Oh ! My Songsaengnim (Part 3/?)

Pictures11_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Oh ! My Songsaengnim

Main Cast            : -Cho Kyuhyun  SJ -Park Hyun Ah (Hyuna) (OC)

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Desclimer            : FF ini terinpirasi dari pengalaman pribadi ku dan kukembangkan menjadi sebuah cerita ^^ hehe

cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^.

Contac me at twitter @Tatagyu96

Happy Reading~

“tanda tangan”

“untuk apa? Ini apa?” tanyaku bingung

“kontrak”

“kontrak? Kontrak apa songsaengnim~”

“kontrak kerja denganku”

“ahh~ kontrak kerja..”

Aku menganggukkan kepalaku mengerti, aku hendak menandatanganni surat itu saat aku menyadari sesuatu..

“MWO?? KONTRAK KERJA????

 

Part 3 start..

”Aku tahu aku telah memilihmu”

.

.

Kyuhyun POV

Tetesan demi tetesan benda cair bening itu jatuh dengan derasnya. Membasahi sebagian permukaan bumi yang menjadi tempat dimana aku hidup kini.

Aku masih betah memandang air hujan yang masih terus berjatuhan. Kusentuh jendela besar di ruangan besar ini dengan salah satu telapak tanganku.

Terkadang, hujan menjadi ketakutan sendiri bagi setiap orang. Hujan yang bisa membasahi tubuh mereka, hujan yang bisa menghambat aktifitas mereka, hujan yang selalu dianggap sial bagi mereka.

Tapi tidak denganku. Aku suka hujan.

Menurutku, suara gemericik dari hujan itu sungguh menenangkan. Awan mendung yang selalu setia bersama hujan memberikan kesan nyaman untukku. Bau tanah yang tersiram hujan.. itulah yang paling aku sukai. Menjadikan seluruh tubuh dan ragaku terasa lebih santai, seakan tak ada beban masalah yang menimpaku.

Seorang Office boy masuk ke ruanganku setelah sebelumnya mengetuk pintu. Dia memberikanku secangkir coffe yang masih sangat hangat. Kepulan asap keluar dari cangkir yang tengah ku pegang sekarang.

Kusesap sedikit cairan kental itu. Seketika organ organ di dalam tubuhku menjadi hangat saat cairan itu dengan lancarnya masuk melalui mulutku.

Aku tersenyum mengingat kejadian kemarin. Kejadian dimana diriku hampir lepas kendali, kejadian dimana diriku dengan bodohnya takluk dengan tatapan itu, kejadian dimana aku tahu bahwa hatiku nyaman berada di dekatnya.

Gadis kecil itu telah berhasil merusak sistem kerja dalam otakku rupanya.  Apakah aku sudah jatuh cinta? Entahlah~ aku tidak tahu apa itu cinta karena akupun belum pernah merasakannya. Tapi aku akan mencoba memahaminya.

Aku bukan orang munafik yang dengan gampangnya berbicra bohong dengan apa yang sebenarnya bersarang dihatiku. Mungkin, kebanyakan orang akan menyangkal rasa suka yang mulai tumbuh di hatinya. Tapi tidak denganku. Well.. kita lihat saja bagaimana kelanjutannya nanti.

Aku melirik sebuah benda berwarna silver yang melingkar manis di pergelangan tanganku.

“sudah hampir jam 2. Kenapa dia belum datang?”

Suara ketukan dipintu membuatku sedikit terkejut. Kupersilahkan masuk orang yang mengetuk pintu besar di ruanganku ini.

“ada apa?” kulihat Jongjin dari divisi pemasaran masuk ke dalam ruanganku.

“maaf menganggu anda sajangnim, gadis yang kemarin datang bersama anda sudah ada dilobi”

Aku tersenyum sekilas mendengarnya dan menyuruh Jongjin membawa gadis itu masuk ke ruanganku.

Sepeninggal Jongjin, aku berjalan ke kursi besarku, duduk senyaman mungkin dan menantinya datang. Sedikit membenarkan letak dasiku, kemejaku dan juga tatanan rambutku.

Aku terkekeh geli dengan apa yang kulakukan. Ini aneh, jarang sekali aku bertindak seperti ini. sebenarnya ada apa denganku?

‘apa yang kau lakukan Cho Kyuhyun? Ck!’ batinku

Tak lama, seseorang mengetuk pintuku lagi dari luar. Aku sedikit berdehem dan menyuruhnya masuk.

Muncullah sesosok gadis yang telah memenuhi otak dan pikiranku sejak kemarin.

Aku sedikit kaget dengan penampilannya, sungguh sangat berantakan dan… Ya Tuhan! Dia basah kuyup !

“maaf aku terlambat songsaengnim.. di luar.. diluar se..sedang hujan”

Dia membukukkan badannya dan berbicara dengan suara yang bergetar. Aku tahu dia kedinginan.

Tanpa diperintah, kakiku melangkah mendekatinya. Dengan panik kulepas jas yang menempel ditubuhku dan memakaikannya.

“Yak ! kenapa kau bodoh sekali eoh? Aissh~ aku tahu di luar sedang hujan. Kau seharusnya tidak usah datang dulu hari ini”

“gwe..gwenchana.. songsaenim”

Aku menuntunnya duduk di kursi panjang yang ada diruanganku, kutatap bibirnya yang membiru dan bergetar. Tangannya menggenggam erat tas ransel yang dipakainya. Aku mengambil coffe milikku tadi dan langsung menyerahkan padanya.

Kusap usap kedua lengannnya berharap dia akan lebih hangat. Bibirnya masih membiru, badannya mengigil. Ya Tuhan~ aku sungguh sangat panik sekarang. Entah sejak kapan aku mulai mengkhawatirkannya. Seperti ada sebuah dorongan besar dalam diriku untuk melindunginya.

Tanpa berpikir panjang, kutarik tubuh mungilnya itu dan mendekapnya erat dalam pelukanku. Ku tambah lagi kapasitas pelukanku padanya, sangat erat. Kusap usap punggungnya supaya dia lebih nyaman. Aku tidak perduli apa yang dia pikirkan sekarang. yang penting untukku saat ini adalah, membuat keadaanya lebih baik.

“so..song..saeng..nim?”

“diamlah, aku sedang mencoba membuatmu hangat”

Kurasakan dia mengangguk dalam pelukanku. Entah dia nyaman atau tidak, tapi aku merasa sangat nyaman dengan posisi ini.

Ku hirup harum tubuhnya yang menguar saat aku memeluknya lebih erat. Aku memejamkan mataku.

Kurasakan jantungnya berdetak kencang, aku tersenyum sekilas. Sama persis dengan punyaku.

“kenapa kau bodoh sekali eoh? Seharusnya tidak usah datang jika tahu sedang hujan begini”

Ucapku setelah melepaskan pelukan kami. Ku tatap dirinya yang sekarang terlihat jauh lebih baik.

“tapi kata sngsaengnim kemarin, aku harus datang setiap hari untuk menjadi asisten mu di kantor ini kan? Songsaengnim  juga yang memaksaku menandatangani kontrak itu” jawabnya

“yak ! siapa yang memaksamu?”

“Songsaegnim”

“haissh~ lupakan”

Aku berjalan menjauh dan duduk di kursi kebesaranku. Ku lihat dia mengekor (?) dibelakangku.

“ada apa?”

“bagaimana dengan pekerjaanku?”

“kau yakin akan bekerja hari ini? kondisi tubuhmu sedang tidak baik Hyuna~ssi”

“aku yakin. Lagipula aku sudah berhenti dari restaurant Jepang itu karena Songsaegnim menyuruhku bekerja di kantormu ini. jadi aku tidak mau menyia nyiakan kesempatan yang datang”

“baiklah baiklah.. kau lihat meja dan kursi itu? Itu tempat kerjamu. Tugasmu hanya mengatur jadwalku dengan benar. Dan menghandle beberapa dokumen yang nantinya diberikan oleh Jongjin”

Kataku sambil menunjuk seperangkan meja kantor yang telah kusiapkan ‘khusus’ di dalam ruanganku. Aku sengaja meletakkannya satu ruangan denganku. Jangan tanya alasannya, karena aku pun tidak tahu.

“disitu??” tanyanya

Aku mengangguk sebagai jawaban. Dia berjalan kearah meja kerjanya dan duduk disana.

“songsaeng, apa kau yakin tempatku disini?” tanyanya memastikan.

“ne, waeyo?”

“ani, kukira aku akan dapat jatah kerja .. seperti office girl? Misalnya..”

Aku tersenyum dalam hati, Park Hyuna Ah~ apa aku tega memperlakukanmu seperti itu?

“sudahlah , sekarang fokus pada pekerjaanmu. Dan dikantor, kau jangan panggil aku songsaengnim~ arraseo”

“arraseo.. Cho Sajangnim” dia menjawabnya sambil tersenyum lembut kepadaku.

Aku terus memperhatikan segala gerak geriknya dari tempatku duduk. Yaa~ mungkin ini bisa sedikit membantunya. Juga menebus kesalahanku di masa lalu..

Hyuna POV

Sudah dua bulan lebih aku bekerja paruh waktu sebagai asisten Kyuhyun songsaengnim, eh~ ani.. Kyuhyun sajangnim.

Hmm.. apa yang ingin aku katakan yaaa.. intinya 2 bulan ini adalah masa masa paling menyenangkan dalam hidupku,kurasa.

Setiap hari bertemu dengan pria tampan itu dikantor, belum lagi disekolah. Tapi kudengar, jatah mengajarnya disekolah akan segera habis.

Lalu keadaan perusahaan appa mulai membaik. Kudengar dari paman, ada seorang investor besar menanamkan sahamnya dengan nilai yang sangat tinggi sehingga kami bisa memperbaiki pabrik roti appaku di mokpo. Namun sayangnya, orang itu tidak mau memberitahukan identitas aslinya. Ia mempercayakan urusan kerjasama itu dengan manager nya.

Awalnya, Paman sedikit ragu karena bisa saja kan orang itu mempunyai niat jahat karena tidak mau menyebutkan identitas aslinya? Namun setelah mereka meyakinkan paman bahwa mereka bukan orang jahat, paman menerima bantuan itu. Toh, memang saat ini kami butuh banyak uang.Aah~ siapapun orangnya, aku sangat berterimakasih padanya.

Kesehatan appa juga sudah mulai membaik. Walaupun begitu, dokter melarangnya melakukan hal hal yang berat sampai keadaannya benar benar pulih.

Aku merenggakan kedua tanganku. Rasanya lelah sekali, hari ini banyak pekerjaan yang menunggu untuk ku selesaikan.

Kulihat jam putih yang selalu setia melingkar di pergelangan tanganku. Jam 9 malam. ini sudah terlalu larut. Setidaknya untuk pelajar sepertiku.

Kulirik sekilas meja kerja Cho Sajangnim. Ya Tuhan~ dia tertidur rupanya.

Aku tahu, menjadi seorang direktur dan seorang guru diusianya yang masih sangat muda ini merupakan beban tersendiri untuknya.

Aku berjalan mendekati mejanya, kulihat dirinya yang terlihat sangat lelah bersandar pada kursi kebesarannya itu dan memejamkan mata.

“kau pasti sangat lelah” ucapku

Dua bulan kulewati bersamanya, membuatku sangat sangat sangat merasa beruntung. Aku suka caranya melihatku, caranya memperlakukanku, caranya melindungiku dan juga caranya membuat kerja jantungku selalu bertambah saat mata cokelatnya menatapku. Entah kapan perasaan di hatiku yang tadinya hanya sebatas menganggumi sosokonya, kini telah beurubah. Perasaan yang kurasakan kini lebih menuntut dari yang sebelumnya. Tapi aku juga tidak berani mengakui perasaan menuntuku itu, setidaknya untuk saat ini.

Kuambil jas kerjanya yang tersampir di belakang kursinya. Kutarik perlahan jas itu, berusaha agar tak membuatnya terbangun.

Dia sedikit bergerak, namun langsung tertidur kembali. Aku tersenyum kembali melihatnya. Sepertinya dia memang benar benar lelah.

Kurentangkan jas biru tua miliknya, lalu menyelimuti tubuh tegapnya dengan jas itu hingga sebatas leher. Setelah kurasa jas itu terasanya nyaman menyelimutinya, aku pun beranjak kembali ke meja kerjaku. Namun sebelum aku benar benar melangkahkan kakiku, aku mendengar Kyuhyun sajangnim menginggau dalam tidurnya. Kurasa dia sedang bermimpi, dan aku yakin.. mimpi buruk tengah datang menghampirinya. Terlihat dengan raut cemas yang muncul di wajah tampannya, dia juga menggerak gerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan dengan cepat. Keringat mulai turun dari pelipisnya. Aku panik, bingung harus melakukan apa.

Ku dekati lagi tubuhnya, mencoba menenangkannya. Mengusap usap pundaknya berharap dia merasa lebih baik. Dorongan keras diotakku secara spontan menggerakan tanganku untuk mengenggam jari jemarinya yang panjang. Ku genggam tangan itu, berusaha membuatnya hangat.

“ssst…ssstt” aku masih berusaha menenangkannya.

Sepertinya dia terlihat membaik. Wajahnya kembali seperti semula, nafasnya sudah tak tesengal sengal lagi. Kepalanya lama kelamaan berhenti bergerak di satu sisi.

“Jangan pergi..ku mohon.. jangan pergi”

Aku tertegun mendengarnya, kurasakan tangannya menggegam erat tanganku.

“n-ne.. aku di..sini”

Kuusap keringat yang ada didahinya. Padahal ruangan ini ber AC.

“mianhe.. jeongmal mianhe. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Mianhe.. Rin~ah”

GLEK~ aku menelan ludahku susah payah. Rin~ah? Siapa dia? Kenapa perasaanku tidak enak?

-o0o-

Author POV

Kyuhyun mengerjap kan matanya beberapa kali saat merasakan sesuatu mengusik tidurnya. Perlahan, lelaki itu membuka matanya yang terasa sangat berat. Dia mengumpat kecil saat menyadari sinar matahari lah yang telah menganggu tidur indahnya.

Kyuhyun berusaha menyesuaikan mataya dengan keadaan sekitar. Kepala dan pinggangnya terasa pegal. Bahunya juga terasa berat. Ketika kesadaraanya telah pulih, dia merasa tangannya menggenggam sesuatu.

Kyuhyun mengambil jas biru tua yang ada di tubuhnya dan meletakkan jas itu sembarangan. Dia sedikit terkejut ketika melihat tangannya menggenggam erat sebuah tangan cantik di balik jas kerjanya itu.

Kyuhyun menoleh ke arah samping dan mendapati Hyuna tertidur lelap di bahunya. Gadis itu tidur dengan posisi duduk di sebuah kursi kecil disampingnya.

Kyuhyun tersenyum kecil. Mendadak hatinya mecelos gembira melihat Hyuna adalah orang yang pertama kali dilihatnya pagi ini.

Kyuhyun mengulurkan tangannya, mengelus rambut gadis itu. Menyingkirkan sedikit anak rambut yang menghalangi Kyuhyun melihat wajah cantik Hyuna .

‘apa dia menemaniku semalaman?’ batin Kyuhyun

Terselip perasaan bersalah hinggap di hati Kyuhyun. Melihat posisi tidur gadis itu pasti sangatlah tidak nyaman. Duduk di kursi kecil disamping kursi kebesaran tempat Kyuhyun biasa kerja dan tentunya tempat dia tertidur semalam.

‘mianhe’ ucap Kyuhyun tanpa suara. Lelaki itu masih betah mengelus permukaan wajah Hyuna yang sekarang terlihat lebih tirus. Sesekali, jari jemarinya mengenai bulu mata lentik milik Hyuna. Membuat jantung Kyuhyun terasa berdetak lebih cepat.

Hanya dengan sebuah sentuhan kecil, membuat lelaki itu seperti hilang kendali. Detak jantungnya yang bertalu talu seakan mendorong dirinya berbuat lebih jauh. Dan benar saja, dengan dorongan itu membuat Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada gadis yang masih betah tidur di bahunya itu.

CHU~

Sebuah kecupan kecil berhasil mendarat di bibir plum Hyuna. Hanya sebuah kecupan, tapi terasa manis. Kyuhyun tersenyum saat bibirnya sudah menjauh kembali.

Tak lama gadis itu menggeliat dalam tidurnya. Mengerjapkan matanya beberapa kali, mencoba mengumpulkan kesadarannya.

Kyuhyun tak bergeming,sebenarnya lelaki itu masih betah melihat ‘bidadarinya’ yang tertidur. Tapi sekarang Hyuna sudah kembali sadar dan membuka sempurna kedua mata indahnya.

Hyuna melihat ke sekelilingnya. Merasa asing dengan tempat itu. Seperti bukan kamarnya.

Sedetik kemudian gadis itu membelalakan matanya saat menyadari dia masih ada di kantor dan belum pulang kerumahnya. Hyuna mencoba mengingat kejadian semalam dan lebih terkejut lagi saat melihat tangannya yang masih nyaman berada dalam dekapan tangan Kyuhyun.

“Aigooo..!” gadis itu memekik dan membenarkan posisi duduknya.

Dia memumukul mukul kepalanya sendiri dengan salah satu tangan yang terbebas dari genggaman Kyuhyun. Hyuna sama sekali tak sadar kelakuannya sedang diperhatikan sepasang mata tajam yang tepat berada di sampingnya.

Kyuhyun menahan tawanya saat melihat ekspressi sebal gadis itu. Ingin rasanya dia mencubit pipi gadis itu. Namun ia harus menjaga sikapnya bukan?

“semalam aku tidak pulang?”

“bagaimana jika appa dan eomma mencariku aissh~”

“ah~! Aku lupa, mereka kan sedang ada di mokpo. Untung saja~~ ”

“lalu bagaimana sekolah ku hari ini?”

“hyaaa.. kenapa bisa jadi begini..”

“babo babo ! Hyuna babo “

Hyuna menggerutu sendiri, sesekali memukul kecil kepalanya. Kyuhyun masih betah menahan tawanya sambil terus mendengarkan omelan yang akan dikeluarkan dari mulut kecil gadis itu.

“ehm..”

“OMO! Songsa..eh ani~ sa-sajang-sajangnim~”

Hyuna melihat ke sampingnya saat sebuah suara terdengar. Dan tentu saja dia kaget saat mendapati Kyuhyun yang tengah menatapnya.

“sudah bangun?”

Suara bass Kyuhyun yang terdengar serak menyapa indra pendengaran Hyuna. Sesaat gadis itu kehilangan kesadarannya. Mendengar suara yang sangat indah menyapanya saat ia baru bangun, ditambah dengan penampilan Kyuhyun pagi ini. rambutnya sedikit berantakan, begitu juga dengan dasinya. Kemeja putihnya sudah kusut. Namun tak menghilangkan kesan tampan dalam pria itu, bagi Hyuna, sosok di depannya ini begitu mempesona~

“n-ne sajangnim~”

Hyuna menunduk malu, wajahnya bersemu merah. Tak sengaja matanya melihat tangan mereka yang masih berpegangan. Dan itu membuat pipinya lebih memerah. Jantungnya lagi lagi berdetak tak karuan. Kyuhyun selalu saja bisa membuat gadis itu kewalahan mengatasi detak jantungnya yang terus berulah.

“apa kau menemaniku semalaman?” tanya Kyuhyun lagi. Masih enggan melepaskan pergelangan tangan mereka yang menyatu. Walaupun Kyuhyun sudah menyadari Hyuna sedikit tidak nyaman.

“n-ne” lagi lagi Hyuna hanya membalas seadanya

“mianhe merepotkanmu. Aku antar kau pulang sekarang”

“ani~ aku bisa pulang sendiri sajangnim”

“sayangnya aku tidak menerima penolakan Hyuna~ssi”

Hyuna menghela nafasya lalu mengangguk. Percuma saja menolak apapun yang keluar dari mulut lelaki itu. Toh pada akhirnya dia memang harus menurutinya.

Kyuhyun berdiri dan ‘dengan terpaksa’ melepaskan tautan tangan mereka. dia merenggangkan otot otot tubuhnya lalu mengambil jasnya.

Hyuna berjalan di belakang Kyuhyun saat mereka keluar dari ruangan itu menuju parkiran.

Kini mereka berdua berada dalam satu mobil yang sama, tentunya menuju rumah Hyuna.

Hyuna memperhatikan jalan. Sedikit heran karena arah yang mereka lalui benar benar menuju rumahnya. Yang ada di pikiran Hyuna saat ini kenapa Cho Kyuhyun mengetahui tempat tinggalnya sedangkan ia belum mengeluarkan sepatah kata pun untuk menunjukan jalan kerumahnya sedari tadi.

“songsaengnim.. ani~ sajangnim.. kau tahu jalan menuju rumahku?” Hyuna mengalihkan pandangannya pada Kyuhyun dan menatap pria itu.

Kyuhyun hanya mengangguk sebagai jawaban.

“darimana kau mengetahuinya?” tanya Hyuna lagi

Kyuhyun tersentak. Dia bingung harus menjawab apa, tapi dia berusaha tenang dan menyembunyikan kepanikannya.

Tentu saja Kyuhyun tahu rumah Hyuna, dulu dia sangat sering berkunjung ke rumah itu !

“aa.. itu. Aku, aku kan gurumu. Dan juga aku boss mu, tentu saja aku tahu dari daftar biodata mu”

Hyuna mengangguk mengerti, lalu kembali fokus menatap jalan raya di depannya.

Mobil Kyuhyun berhenti di sebuah rumah yang sederhanya. Tidak terlalu mewah, tapi tidak juga terlalu kumuh (?) rumah berlantai dua itu terlihat cukup nyaman untuk dihuni.

“khamsahamnida Cho sajangnim~” Hyuna sedikit menundukan kepalanya dan mengucapkan terimakasih pada pria itu.

“ne”

Hyuna melepas seat belt nya, kemudian membuka kenop pintu mobil. Tapi sebelum itu, Kyuhyun terlebih dahulu mencegah pergelangan tangan gadis itu

“Maaf.. gara gara aku hari ini kau tidak sekolah” ucap Kyuhyun

“gwenchana~”

“maaf merepotkanmu semalam”

Hyuna hanya merespon dengan tersenyum.

“dan.. terimakasih”

Kyuhyun menatap dalam mata Hyuna . membuat gadis itu lagi lagi kehilanga kesadarannya untuk sesaat.

Kyuhyun mendekat kan wajahnya ke arah gadis itu. Hyuna masih terpaku ditempatnya untuk menyadari wajah Kyuhyun yang semakin mendekat.

CUP~

Dengan perlahan tapi pasti, Kyuhyun mendaratkan bibirnya di kening gadis itu. Cukup lama Kyuhyun mencium kening Hyuna, membuat gadis itu terkejut dan tubuhnya menegang.

Seulas senyum keluar dari wajah Kyuhyun saat tautan bibir Kyuhyun di kening Hyuna terlepas. Perlahan, gadis itu juga membalas senyum itu.

“istrahatlah” ucap Kyuhyun

Hyuna mengangguk lalu benar benar membuka pintu mobil dan turun. Mereka berdua saling melambai sebelum Kyuhyun benar benar meningglkan tempat itu.

Hyuna masih berdiri di depan rumahnya, menatap mobil Kyuhyun yang perlahan mulai jauh. Gadis itu menyentuh dadanya yang terasa berdetak cepat untuk yang kesekian kalinya. Namun, perasaannya kali ini terasa lebih dalam. Dan tentunya rasa itu kini hadir seperti candu yang sangat dibutuhkan.

Gadis itu tersenyum senang dengan tangan yang masih menempel di dadanya. Merasakan jantungnya yang seperti itu benar benar membuatnya terasa nyaman.

Di sisi lain Kyuhyun tak henti hentinya tersenyum. Pria itu melepas satu tangannya dari setiran mobil dan meletakkannya di dada. Merasakan picuan jantungnya yang benar benar berdetak sangat kencang. Membuat tubuhnya terasa hangat dan nyaman.

‘Aku tahu, aku telah memilihmu. Park Hyun Ah~’ Gumam Kyuhyun

-o0o-

Hyuna POV

Aku tersenyum melihat nominal angka di buku tabunganku. Setidaknya uang hasilku bekerja di tempat Kyuhyun sajangnim ini bisa ku simpan dan kugunakan jika keadaan mendesak. Atau membantu eomma dan appa jika sewaktu waktu ada masalah lagi dengan pabrik roti kami di mokpo. Ya, aku tahu ini tidak banyak. Tapi lebih baik daripada tidak punya sama sekali.

Bel sekolah berbunyi. Semua murid termasuk teman temanku masuk ke kelas. Hara berjalan lesu kearahku. Setelah dia duduk di sebelahku gadis itu meletakkan tasnya lalu menghela nafas.

Aku melirik ke semua teman temanku. Mereka terlihat sama, sangat lesu. Setidaknya untuk para yeoja.

Aku menaikkan sebelah alisku bingung. Ada apa ini? syndrom wanita kah?

“yak! Kau kenapa?” Hara menghela nafasnya lagi untuk menjawab pertanyaanku

“ada apaaa??” tanyaku lagi

“Cho songsaengnim sudah menyelesaikan tugasnya. Pagi ini dia resmi keluar dari sekolah kita dan kudengar Mr. Andrew akan kembali mengajar”

“lalu?”

“ya otomatis aku..eh ani~ kita tidak bisa melihat songsaengnim tampan itu mengajar disini lagi”

Aku menahan tawa mendengar jawabannya. Jadi karena ini semua gadis dikelasku terlihat lesu. Ah~ tiba tiba aku merasa sedikit beruntung karena masih bisa bertemu dengannya di kantor.

“oh”

“kau tidak sedih?”

“ani~”

“ah ~ aku lupa. Kau masih bisa bertemu dengannya di kantor kan? Huh.. beruntung sekali”

Aku tersenyum lagi. Hara memang mengetahui semuanya. Tentu aku ingin berbagi cerita dan pegalaman dengan seorang sahabat bukan? Dan Hara adalah sahabat terbaikku

Aku kembali mengingat kejadian minggu lalu. Saat dia mengantarku pulang dan mencium keningku. Pipiku memanas mengingatnya.

“hey, kau kenapa?”

“ani~ aku tidak apa apa”

“pipimu memerah Hyuna~ya. Apa kau sakit?”

“aku tidak apa apa. Sungguh”

“kalau tidak sakit lalu kenapa?”

Aku hanya tersenyum menanggapinya. Gadis itu terlihat berpikir lalu tiba tiba mengagetkanku.

“pipimu memerah saat kita membicrakan Cho songsaengnim.. hmm~ apa kau sedang memikirkannya? Ah ! apa kalian menjalin hubungan?!”

Ku bekap mulut Hara yang bicara sangat keras hingga membuat suasana kelas yang tadinya ramai kini menjadi hening. Aku tersenyum kaku ke penjuru kelas lalu melototot ke arah Hara yang mulutnya masih kubekap.

Saat suasana kembali seperti semula ku lepaskan tanganku dari mulutnya. Dia terlihat protes dan mempoutkan bibirnya.

“jaga bicaramu Hara~ya. Aisshh~”

“tapi tebakanku tadi benar kan?”

“yaah~ tidak semuanya benar sih..” balasku

“sudah kuduga. Lalu bagaimana?”

“bagaimana apanya?”

“status kalian !”

“status apa?”

“ya kalian sedang menjalin hubungan bukan??”

“hhh~ aku sendiri tidak tahu status kami saat ini Hara~ya”

“maksudmu?”

“dia bersikap seolah olah aku ini orang yang berharga baginya. Selalu menghawatirkan dan memperhatikanku. Tapi sesungguhnya aku tidak benar benar tahu perasaanya. Mungkin dia hanya menganggapku seorang adik”

Tiba tiba perasaan sedih menjalariku. Benar juga apa yang di katakan Hara. Sebenarnya status hubungan kami ini apa? Songsaengnim-murid? Ah ani~ dia bahkan sudah tak menjadi guru. Sajangnim-karyawan? Hmm.. aku tidak yakin. Sikapnya dengan karyawan yang lain berbeda dengan sikap yang ditunjukannya kepadaku. Lalu apa? Oppa-yadongsaeng? kalau yang ini mungkin bisa jadi.

-o0o-

“sajangnimm ada beberapa dokumen yang perlu kau tanda tangani”

Aku menyerahkan beberapa lembar dokumen ke meja Cho sajangnim. Aku memandangnya selagi dia masih sibuk dengan dokumen dokumen itu. Lagi lagi aku menghela nafasku saat memikirkan status kami yang sebenarnya.

“hey.. Hyuna~ssi”

“a..ah~ ye. Jeongsohamnida”

Aku membungkuk sesaat setelah itu kembali berjalan ke tempatku.

“Hyuna~ssi. Gwenchana ?” tegurnya

“n-ne? gwenchana sajangnim”

Aku kembali berkutat pada pekerjaanku. Aku tahu dia memperhatikanku dan terlihat heran dengan sikapku. Aku tak perduli. Saat ini aku benar benar sedang bad mood.

“Hyuna~ssi. Ini sudah jam makan siang. Ayo makan bersama” ajaknya tiba tiba

“n-ne?”

“kajja”

“arraseo sajangnim”

Dengan segera kurapihkan dokumen dokumen yang berantakan diatas meja kerjaku. Mengambil tas ranselku yang biasa kugunakan ke sekolah, dan berlari kecil menyusulnya yang sudah berjalan di depanku.

Lagi lagi ku dapati tatapan sinis dari seluruh karyawan wanita di kantor ini saat aku dan sajangnim berjalan menuju tempat parkir. Aah~ aku tahu mereka iri melihatku dekat dengan sajangnim mereka yang bergitu ‘perfect’. Tapi sepertinya aku sudah mulai kebal dengan hal seperti ini.

Kami makan di sebuah restaurant western. Tak menyia nyiakan kesempatan ini, akupun memesan menu favoritku. Steak!

Dua porsi Steak mendarat di meja kami. Satu punyaku dan yang satunya tentu punya Cho sajangnim.

Dengan segera Cho sajangnim mengambil pisau dan dan garpu lalu memotong motong kecil daging di depannya itu. Aku heran, apa iya dia selapar itu sampai terburu buru?

Aku menusukkan garpu ke pinggiran daging steak ku, ketika hendak memotongnya suara Cho sajangnim kembali terdengar membuatku mengurungkan niatku sejenak.

“ige. . makan punyaku”

“ye???”

“makan ini. aku sudah memotong nya untukmu”

“ah, arraseo. Kh-khamsahamnida sajangnim”

Aku sedikit terkejut. Rupanya dia memotong daging ini untukku.

Kuambil piringnya, lalu dia mengambil steak yang masih utuh didepanku. Singkatnya, steak miliknya menjadi milikku, dan steak milikku menjadi miliknya.

Kami makan dalam diam. Hanya terdengar suara garpu dan pisau, juga suuara pengunjung lainnya.

“Hyuna.. ~ya?

Aku berhenti mengunyah makanan yang ada di dalam mulutku ketika ku dengar Cho sajangnim memanggilku dengan embel embel ‘ya’. Terdengar sedikit ragu, tapi jujur, aku lebih menyukai dia memanggilku seperti itu.

“n-ne sajangnim?”

“Hyuna~ya.. bolehkah aku memanggilmu seperti itu?”

“ah? N-ne sajangnim”

“Hyuna~ya. Ige.. buka mulutmu”

Aku membulatkan kedua mataku saat lelaki didepanku ini menyodorkan daging yang ada di garpunya ke arahku. Lihat kan? Bahkan dia bersikap seperti ini, padahal status kami tak jelas.

“Tapi sajangnim..”

“buka mulutmu “

Dengan sedikit paksaan Cho sajangnim berhasil membuatku membuka mulut dan dengan segera dia menyuapi daging itu padaku.

“enak?” tanyanya

Aku hanya mengangguk. Padahal steak yang kami pesan dihidangkan dengan bumbu yang sama. Tentu saja rasanya sama, kenapa musti bertanya?

Tapi jujur, kenapa steak ini berkali kali lipat lebih enak saat dia yang menyuapiku.

Tiba tiba ponsel Cho sajangnim berbunyi.

“yeoboseyo?”

“………”

“Nuguseyo?”

“……….”

“Jinjja??! Yoon Hee~ya? Ini benar benar kau?”

Aku mengerutkan keningku. Siapa Yoon Hee?

“tentu saja aku baik anak nakal !, kau ?”

“……..”

“sepertinya tidak. Ada apa?”

“……..”

“Jeongmal? Baiklah aku akan menjemputmu“

“…….”

“ne !”

“……..”

“nado saranghae ! haha “

Aku mematung mendengar kata terakhirnya, siapa sebenarnya wanita yang menelponya itu?

Wajahnya terlihat begitu senang sehabis menerima telepon itu. Sedikit rasa cemburu –kurasa- menghampiriku. Ya Tuhaaan~ kenapa aku begitu sial hari ini?

-o0o-

Aku berhenti di sebuah kios bunga dan membeli seikat bunga lili putih sebelum aku menuju ke tempatnya.

Appa dan eomma lagi lagi pergi ke mokpo hari ini. sekolahku sedang libur karena sedang direnovasi untuk sementara waktu. Cho sajangnim juga memberiku libur sehari, ya jadi disinilah aku sekarang. berjalan diantara bukit bukit hijau menuju tempatnya.

Aku berdiri kaku saat melihat sesosok orang yang sangat ku kenal  ada disana. Di tempat tujuanku. Walaupun aku melihatnya dari jauh, tapi aku bisa mengenalinya.

Aku menatap heran punggung seseorang yang tengah membelakangiku. Bahunya terlihat bergetar. Dia menangis?.. Benarkah? Dia mengenalnya? .. Benarkah? Benarkah dengan semua yang kulihat sekarang? apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Mendadak perasaanku jadi tak tenang. . . ada apa ini ??

.

.

.

.

-TBC-

Part 3 Done ! ^^

Big Thanks yang udah mau baca, Hmm .. semoga part ini gak mengecewakan ^^

Dintunggu Commentnya~ ^^

Advertisements

91 thoughts on “Oh ! My Songsaengnim (Part 3/?)

Add yours

  1. Waaahhh Kyuhyun so sweet banget 😀 pergi ke makamnya siapa Hyun Ah? Dan juga siapa yg ditemuinya dipemakaman?

  2. Punggu siapa itu? Kyuhyun? Yoon hee siapa? Ponakan kali ya? Ini lagi cerita yg ngegantung” gitu tuh, lagi galau”an udah gitu ditambah yoon hee itu tadi. Terus rin” yg dimimpiin kyuhyun itu siapa? Masih penasaran gue kak

  3. nah yoonhee… penasaran sama gimana yonhee protektif sama kyuhyun. btw itu hyunah pergi ke makam sungrin? trs yg diliat kyuhyun? atau siapa?

  4. Duhhh kyuhyun udah mulai menunjukkan perasaannya nih ke hyuna, di mobil main cium2 aja meskipun cuma kening hehehe

    Dannn siapa itu yoon hee bikin hyunah patah hati deh hehehe, itu yg di liat hyunah kyuhyunkah?

  5. Kyu lagi falling in love hmm…. 😁 kayak remaja labil yah kyu… tapi tapi siapa yg telfon tadi 😁 Hyun Ah cemburu yeee…. trus itu dibukit kayaknya kuburan yah? Ketemu kyu yah eonni… duhh…. pengen cepet baca next part dehh…

  6. Aigoo aigoo eonnieee kenapa aku baca yg part ini senyum2 terus sih hahaha
    Hyuna liat kyu kan itu?????

  7. Makin penasaran deh sma ff ini, masa lalu nya belum terungkap.. sebener.a ada apa si di masalalu kyu sma keluarga hyuna…
    Kyu.a mulai jatuh cinta sma hyuna nihh, tpi belum mau ngungkapin…

  8. Astagaa siapa lagi Yoon Hee. Teman atau saudara?
    Punggung yang bergetar itu pasti kyuhyun,
    Kalau memang kyuhyun suka hyuna diungkapkan saja takutnya ketika semua rahasia kyuhyun terbongkar justru hyuna jadi membenci kyuhyun.

  9. Feelnya belum dapet nih kayanya salah membayangkan tentang Hyun Ahnya. Karena kebayanginnya dia anak SMA itu masih kecil banget. Moga” next part udah dapet feelnya udah dapet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: