya itu.

“Eishh.. hanya 10 menit. Lagipula aku sudah berusaha datang tepat waktu”

Hyuna menjawabnya dengan masih sedikit tersengal. Kyuhyun tersenyum kecil saat menangkap nada bicara Hyuna. Entah sadar atau tidak, gadis itu bicara non-formal padanya.

“sajangnim, kenapa menyuruhku datang kesini?”

“tentu saja untuk bersenang senang. Memangnya untuk apa lagi?”

“Jinjja?”

Mata Hyuna berbinar. Well, perlu Hyuna akui terakhir kali dia pergi ke taman bermain kira kira lima tahun yang lalu.

Kyuhyun tersenyum lembut lalu mengadahkan tangannya ke arah Hyuna, bermaksud agar gadis itu mengambil telapak tangan Kyuhyun dan mereka berjalan bersama dengan tangan yang saling bertautan.

Kyuhyun mendecak kesal ketika dirinya mendapati Hyuna hanya menatapnya bingung, oke harus diakui Kyuhyun bahwa gadis itu sedikit ‘lamban’ untuk urusan seperti ini. Dengan tidak sabaran, Kyuhyun meraih tangan mungil Hyuna dan menggenggamnya lalu sedikit menariknya untuk masuk bersama ke arena bermain. Kyuhyun tersenyum kecil saat melirik Hyuna dan mendapati pipi gadis itu memerah.

*

Hyuna merasakan tangannya yang hangat dalam dekapan Kyuhyun. Gadis itu melirik kesamping, tempat dimana Kyuhyun duduk lalu tersenyum. Mengingat kembali kegiatan yang mereka lalui bersama hari ini benar benar membuatnya menjadi wanita paling bahagia.

Hyuna memalingkan wajahnya menatap bintang bintang yang bertaburan di langit malam ketika lelaki beraparas tampan itu menoleh kearahnya. Oh tidak! Sepertinya dia tertangkap basah.

Kyuhyun tersenyum kecil, Hyuna dapat merasakannya. Dia pun ikut tersenyum kecil, gadis itu tidak habis pikir dengan dirinya yang tiba tiba jatuh cinta pada gurunya sendiri, jatuh cinta pada bossnya sendiri. Dia menertawakan kebodohoannya yang dengan gampangnya bisa jatuh dalam pesona Kyuhyun.

Tapi tiba tiba gadis itu merubah ekspresinya. Seperti memikirkan sesuatu yang memang beberapa hari lalu sempat mengganjal di hatinya. Gadis itu menatap lurus bintang bintang di langit malam yang bersinar, seakan mengajak mereka berbicara dan berharap akan memberikan suatu solusi. Bagaimana gadis itu menyikapinya saat ini? benar benar bimbang !

Setelah berkutat dengan pikirannya sendiri, Hyuna mengumpulkan segala keberaniannya. Dengan perlahan gadis itu menoleh kearah Kyuhyun yang juga sedang menatap langit dengan seukir senyuman yang membuatnya tertegun. Entah sudah keberapa kali dirinya memuja sosok itu. Hyuna yakin, Sedikitpun garis ‘lecet’ tidak akan pernah ada dalam diri Kyuhyun. Oh ayolah, dalam mimpinya pun, Kyuhyun terlihat begitu sempurna.

“s-sajangnim?”

“Hmm?”

Kyuhyun menoleh tatkala dirinya mendengar namanya dipanggil oleh Hyuna. Lelaki itu masih menampakkan senyumnya yang tidak diketahuinya malah menambah kecepatan jantung Hyuna.

“ada apa?”

Tanya Kyuhyun saat telinganya tak menangkap satu patah katapun keluar dari bibir Hyuna.

“ada..a-ada yang ingin aku.. tanyakan?”

Kyuhyun mengangkat sebelah alisnya, merasa heran dengan tingkah Hyuna yang tiba tiba menjadi gugup. Tatapan matanya pun beralih kearah tangan Hyuna yang meremas ujung sweater hangatnya.

“apa?”

“sa-sajangnim, sebenarnya..se-benarnya hubungan kita ini.. apa?”

Kyuhyun tersentak, sama sekali tak pernah terpikirkan Hyuna akan menanyakan hal seperti ini.

Hyuna terlihat gelagapan, dia mencoba berbicara lagi. Mengungkapkan semua yang terasa mengganjal dihatinya.

“Aaa.. j-jangan salah paham dulu sajangnim. A-aku hanya heran. Mm, maksudku, segala bentuk perhatianmu padaku dan caramu menatapku kurasa.. sangat berbeda. A-ani, bukannya aku terlalu percaya diri atau apa. Tapi aku tak pernah melihatmu menunjukkan perhatianmu seperti itu pada orang lain. Dan bahkan kau mengajakku jalan jalan hari ini. entah perasaanku saja atau bukan, tapi hari ini kita seperti melalui sesuatu yang biasa disebut..  k-kencan?”

Hyuna terdiam, menunggu respon Kyuhyun. Tapi nihil, tak ada satu katapun keluar dari bibirnya.

“sudah berbicaranya?” suara Kyuhyun memecah keheningan, membuat Hyuna mengangkat wajahnya yang sempat tertunduk dan menatap pria itu, lalu menganggukan kepalanya beberapa kali.

“menurutmu?”

“N-ne?”

“lalu bagaimana menurutmu?”

“A-aku.. aku  hanya mencoba mengartikan hubungan kita sajangnim. Jika dibilang hubungan antara murid dan guru kita terlalu mencolok, jika dibilang hubungan antara bos dan karyawan, kurasa kita terlalu.. intim?”

Hyuna mengutuk mulutnya setelah itu, bagaimana bisa dirinya begitu ceroboh mengeluarkan kata ‘intim’ bukankah banyak kata yang lebih pantas dan sopan untuk dia sebutkan? Sedangkan Kyuhyun tersenyum kecil mendengarnya.

“I-itu, A-ani, sa-sajangnim, maksudku.. maksudku kita terlalu ‘dekat’?” sangkalnya

CHU ~

Sebuah kecupan ‘mampir’ dibibir Hyuna. Gadis itu membulatkan matanya, merasa syok mengetahui kenyataan bahwa Cho Kyuhyun lah yang tengah menciumnya.  Gadis itu menggenggam erat ujung rok yang dia pakai, dan merasakan sentuhan lain ditangan itu. Ya, tangan Kyuhyun. Itu tangan Kyuhyun. Mengenggam erat tangan Hyuna dan masih melanjutkan aktifitasnya mencium gadis itu.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya, tersenyum ‘jahil’ kearah Hyuna saat melihat ekspressi gadis itu dengan pipi yang bersemu merah.

“apa itu tdi?” gumam Hyuna. Sepertinya gadis itu masih belum pulih dari rasa syok nya.

“menurutmu?”

“Hyaaaa !! sajangnim !! apa yang kau lakukan?! K-kau.. kau mencuri ciuman.. pertamaku”

Sebal Hyuna saat dia sudah tersadar. Memukul mukul lengan Kyuhyun dan merengek seperti anak kecil yang kehilangan permennya

“Ya ya ya ! Park Hyun Ah, jangan memukulku, sakit aw aw !!” Kyuhyun meringis. Namun tak membuat gadis itu berhenti memukulnya.

“Ya !! lagipula itu bukan ciuman pertamamu?!”

“MWO? Darimana kau tahu huh?”

“Jelas aku tahu, aku sudah menciummu sewaktu kita ketiduran di kantor. Otomatis itu tadi adalah ciuman kedua mu” jelas Kyuhyun dengan tampang tak berdosa.

“Mworago? Mworagoooo?? Ya ya ya ! Cho Kyuhyun !”

“Hei, sopan sedikit dengan boss mu !”

“apa kau pantas disebut seorang bos?!”

“Tentu saja !”

“aissh, dari awal aku hanya bermaksud meminta penjelasan hubungan kita. Tapi malah jadi sejauh ini”

“ck! Paboya~ lalu kau pikir untuk apa aku perhatian padamu, bersikap manis padamu, mencium mu, bahkan mengajakmu jalan jalan hari ini. dan well, aku akui kita memang sedang kencan hari ini. kau pikir untuk apa aku melakukan semua itu kalau..kalau… ”

“Mwo ? mwo?? Kalau apa ? kalau apa?” tantang Hyuna

“kalau aku tidak menyukaimu bodoh ! a-ani.. aku mencintaimu. Ya .. untuk apa aku melakukan itu semua kalau aku tidak mencintaimu”

“M-mwo?? “

Hyuna tersentak, tak pernah terpikirkan olehnya dia mendengar hal seperti ini. well, dia memang sering membayangkan pernyataan cinta dari seseorang. Tapi bukan seperti ini caranya, tidak romantis sama sekali.

“s-sajangnim. Kau sedang.. menyatakan c-cinta?”

Kyuhyun tertegun, tak tahu harus menjawab apa. Dia terlalu malu dan gugup saat ini.

“lupakan ! a-ayo pulang” Ucap Kyuhyun sambil berbalik

“Chamkkaman~” cegah Hyuna, menarik pergelangan tangan Kyuhyun

“Kau.. serius?”

Kyuhyun menghela nafasnya, dia berbalik dan memantapkan hatinya untuk bicara dengan Hyuna. Kedua tangannya menggenggam pundak gadis itu dan menatap matanya, memenjarakan kedua bola mata indah itu dalam kuasa dirinya.

“menurutmu , kapan aku tidak pernah serius? Menurutmu, apakah ini hanya lelucon? Tidak Hyuna~ya. Jujur, aku pun tidak tahu kapan perasaan itu muncul sehingga aku tidak bisa mencegahnya, tapi kalaupun akau tahu, aku mungkin tidak akan mencegah perasaan itu datang. Secara tidak sadar, aku sudah terpesona padamu saat pertama kali kita bertemu di koridor sekolah. Ya, padamu, muridku…”

“aku sempat berpikir bahwa mungkin ini hanya perasaan sesaatku. Tapi, anehnya perasaan itu tidak pernah hilang. Malah semakin kuat. Dan saat itulah.. saat itulah aku sadar, aku mencintaimu”

Mata Hyuna memanas. Dia ingin menumpahkan rasa haru yang kini kian memuncak dalam dirinya. gadis itu benar benar tidak menyangka akan mendapatkan hal luar biasa indah dalam hidupnya. Awalnya, dia memang hanya menganggumi sosok Kyuhyun, namun lama kelamaan perasaan itu berubah menjadi cinta. Dia juga tidak pernah berharap sekalipun agar Kyuhyun membalas cintanya. Namun , toh kenyataan memang jauh lebih indah. Cho Kyuhyun juga.. mencintanya

-o0o-

Hyuna POV

Aku menggeliat kecil dalam dekapan seseorang saat sinar matahari mengenai mataku, dan tentu saja mengganggu tidur indah yang sedang kulalui.

Mataku terbuka sempurna dan disambut dengan wajah rupawannya yang sedang tertidur pagi ini. aku tersenyum kecil, melihatnya menjadi orang yang pertama kali kulihat di pagi hari, benar benar membuat mood ku meningkat.

Aku beranjak, berniat menuju dapur dan membuat sarapan. Selimut tipis yang kupakai jatuh saat aku berdiri. Hmm.. seingatku selimut ini dipakainya tadi malam? kenapa malah ada di tubuhku sekarang? ah~ pasti dia.

Aku merenggangkan tubuhku yang terasa sangat pegal. Tidur di lantai yang beralaskan karpet selembut sutrapun tak menjamin akan nyenyak.

Ku gulung rambutu keatas, membuka kulkas dan meyiapkan bahan untuk membuat sarapan. Dan yah.. mungkin aku akan membuat sandwich ikan tuna pagi ini.

aku tersentak saat sepasang tangan kekar memelukku dari belakang. Tapi senyumku mengembang saat tahu dia orangnya

“pagi sayang” sapanya

“Pagi “ balasku

“sejak kapan kau bangun? Kenapa tidak membangunkanku eoh?”

“hmm sekita 15 menit yang lalu kurasa. Ani, aku tidak mau membangunkan tidur nyenyakmu.. songsaengnim”

“Hhfft.. sampai kapan kau akan memanggilku begitu?”

“oh, ayolah. Kita bahkan sudah membahas ini berulang ulang.”

“tapi ini sudah sebulan sejak kita jadian Hyuna~ya. Kapan panggilan itu akan berubah?”

“aku kan sudah merubahnya. Awalnya aku memanggilmu sajangnim tapi kau tidak mau dan merasa kau terlalu tua jika aku panggil seperti itu. Dan kupikir, ‘songsaengnim’ tidak buruk”

“eisssh..”

“wae?”

“Oppa! Aku sudah beberapa kali menyuruhmu memanggilku oppa”

“shirreo, menjijikan ..!”

“ya !”

“wae? Lagipula kau memang songsaengnim ku kan?”

“itu dulu”

“sekarang juga”

“yaah.. sama saja. karena kau sedang dalam ujian akhir sekolahmu. Dan ini sudah hari ketiga aku menjadi gurumu”

“tapi kau berbeda songsaengnim. Guru sepertimu hanya milikku, arraseo? Milik-ku, songsaengnim-ku. Cho Kyuhyun-ku”

Kyuhyun tersenyum, tatapannya melunak. Oh yeah ~ sepertinya aku berhasil lagi kali ini. dan.. ya ampuun, aku bosan mendengarnya membahas masalah ini terus. Hanya sebuah panggilan tapi sangat merepotkan.

CHU ~

“morning kiss” ucapnya sambil berlari ke kamar mandi sebelum aku sempat menyelanya.  Kebiasaan buruknya lagi, tapi tak kupungkiri kebiasaannya yang satu ini aku suka.

Sekarang aku dalam tahap ujian akhir sekolah dan setelah itu langsung diadakan ujian masuk universitas. Ini sudah hari ke tiga Kyuhyun menjadi guruku lagi, namun bedanya ini lebih ‘pribadi’ haha..

Apa kalian pikir aku tinggal bersamanya dalam tiga hari ini? eissh.. jagan berpikiran negatif. Setiap hari memang dia kerumahku dan akan pulang jika sudah malam dan itupun tidak lewat dari jam 7 malam. tapi semalam dia membantuku mengerjakan soal soal yang sangat banyak, Kyuhyun tertidur dan aku tak mungkin membangunkannya. Dia terlihat sangat lelah beberapa hari ini, sepertinya perusahaan dalam kondisi kurang stabil. Dan untungnya, orang tuaku sedang ke mokpo –lagi-

Ah ~ sekedar informasi, minggu lalu aku keluar menjadi asisten Kyuhyun dan ingin fokus dengan sekolahku dulu. Awalnya dia menolak pengunduran diriku, namun setelah kujelaskan akhirnya dia mengerti dan yah… dia memaksaku untuk menjadikannya tutor belajarku selama aku mengikuti ujian ini. ckck~ dasar..

Well, aku akui dia sangat jago dalam berbagai mata pelajaran. Tak heran diusianya yang masih terbilang cukup muda dia sudah memimpin perusahaan sebesar itu.

Author POV

“Annyeong.. bagaimana kabarmu?”

Seorang gadis tampak berbicara dengan gundukan tanah yang sangat terwat di depannya. Gadis itu meletakan setangkai lili putih disana.

“aku yakin kau baik baik saja kan?”

“hmm.. kau pasti tahu apa yang sedang terjadi saat ini, jadi aku tidak perlu menjelaskannya lagi padamu. Aku hanya berharap, kau bahagia atas keputusannya. Dan aku berpikir, mungkin masalah ini memang benar benar harus terungkap agar semuanya membaik. “ lanjutnya

“Ahra~ya.. sudah selesai?” Park Jung Soo menepuk pelan pundak istrinya itu. Ahra menoleh dan tersenyum menemukan dirinya disana.

“sudah oppa, kajja kita pulang”

Ahra berdiri, tersenyum sekilas memandang makam didepannya itu,

“aku pulang dulu,annyeong “ Ahra  menggandeng tangan Jung Soo dan berjalan kearah mobil.

“sudah merasa baikan?” Jung Soo memulai percakapannya saat mobil mereka melaju menuju rumah.

“yah.. kurasa”

“Ahra~ya, sampai kapan kau akan menyembunyikan semua ini?”

“entahlah, oppa”

“apa kau tidak merasa kasihan pada Kyuhyun? Kurasa dia sangat tertekan”

“aku juga tidak ada pilihan lain oppa. “

“kenapa jadi serba salah begini”

“yah, itu juga yang kupikirkan”

“apa yang akan kau lakukan sekarang?”

“Mollayo oppa, kita lihat saja nanti”

Wusssh~ mobil itu pun berjalan lurus tanpa hambatan menuju rumah mereka.

*

“Fighting !! “

Suara Kyuhyun menggema di depan gerbang sekolah, membuat murid dan guru yang sedang lewat menoleh ke arahnya.

Hyuna tersenyum canggung pada teman teman sekolahnya yang menatap mereka berdua dengan heran.

“ssst.. jangan berteriak seperti itu. Semua orang melihat kita” kesal Hyuna

“wae? aku kan hanya memberi semangat padamu”

“iya aku mengerti. Yasudah, sekarang cepat lah pergi, bukannya kau ingin ke kantor?” kata Hyuna sambil berusaha mendorong tubuh Kyuhyun ke mobilnya.

“ya ya ya ! arra arra, jangan mendorongku seperti itu”

“sudah ya, aku masuk dulu”

Hyuna berbalik, namun pergelangan tangannya ditarik seseorang sehingga dia kembali memutar dan sekarang jatuh di pelukan Kyuhyun.

“Ya ! apa yang kau lakukan?”

Hyuna meronta. Ingin dilepaskan dari dekapan Kyuhyun, namun pria itu hanya tersenyum jahil dan makin mengeratkan pelukannya. Beberapa gadis yang lewat dan melihat kejadian itu saling berbisik, ada juga yang menjerit tertahan (?) saat mengenali itu adalah sosok Kyuhyun, mantan guru bahasa Inggrisnya saat menggantikan Mr. Andrew yang sedang di Amerika beberapa bulan lalu.

“Eisssh.. kau tidak bisa pergi begitu saja nona manis. Kau melupakan sesuatu?”

“mwo? Oh ayolah songsaengnim, setidaknya lepaskan aku dulu. Lihatkah, lagi lagi kita menjadi pusat perhatian”

“tidak sebelum kau memberiku satu ‘hadiah’ disini” ujar Kyuhyun santai sambil menunjuk bibirnya.

“ya ! Cho Kyuhyun kau__”

“ingat waktumu nona Park. Sepertinya sebentar lagi kau masuk”

Hyuna mendecak sebal, sedangkan Kyuhyun hanya menampakkan wajah tidak berdosanya dan tersenyum senang.

Hyuna menengok kekanan dan kekiri, berusaha agar dirinya tidak terlalu mencolok dan .. CHU ~

Sebuah kecupan tiba tiba mendarat di bibir Kyuhyun, membuat pria itu mengerjapkan matanya beberapa kali. Tak disangka Hyuna berani menciumnya duluan di tempat umum seperti ini. padahal, tadinya Kyuhyun hanya bermaksud menggoda gadisnya itu dan berniat melepaskan pelukannya, tapi yaah.. ternyata hasilnya bagus juga.

Saat Kyuhyun lengah, Hyuna langsung melepaskan dirinya dari Kyuhyun.

“Aku pergi songsaengnim, annyeong !” pamitnya sambil berlari lalu benar benar menghilang dari pandangan Kyuhyun.

Pria itu masih mematung, memegang bibirnya yang baru saja dicium Hyuna, dan ciuman itu benar benar masih berasa disana.

Suara dan getaran ponsel di sakunya membuat Kyuhyun tersadar. Lalu mengambil benda putih canggih itu dan mengangkatnya, setelah sebelumnya tersenyum senang melihat sebuah nama terpampang di sana.

“Yeoboseyo !”

“Oppa ! aku sudah sampai, kau dimana?” ujar seseorang di seberang sana

“Jinjja ? arraseo Tunggu aku, jangan kemana mana oke !”

Kyuhyun mematikan ponselnya, lalu masuk ke dalam mobil mewahnya dan langsung melaju ke suatu tempat. Ponselnya lagi lagi berdering dan menampilkan nama sang kakak disana.

“Yeoboseyo, noona~ya”

“Kyu, eoddiseo? ”

“aku sedang di jalan menuju airport. Kau sudah disana?”

“ne, ppali! Dia tidak mau pulang kalau bukan kau yang menjemput. Aissh.. anak itu, kalau tau jadinya akan seperti ini, aku tidak usah repot repot datang kemari”

“haha ne ne, arraseo, tunggu aku ”

Kyuhyun memacu picuan mobilnya lebih cepat setelah memutuskan sambungan telepon. Senyum terus mengembang di wajah tampannya.

15 menit waktu yang cukup untuk pria itu menepikan mobilnya di parkiran Incheon Airport. Dengan secepat kilat Kyuhyun bergegas turun dari mobil dan masuk ke wilayah bandara. Pria tinggi itu mengedarkan pandangannya kesana kemari. Dan dua sosok wanita di ujung sana menarik perhatiannya. Kyuhyun tersenyum –lagi- melihat kedua wanita tersebut, pria itu berlari menuju ke arah mereka.

“Noona~Ya !!!”

“Yoon Hee~ya !!”

.

.

.

TBC

Part 4 Done ! ^^

Big Thanks yang udah mau baca, Hmm .. semoga part ini gak mengecewakan ^^

Dintunggu Commentnya~ ^^

Advertisements

90 thoughts on “Oh ! My Songsaengnim (Part 4/?)

Add yours

  1. Yoon hee siapa dah kak? Penasaran bingiddttt -_-
    Kyu-hyuna udh jadian? Syukur deh, semoga aja part selanjutnya makin diperjelas deh gimana kelanjutannya kyuhyun hyuna dan siapa yoon hee sama yg rin” kemarin.

  2. yehaaaaa kan akhirnya jadian hahahaha aku sempet kaget kok mereka bisa tidur bareng oh ternyata~~~~~ nah!! ini si yoonhee dateng akhirnya! ak!

  3. Kyanya ada sesuatu yg ahra sembunyiin ttg sung rin ya, dan penasaran sbnrnya yoon hee itu apa hubungannya sama kyuhyun..

    Duhhh kyuhyun sama hyuna udah pacaran, mereka romantis bgt sih hehehe ngiriiiiii

  4. Sebenarnya ahra menyembunyikan apa? apa ada hubungannya dengan kakak Hyuna.
    Dan sekarang ada Yoon Hee, sebenarnya dia siapa, dulu sahabar kyuhyun kah? apa Yoon Hee juga suka sama kyuhyun?
    Nggak sabar nunggu konfliknya.

  5. Akhirnya kyuhyun dan hyuna jadian…rahasia Apa yg disimpan antara anda dan sungrin…yoon hee datang akan kah menjadi orang ketiga dalam hubungan kyuhyun dan hyuna..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: