3o Days (Part 4/?)

30 days_副本

 

Tittle      : 30 Days

Author  :  Helma Trianda

Cast        :

-Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

– Choi Sooyoung

PG            :  15

Genre     :   Romance

Happy Reading~ 

‘Tuhan apa yang harus ku lakukan sekarang’, batin kyuhyun.
Kyuhyun memberanikan diri untuk menyalakan mobil. Sekelebat bayangan tentang kecelakaan itu terputar di otaknya. 
“apa aku sanggup melakukannya”, tanya nya pada diri sendiri.

Author POV
Kyuhyun menatap siwon yang pingsan. Kyuhyun mulai menginjak gas dan menjalankan mobil dengan hati-hati. Kenangan akan kecelakaan itu terus berputar di otak nya. keringat dingin mulai keluar dari tubuh nya. kalau bukan demi sahabat nya dia tidak akan mau melakukan ini.
Tiba-tiba siwon membuka mata nya dan menatap kyuhyun lalu ia tersenyum. Siwon membenarkan posisi duduk nya dan membenarkan baju nya. kyuhyun yang menyadari itu langsung menginjak rem.
“KAU!!”, teriak kyuhyun.
“wae?”, tanya siwon yang masih sibuk membenarkan rambutnya di kaca spion mobil.
“bukankah kau tadi pingsan. Jangan-jangan kau….”,
“sudahlah jangan permasalahkan hal itu. yang penting sekarang aku berhasil membuatmu mengendarai mobil kan”, kata siwon dengan senyum khas nya itu.
“kau ini benar-benar”, kata kyuhyun dengan nada kesal.
“sudahlah tidak perlu marah padaku. Kau seharusnya berterima kasih karena sudah ku bantu”,
“cepat jalankan mobil nya”, kata siwon semangat
Kyuhyun mulai mengendarai mobil nya. awalnya memang sedikit tegang tapi lama-kelamaan sudah biasa. Dan mereka mulai mengelilingi kota seoul. Kyuhyun yang menyetir tentunya.

Siwon POV
Sepanjang hari kami hanya menghabiskan waktu berkeliling jalan kota Seoul. Kyuhyun yang menyetir. Ia terlihat senang hari ini. Hari sudah malam. Kami merasa lelah. Kami berhenti di sebuah taman. Aku dan kyuhyun duduk di bangku yang ada di taman. Kami meminum minuman yang tadi kami beli saat mengelilingi jalanan seoul.
“siwon-ah, gomawo”,
“untuk apa?”, tanyaku lalu meneguk minuman ku.
“hari ini, kau membuatku berani mengendarai mobil lagi”,
“itulah guna nya sahabat”, kata ku sambil tersenyum
“siwon-ah, aku ingin menanyakan sesuatu padamu”, ucapnya
“menanyakan apa?”, tanya ku lalu ku menoleh menatap nya.
Dari raut wajah nya ia terlihat serius sekali. Apa yang akan ditanyakannya. Seperti nya masalah serius.
“apa kau….. menyukai soo young?”,
Pertanyaan macam apa ini?. Kenapa ia menanyakan ini. Oh Tuhan! Apa yang harus ku jawab.
“kyuhyun-ah, apa kau yang kau bicarakan”, elakku gugup.
“siwon-ah, aku ingin kau jujur padaku. Katakan padaku bagaimana perasaan mu terhadap soo young”, cecar kyuhyun.
Jujur, aku gugup. Aku kembali meneguk minuman yang ku pegang. Aku terus meneguk nya sambil berfikir bagaimana cara menjawab nya. sampai minuman itu habis aku tidak menemukan caranya. Tuhan, bagaimana ini.
Aku membuang minuman ku yang sudah habis ke sembarang tempat. Ku kembali manatap kyuhyun. Raut wajah nya sangat serius.
“siwon-ah,”, ucapnya
“kyuhyun-ah, kenapa kau menanyakan hal konyol seperti itu. sudahlah. Khajja, kita pulang. Hari sudah malam”, kata ku untuk menghindari pertanyaan kyuhyun.
Aku tidak ingin dia mengetahui perasaan ku terhadap soo young yang sebenarnya. Karena itu akan membuat luka di hati nya semakin dalam. Tapi aku juga tidak bisa berbohong pada kyuhyun. Tuhan, kenapa jadi begini.
“jangan menghindar”, kata kyuhyun.
“cepat jawab”, desak kyuhyun.
“ya, aku menyukai” jawabku jujur.
“sebagai seorang teman”, lanjutku gugup. Dan ini adalah perkataan bohong ku.

Kyuhyun POV
“ya, aku menyukai” jawab siwon.
“seperti seorang teman”, lanjutnya.
Jujur, aku tidak percaya pada kalimat terakhir nya.ia terlihat gugup saat mengatakan kalimat terakhir. sebagai teman? Itu bohong. Selama ini siwon tidak pernah mau dekat dengan wanita manapun apapun alasannya. Dia tidak pernah mau berbicara dengan wanita kecuali dengan bibi nya.
Tapi semenjak soo young hadir. Siwon berubah. Berubah 180 derajat . walaupun ia selalu bertengkar dengan soo young. Tapi bertengkar itu bicara bukan. Kalau siwon diam, tidak akan terjadi pertengkaran.
‘Haish! Kyuhyun babo! Kenapa kau baru menyadari kalau sahabat mu ini menyukai soo young. Sekarang tidak mungkin siwon mengatakan yang sebenarnya. Siwon-ah minhe. Aku baru menyadari nya sekarang’, batin ku
“siwon-ah, apa yang kau katakan itu jujur”, tanya ku menyelidik.
“tentu saja”, ucap nya gugup.
Kenapa ia tidak mau jujur padaku. Apa ia takut aku sakit hati.
Dasar! Choi Siwon Babo! Aku tidak akan marah pada nya. lebih baik soo young bersama mu dari pada orang lain. Setidak nya aku tahu kalau kau tidak akan menyakiti nya. aku tahu dirimu. Aku tahu kau akan menjaga soo young dengan baik.
Tapi aku tidak yakin kalu aku tidak akan merasa sakit hati jika nanti melihat mu dengan nya.
“sudahlah! Khajja, kita pulang. Sudah malam”, ucap nya sambil menepuk bahu ku dan tersenyum.
‘menghindar lagi’ , batin ku
Aku melihat nya berjalan menuju pintu bangku setir.
“Yak! Aku yang mengendarai mobil!”, teriak ku lalu menghampiri nya.
Tapi terlambat, ia sudah duduk di bangku setir.
“jatah mu sudah habis hari ini. Cepat naik. Aku antar kau pulang”, kata nya sambil tersenyum puas.
“arraseo,, arraseo”, kata ku lalu duduk di sebelah nya.
Sesampai nya di rumah. Aku langsung keluar dari mobil siwon dan berjalan menuju rumah ku.
“kyuhyun-ah”, panggil nya.
Aku pun membalikkan badan dan menatap nya
“wae?”,
“besok aku tidak akan menjemputmu. Jadi bawalah mobil. Jangan minta diantar supir, arraseo”, ucap nya lalu pergi.
MWO! Naik mobil! Sendiri! apa dia sudah gila. Aku baru saja mengendarai mobil hari ini. Dasar ! aku harus bagaimana sekarang. Kalau minta di antar supir, dia akan mengomeliku. Kalau mengendarai mobil, aku belum siap.
Haish! Dasar Kau Choi Siwon!

Siwon POV
Ku hempaskan tubuh ku di tempat tidur. Lelah sekali hari ini. Aku kembali mengingat kejadian di taman tadi.
“kenapa kyuhyun bertanya seperti itu”, gumam ku.
‘sebenarnya apa yang ia pikirkan? Apa dia kira aku menyukai soo young’, tanya ku dalam hati.
“Andwe, dia tidak boleh mengetahui nya. ini pasti akan menyakitkan untuk nya”,
Kyuhyun-ah, mianhe. Karena aku membohongi mu tadi.
Aku beranjak menuju kamar mandi. ingin membersihkan diriku. Setelah mandi aku memakai baju lalu berbaring di tempat tidur dan menarik selimut.
‘tapi sampai kapan aku bisa menahan perasaan ku pada soo young’, batin ku.

Soo young POV
Matahari mulai berusaha masuk ke kamar ku melalui celah jendela. Aku merasa ada orang yang menggoyang-goyang kan badan ku. Tapi aku tidak bergeming. Aku masih ngantuk.
“soo young-ah, bangun!”, teriak seseorang. Ku rasa itu adalah luna. Karena hanya ada dia yang berani meneriakiku di rumah ku.

“soo young-ah, bangun! Siang ini kau ada jam kuliah kan?!”, teriak nya lagi sambil menggoyang – goyang kan badan ku.
Aku menggeliat kecil di tempat tidur. Perlahan ku buka mata ku. Kulihat luna sudah berkacak pinggang dan berdiri di depan ku.
“apa hidupmu seperti semenjak ku tinggal waktu itu”, ucap nya dengan nada kesal.
Aku merubah posisiku menjadi duduk. Jujur, aku malas untuk pergi ke kampus. Aku masih memikirkan kata-kata luna waktu itu. kemarin, aku hanya berdiam diri di kamar. Apa yang harus kupilih? Dua-dua nya sama-sama menyakitkan.
“cepat mandi, kau harus kuliah”, ucap nya.
‘ucapannya sama saja seperti eomma’, batin ku
Aku beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi. selesai mandi, aku bersiap-siap. Aku hanya memakai jeans hitam panjang, kemeja putih polos dan cardi berwarna biru. Sangat simple. Jujur, aku malas ke kampus hari ini. Tapi kalau aku tidak ke kampus, maka luna akan mengomeliku sepanjang hari. Aku sudah siap. Ku lihat seluruh sudut kamar ku.
“kemana dia? Apa dia sudah di luar?”, tanya ku pada diri sendiri
Aku pun keluar rumah. Kulihat mobil ku sudah terparkir di depan rumah. Pasti luna yang mengeluarkan nya dari bagasi. Aku pun berjalan menuju mobil. Lalu aku masuk. Aku terkejut melihat orang di samping ku. Siapa dia? Apa yang sedang namja ini lakukan di dalam mobil ku?
“Yak! Kau Siapa?! Kenapa ada di dalam mobil ku?”, teriakku sambil memukuli nya dengan tas ku.
“Yak! Soo young-ah Hentikan! Aku ini Luna!”, ucap nya
“MWO!?!”, ucap ku tak percaya lalu ku hentikan aksi ku memukul nya.

“Luna seorang yeoja bukan namja!”, teriak ku lagi.
“Apa kau lupa ia siapa?”,
“seorang penyihir. Tapi apakah seorang dapat berubah dari yeoja menjadi namja?”,
“tentu saja bisa! Dasar Bodoh!”, ucap nya lalu menjitak kepalaku.

“appo”, kataku sambil mengusap kepala ku. Lalu ia menyalakan mobil.
“tapi kenapa kau berubah menjadi namja?”, kataku yang masih mengusap kepala ku.

“untuk membantu mu”, jawab nya singkat.

“membantu ku?”. Dia hanya mengangguk.
“aku akan membantu mu mengetahui bagaimana perasaan siwon padamu”, katanya lalu menyalakan mobil dan mengendarai nya.
“kalau siwon mencintai mu itu berita bagus bukan?”,
“Kalau siwon mencintai ku itu berita buruk bukan berita baik. Kalau ia mencintai ku bukankah akan menyakitkan bagi nya jika aku pergi nanti”, ucap ku sambil tertunduk
“akan lebih menyakitkan kalau kau sudah pergi tapi ia belum sempat menyatakan cinta nya pada mu”. Aku hanya diam.

‘kalau benar itu terjadi. Apa aku sanggup meninggalkan nya?’, tanyaku dalam hati.
“soo nyoung-ah”, panggil luna.

“wae”, jawab ku tanpa menatap nya.

“nanti aku akan berpura-pura menjadi namjachingu mu”,
“MWO!?”, kata ku kaget lalu menatap nya tajam. Menjadi namjachingu ku?apa dia sudah gila!
“kau kan yeoja bagaimana bisa menjadi namjachingu ku? Aku masih normal!”,
“tadikan ku bilang hanya pura-pura. Lagi pula aku kan sudah berubah menjadi namja. Orang-orang tidak akan tahu kalu aku ini seorang yeoja.” Jelas nya.

“tapi untuk apa kau jadi namjachingu ku?”,

“untuk melihat sikap siwon”,
“aku yakin kau tidak akan mengerti.ikuti saja rencana ku. Jadi lebih baik kau berperan sebaik mungkin menjadi yeojachingu ku, arraseo”, lanjut nya.
Haish! Sebenar nya apa yang di pikirkan oleh nya. aku sungguh tidak mengerti.
“ingat, nama ku adalah lee sungmin. Jadi jangan memanggilku dengan nama luna tapi sungmin arraseo”,
“lee sungmin? Arraseo luna, eh maksud ku sungmin-ah”,
“tapi kurasa akan lebih baik kalau kau panggil aku chagia”, kata nya yang masih fokus menyetir.
“Mwo! Kau gila ! shireo, itu memalukan”, tolak ku.
“kan hanya pura-pura. Kalau siwon marah mendengarmu memanggilku chagia berarti siwon mencintai mu”, jelas nya.
Benarkah? Sejujur nya aku juga ingin mengetahui perasaan siwon terhadap ku. Mungkin ini bagian dari rencana luna. Ya sudahlah aku turuti saja.
“arraseo,, arraseo”,

Siwon POV
Aku baru saja selesai kuliah. aku hanya ada kuliah pagi hari ini. Ku lirik jam tangan yang melingkar di tangan kiri ku.
“sudah siang. Seharus nya kyuhyun sudah ke sini. Apa dia takut mengendarai mobil sendirian”, gumam ku.
Aku pergi ke parkiran untuk menaruh buku-buku yang ku bawa dan sekaligus melihat apakah mobil kyuhyun sudah ada di parkiran atau tidak. Aku sudah sampai di parkiran. Ku edarkan pandangan ku ke seluruh sudut parkiran tapi aku tidak menemukan mobil kyuhyun.
“kemana dia”, gumam ku sendiri.
Lalu ku buka pintu mobil dan menaruh buku-buku ku. Setelah itu ku kembali menutup pintu mobil. Lalu ada sebuah mobil yang datang dan parkir di sebelah mobilku. Seorang yeoja keluar dari pintu mobil.
‘soo young’, kata ku dalam hati.
“siwon-ah”, ucap nya sambil tersenyum.
Kenapa aku jadi malah gugup begini. Tenanglah choi siwon. Ingat, sahabat mu mencintai nya.
aku hanya membalas nya dengan senyuman.
“chagia”, ucap seseorang yang keluar dari mobil soo young.

‘siapa dia? Kenapa memanggil soo young chagia?’ , tanya ku dalam hati.
Namja itu mendekati soo young. Dan tangan kiri nya langsung melingkar di perut soo young. Apa-apan ini?
“chagi, siapa dia?”, tanya namja itu pada soo young.

“dia choi siwon”, jawab soo young dengan nada gugup. Kenapa ia gugup?
“lee sungmin imnida. Aku namjachingu nya soo young”,
DEG!!!
Seperti ada petir yang menyambar hatiku. Ucapan namja itu bagai silet yang menyayat-nyayat hati ku. Sakit. Perih. Semuanya menjadi satu.
Mwo? Namjachingu soo young? Sejak kapan mereka pacaran? Kenapa soo young tidak pernah memberitahu ku?
“choi siwon imnida. Aku teman nya soo young”, kata ku sambil tersenyum miris melihat mereka berdua.

“kami pergi duluan ya”, ucap soo young lalu mereka pergi.
Aku membuka pintu mobil , masuk dan ku tutup pintu nya. tubuh ku bagaikan tersengat listrik beribu-ribu volt. Tubuh ku lemas. Aku hanya menatap lurus ke depan. Kenapa aku kembali merasakan sakit seperti ini. Dulu aku pernah mengalaminya. Dan sekarang, untuk kedua kali nya. kali ini terasa lebih sakit.
“siwon-ah seharus nya kau tidak mencintai nya. seharusnya kau tidak membiarkan siapapun masuk ke hati mu”, kata ku pada diri ku sendiri.
Aku menutup mataku dan mengeluarkan nafas panjang. Sungguh ini terlalu menyakitkan.
“kau bodoh choi siwon! Kau bodoh! Kau bodoh karena mencintai nya!”, teriak ku pada diri sendiri.
Tiba-tiba seseorang mengetuk kaca mobil ku. Ku buka kaca pintu nya.
‘kyuhyun? Kapan dia datang? Sejak kapan dia berada di pintu mobil ku? Apa dia mendengar ucapan ku tadi?’, tanya ku dalam hati

Kyuhyun POV
Ku sampai di kampus lalu aku memarkirkan mobil. Ku edarkan pandangan ku ke seluruh sudut parkiran untuk mencari mobil siwon. Kalau mobil nya masih ada berarti dia masih ada di kampus. Aku ingin menunjukkan pada nya bahwa aku bisa membawa mobil sendirian. Ku lihat siwon memasuki mobil nya. aku langsung berlari ke tempat mobil siwon. Saat aku ingin mengetuk kaca mobil nya. ku dengar ia berbicara sendiri.
“siwon-ah seharus nya kau tidak mencintai nya. seharusnya kau tidak membiarkan siapapun masuk ke hati mu”,
Apa yang sedang ia bicarakan? Apa dia sedang membicarakan soo young?
“kau bodoh choi siwon! Kau bodoh! Kau bodoh karena mencintai nya!”, teriak nya.
Apa ini? Apa dia menyesal mencintai soo young? Apa ini semua karena aku mencintai soo young juga?
‘kyuhyun babo! Kenapa kau menyadari kalau kau menghambat kebahagiaan sahabat mu! Membuat sahabat mu merasa bodoh karena mencintai yeoja yang sama dengan diri mu!’, sesal ku dalam hati.
Aku mengeluarkan nafas panjang. Ku ketuk kaca mobil nya. lalu ia membuka nya. dari raut wajah nya aku tahu kalau ia terkejut. Ia pasti bertanya-tanya dalam hati. Kenapa aku di sini? Sudah berapa lama aku di sini? Dan apa aku mendengar ucapan nya barusan?
“siwon-ah, keluarlah”, ucap ku sambil tersenyum.
Aku berusaha bersikap sewajar nya supaya ia tidak curiga kalau aku mendengar ucapannya tadi. Lalu ia keluar dari mobil nya. aku menunjuk mobil ku yang berada agak jauh dari mobil siwon.
“itu mobil ku. Aku membawa nya sendiri ke sini. Aku berhasil melakukan nya kan?”, kata ku membanggakan diri.
“jinja? Tapi aku tidak percaya. Mungkin saja kau diantar supir mu dan supir mu kau suruh bersembunyi di mobil”, ucap nya meremehkan ku. Berani sekali dia meremehkan kehebatan seorang iblis seperti ku.
“haish kau ini. Selalu saja meremehkan ku. Semua nya bisa di lakukan oleh seorang cho kyuhyun”, ucap ku sambil menepuk-nepuk dada ku.
“tapi ada yang tidak bisa kau lakukan”
“jinja? Apa itu?”,
“berhenti bermain PSP dan menonton film yadong”, ucap nya sambil tertawa.
“kalau itu sudah bagian dari hidup ku. Aku tidak bisa melepaskan nya”,
Ia hanya tertawa mendengar ucapan ku. Lalu kami berjalan jalan menuju kampus.

Soo young POV
Hari sudah malam. Aku baru pulang dari kampus. Hari ini aku sungguh kesal pada luna. Bukan, maksud ku sungmin. Eh, tapi kan dia luna. Aaaaaaaa! Entah lah aku di buat pusing oleh nya. dia sungguh membuat ku kesal. selama di kampus ia terus bersama ku. Ku kira, ia hanya akan menjadi pacar ku jika di depan siwon. Sungguh, itu membuat ku risih. Tangan nya terus melingkar di perut ku. Bagaimana pun dia adalah perempuan. Haish! Luna! Kau membuat ku kesal hari ini!.
Ku hempaskan tubuh ku di sofa. Kulihat sungmin jelmaan dari luna itu duduk di sofa yang berada di depan ku.
“kau sudah puas?”, tanya ku pada nya.
“aku?”, tanya nya sambil menunjuk diri nya.

“belum”, lanjut nya tersenyum tanpa dosa. Tidakkah dia sadar kalau aku sangat kesal pada nya.
“waeo? Apa kau kesal pada ku?”,
Aku tidak menjawab. Diam dengan memendam beribu-ribu kekesalan di hati.
“soo young-ah, aku punya kabar baik untuk mu”, ucap nya.
“kabar apa?”, tanya ku yang masih tetap berbaring di sofa.
“ini tentang perasaan siwon”,
Mendengar ucapan sungmin yang merupakan jelmaan dari luna itu aku langsung merubah posisi ku menjadi duduk. Aku menatap nya dengan serius. ‘perasaan siwon?’, tanya ku dalam hati.
“apa kau ingat kalau tadi aku menyuruh mu berhenti saat kita sedang menaiki anak tangga menuju kampus mu”,
Lalu aku terdiam berusaha mengingat kejadian itu.

Flashback
“lee sungmin imnida. Aku namjachingu nya soo young”, ucap sungmin.
“choi siwon imnida. Aku teman nya soo young”, kata siwon sambil tersenyum.

“kami pergi duluan ya”, ucap ku lalu pergi.
Sungguh aku kesal pada sungmin jelmaan luna ini. Apa – apaan itu tadi? Aku namjachingu nya soo young. Mwo? Ku rasa rencana nya itu salah.
Aku melepaskan tangan sungmin dari perut ku. Tapi bukan nya terlepas tapi malah mengeratkan nya.
“luna lepaskan tangan mu dari perut ku”, ucap ku pelan sambil menaiki anak tangga..

“jika kau seperti ini, mereka akan berfikir kalau kau adalah namjachingu ku”, ucap ku memohon karena orang-orang di sekitar kami melihat dengan tatapan penuh dengan tanda tanya.
“biarkan saja. Permainan ini menarik bukan?”, ucap nya santai.
Luna! Kau sunguh membuat ku naik darah! Sikap nya ini bisa membuat orang-orang salah paham.
“berhenti”, kata nya tiba-tiba.

“waeo?”, tanya ku bingung. Kami berhenti di pertengahan anak tangga.
“ssshhttt”, kata nya sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir merah nya.
Aku hanya memperhatikan nya. kenapa kami berhenti di sini?. Tiba-tiba ia tersenyum senang.
“sudah ku duga”, kata nya sambil tersenyum.
“apa yang kau duga?”, tanya ku bingung.
“anni. gwenchana. Khajja, kita masuk”, ajak nya. sungguh aku bingung di buat nya.
Flashback End

“ah iya, aku ingat. Waeo?”, tanya ku.
“sebenar nya saat itu aku mendengar siwon mengucapkan sesuatu”
“ha? Apa kau sudah gila. Jarak kita dan siwon jauh saat itu. aku saja tidak mendengar apapun”
“Yak! Apa kau sudah lupa siapa aku,eoh?”, tanya nya dengan nada yang meninggi.
“iya , iya. Mianhe, aku lupa”,
“saat itu aku mendengar siwon berkata ‘siwon-ah seharus nya kau tidak mencintai nya. seharusnya kau tidak membiarkan siapapun masuk ke hati mu’ lalu ia juga berkata ‘kau bodoh choi siwon! Kau bodoh! Kau bodoh karena mencintai nya!’ bergitu kata nya”
Ha? Benarkah siwon berkata seperti itu. apa itu artinya ia mencintai ku. Haish, soo young-ah jangan besar kepala dulu.
“benarkah ia berkata seperti itu?”, tanya ku untuk meyakinkan. Sungmin mengangguk.
“mungkin saja perkataan itu di tujukan buat orang lain bukan aku”,
“apa kau bodoh! Ia berkata seperti itu setelah bertemu dengan kita. Kalau perkataan nya bukan untuk mu lalu siapa? Aku? Memang nya dia homo mencintai seorang pria?!”, bentak nya.
Benar juga apa yang ia katakan. Haish, kenapa urusan cinta begitu rumit.
“kenapa kau bodoh sekali dalam menghadapi persoalan cinta seperti ini”, kata nya sambil memegangi dahi nya.

“o iya, aku kan belum mengajari mu soal cinta. pantas saja kau seperti ini”, lanjut nya.
“haish! Sudahlah aku pusing memikirkan nya. aku lelah aku ingin mandi”, kata ku lalu pergi ke kamar mandi.
‘siwon mencintai ku? Benarkah?’ , tanya ku dalam hati.

Siwon POV
Matahari pagi mulai masuk menerobos kaca jendela kamar ku. Aku sungguh malas pergi ke kampus hari ini. Aku tidak ingin melihat pasangan soo young dan sungmin itu. bagaimana kalau kyuhyun tahu? Dia pasti akan patah hati. Tiba-tiba, seseorang masuk ke kamar ku.
“kyu”, kata ku lalu ku rubah posisi ku menjadi duduk. Ia menghampiri ku.
“Yak! Kuda, cepat bangun. Apa kau tidak ingin ke kampus hari ini?”, tanya nya ketus. Dasar! Apa dia ingin balas dendam dengan ku?
“aku sedang malas ke kampus hari ini”, jawab ku santai.
“Kuda! Cepatlah bangun!”, kata nya yang mulai kesal.

“kuda, apa susah nya kau bangun. Kau tinggal bangun lalu mandi kemudian bersiap-siap”, lanjut nya.

“Kuda! Cepatlah!”,
Kyuhyun mulai mengoceh panjang lebar sambil berjalan mondar-mandir di depan ku. Aku tahu, kyuhyun tidak akan bisa menyeret ku karena badan ku lebih basar dari nya. tapi, aku sudah tidak tahan mendengar ocehan nya itu.
“arraseo… arraseo!”, kata ku lalu beranjak menuju kamar mandi.

Author POV
Terlihat dua mobil mewah terparkir di halaman universitas DAESANG. Lalu keluar lah dua namja tampan dari masing-masing mobil. Dan seperti biasa, mereka di sambut dengan teriakan-teriakan para gadis di universitas itu. mereka hanya membalas nya dengan senyuman. Saat mereka hendak berjalan meninggalkan mobil mereka. Tiba-tiba sebuah mobil terparkir di sebelah mobil kyuhyun. Lalu keluar lah soo young dan sungmin.
‘siapa pria itu? kenapa pria itu keluar dari mobil soo young?’, batin kyuhyun
“kyuhyun-ah”, kata soo young yang melihat kyuhyun. Soo young belum menyadari kalau siwon ada di belakang kyuhyun. Siwon hanya memperhatikan mereka sambil bersandar di mobil nya.
Sungmin mendekati soo nyoung dan lagi-lagi tangan sungmin melingkar di perut soo young. Kyuhyun terkejut melihat nya.
“chagia, siapa dia?”, tanya sungmin.
“dia teman ku”, jawab soo young.
“lee sungmin imnida. Aku namjachingu nya soo young”, kata sungmin sambil mengulurkan tangan.
‘mwo namjachingu nya soo young?aku tidak pernah tahu. Kenapa soo young tidak pernah cerita pada ku?’, batin Kyuhyun.
“cho kyuhyun imnida. Aku teman nya soo young”, kata kyuhyun sambil membalas uluran tangan nya.
Setelah itu mereka melepaskan jabatan tangan mereka dan berlalu dari hadapan kyuhyun. Siwon yang sedari tadi memperhatikan mereka langsung menghampiri kyuhyun.
“gwenchana?”, tanya siwon
“gwenchana”, jawab kyuhyun.

“tapi kenapa kau bertanya seperti itu?”, lanjut kyuhyun
“aku hanya ingin tahu bagaimana keadaan mu saja”, ucap siwon.
“sudahlah, jangan pikirkan hubungan soo young dan sungmin. Aku yakin suatu saat nanti kau akan memiliki soo young”, ucap siwon untuk menenangkan kyuhyun sambil menepuk-nepuk bahu nya.
“jadi kau sudah tahu hubungan mereka?”,
“ne. Aku mengetahui nya kemarin”
“gwenchana?”,
“gwenchana”, jawab siwon.

“kenapa kau bertanya seperti itu pada ku?”, lanjut siwon
“aku kan hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan mu saja”,
“don’t copy me, kyuhyun”,
“siwon-ah, sampai kapan kau ingin menyembunyikan nya dari ku?”, tanya kyuhyun

‘bicara apa dia? Apa dia ingin menanyakan tentang perasaan ku terhadap soo young? Kyuhyun-ah, jangan tanyakan itu lagi.’ Ucap siwon dalam hati
“menyembunyikan apa?”, tanya siwon agak gugup.
“sudahlah jangan mengelak lagi. Cepat katakan padaku”, cecar kyuhyun.

“kau mencintai soo young kan?”, tanya kyuhyun sambil menatap siwon serius.
‘benar. dia menanyakan nya lagi’, batin siwon.
“waktu itu kan sudah ku bilang kalau aku…”,
‘mencintai soo young’ kata siwon dalam hati.
“tidak mencinyai soo young”, kata siwon gugup.
“kau berbohong lagi”, kata kyuhyun.

“sudahlah. Kalau tidak mau mengaku juga tidak apa-apa. Aku juga sudah tahu kalau kau mencintai soo young. Sebenar nya aku merelakan soo young jika ia bersama mu. Tapi aku tidak rela jika soo young bersama namja yang bernama sungmin itu”, kata kyuhyun panjang lebar.
Siwon langsung menatap kyuhyun tajam, ‘MWO! Kyuhyun mengetahui perasaanku?! Merelakan ku bersama soo young?! Apa itu arti nya dia…?’,

~~To Be Continue~~

5 thoughts on “3o Days (Part 4/?)

Add yours

  1. Makin rumit..
    Jd Soo nya suka sama siapa? Siwon jg?
    Eiyy soo~ kyu mau di kemanain kalo gt? 😐
    lanjut ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: