Oh ! My Songsaengnim (Part 2/?)

Pictures11_副本

Author                  : Dyah Ayu Pytaloka

Title                       : Oh ! My Songsaengnim

Main Cast            : -Cho Kyuhyun  SJ -Park Hyun Ah (OC)

Genre                   : Romance

Rating                   : 15

Desclimer            : FF ini terinpirasi dari pengalaman pribadi ku dan kukembangkan menjadi sebuah cerita ^^ hehe
dan cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^ Contac me at twitter @Tatagyu96

Happy Reading~

 ‘sepertinya itu..itu’

“astagaa! Bukankah itu..itu………………………………”

Part 2 start

“kenapa semuanya kembali masuk ke dalam hidupku?”

.

.

Hyuna POV

“ne Hara~ya, aku ingat.. mm.. ne arraseo”

TUUTT~

Sambungan telepon ku dari Hara terputus. Kembali kubalikan tubuhku menuju ruang inap appa dirawat. Tapi aneh, kenapa Cho songsaengnim tidak masuk? Kudekati dia yang hanya mematung didepan pintu ruangan appa.

“songsaengnim? Kenapa tidak masuk?”

Sepertinya Cho songsaengnim terlihat kaget dan buru-buru melepaskan genggaman tangannya pada kenop pintu rumah sakit.

“ah~tiba-tiba aku ada urusan penting. Sepertinya lain kali saja aku menjenguk appamu. Annyeong”

Setelah mengatakan itu Cho songsaengnim langsung pergi dan meninggalkan aku yang terheran dengan sikapnya satu ini.

‘aneh?’ pikirku

Aku masuk keruangan appa, mendapati eomma masih berada disana. Aku tersenyum sekilas melihat pemandangan didepanku.

‘ah~ appa sudah membaik rupanya. Syukurlah~’

“Hyuna~ya kau sudah datang?” tanya eomma yang menyadarkanku dari lamunanku

“ne eomma, eomma kau pulang saja. biar aku yang menjaga appa disini. Aku tahu kau pasti lelah kan seharian ini menjaga appa?”

Balasku sambil berjalan mendekat ke ranjang rumah sakit yang ditempati appa.

“arraseo, jaga appamu baik-baik ne? eomma akan pulang untuk mengambil beberapa pakaian dan juga menyiapkan makanan untuk kalian. Eomma pergi, annyeong”

Ucap eomma sembari memelukku lalu beralih ke appa. Kemudian dia pulang ke rumah.

Kyuhyun POV

Aku berjalan cepat menuju ruangan noona dirawat. Masih dengan memikirkan kejadian tadi.

‘apa itu tadi? Apa benar dia orang tuanya Hyuna. Sepertinya aku harus mencari tahu masalah ini’ batinku

Tak terasa aku sudah sampai di depan ruang rawat inap Ahra noona. Aku masuk dengan segala pikiran berkecamuk di otakku.

Aku melihat seorang wanita tengah terbaring lemah di ranjangnya. Meskipun begitu, tak mengurai raut wajahnya yang berseri seri. Noonaku, wanita yang selama ini selalu berada di sampingku. Memberiku semangat saat aku terpuruk, memberiku kekuatan saat aku terjatuh, memberikan bahunya untuk tempatku berkeluh kesah.

Aku tersenyum melihatnya, ditambah seorang bayi mungil yang masih betah bertengger di lengannya.

“Kyuhyun~ah? Wasseo?”

Ahra noona menyapaku saat dia sadar aku sudah datang. Aku mengangguk kecil dan berjalan ke arahnya.

“Noona~ya. Benarkah dia anakmu? Benarkah kau sudah menjadi ibu?” tanyaku seakan tak percaya.

Rasanya baru kemarin kami bermain bersama di taman belakang rumah, aku yang terkadang menjahilinya dan membuatnya menangis, dimarahi appa karena ulah nakalku, dan sekarang? dia bahkan sudah menjadi seorang ibu.

Ku usap pelan wajah mungil yang berada dalam gendongannya. Tersenyum sekilas saat mengetahui bayi mungil ini memiliki mata yang sama persis denganku.

“lihatlah~ Matanya sama seperti mu Kyu~”

Aku menangguk setuju, karena itu memang benar.

“Tapi hidung dan bentuk wajahnya persis seperti Jung Soo Hyung. Dan bibirnya yang mungil sama sepertimu”

Ahra noona makin melebarkan senyumnya saat aku mengatakan pendapatku.

“appa, eomma dimana? Dan Jung Soo hyung? Kenapa tak ada orang lain disini?” tanyaku saat menyadari tak ada satupun yang menemaninya di ruangan serba putih ini.

“eomma sedang ada di kamar mandi. Appa dan Jung Soo oppa sedang dalam perjalanan kemari. Tadi ada sedikit masalah dengan perusahaan”

Aku mengangguk mengerti kemudian berjalan ke sisi ruangan dan duduk di sofa cokelat yang terlihat besar dan nyaman itu.

Kurebahkan tubuhku yang terasa sangat lelah dan mencoba memejamkan mata. Namun, otakku kembali membawaku mengingat kejadian beberapa waktu lalu .

‘kenapa semuanya harus masuk lagi ke dalam hidupku?’

“Kyuhyun~ah? Wasseo?”

Terdengar suara eomma yang kutebak baru keluar dari kamar mandi. Aku membuk mata , tersenyum sekilas, lalu mengangguk

“kau kenapa? Sakit?”

“ani eomma~ hanya aku merasa sedikit lelah”

“pulang dan istirahatlah. Aku tahu pekerjaanmu banyak sekali akhir akhir ini”

Aku menoleh kearah Ahra noona yang meyuruhku pulang. memberikan sedikit seyumanku mencoba meyakinkannya bahwa aku baik baik saja. oh ayolah~ adik macam apa aku yang baru berkunjung sebentar saat kakaknya baru melahirkan

“tidak usah sungkan Kyu. Aku asih ada eomma yang menemani. Nani juga akan ada Jung Soo oppa dan appa. Ditambah malaikat kecilku disini” katanya, seakan tahu apa yang kupikirkan.

“Kyuhyun~ah. Kau memang terlihat buruk saat ini. pulang dan istirahatlah. Kajja, eomma antar kau sampai mobilmu” sekarang eomma yang menyuruhku

“ani eomma, aku bisa sendiri. Eomma disini saja temani Noona. Hmm~ sepertinya aku memang butuh istirahat”

Aku berdiri dan berjalan keluar ruangan setelah sebelumnya berpamitan kepada eomma dan noona.

-o0o-

“Aku mencintaimu oppa, tak bisakah kau membuka hatimu untukku hah ! sedikit saja~ tak bisakah?”

“……”

“aku tidak bisa hidup tanpamu oppa”

“…..”

“oppa ! kau hanya milikku ! ingat itu”

“……”

“jika kau tidak mau menikahiku, aku akan bunuh diri !”

“…….”

“yaaaak ! jadi kau yang bernama Cho Kyuhyun hah!”

“……”

“Kau pembunuh !! pembunuh”

‘AAAAAAAAAAAAARRRRGGHH’

Aku terbangun seketika saat lagi lagi mimpi itu datang. Sekujur tubuhku basah oleh keringat. Nafasku yang tidak teratur membuat dadaku sedikit sesak.

Kuraih segelas air mineral yang ada di samping tempat tidurku. Kulirik sekilas jam dinding putih yang menunjukkan pukul 2 dini hari.

Ku pejamkan mataku berusaha mengontrol detak jantungku yang berdebar begitu kencang. Kurebahkan lagi diriku diatas ranjang saat nafasku mulai normal.

“Sung Rin~ah.. mianhe”

-o0o-

Suara burung kecil yang bersenandung tertangkap indra pendengaranku saat aku baru membuka mata pagi ini. secrcah sinar matahari masuk melalui lubang lubang kecil jendela kamarku.

Aku beranjak dari ranjang besarku, membuka tirai jendela, lalu berjalan ke balkon. Kuangkat ke atas kedua tanganku dan memjamkan mata. Menghirup udara segar pagi ini sepertinya bukan ide yang buruk.

“Oh, pagi Tuan Cho”

Suara Han ahjussi, tukang kebunku terdengar dari halaman rumahku yang sagat luas.

“Pagi” Aku melihat ke bawah, tempatnya berada lalu balas menyapanya.

Lelaki paruh baya yang sudah bekerja puluhan tahun dengan keluargaku itupun tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya.

Masih dengan piyama tidur yang tertempel erat di tubuhku, aku berjalan keluar kamar dan menuruni anak tangga.

Rumah besar ini terasa sangat sepi. Aku yakin appa sudah berangkat ke kantor dan eomma masih menemani noona di rumah sakit.

Ku ambil koran terbaru pagi ini yang sudah tersedia di atas meja ruang tamu. Aku berjalan ke teras rumah dengan membawa koran itu ditanganku, juga dengan segelas kopi yang masih hangat.

Kebetulan hari ini aku mengajar pelajaran terakhir. Jadi aku bisa sedikit bersantai.

Totty Bakery, sebuah pabrik roti terbesar di daerah Mokpo hangus terbakar. Diperkirakan, kejadian ini berawal dari salah satu mesin pabrik yang rusak dan mengeluarkan percikan api. Tidak ada korban tewas dari peristiwa ini, hanya beberapa karyawan terkena luka ringan. Parahnya, sang pemilik pabrik, Park Wan Soo dikabarkan dilarikan ke rumah sakit karena terkena serangan jantung akibat peristiwa ini. Sekarang, ribuan karyawan tengah menanti nasib mereka, pasalnya kemungkinan besar pabrik itu bangkrut dan akan ditutup’

aku tertegun membaca artikel yang menjadi deadline utama hari ini.

‘Park Wan Soo? Apakah mereka orang yang sama? Seingatku, Sung Rin tidak pernah cerita dia memiliki pabrik roti?’

Aku memutuskan berjalan masuk kerumah, mulai bersiap siap dan menjalani aktifitasku hari ini. sebelum kelas dimulai, ada baiknya aku menjenguk noona di rumah sakit terlebih dahulu

-o0o-

Author POV

“bagaimana paman? Apakah separah itu?” Hyuna bertanya pada pamannya dengan suara yang terdengar lemah dan putus asa.

Gadis manis itu tahu kalau kondisi perusahaan appanya sedang dalam keadaan yang buruk. Pabriknya di Mokpo hangus terbakar, semua investor menarik sahamnya, belum lagi sekarang memikirkan nasib karyawan karyawan yang bekerja disana, dan juga appanya yang masih terbaring lemah di rumah sakit.

“Hyuna~ya, masalah ini memang sangat berat. Tapi paman berjanji akan berusaha sekuat mungkin untuk membuatnya kembali seperti semula. Kau tenang saja”

“dengan cara apa paman? Bahkan semua investor menarik sahamnya kan?”

“mungkin, Paman akan mencoba mencari pinjaman. Jika tidak berhasil paman akan memikirkan cara lainnya”

Gadis itu menghela nafasnya. Tertunduk lemah lalu menyenderkan tubuhnya di kursi cokelat yang tegah ia duduki.

“baiklah~ aku pergi dulu”

Hyuna berjalan keluar dari ruanga pamannya. Dia berjalan tertunduk dan terlihat lesu. Sampai di lobi. Hyuna menghentikan langkahnya dan mengamati setiap inci bangunan besar itu.

‘apakah nantinya kami akan kehilangan perusahaan ini juga?’ batinnya

Gadis itu melanjutkan perjalanannya. Spertinya dia lebih memilih berjalan kaki ketimbang naik bus. Yang ada di pikirannya, sekarang dia harus benar benar menggunakan uangnya dengan baik. Hemat ! ya~ dia harus Hemat mulai sekarang.

Langkah kakinya terhenti saat matanya menagkap sebuah brosure yang terbang terbawa angin dan berhenti tepat di kakinya. Diambilnya kertas berwarna pink itu lalu menatapnya sekilas.

Sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya saat membaca tulisan di brosure kecil itu.

‘apa salahnya mencoba?’ pikirnya.

Dengan mood yang sedikit membaik, gadis itu berjalan ke sebuah restoran yang terletak tak jauh dari perusahaan appanya itu.

Seorang pelayan menyambutnya ramah tepat saat gadis itu melangkah masuk.

“ada yang bisa saya bantu, agasshi?”

“apakah benar disini sedang mencari karyawan untuk bekerja paruh waktu?”

“ne, benar sekali agasshi. Apa anda berminat?”

Hyuna menganggukan kepalanya beberapa kali atas lontaran pertanyaan dari sang pelayan. Kemudian, gadis itu digiring memasuki ruangan bosnya.

Setelah beberapa pembicaraan singkat gadis itu kini tengah mengganti pakaiannya dengan seragam kerjanya sebagai seorang waiters.

“Park Hyun Ah~ semangat!”  lontarnya.

-o0o-

“Kemana anak itu? Kenapa hari ini tidak masuk?”

Kyuhyun masih berkutat dengan laptopnya saat ini. tapi, pikirannya kacau. Yang ada di otaknya saat ini hanya Hyuna Hyuna dan Hyuna.

Kyuhyun berdecak sebal, entah kenapa otaknya terus memikirkan gadis manis itu.

Pria tampan itu melirik jam dipergelangan tangannya. Pantas perutnya terasa lapar, ini sudah jam 7 malam.

Dengan sigap, pria bermarga Cho itu menutup laptopnya dan mengambil mantelnya. Lalu berjalan dari gedung Cho Cooperation yang menjulang tinggi di tengah kota Seoul itu. Sepertinya sekarang waktunya memberi makan cacing cacing diperutnya yang sedang berdemo.

Kyuhyun masuk ke mobilnya yang terparkir di basemant, pria itu mulai menghidupkan mesin mobil kemudian berjalan ditengah kota seoul.

Suasana malam ini cukup ramai, walaupun begitu tidak menimbulkan macet sehingga mobil audi R8 miliknya bisa dengan lancar berjalan tanpa ada hambatan.

Mobil itu behenti di salah satu restaurant Jepang yang terbilang cukup mewah. Kyuhyun turun dari mobilnya dan melangkah masuk.

Beberapa pelayan menyambut kedatangannya dengan ramah, kemudian dia digiring menuju tempatnya duduk.

Tak lama seorang waiters datang dan memberikannya daftar menu. Tak butuh waktu lama pria itu memesan apa yang ingin dimakannya.

Setelah 15 menit menunggu, seorang waiters datang lagi membawakan pesanan miliknya. Namun, waiters ini beda dari yang sebelumnya.

“maaf menunggu terlalu lama, silahkan menikmati” ucapnya

Apa yang dilihat Kyuhyun cukup membuatnya terbatuk dengan keras akibat tersedak air mineral yang tengah ia minum.

Hyuna yang kaget dengan suara pelanggannya yang tengah terbatuk mencoba memberinya segelas air lagi, namun ia bertambah kaget saat melihat orang yang ada di depannya.

“so..song..songsaeng..nim?”

-o0o-

Hyuna terduduk kaku ditempatnya. Wajahnya menunduk tak berani menatap orang yang berada tepat didepannya dengan kedua tangan terlipat didada dan tatapan tajamnya yang seakan menuntut sebuah penjelasan.

Kyuhyun mulai bosan saat ini, hanya berdiam diri dan tak ada satupun kata yang keluar. Akhirnya dia membuka pembicaraan

“jadi..?”

Hyuna yang mengerti akan posisinya segera mengangkat wajahnya dengan perlahan.

“aku.. sedang butuh uang songsaengnim. Jadi aku bekerja di restaurant itu”

“jadi maksudmu kau akan bekerja di restaurant itu dan meninggalkan sekolahmu? Seperti hari ini? ”

“ani~ aku hanya bekerja paruh waktu, setelah pulang sekolah aku akan kerja disana. Untuk hari ini, aku ada alasan kenapa aku tidak masuk”

“apa?”

“apa aku perlu menjelaskannya pada mu Cho songsaengnim?”

“tentu !”

“wae?”

“karena kau muridku !”

“apa bisa itu disebut alasan? Lee songsaengnim, Park Songsaengnim, Kim songsaengnim… mereka semua juga guruku. Tapi aku tidak harus menceritakan semua kisah hidupku pada mereka”

“kau mau membantah Park Hyuna? Mau nilai bahasa Inggrismu jelek?”

“aissh~ kau selalu mengancamku dengan nilai”

“ceritakan !”

“ck ! arraseo~..Hari ini aku pergi ke perusahaan utama appaku. Pabrik roti keluarga kami yang ada di Mokpo hangus terbakar. Jadi aku pergi ke kantornya sekedar melihat keadaan. Dan benar saja dugaanku, perusahaan kami sedang mengalami krisis. Pamanku berjanji akan berusaha memulihkan keadaan seperti sebelumnya. Tapi aku pikir, aku tak bisa hanya menunggu dan menerima hasilnya saja. aku juga harus berusaha, setidaknya dengan aku bekerja paruh waktu aku dapat sedikit penghasilan dan tidak menyusahkan keluargaku yang sedang dalam masa krisis”

Kyuhyun terdiam mendengar penjelasan panjang yang terlontar dari mulut siswinya itu. Pikirannya lagi lagi dipenuhi dengan pertanyaan pertanyaan yang membutuhkan jawaban.

“apa kau pemilik Totty Bakery?” Kyuhyun mulai bertanya

“bukan , tapi itu punya appaku”

“haissh~ ya sama saja”

Gadis itu terkekeh kecil melihatnya gurunya yang kesal.

“tapi bagaimana kau bisa tahu songsaeng?” tanya Hyuna

“aku membaca berita di koran pagi ini”

Hyuna hanya mengangguk anggukan kepalanya mendengar jawaban Kyuhyun.

“kalau begitu, apakah appamu bernama Park Wan Soo?”

“darimana kau tahu?”

Dan kali ini Kyuhyun benar benar terdiam. Dugaannya benar kalau Hyuna adalah anak dari Park Wan Soo.

“hei.. Cho Songsaeng! Kenapa melamun? Aku sedang bertanya”

“ah ani~ kau tanya apa tadi?”

“Darimana kau tahu kalau dia adalah appaku?”

“aku.. aku kan sudah bilang aku membaca koran pagi ini” jawab Kyuhyun dengan gugup.

Hyuna yang menyadari gelagat aneh dari gurunya itu hanya menggeleng gelengkan kepalanya. Sementara Kyuhyun masih sibuk dengan pikiran pikiram yang bersarang di otaknya.

‘sekarang apa yang harus kulakukan? Mungkinkah ini jalan untuk menebus kesalahanku sebelumnya?’ batin Kyuhyun

“habiskan makananmu. Lalu setelah itu kuantar kau pulang”

Titah Kyuhyun pada Hyuna setelah sebelumnya mereka berdua hanya diam.

“tapi songsaeng, apakah tidak sebaiknya aku pulang sekarang? ini sudah malam dan aku takut eomma khawatir”

“eiiy~ makanan ini tidak gratis. Jadi kau harus menghabiskannya, lagipula kau aman bersamaku”

“tapi..”

“membantah? Ingat nilai bahasa Inggrismu Park Hyuna~~”

“yaak! Aisssh.. arraseo”

Hyuna POV

TRIIIING~

“baiklah anak anak. Pelajaran cukup sampai disini” suara Kim sogsaengnim menutup pelajaran disekolahku hari ini.

Aah~ padahal aku masih ingin berlama lama dengan pelajaran ini. Seni.. itulah pelajaran yang diajarkan Kim songsaengnim.

Aku benar benar suka pelajaran Seni, disamping itu aku juga sangat menyukai suara indah Kim songsaengnim saat bernyanyi. Kim Ryeowook, dialah guru seni terbaik disekolah ini. hihi~ XD

Ah aku lupa ! bukankah aku harus pergi ke tempat kerjaku? Aissh~

“yak! Kau mau kemana?” teriakan Hara membuat langkahku terhenti

“aku ada urusan~”

“urusan apa?”

“mian Hara~ya, aku belum bisa menjelaskannya. Aku sedang terburu buru. Aku pergi! Annyeong~”

“yak yak yak ! Park Hyunaaaaa”

Aku terus berjalan cepat tanpa mendengarkan teriakan Hara. Aku melihat jam yang menempel di pergelangan tanganku

“aissh! Hampir terlambat”

Aku mulai berlari menyusuri jalanan trotoar yang aku pijak. Tapi tiba tiba sebuah mobil berhenti tepat di sampingku. Aku tidak terlalu perduli dengan mobil itu dan melanjutkan perjalananku, namun aku merasa namaku dipanggil seseorang. Dengan cepat, kutolehkan kepalaku kebelakang.

“songsaengnim? sedang apa kau disini?”

“ikut aku sekarang!” titahnya. Oh ayolah~ aku sekarang benar benar tahu bahwa seorang Cho Kyuhyun itu adalah orang yang pemaksa .

“mwo?? Tidak bisa songsaeng, aku harus bekerja”

“ikut aku Park Hyuna!”

“jebal songsaeng, jangan sekarang. aku sedang terburu buru”

Aku mulai berbalik dan hendak meninggalkannya.

“PARK HYUN AH ! AKU BILANG IKUT DENGANKU” teriakannya sukses membuatku membeku. Pria itu membentakku untuk yang kedua kalinya. Oh Tuhan~ kenapa dadaku tiba tiba terasa sesak begini?

Kurasakan sebuah tangan menggenggam lembut pergelangan tanganku. Itu dia ! Cho songsaengnim !

Dengan sedikit tarikan dia membawaku masuk ke dalam mobilnya. Lalu dia pun duduk di tempat kemudi dan tak lama setelah itu mobilnya pun jalan.

Selama perjalanan aku hanya terdiam. Antara takut,gugup,kecewa menjadi satu, kurasa. Entahlah~ aku juga tidak tahu.

“Maaf karena sudah membentakmu” pria itu membuka suara

“gwenchana songsaengnim~”

“jika kau menuruti perintahku sejak awal, aku tidak akan membentakmu seperti tadi”

“ne~ mianhamnida..”

“tidak apa, kau tidak salah”

Suasana kembali hening. Entah kenapa jantungku bekerja lebih cepat dari biasanya. Keringat mulai mengalir dari pelipisku. Padahal aku yakin mobil ini berjalan dalam keadaan AC yang masih menyala.

Tenggorokanku terasa gatal, aku sedikit terbatuk dan membuat pria disampingku ini menoleh kearahku.

“gwenchana?”

“tenggorokanku terasa gatal songsaeng. Mungkin aku butuh air” jawabku jujur

“seingatku ada sebotol air mineral di belakang jok, coba kau cari”

Aku mengangguk dan mengulurkan tanganku ke jok belakang mobilnya, tapi aku tidak melihat atau menemukan air mineral itu.

“tidak ada songsaengnim”

“benarkah?”

Aku masih terus berusaha mencari, tiba tiba mobilnya berhenti di tengah jalan. Lampu merah kurasa.

Tanpa kuduga, pria itu ikut mengulurkan tangannya mencari cari air mineral itu. Dengan posisi kami sekarang, otomatis aku berada sangat dekat dengannya.

Aku menelan ludahku susah payah saat berhadapan langsung dengan wajahnya. Beruntung dia tidak melihatku karena matanya masih sibuk mencari cari air mineral itu.

“ah ini~”

Dia menemukannya dan langsung memberikannya kepadaku, aku yang masih terpesona olehnya belum sadar jika air itu sudah ada di tangannya dan ingin memberikannya padaku.

Diluar dugaanku, pria itu balas menatap wajahku dengan intens. Pandangan mata kami bertemu, dan dalam jarak yang sedekat ini, aku bisa lebih leluasa menatap mata cokelat yang terukir indah di kedua bola matanya.

Oh Tuhan~ jika ada yang bertanya siapa laki laki paling tampan di dunia ini, sudah pasti aku akan berteriak namanya, ya.. Cho Kyuhyun !

Perlahan wajahnya mendekat, aku sama sekali diam membeku. Antara bingung dan gugup menjadi satu. Aku hanya berharap dia tidak mendengar detak jantungku yang seakan ingin keluar.

Hidungnya menyentuh hidungku, pria itu.. Cho Kyuhyun memiringkan wajahnya berlainan arah denganku. Nafas hangatnya bisa kurasakan di skitar wajahku.

Aku memjamkan mataku, menerka nerkan apa yang akan terjadi selanjutnya. Tanganku mengenggam erat ujung rok sekolahku.

“……”

“…..”

‘TIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIINNNN TIIINNNNN’

Suara klakson mobil dibelakang kami membuatku tersadar dan langsung menjauh dari tubuhnya. Cho songsaengnim pun melakukan hal yang sama. Dengan cepat dia mulai menjalakankan mobilnya. Aah~ aku bahkan tak tahu lampu lalulintas itu sudah berubah menjadi hijau.

Bisakah kalian menebak apa yang terjadi sekarang? ya ! sudah pasti kami menjadi canggung.

Aku hanya bisa menunduk dan sesekali mengalihkan pandanganku keluar jendela. Cho songsaengnim juga terlihat tidak nyaman. Beberapa kali membenarkan posisi duduknya, menatap sekilas keluar jendela, berdehem dan sebagainya. Terlihat sekali dirinya sedang salah tingkah~

Perjalanan yang sudah memakan waktu cukup lama –menurutku- ini masih membuatku bingung, sebenarnya mau di bawa kemana aku ini.

“mmm~ songsaeng.. mian aku ingin bertanya. Sebenarnya kita mau kemana?” kuberanikan diri membuka suara dan bertanya padanya setelah kejadian memalukan tadi

“nanti kau juga akan tahu”

Aku mengangguk lalu diam setelah mendengar jawabannya.

Tidak lama setelahnya, mobil Cho songsaengnim memasuki area gedung besar yang terletak di tengah kota Seoul ini.

Dia memakirkan mobilnya di basement terdalam. Aku berpikir, bukankah basement terdalam itu biasanya tempat parkir khusus yang disiapkan untuk boss atau pemegang jabatan tinggi di perusahaan?

Mobil berhenti, dia turun darn dan aku mengikutinya.

Beberapa karyawan menyapanya saat kami berjalan di dalam gedung besar nan mewah ini. sementara aku berjalan menunduk di belakangnya.

Dia membawaku ke lantai atas dengan menggunakan lift, dan sejauh ini aku masih belum mengerti akan tindakannya. Aku hanya berharap sesuatau yang buruk tidak terjadi kepadaku.

Kami tiba di sebuah ruangan, Cho songsaengnim langsung duduk di kursi kebesaran yang terletak di belakang sebuah meja kerja. Aku mengernyitkan dahiku bingung saat meilhat tulisan dimejanya

‘Direktur utama – Cho Kyuhyun-‘

‘Sebenarnya dia seorang guru atau direktur?’ batinku

“duduk” ucapnya

Lalu aku duduk di sofa yang berhadapan dengannya, dia mengambil beberapa surat dan meletakkannya di depanku. Mengambil sebuah pulpen lalu memerikannya padaku

“tanda tangan”

“untuk apa? Ini apa?” tanyaku bingung

“kontrak”

“kontrak? Kontrak apa songsaengnim~”

“kontrak kerja denganku”

“ahh~ kontrak kerja..”

Aku menganggukkan kepalaku mengerti, aku hendak menandatanganni surat itu saat aku menyadari sesuatu..

“MWO?? KONTRAK KERJA????

.

.

.

.

.

.

.

-TBC-

Advertisements

96 thoughts on “Oh ! My Songsaengnim (Part 2/?)

Add yours

  1. Kasian Hyuna Perusahaan milik appa nya hapir bangkrut hiks 😥
    Wah kayak nya kyuhyun punya masa lalu yg kelam 😦
    Wuah Kyuhyun sm Hyuna Lucu and ngegemesin suka banget sm karakter nya 😀
    Panasaran banget sm part selanjut nya >.<

  2. MWOOO??? TBC??? *niru gaya Hyu Na
    Astagaaa,, makin seru critanya,, ternyata ada kaitan sma masa lalu Kyu ya..
    Hmmm,, makin penasarannn..

  3. Kasihan sekali hidup Hyun Ah, padahal dia kelas 3 dn mendapat cobaan seperti itu dikeluarganya. Btw, siapa perempuan yg ada dlm mimpi Kyuhyun? Mantan kekasih kah? Dan apa hubungannya dengan keluarga Hyun Ah?

  4. Hahahaha, pasti ekspresinya lucu banget pas kaget.. Kyu itu pasti selalu maksa di setiap karakter, tapi itu yang bikin aku tertarik selalu baca ff dengan cast kyuhyun. Pasti seru, apalagi dia jadi pengusaha muda…

    Lanjut part berikut, keep writing!

  5. Kontrak krj apa coba
    Heeee
    Emm jdi sebnre kyuhyun bantuin hyun ah krn menyukai dy ato krn merasa bersalah di masalalu? Emm mch penasaran.. nex y eonn

  6. jd niat awal kyuhyun mau bantu hyunah buat nebus kesalahan dia sama sungrin… ah trs makanya mereka nanti jatuh cinta aaaahh

  7. Si sungrin itu kakaknya hyuna apa? Hhmm kyanya dia beneran bunuh diri ya trs keluarganya nyalahin si kyuhyun.

    Duhhh mau jg dong dikasih kontrak kerja sama kyuhyun hehehe

  8. Ha? Baru kebaca sekarang. Hyuna itu adik sung rin, mungkin Kyuhyun pacarnya sungrin dulu. Tapi sung rin meninggal, dan Kyuhyun merasa bersalah.
    Wkwkwkwk, tebak2 manggis dulu 😀
    Next

  9. Mantannya kyu ternyata kakaknya hyuna, bener gak???? Hihi
    Kyu nawarin hyuna kerja gtu secara gak langsung kyu nebus kesalahan nya sama keluarga hyuna kan?????
    Makin penasaran ajanihhh, kira2 kerjaan apa yg dikasih kyu buat hyena yaaaaa

  10. Hahaha kayak nya nyawa hyuna blm kembali ketempat nya saat kyuhyun blng kontrak kerja, bbrp detik kmudian bru dah kmbli nyawanya n menyadari kyuhyun memberikan kontrak kerja

  11. Wanita dalam mimpi kyuhyun itu kakak Hyuna kah?
    Apa dulu kakanya Hyuna pernah berpacaran dengan Kyuhyun lalu ada masalah?
    Pembunuh itu makaudnya siapa dan siapa yang dibunuh?
    Kalau hyuna kerja di tempat kyuhyun pasti sering bertemu 😄

  12. Kayaknya nanti hyunna bakalan sakit hati atas semua tindakan kyuhyun setelah tau kebenarannya.. 😫😫

    Kayaknya kyuhyun ada something sama keluarga hyuna

  13. kasihan hyuna ayahnya sakit perusahaannya hampir failed dia harus bekerja untuk meringankan beban keluarganya. penasaran ekpresi hyuna pas dengar kyu. hyuna fighting

  14. Sungrin siapa kyuhyun dan siapa hyuna jg…kenapa kyuhyun merasa bersalah terhadap sunggrin…makin seru dan makin menarik…hyuna kerja sebagai apa tu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: