Second Chance ( Sequel of ‘’Waiting For Happiness”) PART B/END

Butterflies_wallpapers_260dd_副本

Title                                       : Second Chance ( Sequel of ‘’Waiting For Happiness”) PART A

Author                                  : Dyah Ayu Pytaloka

Main Cast                            : -Cho Kyuhyun –Park Hyun Ah –Cho Hyun Rin

OC                                          : -Seohyun –Lee Donghae  -Park Sung Rin

Genre                                   : Sad,Romance

PG                                           : 15

Length                                  : Part

Desclimer                            : cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^

*Recommendation Song*

-Crying by SISTAR

-Bad Oppa by Jessica, Seohyun, Tiffany

-Your Eyes by Kyuhyun and Yesung

Happy Reading~

Preview..

“HYUN AH~YA AWAAS!!!” teriak eonnieku tiba2

“mwonde eonnie?” aku yang masih belum tahu ada apa menjawab dengan santainya

“YAK ! PARK HYUN AH !!!!!!”

‘DUUUKK !!’

“Awwwwwwwwww !”

‘BRAAAAAAAKKK!!!’

“ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE !!!”

And Part B start~

Kyuhyun POV

Aku menatap nanar gundukan tanah yang masih berwarna merah di depanku. Masih terdengar jelas ditelingaku isakan isakan kecil dari orang orang yang hadir disini. Tubuhku serasa mati, untuk bergerak pun susah. Kaki ku terasa lemas, tapi anehnya aku masih kuat berdiri disini. Mulutku terkunci rapat, mataku terasa kosong, hatiku terasa perih. Satu tetes air mataku jatuh tepat saat semua orang meninggalkanku sendiri disini. Dengan sekuat tenaga ku gerakan tanganku yang terasa sangat kaku menyentuh nisan yang ada di hadapanku. Kuusap pelan nisan itu seakan itu adalah diamond yang sangat rapuh dan mudah hancur.

Suara petir yang menyambar seakan menyuruhku untuk segera beranjak dari tempat ini. namun, itu tak membuatku bergeming walau hanya selangkah. Butiran butiran air mulai jatuh menyirami bumi ini, seakan ikut menangis bersama dengan hatiku dan juga ragaku. Ku remas gundukan tanah basah itu. Lalu kutatap lagi nisan itu. Aku tersenyum lembut walau hatiku menangis pilu.

“tidurlah yang tenang , sayang” ucapku lalu pergi meninggalkan area pemakaman ini.

-o0o-

Apa arti hidup bagi kalian? Apakah hidup kalian sempurna? Bagiku, kehidupan adalah sebuah kesempurnaan dimana di dalamnya di bangun dengan pondasi kasih sayang serta cinta yang tulus. Sehingga tidak mudah hancur dan rapuh saat diterpa badai angin sekalipun. Melewatkan hari hari bersama dengan orang yang kita kasihi sudah lebih dari cukup.

Kehidupanku? berjalan baik, sangat amat baik. Aku tidak seperti tokoh tokoh dalam drama yang dipaksa menikah dengan orang yang dipilihkan orang tuanya. Aku memilih sendiri masa depanku,jalan hidupku.

Aku hidup bersama orang yang kucintai dan mencintaiku, berbagi kisah dengannya, berbagi senang maupun duka dan lain lain. Kehidupan kami lebih sempurna dengan dititipkannya malaikat kecil yang turun dari Tuhan. Mereka adalah hidupku, nyawaku.

Sekarang, jika kalian masih bertanya apakah hidupku sempurna jika aku mempunyai orang orang terkasih yang berada di sekelilingku? Pasti kalian akan berpikir ‘iya’ benar bukan?

Tapi tidak ! itu semua tak berlaku lagi sekarang ! kehidupanku memang sangat sempurna, tapi kesempurnaan itu berakhir tepat sebulan setelah kejadiaan naas itu terjadi. Seorang pengendara truck kurang ajar yang kabur melarikan diri setelah merenggut nyawa istriku, sebagian dari hidupku.

Sekarang kalian pikir, apa aku masih bisa hidup dengan sempurnya jika sebagian dari hidupku,nyawaku telah pergi? Apa aku bisa berdiri dengan kokohnya seperti dulu? Aku bahkan merasa rapuh karena sebagian pondasi yang paling kuat telah hilang. Lalu, apakah aku masih sanggup menerpa badai yang sewaktu waktu datang jika sebagian pondasi itu telah hilang? Bisakah?

-o0o-

“Baru pulang?” sebuah suara menyapaku saat aku baru masuk ke dalam rumah

“kau disini? Sejak kapan?” jawabku sambil sedikit terhuyung dan mengabaikan pertanyaannya

“kau mabuk lagi?” katanya seraya membantuku berjalan ke arah kamar, tapi kutepis tangannya

“lepaskan ! aku bisa jalan sendiri. Lebih baik kau pulang sekarang” balasku lalu masuk ke dalam kamar.

Paginya…

‘ARRGHH’

Aku menggerang merasakan  kepalaku  yang terasa berdenyut cepat saat aku baru membuka mata pagi ini. kulirik jam di samping tempat tidurku. Pukul 7, sepertinya aku malas berangkat ke kantor hari ini.

Aku berjalan ke arah pintu, bermaksud keluar dari kamarku dan mengambil segelas air putih.

“Imo.. ini enak sekali. Buatkan aku masakan sepperti ini ya setiap hari”

“Jeongmal? Apa kau suka? Baiklah~ Imo akan membuatkannya untukmu setiap hari “

Samar sama kudengar suara Hyun Rin yang sedang bercakap cakap dengan seseorang. Siapa pagi pagi sudah ada dirumahku?

“Oppa? Baru bangun ?” ah~ ternyata Hyun Ah disini. Apa dia tidak pulang semalam?

“mmm~” balasku singkat

“mau sarapan? Aku siapkan ya?”

“ani”

“kalau begitu, apa oppa mau minum kopi? Biar aku buatkan”

“ani”

“ah~ apa mau mandi dulu?biar aku siapkan air hangatnya”

“ANIYA~ sudah aku bilang tidak !”

Suasana mendadak hening setelah aku membentak Hyun Ah. Hyun Rin menghentikan sarapannya dan menatapku takut. Hyun Ah menundukkan wajahnya dalam. ‘babo Cho Kyuhyun ! sebenarnya kau kenapa !!’

Aku segera masuk ke dalam kamarku lagi dan membanting pintunya.

“ARRGGHHH !!” teriakku frustasi sambil mengacak acak rambutku.

‘Berhenti bersikap seolah olah kau itu Sung Rin , Hyun Ah~ya.. aku tidak bisa melihatmu seperti itu !’ lirihku.

Setelah kepergian Sung Rin sebulan yang lalu, Hyun Ah setiap hari selalu datang ke rumahku. Menemani Hyun Rin, membawakan makanan, menungguku  pulang, mengantar Hyun Rin sekolah dan melakukan tugas yang semestinya di lakukan Sung Rin.

Sikapnya yang begitu mirip dengan Sung Rin membuatku semakin susah untuk melupakannya. Setiap aku melihat Hyun Ah hanya akan ada rasa rindu yang sangat kuat mengalir di tubuhku. Aku takut jika sewaktu waktu aku lepas control dan berlari memeluknya. Ingat Cho Kyuhyun ! dia bukan Sung Rin !

Hyun Ah POV

Aku memegang dadaku yang terasa begitu sesak setelah oppa membentakku pagi ini. aku merasa bodoh ! kenapa hatiku masih betah menyimpan dirinya saat aku sendiri tahu dia telah banyak menggores luka di hatiku. Tidak cukupkah dia menghancurkan aku dengan menikahi Sung Rin eonnie? Lalu sekarang, setelah eonnie pergi kenapa sikapnya berubah 180 derajat? Bahkan dia membentakku pagi ini !

‘Oppa~ya, kau berubah’ lirihku

Cho Kyuhyun yang aku kenal bukan seperti dirinya yang sekarang. sering marah marah, setiap hari pulang malam dalam keadaaan mabuk , pekerjaan kantor yang berantakan, bahkan meninggalkan Hyun Rin dirumah sendirian. Jika sudah seperti itu, wajar saja jika aku sering ke rumahnya, membantu menjaga Hyun Rin, mengantar dan menjemputnya sekolah, dan membersihkan rumahnya, walau ada ahjumma yang bertugas bersih bersih disini.

“Imo, kenapa appa marah marah seperti tadi, aku takut” kata Hyun Rin memecah keheningan yang sedari tadi tercipta.

“ah~ tak usah takut sayang, mungkin appamu sedang lelah” balasku lalu memeluknya

“Imo, aku rindu eomma” katanya tiba tiba yang membuatku membeku. Ku rasakan basah di bajuku dan tubuh mungilnya yang bergetar. Dia menangis.

“Ssst.. uljima sayang, uljimaa” ucapku menenangkannya. Aku pun sudah tak kuat menahan air mata yang akan tumpah sehingga membiarkannya meluncur begitu saja.

“Hyun Rin ingat apa yang Imo bilang tempo hari?” tanyaku. Dia mengangguk lalu melepaskan pelukannya dan ganti menatapku

“Imo bilang, semua orang menyayangi eomma. Tapi Tuhan lebih menyayanginya sehingga dia mengambil eomma dari kita. Disana, eomma hidup dengan baik dan bahagia. Eomma juga tidak pernah meninglkan Hyun Rin sendirian, dia masih menjaga dan melindungi Hyun Rin, dia selalu hidup, hidup disini..” katanya sambil menunjuk dadanya

“pintar..” jawabku mengelus puncak kepalanya. Dia tersenyum dan menghapus air matanya

“sekarang, kita berangkat sekolah, otte?”

“ne Imo, kajja” ucapnya riang.

-o0o-

Aku berjalan dengan riang sambil membawa sekotak bekal makanan yang kubuat untuk Kyuhyun oppa. Senyumku mengembang saat aku sudah berdiri di depan bangunan mewah itu. Setelah eonnie pergi aku memutuskan untuk tidak bekerja dulu dan fokus menjaga Hyun Rin. Karena aku khawatir dengan keadaanya mengingat appa nya yang juga sedang dalam kondisi yang tidak baik.

Semua orang menyapaku saat aku berjalan di dalam gedung menuju ruangannya. Aku membalas keramahan mereka dengan mengembangkan senyum di wajahku. Setelah berjalan cukup jauh kini aku berada tepat di depan ruangannya.

‘CEKLEEK’

“Oppa.. ini aku bawakan makan siang. Ayo kita__”

‘BRAAK’

Ucapan ku terhenti saat kulihat pemandangan yang menyakitkan berada di depanku. Kotak bekal yang telah ku hias rapih kini telah hancur berantakan di bawah lantai. Apa itu barusan? Apa aku tidak salah lihat? Kyuhyun oppa sedang.. berciuman?”

Seorang yeoja yang tengah berciuman dengan Kyuhyun oppa itu seketika melepas paksa ciumannya, membenarkan letak kemejanya yang sedikit berantakan, dan berjalan keluar ruangan. Yeoja yang kuketahui sebagai sekertaris nya itu dengan sengaja menabrak pundakku dengan keras dan tersenyum sinis saat mata kami bertemu. Aku sedikit terhuyung namun aku berhasil berpegangan pada tepi pintu.

“Mi..mian , apa aku mengganggu?” ucapku terbata. Menyembunyikan air mata yang sudah ingin keluar.

“masih bertanya? Tentu saja kau mengganggu!” bentaknya. Aku hanya menunduk dalam

“lagipula untuk apa kau kesini ha?” lanjutnya

“aku..aku hanya mengantar bekal makan siang untukmu, oppa”

“bekal makan siang? Kau pikir aku anak kecil ? sekarang kau malah membuat ruanganku ini menjadi kotor ! cih”

“Mian op..pa, aku..aku akan membersihkannya”

“tidak usah ! biar karyawanku saja yang membersihkannya. Sekarang kau pergi dari sini” bentaknya kasar. Tapi bukannya pergi aku masih mematung di tempatku dengan semua pikiran yang berkecamuk.

“kenapa masih disitu?! Kubilang pergi dari sini !” suara itu kembali mengintrupsi ku untuk keluar dari ruangannya.

Secepat kilat aku berlari pergi meninggalkan ruangan terkutuk itu. Menggengam erat tas tanganku dan menghapus air mata yang sedari tadi sudah keluar. Kutabrak beberapa karyawan di dalam gedung itu, mengucapkan kata “maaf” setiap kali aku menabrak mereka.

Aku terduduk di sebuah taman, menatap kosong jalanan di depanku.

“kenapa dia berubah seperti itu?” lirihku. Bahkan, kehidupan kami sebelumnya jauh lebih baik daripada sekarang.

“Dia bahkan berciuman dengan Seohyun, apa mereka juga sering pergi ke club bersama sehingga oppa selalu pulang malam?”

“apa mereka pacaran?”

“apa noda lipstik yang sering ku temukan di kemeja Kyuhyun oppa miliknya?”

“apa.. mereka sudah pernah.. melakukannya?”

Banyak sekali pertanyaan di benakku saat ini. ku gelengkan kepalaku cepat menghapus semua pikiran burukku tentang Kyuhyun oppa. Dan detik berikutnya aku sedikit dikejutkan dengan dering ponsel dari dalam tasku.

“yeoboseyo” sapa sura disana dengan nada riang. Aku tersenyum mendengarnya, setidaknya dia membuat suasana hatiku sedikit membaik.

“yeoboseyo, oppa”

“ne, chagiya kau kenapa? Kenapa suaramu terdengar sedih? Apa sedang ada masalah?”

“ani.. nan gwenchana oppa?”

“jeongmal? Namja itu.. tak menyakitimu lagi kan?”

Aku terdiam sejenak, meremas ujung baju yang kukenakan. Terlalu gugup untuk menjawab, karena memang tebakannya benar.

“Hyun Ah~ya?”

“aniyo oppa, dia memperlakukanku sangat baik” elakku

“baguslah. Oiya , aku punya kabar baik?”

“mwo?”

“Hmm~ sepertinya bulan depan aku akan datang ke Seoul !”

“jeongmal?!”

“ne , ah aku benar benar sudah tidak sabar menemuimu dan kedua orang tuamu untuk menjadikan seorang Park Hyun Ah menjadi Ny. Lee”

“yak ! jangan mulai lagi menggodaku oppa”

“haha~ ara ara, baiklah aku akan masuk ruang meeting sebentar lagi. Aku tutup teleponnya ne?”

“ne~”

Aku berjalan lemas menuju rumahku setelah pembicaraan singkatku dengan Donghae oppa barusan. Entah aku harus senang atau tidak mendengarnya akan ke Seoul. Hatiku masih belum sepenuhnya kuberikan untuk Donghae oppa~

-o0o-

Hari ini hari minggu, aku hanya berdiam diri di kamar malas melakukan kegiatan apapun.

“Hyun Ah~ya, turunlah. Ada Hyun Rin dan Kyuhyun “ panggilan eomma sontak membuatku bangun dari tempat tidur , berjalan menuju meja rias, sekedar melihat tampilan diriku di cermin. Aku tidak mau kelihatan buruk di depan Kyuhyun oppa, meski kenyataannya dia telah banyak membuat luka di hatiku.

Dengan senyum yang mengembang aku berjalan menuruni tangga, sudah terlihat sesosok namja tinggi bertubuh tegap dengan rambut hitamnya yang memukau duduk bersama appa eomma dan Hyun Rin di ruang keluarga. Bercengkrama dengan mereka, dan sesekali tertawa menambah kesan tampan di wajahnya. Lagi lagi senyumku semakin melebar saat melihatnya seperti itu, oppa terlihat ‘hidup’ kembali saat dia tertawa seperti itu.

“Imo !” pekik gadis kecil itu senang lalu berlari ke arahku. Aku lalu mengikuti tarikannya menuju ruang keluarga itu. Tapi entah perasaanku saja atau bukan, tiba tiba senyum itu menghilang dari wajah tampannya saat dia melihatku.

‘apa dia membenciku?’

Entah sudah pikiran yang keberapa kalinya yang aku tebak dengan sperubahan sikapnya padaku yang seperti ini. maksudku, apa mungkin dia membenciku karena kematian Sung Rin eonnie ? karena eonnie menolongku dari kecelakaan itu sehingga dia yang meninggal, bukan aku? Setiap kali memikirkannya, aku semakin merasa bersalah..

“annyeong oppa..” sapaku yang hanya di balas dengan senyum terpaksanya, kurasa.

“Imo, appa mengajak ku ke Lotte World hari ini. tapi, aku tidak mau hanya berdua dengan appa. Jadi aku memaksanya untuk mengajakmu. Kau mau kan?”

“Jinjja? Imo__” aku memandang Kyuhyun oppa sekilas yang terlihat tak suka dengan ajakan Hyun Rin barusan

“Apa sebaiknya tidak usah? Imo takut menganggu waktumu dengan Appamu” kataku setelah melihat raut wajah Kyuhyun opa

“ani~ pokoknya Imo harus ikut ! kajja ! bergegaslah ke kamar lalu ganti bajumu !!” balas Hyun Rin dengan terus mendorongku untuk masuk ke kamar.

“aigo, arraseo arraseo putri cantik. Imo akan ganti baju dulu.” Sahutku menerima ajakannya lalu berlari ke kamar

“dandanlah yang cantik Imo !” serunya. Aku hanya tersenyum .

-o0o-

Kyuhyun POV

“Imo, ayo kita naik itu !! “

Aku tersenyum sekilas melihat Hyun Rin bersama dengan Imonya. Dia terlihat begitu senang hari ini. dari pagi tadi, kami menghabiskan waktu bertiga di taman bermain ini. hampir seluruh wahana kami naiki.

“appa, ayo ikut juga” rengek Hyun Rin yang sudah ada di depanku

“ani, appa lelah sayang. Kau saja ya. Appa akan menunggu disini” balasku dia mengangguk dan kembali menggeret lengan Hyun Ah dengan semangat.

Aku terus menatap kedua wanita yang tengah manaiki wahana di depanku ini. sebenarnya apa yang kupikirkan tentang Hyun Ah ? aku tidak membencinya, tapi kenapa sikapku seperti itu didepannya. Sedari tadi kami bermain pun aku sama sekali tidak menanggapinya jika Hyun Ah mengajakku berbicara.

Tapi diam diam aku selalu memperhatikannya, dan entah untuk alasan apa jantungku terasa berdetak cepat setiap kali melihatnya. Dengan pakain santai itu pun dia terlihat sangat cantik. Ku akui Sung Rin dan Hyun Ah memang mirip. Tapi setelah cukup lama Hyun Ah menemaiku, ani.. maksudku menemani Hyun Rin dan berkunjung ke rumahku, aku rasa cara berpikir mereka berbeda, dan yang lebih aku sukai Hyun Rin masih terlihat polos diusianya yang sudah 28 tahun ini.

“Appa, aku lapar” aku yang masih melanmunkan Hyun Ah sontak terkejut saat mengetahui dua wanita itu sudah berada di depanku. Bahkan aku tak sadar mereka sudah turun dari wahana itu.

“kajja, kita cari restaurant. Lagipula ini juga sudah siang” ajakku yang membuat Hyun Rin menggangguk sambil tersenyum lebar. Cantik sekali putriku~

-o0o-

“Oppa, kau mau makan apa?” tanya Hyun Ah saat kami suadah berada di restaurant

“apa saja” balasku cuek sambil mengotak atik i-phone ku

“kalau kau Hyun Rin~ah?”

“aku ingin makan Yangnyeom Tongdak Imo, ah~ dan juga banana milk”

“baiklah, chogiyo kami pesan Yangnyeom Tongdak 1, banana milk 1, lalu aku spaghetti black pepper dan vanilla ice cream.. daan__”

Aku tersenyum sejenak mendengar pesanannya. Vanilla ice cream? Tak berubah sama sekali

“Jajjangmyeon dengan coffe latte”

Jari jariku seketika berhenti mengotak atik i-phoneku saat dia meneruskan pesanannya. Yang terakhir itu, pesanan untukku? Dia bahkan masih ingat betul makanan kesukaanku

“baiklah, tunggu sebentar. Makanannya akan sampai dalam 15 menit” ujar waiters itu lalu pergi meninggalkan kami bertiga

“ehm~ oppa, aku.. ke toilet sebentar” ijinnya

“hemm~ “ balasku.

Kulihat dia berjalan ke arah toilet, menuju lantai satu restaurant ini. saat menuruni tangga, Hyun Ah sempat membenarkan letak rambutnya, kebetulan kami duduk di paling pinggir restaurant sehingga membuatku bisa melihatnya. Entah dorongan dari mana, ku ambil i-phone ku dan ku foto dy diam diam dari atas. Cantik ! cantik sekali~

.

.

602403_374878485921719_1855421318_n

Ku pegang dadaku yang serasa berdetak cepat saat menatap fotonya barusan. Seulas senyum terukir dibibirku. Mungkinkah aku telah menerima kehadirannya? Mungkinkah aku …

“appa? Are you crazy or what? What happen to you”

Protesan Hyun Ah barusan membuatku berpaling menatap dirinya. Kurasa dia melihatku yang tersenyum sendiri seperti orang gila. Gadis kecilku pintar sekali berbahasa asing, hihi~

“nothing honey~” balasku singkat mengusap puncak kepalanya.

“Oppa ~ kau disini?” tiba tiba sebuah suara mendatangi kami

“Seohyun~ssi? Sedang apa disini?” balasku menatapnya. Dia lalu duduk di sampingku, lalu dengan cepat merangkul lenganku mesra.

‘bagaimana jika Hyun Ah melihatnya???’ batinku

‘eh, ada apa denganmu Kyu? Kenapa berpikir seperti itu’

“yak ! chogiyo~ kau siapa? Kenapa tiba tiba datang dan bersikap mesra dengan appaku ! lepaskan lenganmu darinya” protes Hyun Rin.

“naega? Aku kekasih appamu”

“kau bicara apa?! Lepas kan aku!” berontakku dari Seo

“aniyo~ oppa, aku merindukanmu” ucapnya lalu mengecup bibirku kilat. Kulihat Hyun Rin menatap kesal ke arahku dan juga Seohyun

“Lepas ! aku kan sudah bilang. kejadian kemarin hanya sesaat. Aku juga sudah minta maaf bukan, aku hanya sedang dalam kondisi buruk saat itu. Jadi tidak bisa berpikir apa apa!”  jelasku pada Seo dengan sangat pelan, berharap Hyun Rin tak mendengarnya.

“jinjja? Tapi aku tidak mau hanya sesaat oppa.” Sumpah demi Tuhan aku muak mendengar rengekan manjanya

“chogiyo~ aku tidak suka denganmu !” Hyun Rin berbicara dengan terang terangan dihadapan Seo.

”ah~ kau gadis kecil. Kau Cho Hyun Rin kan? Aigoo.. neoumu yeppo” balas Seohyun mengindahkan ketidaksukaan Hyun Rin padanya

“jangan sentuh aku !” marah Hyun Rin saat kepalanya di sentuh oleh Seo.

“ah arraseo~” jawab Seo

“Miaaan, aku lama”

 

Hyun Ah POV

“Miaaan, aku lama”

Dengan segenap kekuatan yang ku kumpulkan, aku berani kembali lagi ke meja itu setelah sebelumnya melihat Seohyun bergelayut manja, bahkan mencium Kyuhyun oppa dari anak tangga yang menghantarkanku kemari sehabis dari toilet.

Aku duduk disamping Hyun Rin, Kyuhyun oppa dan Seohyun berada di depanku. Tangan gadis itu masih setia melingkar di lengan oppa. Tak lama makanan datang, lalu Seohyun ikut memesan makanan dan makan siang bersama kami.

“kau juga disini.. Park Hyun Ah?” kata Seohyun padaku. Aku menangkap nada sinis dari suaranya

“ne Seohyun~ssi” balasku seadanya

Suasana kembali hening, maksudku aku dan Hyun Rin makan dalam diam, sedangkan dua insan di depanku ini hanya sibuk bermesraan. Errr.. sepertinya hanya Seohyun yang bersikap seperti itu. Kulihat, oppa hanya menatap i-phone nya dan mengabaikan gadis cantik itu.

-o0o-

Kini, kami berjalan menuju rumah. Hari sudah malam, dan Hyun Rin tertidur di pangkuanku. Sementara Kyuhyun oppa menyetir. Suasana sangat hening sekarang, entah apa yang akan ku katakan untuk mengajaknya bicara terlebih dahulu.

Penderitaanku berakhir setelah berjam jam sebelumnya melihat Seohyun yang terus ‘menempel’ pada oppa ku itu, bersikap mesra padanya, mengajaknya berjalan jalan berdua. Bahkan meninggalkan ku dan Hyun Rin. Cihh~ dasar wanita penganggu !

Kami sampai, oppa memakirkan mobilnya di garasi. Dia membukan pintu untukku, aku sulit membukanya karena Hyun Rin masih berada dakam gendonganku.

Kubaringkan Hyun Rin di atas kasurnya lalu mengecup dahinya sekilas. Kemudian keluar dari kamarnya dan menemukan Kyuhyun oppa menonton tv di ruang keluarga.

“ehm.. oppa, sudah malam. sebaiknya aku pulang”

‘JLEGEEERRRR’

Belum sempat oppa menjawabku, suara petir terdengar dan tak lama setelahnya hujan turun dengan derasnya.

“masih ingin pulang?” tanya Kyuhyun oppa tiba tiba

“ah~ se..sepertinya begitu. Lagipula aku takut eomma menghawatirkanku”

‘Shit ! Hyun Ah babo!! Alasan macam apa itu? Tidak mungkin eomma khawatir jika dia tahu aku bersama Kyuhyun oppa. Babo babo !’ rutukku dalam hati

“kau bodoh atau apa? Hujan semakin deras. Malam ini kau menginap disini ! tidak boleh membantah” ujarnya terdengar seperti perintah, tapi aku dengan mudahnya mengangguk

“sekarang temani aku menonton !” lanjutnya. Aku masih berdiri diam .

‘apa Kyuhyun oppaku yang dulu telah kembali? Kenapa tiba tiba dia menyuruhku menemaninya. Biasanya dekat dekat dengan ku pun seperti dia tidak mau’

“kenapa masih disitu. Kemari !” katanya

Aku berjalan ragu, duduk di sofa berdampingan dengannya. Aku tidak focus dengan apa yang ada di layar TV , hanya focus memikirkan bagaimana caranya menghentikan detak jantungku yang terus berdetak semakin kencang.

‘JLEGEEERRRRRR’

“aarrrrggghhhhhhhhhhhhhh!”

Dengan secepat kilat aku memeluk lututku, meneggelamkan kepalaku di dalamnya setelah mendengar petir yang begitu besar barusan, diiringin dengan lampu yang tiba tiba mati.

Tubuhku bergetar hebat, jantungku berdetak tak karuan,aku menangis. Ini adalah salah satu dari sekian banyak hal yang aku takutkan. Petir .. dan sekarang ditambah dengan.. gelap ! SHIT !

“tenanglah.. ada aku”

Mendadak kurasakan seluruh tubuhkan memanas hanya karena namja disampingku ini tiba tiba memelukku, tapi tak kupungkiri ini membuatku merasa nyaman dan terlindungi.

“sssst.. uljima, uljima” ucapnya seraya mengelus lebut punggungku.

‘TLAK’

Tiba tiba lampu menyala tapi hujan masih tetap turun dengan derasnya. Suasana menjadi hening semenjak tangisku mereda. Kurasakan jantung Kyuhyun oppa yang berdetak cepat sama sepertiku. Kepalaku yang tepat berada di dadanya dengan leluasa bisa mendengar detakan jantung itu. Entah ini hanya perasaanku saja atau bukan, tapi kenapa suara detakan jantung ini begitu indah mengalun di telingaku.

Aku bergerak sedikit demi sedikit, mencoba mengangkat kepalaku yang sedari tadi tertunduk. Oppa melonggarkan pelukannya dan menatapku. Kuberanikan diri mendongak dan menatap wajahnya.

Setetes air mata jatuh saat kulihat wajah itu, mata itu. Sungguh demi Tuhan aku benar benar merindukanny yang dulu. Entah dorongan dari mana, kuberanikan diri menyentuh wajah itu, kuusap perlahan pipinya yang kini terlihat lebih kurus.

Kyuhyun oppa tidak menolak ataupun marah saat aku menyentuh permukaan wajahnya. Dia menutup matanya , menikmati sentuhanku di kulitnya. Tangis haruku menjadi, namun aku hanya menangis dalam diam. Aku terus menelusuri wajah sempurnanya dengan jari jariku. Mataku tak pernah lepas menatapnya, namun air mata selalu jatuh.

Dia membuka matanya, mengusap air mataku, memegang kedua pipiku, mendekatkan wajahnya.. dekat.. dekat dan semakin dekat. Aku memejamkan mataku saat kurasakan bibir itu dengan kurang ajarnya menyentuh permukaan bibirku dengan lembut.

Entah apa yang kurasakan saat bibir itu terus mengeksplorasi bibirku. Saat tangan itu menarikku lebih dekat dengannya.  Saat tubuh itu medekapku, melindungiku dengan kehangatan.

Aku tenggelam dalam pesonanya, aku jatuh terlalu dalam mencintainya , aku mendamba semua yang ada pada dirinya. aku seperti orang gila memikirkannya, seperti orang sakit saat melihat dia menangis, seperti mayat hidup saat dia menyakitiku. Tapi, aku bagaikan berada di surga saat dia bersamaku. Dia bahkan menjadi sumber kekuatanku.

-o0o-

Kyuhyun POV

Aku tersenyum seperti orang gila, setelah malam itu aku terus memikirkan Hyun Ah. Entah apa yang ada di otakku hingga bisa menciumnya. Ck~  Park Hyun Ah, kau membuatku gila !

Aku melangkahkan kaki ku dengan mantap menuju rumah besar di depanku. Senyum tak henti henti nya menghiasi wajahku. Rasanya sekarang, aku sadar.. sadar akan perasaanku. Hyun Ah~ya.. tunggu aku

#Flashback

“Hyun Rin~ah, apa kau ingin eomma baru?” tanyaku pada Hyun Rin saat kami berdua tengah menonton TV

“jika appa akan menikah dengan wanita genit itu, aku tak setuju !”

aku tersenyum, otaknya pandai sekali menebak. Aku bahkan hanya bertanya ia ingin eomma baru atau tidak. Tapi dia sudah menuduhku ingin menikah.

“wanita genit? Nugu?”

“wanita yang menganggu acara liburanku saat di Lotte World minggu lalu “ jawabnya ketus

“Seohyun? Ani~”

“nugu?”

“kau akan tahu nanti. Tapi appa tidak akan menikah jika kau tidak setuju” kataku menatap manik matanya

“appa, kau mungkin menganggap aku masih kecil yang belum dapat berpikir dengan logis. Namun, aku hanya ingin mengatakan, ikutilah kata hatimu. Aku tahu appa masih muda, dan appa ku itu paling tampan seduniaaa~ jadi aku yakin banyak yang ingin menjadi istrimu. Saranku, pilihlah wanita dengan benar yang bisa mengurusmu hingga tua nanti. Yang akan selalu menyayangi dan mencintaimu sebagai dirimu sendiri. Bukan karena wajah tampan atau kekayaan semata. Dan yaaah~ mungkin aku memang perlu eomma baru” jawabnya mantap

Aku tersenyum haru, memeluknya erat sekali. ‘Tuhan~ terimakasih telah mengirimku malaikat sepertinya’

#Flashback end~

“Kyuhyun~ah.. kau datang?” sapa eomma saat aku baru masuk ke dalam rumah

“ne eomonim, ada hal yang ingin aku bicarakan”

“apakah penting. Harus hari ini?”

“nde? Memang eomonim sedang sibuk?”

“ani~ hanya saja hari ini sedang ada tamu istimewa. Ah mumpung kau disini jadi ikutlah bergabung”

Aku mengangguk lalu mengikuti eomma yang berjalan ke ruang tengah. Disana ada seorang namja bersama kedua orang tuanya (kurasa) duduk dan berbincang bincang bersama appa

“Kyuhyun~ah. Kau disini? Kajja aku perkenalkan dengan keluarga Lee “

Aku berjalan mendekat, menunduk hormat lalu memperkenalkan diri.

“Annyeonghaseyo~ Cho Kyuhyun imnida”

Lalu tiba tiba namja di depanku berdiri dan balas memperkenalkan dirinya

“Annyeonghaseyo~ Lee Donghae imnida”

‘Lee Donghae? Sepertinya aku pernah dengar’ batinku

“Hyun Ah~yaa.. cepat turun. Keluarga Lee sudah menunggu”

Eh? Apa maksud ini semua? Kenapa eomma memanggil Hyun Ah.

Selagi menunggu Hyun Ah turun, kami semua berbincang bincang.

“Jadi kau yang bernama Kyuhyun?” tanya namja bermarga Lee ini tiba tiba.

“nde? Kau mengenalku?”

“hanya sebatas tahu. Hyun Ah sering cerita padaku tentangmu”

“hmm~ apa kau temannya saat di Paris?”

“begitulah~”

“Cho Kyuhyun.. hmm~ wajahmu tidak buruk. Lumayan tampan. Pantas sajaa__”

“mianhe tuan Lee. Apa kau sedang menilai diriku?” tiba tiba saja aku merasa kesal saat namja didepanku ini dengan wajah sombongnya menilai diriku. Mengangguk2an kepalanya, sembari mengelus dagunya. Apa maksudnya itu semua.

“ani~”

“eomma appa” suara Hyun Ah mengalihkan pandanganku dari namja menyebalkan ini.

Oh God~ apa aku sedang bermimpi sekarang? sepertinya aku sedang melihat dewi turun dari langit. Hyun Ah~ya, neoumu yeppo..

Kurasakan lagi dadaku yang berdesir saat melihatnya tersenyum. Ya Tuhan.. sadar kan aku sekarang juga !!

“Chagiyaa~ neoumu yeppo”

DEEG !

‘apa kata namja itu. Dy memanggil Hyun Ah apa? Chagiya??????’

“Yak ! eomma. Appo” Lee Donghae mengajukan protes saat eommanya memukul singkat kepala namja itu.

“jaga sikapmu Donghae~ya. Lihat disini bahkan masih ada orang tua Hyun Ah” tegur Ny Lee pada anak nya itu.

Sementara yang lain terkikik geli dan Hyun Ah hanya menunduk malu. Aku masih berkutat dengan pertanyaan yag ada di otakku. ‘dia ini sebenarnya siapa?’

“Oh~ oppa? Kau disini?” sapa Hyun Ah. Kenapa aku menangkap nada gugup dari suaranya saat mengetahui aku ada disini?

“hmm~” jawabku singkat

“Jadi ini putri anda tuan Park?” sahut seseorang yang kutebak sebai appa dari Lee Donghae.

“ne, dia Park Hyun Ah” jawab aboji

“pantas anakku terus mendesak kami melamar putri ada untuknya. Ternyata dia memang sangat cantik”

Perkataan Ny Lee barusan telak membuat rahangku mengeras, dadaku bergemuruh, pelipisku mulai berkeringat. Tanganku mengepal erat. Terlebih melihat namja itu menghampiri Hyun Ah lalu mencium bibir gadis-ku itu. ‘gadis-ku? Cihh~ dia bahkan bukan milikmu Cho Kyuhyun !’ batinku

“Jadi bagaimana tuan Park dengan lamaran kami?”

“ah~ kami serahkan dengan Hyun Ah. Hyun Ah~ya bagaimana ?”

Hyun Ah terlihat gugup, wajahnya menunduk, tanganya meremas ujung gaun pendeknya. Kuamati setiap detail wajahnya, kuamati setiap gerak bibirnya berharap dia menjawab ‘tidak’

Wajah itu terangkat, dengan mata sayunya menatapku dalam dalam. Kurasakan perasaan sedih,kecewa,marah,sakit terlihat dimatanya saat menatapku. Kenapa? Apa aku pernah berbuat salah.

Dengan wajah yang masih menatapku, mata yang masih memenjarakan mataku dia menjawab dengan mantap

“aku bersedia .. appa”

JDAAAAARRR !!

Oh~ aku ingin pergi dari sini sekarang juga ! hatiku terasa tertohok ! seperti ada batu besar menindih tubuhku, pikiranku kacau. Aku .. sakit?

-o0o-

Besok.. besok aku harus hadir pada sebuah acara paling menyakitkan yang pernah kurasakan. Melihat wanita yang ku cintai mengucap janji di hadapan ku dan Tuhan. Entah apa jadinya aku, hancur ! hatiku sudah hancur. Aku seperti mayat hidup.

“oppa, ayo makan siang” suara Seohyun lagi lagi terdengar. Apa dia hantu yang selalu mengikutiku kemana mana? Setiap jam, menit , detik kenapa ada dirinya?

“malas”

“ayolah oppa.. kajja kajja” rengeknya. Dengan terpaksa aku mengikuti kemauannya.

“oppa, apa kau baik baik saja?” tanyanya saat kami sudah berada di sebuah restaurant

“maksudmu?”

“aku tahu kau mencintainya bukan?”

“nugu?”

“Hyun Ah~”

“…….”

“jangan diam  , jawab aku”

“……”

“baik jika kau tidak mau menjawab. Aku hanya ingin mengatakan cobalah lupakan dia. Oppa kau tahu? aku.. aku bahkan sudah mencintaimu sejak SMA dulu. Tapi apa? Kau lebih memilih bermain bersama Sung Rin eonnie dan Hyun Ah. Apa kau tau aku memendam sakit yang terlalu banyak, ditambah mendengar berita kau menikahi Sung Rin eonnie? Hhhah! Aku bahkan senang saat mengetahui Sung Rin eonnie meninggal karena kurasa aku bisa mendapatkanmu ! tapi ternyata tidak.. kau malah mencintai adiknya sekarang! apa tidak ada sisa ruang di hatimu untukku eohh !!!!”

‘PLAAAAK !’

Satu tamparan keras mengenai pipinya. Aku marah, kecewa, kalut ! aarrrggghh !!

“kau senang hah? Jadi kau senang istriku meninggal?! “ emosiku memuncak. Semua orang disini bahkan melihat kami

Dia tersenyum sinis. Berdiri mensejajarkan dirinya denganku sambil memegang pipinya yang memerah karena tamparanku

“ne ! wae? Kau keberatan?! Sekarang kau malah mencintai wanita jalang itu ! Hyun Ah jalang !!”

‘PLAAAAK !’

Satu tamparan kembali mendarat di pipinya. Dia masih terlihat tersenyum dengan sinis, walau aku tahu air matanya sudah akan keluar.

“jangan berani berani menyebutnya jalang !”

“wae wae ! dia memang jalang !”

“kau __” aku ingin menamparnya lagi, tapi kuhentikan saat melihatnya menangis

“jebal oppa, lihatlah aku. Aku ada untukmu. Berikanlah aku ruang dihatimu” ucapnya terisak di hadapanku

“mianhe~ aku tidak bisa”

“kau itu milikku oppa ! selamanya milikku Cho Kyuhyun !”

“Aku Mencintaimu Kyuhyun~ah” lanjutnya sambil beringsut ke bawah dan terduduk di lantai sambil terus menangis.

“itu bukan cinta. Kau.. terobsesi padaku Seohyun~ssi. Mulai sekarang lupakan aku. Aku pergi. Mianhe~ ”

Jawabku lalu benar benar pergi meninggalkannya.

Donghae POV

Aku melihatnya berdiri di depan balkon, menghadap ke langit.  Menelusuri setiap bintang di atas sana. Ku dekati dirinya, kudekap dari belakang tubuh itu. Kuhirup sebanyak banyaknya feromon tubuhnya yang sudah menjadi candu untukku

“sedang apa Ny Lee?”

“stop memanggilku itu oppa”

“wae? Lagipula besok margamu berubah menjadi ‘Lee’ bukan?”

“itu kan besok. Sekarang belum” protesnya yang membuatku tersenyum geli

“sama saja. kau sedang apa disini malam malam eoh? Ayo masuk. Aku tidak mau pengantin wanita ku terlihat buruk besok karena sakit”

“ani~ aku hanya sedang menatap bintang bintang itu. Mencoba berbicara pada Sung Rin eonnie di sana. Dan kau? Apa yang kau lakukan malam malam disini Tuan Lee. Sebaiknya kau pulang sekarang”

“hhhah ~ baiklah”

Kubalikkan wajah itu, ku tatap manik matanya dengan sungguh sungguh

“kau yakin?”

“mwo?”

“akan menikah denganku. Melepasnya?”

“…..”

“Hyun Ah~ya. Jawab aku. Aku.. tak apa jika kau mau membatalkan ini semua. Ini belum terlambat”

“ani~ nan gwenchana oppa. Mungkin ini memang jalan terbaik untukku. Kau.. adalah malaikat yag sengaja dikirim Tuhan untukku. Aku percaya dan yakin bahwa aku akan hidup bahagia bersamamu”

Aku tersenyum mendengar jawabannya, meski aku tahu hatinya belum sepenuhnya untukku. Tapi aku berjanji Hyun Ah~ya, aku akan berusaha membahagikanmu.

Hyun Ah POV

Aku menatap pantulan diriku di cermin. Tersenyum senang saat melihat diriku yang begitu anggun menggunakan gaun pengantin ini. namun , senyumku luntur saat aku mengingat orang yang akan menikah denganku. Bukan Cho Kyuhyun~ oppa-ku

Kudengar pintu dibuka. Kulihat seorang wanita cantik berada di depanku saat ini.

“mau menikah tak bilang bilang ! cih ! sahabat macam apa kau?!”

“Hyaaaaaaa ! Choi Hara !!! aaaaaa kenapa bisa ada disni? Kudengar kau sedang di Italy bersama suamimu. Hyaaaa ! aku rindu !!” kataku seraya memeluknya

“haha.. nado Hyun Ah~ya. Ah akhirnya kau menikah juga. Hmm~ sepertinya aku akan bercerita banyak padamu. Tapi tidak untuk sekarang. aku akan menunggumu di luar sekarang. menjadi tamu diantara tamu tamu lainnya. aigoo~ kau sangat cantik hari ini”

“haha arraseo~ sampai nanti” ucapku padanya lalu dia menghilang dibalik pintu

Kudengar lagi suara dibuka, ah ini pasti Hara lagi~

“Hara~ ya katanya kau__” ucapanku terhenti saat melihat orang di depanku

“hei~”

“Kyuhyun oppa?” hatiku berdebar tak menentu saat dia berjalan di mendekatiku

“kau yakin akan menikah dengannya?”

“maksudmu?”

“apa ada sesuatu yang ingin kau ucapkan untukku?”

“kau ini bicara apa oppa? Kenapa berbeli belit begitu?”

“jawab saja, ada tidak?”

“tidak !”

“baiklah kalau begitu aku yang bicara. Batalkan pernikahan bodoh ini, lalu menikah denganku !”

Ucapannya barusan tentu membuat aku shock ! apa apaan dia ? apa maksudnya

“kau kenapa Cho Kyuhyun !” emosiku mulai naik

Tiba tiba dia menarikku mendekat, dan dengan lancangnya menciumku. Aku berontak? Tentu saja. namun apa daya, tenaganya lebih besar dariku.

“hen..hentikan..hentika oppa” ucapku susah payah disela ciumanku denganya. Saat dia lengah, kudorong tubuh tegapnya dan..

‘PLAAK !’ aku menamparnya.

Aku menangis.. sambil terus menetralkan nafasku yang tersengal sengal.

“BERHENTI MEMBUATKU SAKIT CHO KYUHYUN !”

“ada hak apa kau menyuruhku membatalkan pernikahan ini dan menikahimu hah? Ada hak apa?!” bentakku

“Aku mencintaimu” dia menjawab dengan lembut, menatap manik mataku

“mwo?”

“aku mencintaimu Park Hyun Ah~ jeongmal saranghaeyo.”

“hentikan pernikahan ini, menikahlah denganku” lanjutnya

Aku menangis sejadi jadinya saat ini. sekarang apa lagi ini Ya Tuhaan~ bahkan saat aku melepasnya dia kembali menarikku.

“ani~ aku akan menikah dengan Donghae oppa” ketusku

“Andwe ! kau harus menikah denganku”

Aku menatap manik matanya, berusaha mengontrol emosiku, menahan sesak di dadaku yang lagi lagi timbul.

“Tidak bisakah kau berhenti menyakitiku Cho Kyuhyun?” lirihku

“DENGARKAN AKU OPPA, APA KAU TAHU AKU TERLALU SAKIT KARENA MENCINTAIMU HA ?! APA KAU TAU?”

Kulihat dia sedikit terkejut dengan pernyataan ku

“Hyun Ah~Ya..”

“BERTAHUN TAHUN MENCINTAIMU SEPERTI ORANG BODOH. HAMPIR MATI MERINDUKANMU SAAT KAU DI JEPANG. BERTARUNG MELAWAN SAKIT YANG ADA DI HATIKU SAAT KAU MENIKAHI SUNG RIN EONNIE !”

Aku berhenti sejenak mengatur nafasku yang tersengal.

“Kau bahkan berciuman dengan Seohyun oppa. Apa kau tak tahu itu begitu sakit hah? Lalu setelah kepergian eonnie kau mengacuhkanku, mengabaikanku, menghindariku. Dan sekarang? lihatlah ! tiba tiba KAU DATANG DAN MENYURUHKU MEMBATALKAN PERNIKAHANKU ! DONGHAE~ LEE DONGHAE ADALAH ORANG YANG MEMBANTUKU MENATA KEMBALI PUING PUING HATIKU YANG HANCUR KARENA KAU ! lihat.. sudah berapa banyak kau melukaiku ha? Aku mohon sekarang BERHENTI MELUKAIKU CHO KYUHYUN~ aku sakit.. amat sangat sakiit.. “

Aku terjatuh di lantai, menangis sejadi jadinya. Dia masih berdiri mematung di depannya.

“Pergilah oppa~ aku mohon untuk kali ini biarkan aku bahagia. Jangan sakiti aku lagi.. aku mohon..” ucapku padanya.

“Mianhe~ jeongmal minahe Hyun Ah~ya. Saranghae”

Dia berjalan keluar dan menghilang dibalik pintu.

“…..”

“nado oppa, nado Saranghae~” ucapku terisak sepeninggalnya dari ruangan ini

-o0o-

Aku menggenggam erat lengan appa. Menatapnya sejenak, dan dia memerikanku senyum terbaiknya. Suara lonceng berbunyi, pintu di depanku terbuka lebar. Alunan lagu yang sudah menjadi khas pernikahan terdengar jelas saat aku berjalan perlahan bersama appa. Menyusuri jalanan putih nan elegant ini, menuju satu titik di mana aku akan menyerahkan hidupku pada titik itu. Mempercayakan diriku untuk bersanding dengannya, namja yang tengah berdiri di ujung altar. Lee Donghae.

Namja itu tersenyum sangat menawan dengan balutan tuxedo hitamnya yang makin membuat dirinya terlihat begitu sempurna. Ku lihat semua tamu undangan yang tersenyum padaku, ada Hara disana.. aku bisa melihatnya dan tersenyum padanya.

Kulihat gadis kecilku, Hyun Rin berada di barisan depan bersama dengan appanya. Aku tersenyum sangat manis pada Hyun Rin, dan memutuskan untuk tidak menatap Kyuhyun oppa.

Aku sampai. Appa menyerahkan tanganku agar membiarkan Donghae oppa membawaku ke depan pastor yang akan membantu mengikat kami berdua. Aku menatap Kyuhyun oppa sejenak lalu Aku meyakinkan diriku sendiri, ya inilah takdirku, jalan hidupku, Lee Donghae~

Aku dan Donghae oppa berhadapan, saling melempar senyum. Terdengar suara pastor yang mulai bicara

“apa kalian sudah siap?” aku mengangguk pasti

“Tunggu !” seru Donghae oppa tiba tiba. Aku terkejut, sama seperti semua tamu undangan disini. Ada apa ini?

“Yerobeun.. apa kalian percaya cinta sejati?” apa ini ? kenapa dia malah membuat pidato disaat seperti ini.

“aku, tadinya tidak percaya dengan hal itu. Namun, sebuah kisah seseorang telah menyadarkanku akan arti dari cinta sejati. Apa kalian percaya bahwa ada seorang gadis kecil yang telah mencintai seorang namja hingga bertahun tahun? Kalau aku sih tidak percaya, tapi.. sekarang aku percaya akan hal itu. Karena seseorang yang amat sangat ku kenal mengalaminya” aku terperangah mendengarnya ‘apa yang kau lakukan Lee Donghae’ batinku

“hmmm~ apa kalian tahu? gadis itu bahkan masih terus mencintai namja-nya walaupun namja itu telah menggores luka terlalu banyak dihatinya. Bukankah itu yang dinamakan cinta sejati? Mungkin, hanya maut yang dapat memutus rasa cinta dari hatinya. Bukankah jika hidup dengan cinta sejati kita, maka kita  akan sangat bahagia..Benarkan?” lanjutnya.

Kurasa semua orang mulai masuk pada ‘pidato’ Donghae oppa. Terlihat dari mereka yang mengangguk menyetujui pernyataan Donghae oppa.

“dan sepertinya, aku akan sangaat bersalah jika membiarkan cinta sejati itu terputus. Yereobun.. hari ini, aku .. Lee Donghae, dengan sangat amat menyesal akan membatalkan pernikahan ini”

“MWOOOO !” semua orang menjerit kaget, tak terkecuali aku. Tamu undangan mulai berbisik bisik.

“Tapi ! jangan dulu kalian beranjank satu cm pun dari kursi kalian” lanjutnya.

“pernikahan akn terus berjalan. Tapi bukan aku mempelai prianya” aku hanya menatapnya heran saat dia turun ke barisan tamu. Dan berhenti tepat di depan Kyuhyun Oppa

“pergilah~ dia menunggumu disana” ucapnya pada Kyuhyun oppa

“MWO ? nae.. naega?”

“kau pikir siapa bodoh ! dengar.. Cho Kyuhyun yang terhormat. Aku sangat mencintai Park Hyun Ah, tapi sepertinya, kau jauh lebih mencintainya daripada aku. Aku tidak akan membiarkan orang yang aku cintai tidak bahagia karena hidup denganku. Jadi, dengan sangat terpaksa, kuserahkan dia padamu.. tapi ingat! Jangan coba coba menyakitinya lagi, atau kau.. mati di tanganku. Arraseo !”

Hening.. semua orang terdiam. Termasuk aku. Namun, tiba tiba kulihat senyum keluar dari wajah tampan itu. Dia mengangguk pasti lalu berdiri, memeluk Donghae oppa. Semua orang bertepuk tangan, aku shock.. apa arti ini semua?

Hatiku berdesir tatkala melihatnya berjalan ke arahku. Menggenggam erat tanganku. Dan menatap mataku.

“mianhe.. saranghae” aku terisak haru di depannya. Dia mengangkat wajahku, menghapus air mataku. lalu berbicara pada pastor.

“lanjutkan acaranya”

Kulihat ke arah Donghae oppa yang duduk memangku Hyun Rin,sekedar melihat keadannya. aku tersenyum kecil.

‘gomawo’ kataku padanya tanpa suara. Dia mengangguk pasti lalu tersenyum

Langit cerah, taburan daun kering yang berjatuhan, suara gemericik air mancur menjadi saksi bisu penyatuan kami hari ini. setelah semua proses pembacaan ikrar janji di hadapan Tuhan, kini .. aku resmi menjadi Ny Cho~

“kalian resmi mencaji suami istri. Sekarang pengantin pria boleh mencium pengantin wanita” ucap pastor

Aku tersenyum saat bibir itu kembali menyapa bibirku dengan lembut. Tak akan kusia siakan kesempata kedua ku untuk menjaganya, selamanya.. ya selamanya

Riuh tepuk tangan terhenti saat seorang gadis memaksa masuk dan menangis terseu sedu ..

“ANDWEEE !! INI TIDAK BOLEH TERJADI.. CHO KYUHYUN HANYA MILIKKU ! ANDWEE !”

“Seohyun !” pekikku

“Oppa ! menikahlah denganku, kalau tidak aku akan bunuh diri” katanya seraya mengambil pisau dan mengarahkannya di dadanya.

“Seohyun~sii jangan bertindak macam macam ! letakkan pisau itu !” teriakku

“Jeongmal mianhe.. aku tidak bisa Seohyun~ah, kini aku resmi menjadi suami Hyun Ah” balas Kyuhyun oppa lembut

“ANDWEEEEEEEE !!” teriaknya sambil menggerakkan pisau itu ke jantungnya

Semua orang berteriak, kulihat Donghae oppa dengan gesit berlari dan mencegahnya, namun terlambat. Pisau itu kini menancap tepat di dadanya.

“Seohyun~ah !!”

“Seohyun~ssi !!!! “

-o0o-

“oppa dia sadar” ucapku pada Kyuhyun dan Donghae oppa. Saat ini kami tengah menemani Seohyun di rumah sakit

“eenngggh” erangnya

“gwenchana?” tanya Donghae oppa, sepertinya dia terlihat khawatir

“Kyuhyun oppa?” kata pertama yang keluar dari bibirnya.

“Dengar Seo~ya. Apa kau mencintaiku?”kata Kyuhyun oppa to the point dan dia mengangguk. Aku mengenggam lengannya bermaksud mencegahnya bicara sekarang. mengingat kondisinya yang masih belum sehat. Tapi oppa malah melanjutkan perkataannya.

“kalau begitu, ikuti kata kataku. Jeongmal mianhe aku tidak bisa bersamamu. Masih banyak lelaki diluar sana yang lebih baik dari aku. Kau cantik dan pintar, banyak yang ingin menjadi suamimu Seohyun~ah. Lepaskan aku ne? aku takut aku hanya menyakitimu jika seperti ini jadi, mau kah kau?”

Seohyun terdiam sejenak, aku tau dia menangis. Perlahan dia mengangguk dan tersenyum cerah.

“gomawo oppa, dan mianhe telah merusak pernikahanmu.. Hyun Ah~ssi” katanya padaku

“nan gwenchana. Yang penting sekarang kau sudah baikan bukan?” dia mengangguk

“Annyeong, aku Lee Donghae” tiba tiba Donghae oppa masuk dalam pembicaraan

“dia yang menggendongmu sampai sini Seo~ya. Aku baru tahu dia bodoh. Banyak kendaraan kenapa memilih menggendongmu dan berlari lari seperti orang gila di jalanan” celetuk Kyuhyun oppa yang mendapat jitakan dari Donghae oppa.

“Nde? Menggendongku? Jeongmal?”

“Ne~” jawab Donghae oppa sambil menampilkan senyum manisnya

“aah.. kham..khamsahamnida Donghae~ssi”

“cheonma.. oh iya. Aku heran pada kalian berdua?” tunjuknya pada ku dan Seohyun

“wae?”

“kenapa begitu tergila gila dengan namja bernama Cho Kyuhyun ini eoh? Lagipula, jelas aku lebih tampan darinya seribu persen “ aku dan Seohyun tertawa geli mendengarnya. Kyuhyun oppa hanya memberikan death glarenya pada Donghae oppa. Kkkk~

-o0o-

Author POV

“Eomma, Appa, Noona”

“huaaa eomma! Lihat..  Dae Hyun sudah bisa bicara !” seruan Hyun Rin di ruang tv membuatku melepas apronku dan berlari ke arah mereka.

“wae wae?”

“tadi aku mendengar Dae Hyun menyebut ‘Eomma, Appa, Noona’ begitu eomma” riangnya

“jeongmal?” Hyun Rin Mengangguk

“aku pulaang..” terdengar suara Kyuhyun oppa dari arah depan

“oppa, kau sudah pulang?”

“ne, kalian sedang appa? Kenapa terlihat senang sekali?”

“appa, tadi Dae Hyun bicara. Dia memanggil kita”

“jinjja? Huaa jinjja Dae Hyun~ah?” serunya sambil mendekat ke arah kami

“appa..” aku terkejut melihat pangeran kecilku menunjuk Kyuhyun dan memanggilnya. Kyuhyun oppa terlihat kaget, lalu menggendongnya

“hyaaa. Cho Dae Hyun ! kau memanggilku tadi?? Aah~ anak appa pintar” serunya. Aku hanya tersenyum.

Paginya~

Aku merasakan sepasang tangan kekar memeluk erat tubuhku saat ini. ku balikkan tubuhku menghadap sang empunya. Tersenyum sesaat memandang wajahnya.

Aku beranjak , bermaksud menyiapkan sarapan. Hal yang sudah kulakukan selama 2 tahun belakangan ini. tapi lagi kagi tubuhku terhuyung ke kasur saat dia menarikku.

“jamkkaman, aku masih ingin memelukmu” ucapya parau

“ani, aku harus menyiapkan sarapan. Hyun Rin juga harus sekolah”

“kau membantah Ny Cho? Apa ingin aku serang sekarang?”

“yaak ! oppa, jangan menggodaku” kesalku

“wae? Lagipula kurasa Hyun Rin dan Dae Hyun butuh adik baru” balasnya sambil mengerling nakal

Aku hanya bergidik ngeri melihatnya. Dan tiba tiba.. CHU~ dia menciumku

“morning kiss” ucapnya. Aku hanya tersenyum malu

“oh iya, kemarin Donghe Hyung ke kantorku” lanjutnya

“ada apa?”

“memberikan undangan”

“undangan apa?”

“pernikahan. Dia akan menikah”

“jinjjaaaaa ?? dengan siapa?”

“tentu saja kekasihnya Ny Cho”

“Seohyun?”

“hmm~”

“huaaaaaaa.. akhirnya mereka menikah..”

“ne, maka dari itu sekarang kita harus punya program.”

“program? Program apa?”

“membuat anak ! aku dan Donghae Hyung bertaruh siapa yang paling banyak memiliki anak. Otte? Baguskan ideku?”

“Kau mau aku bunuh Tuan Cho ! Shireeeooooo !!!”

“haha~ aku hanya bercanda. Hmmm~ Cho Hyun Ah..”

“hmm?”

“Saranghae”

“…..”

“nado saranghae Cho Kyuhyun~”

That’s it ! perjalanan hidup kadang memang memilukan. Seperti jalan hidupku. Banyak rintangan dan terkadang membuat kita sakit. Namun, cobalah bertahan. Benar kata pepatah, kebahagian akan datang pada waktunya. Dan sekarang, kebahagianku ada bersamanya. Cho Kyuhyun.. saranghae ~

END

 

 

Yeaaay ! akhirnya end !!! *ciumKyuhyun

Mian kepanjangan, Mian klo ceritanya gak memuaskan, mian kalo ceritanya jelek ,aku tahu endingnya aneh yaa?? =,=

YESUNGdahlah, memang sgitu kemampuan mengkhayal dan menulisku haha XD

BIG THANKS buat yang udah baca dan comment tulisanku ini, dan tentunya suami gue bermarga CHO bernama lengkap CHO KYUHYUN tercinta *plaak #abaikan !

See you~ pai pai :* :*

Advertisements

59 thoughts on “Second Chance ( Sequel of ‘’Waiting For Happiness”) PART B/END

Add yours

  1. Kyaaaaa.. Suka bangett sama Ceritanyaaa
    Yaaa Cho Kyuhyuun, Lee Donghae 사랑해요 ❤ ❤ ❤

    Ijin baca FF yang laiin yaa thor..
    Lanjutkaan buat FF yang castnya Cho Kyuhyun + Donghae yaaa..

  2. Anyeonghaseyo eonni. Aku reader baru. hehe.
    aaaarrgghhhh akhirnya happy ending juga, aku sempet pesimis kalo endingnya hyuna ga sama kyuhyun, xixixixixi. Ga basa-basi, ga berbelit-belit dan plotnya aku suka, xixixixi. Keep writing and fighting eonni, saranghaeyo eonni :* ^^

  3. aaaklkkkkkkkk donghae selalu baik hati dengan mengalah:*
    Cinta donghae:* tp disisi lain cinta kyu juga wkwkkwkwkw :*
    Akhirnya happy ending ya:’) aku suka bgt ceritanya ini 😀

  4. kyaaaa padahal udah jengkeeeeeel bgt sm kyu itu>< padahal dia dulu baik sekali tapi mendadak playboy(?) dan kejam(?) huweeee jadi sempat berharap hyuna sm hae aja tapi…. pas tau alasannya xixixi mendadak bahagia yeaaay happy end 🙂 sequel lagi dong eon 😀 see ya

  5. waaa.. jinjja daebak.. akhirnya nikah juga.. kk~ smpat sbal knpa hyunah hrus milih donghae.. eh trnyata!!.. kkk~~ menarik

  6. Astaga eonni! Bener bener pinter bikin saya guling guling. Gereget! Walaupun dibagian agak akhir tadi ceritanya agak kecepetan eonni, tapi demi apapun saya seneng cho kyu yang sama hyunah.

  7. huwaaa donghae aku suka gaya loe hahah

    menurut aku ceritanya agak kecepetan tapi gak papa lah aku mash bisa menikmati kok 🙂
    akhirnya kau bahagia hyun ah 🙂
    oh ya maksh buat Pwnya …
    semangat di tunggu cerita2 yang lain hehe

  8. Aigooo~~
    Akhirrnyaaa happyending jugaa ”yeaayyyyy
    Ngakaakk deh pas bagian akhir yg kyuhyun bilang mau bertaruh buat punya bnyak anakk *dikira perempuan mesin pembuat anak-_-
    Enjoy banget sama ni ff, walaupun awal2 nya nguras aermata, tapi akhirnya memuaskann ^.^
    Salut juga sama donghae yang dengan gentlenya menyerahkan hyun ah ke kyuhyun pas didetik2 pernikahan dia sma si hyun ah #:-S
    Terharu saya (0.0) :’)
    Sekian eon anyeong~

  9. Akhir yg memuaskan lah, akhirnya hyun ah bersatu sama kyuhyun meskipun itu terjadi juga karena kakaknya hyun ah yg meninggal 😢
    Ahhh pokoknya bagus deh, ditunggu karya2 lainnya eonnie 😁

  10. padahal aku gk rela banget kalo hyun-ah dapet kyuhyun
    kasian abang donghae
    kadang aku ngrasa bete dikit gitu kalo sipemeran ceweknya gk bisa move on ama cowok masa lalunya soalnya jarang banget ada cewek yang tegar dan bisa melanjutkan hidupnya tanpa bayang” cinta masa lalu

    ya udah lah ya mereka emang udah jodoh ikut seneng lah dari pada kyuhyun dapet seo cewek nekat

  11. ahhh ahiirrr nya…hhahahhahaj tebak ku bener…bhuahhahha
    oooo q tau q tau…q ada yg aneh disini…pary ora n kecepetannnn

  12. Istri Kyuhyun meninggal?
    Kyuhyun kenapa jadi brengsek.
    Sifat mu sangat buruk cho.
    Mereka menikah? Ku kira Donghae dan Hyuna. Tapi kenapa Kyuhyun sm Hyuna.
    Lapang sekali hatimu Lee.
    Hahaha:’) happy family cho 😀

  13. Wahh.. Sungguh…. 2 thumbs up deh buat hyun ah.. Cinta brtepuk sblah tangan slma puluhan thn.. Saluttt…
    Tp ending yg mnis juga akhirny. Bonus ny si kecil cho daehyun lg… Uwaaa… Snang ny akhirnya kyu ma hyun ah bahagia bersama2.. ☺☺

  14. Hyun ah bertepuk sebelah tngan bertahun2 n betapa beruntungnya kyuhyun ditinggal istri lngsung dpt gantinya. Kyuhyun bener2 lucky boy😊
    Pdhl sempet brhrap hyun ah ma donghae aja😊.
    Ada typo😊

  15. Oh astagaaaaaa ff ini berhasil bgt nguras persediaan air mata ku eonnn haha
    Dan aku berterima kasih sekali dgn donghae yg dengan gentlenya melepas hyun ah buat kyuuuu yeeeee
    Sukses bgt ni ff bikin mewekkkkkkk hihi

  16. aku mah berharap hyun ah ama hae …banget2an …. kenapa mesti ama kyu.. kali2 lah kyu kasih sad end … itung2 bales hatinya hyun ha plus kesabaran hae slama ini

  17. akhirnya hyun ah bisa merasakan kebahagiaan juga setelah bertahun” merasakan sakit hati dan cinta nya yg terpendam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: