Second Chance ( Sequel of ‘’Waiting For Happiness”) PART A

Light Dots3_副本

Title                                       : Second Chance ( Sequel of ‘’Waiting For Happiness”) PART A

Author                                  : Dyah Ayu Pytaloka

Main Cast                            : -Cho Kyuhyun –Park Hyun Ah –Cho Hyun Rin

OC                                          : -Seohyun –Lee Donghae  -Park Sung Rin

Genre                                   : Sad,Romance

PG                                           : 15

Length                                  : Part

Desclimer                            : cerita ini murni ide aku, so don’t plagiat okay? Cho Kyuhyun juga milik aku #plaaak (bohong ko ._.) and Need cooment, please~ gamsaaa ^^

Ini sequel dari “Waiting For Happiness” sengaja dibagi dua part (part A dan part B ) karena kepanjangan -_-

Happy Reading~

Hyun Ah POV

Suara burung sore hari ini terdengar begitu menenangkan. Angin sore yang berhembus sepoi sepoi sungguh membuatku merasa nyaman. Membuat pohon pohon disini menjadi bergerak lembut kesana kemari. Ku tengadahkan kepalaku ke langit, menatap hamparan luas di atas sana yang dipenuhi dengan benda benda putih bernama awan. ‘Tuhan.. sungguh indah ciptaanmu. Aku menyesal telah menghabiskan waktu ku beberapa tahun ini dengan tekanan yang kubuat dalam diriku sendiri. Bukannya menikmati apa yang telah kau berikan pada kami semua di muka bumi ini’ ucapku dalam hati.Ku pejamkan mataku sesaat, lebih meresapi apa yang telah diberikan Tuhan untukku. Mencoba untuk tidak menyia nyiakan nya lagi.

Sesuatu bergetar di dalam mantel cokelat yang kukenakan. Segera ku ambil benda mungil nan canggih itu dan melihat layar nya. Seketika senyumku mengembang saat melihat nama yang tertera di dalamnya

“yeoboseyo” jawabku

“yeoboseyo Hyun Ah~ya. Apa kau jadi pulang besok?” tanya orang diseberang

“ne eonnie, aku bahkan sudah berkemas. Besok pesawat ku akan berangkat jam 10 pagi” balasku pada nya, eonnieku. Ya.. Sung Rin eonnie

“jinjja? Aigoo.. aku tak sabar menunggumu pulang Hyun Ah~ya. Jeongmal bogoshipo. Tidak hanya aku, tapi appa, eomma, Kyuhyun oppa, dan juga Hyun Rin sangat merindukanmu” ucapnya

“nado eonnie”

“baiklah, malam ini istirahatlah yang nyaman untuk perjalananmu besok. Dan ingat, hati hati di jalan sayang~”

“arraseo Ny Cho arraseo”

“baiklah, aku tutup telponnya ne? annyeong”

TUUUTT.. sambungan telepon terputus

Aku tersenyum getir setelahnya. ’Ny Cho? Ny Cho?? You’re so stupid Hyun Ah~ya ! bisa bisanya kau mengatakan hal yang bisa membuat hatimu rapuh kembali ! cih’

Kurasakan sesuatu yang hangat menyentuh kulit pipiku. Ku tolehkan kepalaku menghadap ke samping dan tersenyum saat melihatnya.

“maaf, apakah aku terlalu lama? Pelanggannya sangat ramai jadi aku harus mengantri” jelasnya

“gwenchana oppa” jawabku sambil tersenyum. Dia berjalan ke sisi kiriku dan mendudukan dirinya di kursi kayu ini.

“igo, cappucino pesananmu”

“gomawo”

“mm, ku lihat dri jauh tadi kau sedang menelpon? Nugu?”

“ah~ itu tadi eonniku menelpon”

“eonnimu? Park Sung Rin?”

“ne oppa”

“ada apa?”

“hanya menanyakan apakah aku jadi pulang besok”

“aah~ begitu”

Hening beberapa saat sampai dia tiba tiba membuka suaranya.

“Hyun Ah~ya, berjanjilah padaku kalau kau akan baik baik saja disana. Jangan lupa kabari aku saat sudah sampai. Jaga pola makanmu dengan benar, kau punya maag. Jangan tidur terlalu malam dan jangan terlalu lelah. Selalu minum vitaminmu setiap hari. Dan yang terakhir jangan melirik lelaki lain disana ! ingat .. sudah ada aku”

aku terkekeh geli mendengarnya. Ya Tuhan, lihatlah. Bahkan kau sudah mengirimkan seorang malaikat sepertinya disisiku, yang selama ini bersedia menjagaku. Tetapi kenapa sampai sekarang hatiku hanya menyimpan namanya.

“ne ne ne~ arraso Tuan Lee”

Lee Donghae, namja tampan dan sangat baik padaku. Kami bertemu saat aku pertama kali masuk kuliah disini. 7 tahun lalu, setelah pernikahan Kyuhyun oppa dan Sung Rin eonnie aku meminta appa dan eomma mengirimku ke Paris, melanjutkan kuliahku di kota terkenal ini.

Donghae oppa yang mengajakku berkenalan. Selama beberapa hari aku hanya memperlihatkan sikap cuek dan dingin padanya. Alasannya, pertama karena kami baru kenal walaupun aku tahu dia juga orang korea. Kedua karena aku masih berusaha menata hatiku yang telah hancur.

Tapi, Donghae oppa tidak putus asa, setiap hari dia mengikuti kemanapun aku pergi. Aku sampai jengah melihat tingkahnya. Dia seperti penguntit. Dia selalu mengajakku berbicara walaupun tak kutanggapi sedikitpun.

Lama kelamaan aku jadi terbiasa akan kehadirannya yang selalu mengikutiku, merecokiku, mengangguku dan lain lain. Dia bahkan tak segan segan memegang tanganku saat kami jalan bersama.  Pernah suatu malam, dia menemukanku pingsan di kamar asrama tempat aku tinggal. Dengan panik dia membawaku ke rumah sakit dan menurut dokter maag ku kambuh dan itu lumayan parah hingga harus menginap beberapa hari di Rumah Sakit. Donghae oppa menjagaku setiap hari, bahkan dia tidak pulang. Sampai suatu malam…

Flashback..

saat kami pulang dari berjalan jalan, aku melihat beberapa poster dan iklan yang tersebar dimana mana. Iklan itu, iklan produk sebuah perusahaan yang sangat amat aku kenal “CHO Company” tertulis dengan jelas nama itu.

Aku menghentikan langkah kakiku saat mataku menatap gambar seseorang yang sangat sangat kurindukan terpampang jelas di sebuah brosur. Melihat sosoknya, melihat senyumnya, melihat wajahnya yang selalu terlihat sempurna dimataku, mendengar tawanya, suara merdunya, merasakan harum tubuhnya saat dia memelukku, Bahkan aku lupa kapan terakhir kali aku merasakan pelukan hangatnya. Ku remas lembaran brosur itu dan memeluknya erat didadaku. Tetesan demi tetesan air mata kembali memenuhi pipiku. Entah sudah yang keberapa kali aku menagisinya. Orang yang tak akan mungkin kuraih lagi. Donghae oppa yang menyadari perubahan sikapku dengan sigap memelukku. Dia diam, tak berkata sepatah katapun, hanya memelukku erat, sangat erat.

-o0o-

“kau sudah baikan?” suaranya kembali terdengar di telingaku saat sebelumnya kami hanya diam.

Kami berdua duduk di sebuah taman dekat kampus saat ini. memandang jalanan yang masih ramai walaupun ini sudah malam.

Aku mengangguk menjawabnya. Tiba tiba dia berdiri

“oppa, eoddiga?” tanyaku

“membeli minuman hangat. Malam ini sangat dingin” ucapnya lalu hendak pergi. Kutahan pergelangan tangannya dan dia menengok

“andwe, temani aku disini” ucapku. Dia tersenyum lalu kembali duduk

“arraseo” dan kamipun kembali diam

“oppa, aku akan menceritakan sebuah kisah” ucapku

“mwonde?”

“bertahun tahun yang lalu ada seorang gadis kecil yang bodoh yang tiba tiba jatuh cinta pada teman masa kecilnya. Dia merasa perasaan itu hanya sesaat, tapi seiringnya waktu berjalan dan gadis itu beranjak dewasa dia masih menyimpan rasanya itu pada teman kecilnya. Lalu namja itu tiba tiba pergi selama 4 tahun. Gadis itu setiap malam menangis seperti orang bodoh , menangis karena merindukannya. Hingga suatu hari, saat gadis itu merayakan ulang tahunnya yang ke 21 tahun namja itu tiba tiba kembali membawa sebuah kejutan untuknya. Dan tentu, gadis itu sangat senang. Senag sekali !”

Aku berhenti sejenak , merasakan dadaku yang kembali sakit saat mengingat kejadian 7 tahun silam . air mataku sudah deras mengalir. Donghae oppa menggenggam tanganku, mencoba memberikanku kekuatan.

“gadis itu masih dalam keadaan sangat baik baik saja sampai malam itu semua merubah hidupnya. Namja itu memang kembali, tapi bukan untuknya. Melainkan untuk gadis lin. Malam itu dia dan keluarganya datang ke rumah gadis itu. Gadis itu masih merasa baik baik saja hingga suatu kalimat menjugkir balikkan dunianya. Namja itu berniat untuk melamar, bukan melamar gadis itu. Melainkan melamar seorang gadis cantik yang sangat dia kenal, sangat ia sayangi.Kakak perempuannya”

“gadis itu menangis semalaman. Dan hebatnya dia bisa bertahan sampai melihat kedua insan itu mengucap janji dihadapannya dan juga Tuhan. Gadis itu mencoba membuang perasaannya jauh jauh sejak hari itu. Namun hingga sekarang luka itu masih ada dan tak pernah sembuh”

Aku kembali terdiam beberapa saat, menutupi mulutku dengan tangan karena suara isak tangis tak henti hentinya keluar. Donghae oppa mengelus rambutku, matanya menatap khawatir ke arahku

“dan gadis malang itu adakah.. aku..”

GREEP

Dengan sekali tarikan Donghae oppa menyeretku dalam pelukannya. Tangisanku ku lepas, aku menjerit di pelukannya. Menumpahkan segala sesuatu yang aku rasakan selama bertahun tahun ini. ini sakit.. terlalu sakit.. bahkan aku pikir dengan menjauhinya aku akan bisa melupakannya. Namun tidak ! ini tidak berhasil

Ku cengkram kuat mantel yang dikenakan Donghae oppa, menangis keras di pelukannya, menjerit seperti orang gila. Tubuhku bergetar hebat malam ini. Donghae oppa makin mengeratkan pelukannya ditubuhku. Aku merasa akan jatuh, aku lelah, hatiku, maupun fisikku. Aku lelah dengan semua ini. kapan semuanya berakhir?? Tidak bolehkan aku mendapatkan kebahagianku?

“ssst… uljima.. uljima” ucapnya sambil terus memelukku

“eotthokkae oppa.. eotthokkae??aku mencintainya.. aku bahkan masih sangat mencintainya detik  ini juga. Aku tahu aku salah, ini  seharusnya tidak boleh terjadi. Dia bukan milikku”

“neomu appo oppa appo~ .. “

“ssst… Hyun Ah~ya dengar aku” Donghae oppa perlahan melepaskan pelukannya, menghapus air mata yang begitu banyak dipipiku. Menagkupkan kedua tangannya lalu menatap tepat di manik mataku.

“aku, Lee Donghae berjanji akan membantumu membangun kembali hatimu yang telah hancur ! aku Lee Donghae berjanji mulai saat ini tidak akan pernah lagi membiarkan satu tetes air mata yang mengalir di wajah cantikmu ! aku Lee Donghae berjanji membangun sebuah muara kebahagian untukmu ! aku Lee Donghae berjanji untukmu .. untuk mu Park Hyun Ah~”…

“lupakan~ berusahalah lupakan dia. Sekarang tatap masa depanmu, jangan pernah menatap kembali ke belakang. Lihatlah, masih ada aku disini. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Hyun Ah~ya, aku janji” ucapnya lalu menecup keningku, kedua mataku, lalu terakhir.. bibirku.

Dia kembali memelukku erat, menenggalamkanku dalam dadanya yang hangat. Sejak malam itu aku berjanji pada diriku sendiri untuk mulai mempercayainya. Mungkin Tuhan memberikan ku kebahagian melalu dirinya, Ya .. melalui Lee Donghae

“gomawo.. oppa. I’ll try for that”

Flashback off~

-o0o-

“aah~ aku kesal. Kenapa juga appa menyuruhku mengurusi perusahannya disini. Bukannya masih ada manager Choi. Cihh~ menyebalkan ! kalau aku tidak sibuk begini kan aku bisa ikut pulang ke korea bersamamu dan menemui calon mertuaku”

Aku memukul pelan lengannya dan Donghae oppa hanya tertawa

“wae? Ini sudah 2 tahun kita berhubungan, tak ada salahnya juga kan kita menikah?” godanya

“aissh~ oppa, jangan menggodaku !”

“haha arraseo ! ah~ pasti aku akan merindukan sekertarisku di kantor” katanya lesu

“kkk~ kan masih banyak karyawan yang lain”
“andwe !! aku hanya percaya semua pekerjaanmu ditanganmu. Lagipula ada untungnya kau menjadi sekertarisku, aku bisa melihat wajahmu setiap hari. Hehe”

“hissh~ dasar”

“Ingat pesanku chagiya~ jangan macam macam disana. Arraseo”

“ne ne Tuan Lee. Mmm, baiklah, ini sudah yang ke 1257 kali kau mengatakan itu”

“berlebihan !” omelnya

“haha habisnya kau itu. Baiklaaaaah~ ngomong2 kapan kau akan melepaskan pelukanmu ini. semua orang sudah menatap aneh ke kita sedari tadi. Dan pesawatku juga sudah akan take off”

Dia terkekeh geli lalu mengeratkan pelukannya sekali lagi dan mengecup puncak kepalaku.

“hhhaah~ aku pasti akan merindukanmu” ucapnya

“nado oppa.”

Setelah itu pengumuman keberangkatan Paris-Seoul diumumkan. Donghae Oppa melepasku dan aku mulai berjalan sambil menyeret koperku. Aku melambaikan tanganku sekilas , dan dia membalasnya, kemudian aku benar benar masuk.

Author POV

Seorang gadis berperawakan tinggi, kulit seputih susu, dan rambut nya yang terurai terlihat berjalan di sekitar Incheon airport.tangan kanannya menyeret sebuah koper berwarna merah terang dan tangan satunya lagi tak henti hentinya memainkan ponsel canggih yang dimilikinya.

“yeoboseyo.. eonnie kau dimana?” terdengar suaranya berbicara dengan seseorang di ponselnya

“aku masih di jalan, macet sekali disini”

“ah~ arrayo.. baiklah aku akan menunggumu di caffe dekat bandara. Okay?”

“ne, tunggu aku”

Setelah itu sambungan telepon terputus. Park Hyun Ah berjalan ke caffe yang berada tepat di depannya. Dengan balutan jeans panjang, tanktop putih ditambah blazer hitam dan kacamata kesayangannya dia terlihat sangat cantik. Heels hitamnya juga membuat dia tampak lebih menawan.

Hyun Ah duduk di meja caffe setelah sebelumnya memesan, dia mengeluarkan ponselnya berniat menelpon namja-nya.

“yeoboseyo, chagiya..” angkat suara di seberang. Hyun Ah tersenyum sekilas mendengarnya. Lee Donghae memang selalu bertindak seperti ini, selalu romantis.

“oppa” jawabnya bersamaan dengan pesanan caffe latte yang datang di mejanya

“kau sudah sampai?”

“ne, sekarang aku sedang menunggu eonniku di caffe dekat bandara”

“jinnja? Ah~ syukurlah kau sampai dengan selamat. Tidak ada namja yang menarik perhatianmu kan?”

“aigoo, Lee Donghae. Aku bahkan belum sampai satu hari disini. Kau sudah menanyakan hal seperti itu. Cih ! menyebalkan”

“hahaha, ani ani.. aku hanya khawatir. Lagipula kan kau sendiri yang bilang kau sedang ada di caffe. Yaah.. siapa tahu disana ada namja tampan yang menarik perhatianmu. Meskipun kuakui, wajahku masih jauh lebih tampan dari namja manapun di dunia ini hahaha”

“eiiy ! pede sekali kau oppa. Ck..”

“baiklah Ny Lee, bersenang senang lah disana. Sampaikan salamku pada calon mertuaku arraseo !”

“yak ! aku belum menyandang gelar ‘Lee’ tau. Hisssh~ baiklah aku akan menyampaikan salam kepada mereka”

“mmm~ hati hati disana. Aku selalu merindukanmu disini”

“kau juga oppa, hati hati disana. Jangan lupa makan dan tidur dengan teratur jangan terlalu lelah. Aku tak mau kau sakit. Mmm~ aku juga akan merindukanmu “

“ne ne.. baiklah, ku tutup teleponnya ne?”

“ne, annyong”

Gadis itu tersenyum sambil memandang ponsel ditangannya. Sepertinya moodnya jadi baik sehabis berbicara dengan namja-nya tadi.  Tak dipungkiri Hyun Ah, kini hatinya memang telah sedikit membaik berkat kehadiran Donghae disisinya. Walaupun hatinya tak sepenuhnya ia berikan untuk Donghae dan luka itu masih belum sembuh sepenuhnya.

-o0o-

Sebuah mobil Ferrari F430 terlihat berhenti di depan caffe. Seorang wanita cantik turun bersama dengan seorang gadis kecil berumur 5 tahun yang terlihat sangat manis.

“eomma.. katanya kita ingin menjemput Hyun Ah Imo yang baru pulang dari paris. Kenapa malah ke caffe?” tanya gadis kecil itu pada eommanya. Dia terlihat masih sangat polos.

Eommanya tersenyum lalu berjongkok menyamakan tingginya dengan gadis itu

“Hyun Rin~ah .. kita memang akan menjemput Imo. Dia sedang menunggu di dalam caffe ini” jelasnya. Gadis itu melihat ke arah caffe lalu balik menatap eommanya dan tersenyum

“jinjja? Huaa, aku tak sabar ingin bertemu dengannya. Eomma, apa Hyun Ah Imo cantik?”

“ne, dia sangat cantik. Dia juga baik. Baiklah putri kecil eomma, bagaimana kalau kita masuk sekarang?”

Dengan wajah riang gadis itu mengangguk cepat lalu berjalan bersama dengan eommanya masuk ke dalam  caffe itu.

Park Sung Rin masuk ke dalam caffe itu sambil menuntun anaknya. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru caffe. Matanya menangkap seorang gadis yang tengah duduk sendiri sambil menyesap caffe latte di tangannya. Sung Rin tersenyum senang lalu berjongkok kembali menyamakan tingginya dengan Hyun Rin, anaknya.

“Hyun Rin~ah, kau lihat seorang gadis disana? Yang memakai baju hitam itu?” tunjuk Sung Rin pda Hyun Rin. Gadis kecil itu mengangguk sekilas

“dia Hyun Ah Imo” kata Sung Rin

“jinjjaaaa??” balas Hyun Rin.

“ne, mmm~ Bagaimana kalau kau kesana duluan. Otte?”

Hyun Rin mengangguk senang lalu berjalan kearah tempat duduk Hyun Ah.

“Annyeonghaseyo” sapa gadis kecil itu. Mata bulatnya tak berhenti memandang sosok gadis di depannya kini. Ternyata memang benar kata eommanya. Imo-nya ini memang sangat sangat cantik

“ne.. nado annyeong” balas Hyun Ah sambil tersenyum setelah sebelumnya terkejut dengan kehadiran Hyun Rin yang tiba tiba

“Imo, kau cantik sekali” puji gadis itu tulus

“huee, gomawo. Kau juga sangat cantik” ucap Hyun Ah dengan senyum yang masih setia bertengger di wajahnya

“pastinya.. kata appa, aku cantik seperti eomma”

Hyun Ah terkekeh mendengarnya. ‘anak ini lucu sekali’ batinnya

“gadis manis, orang tuamu dimana?”

“appaku sedang bekerja”

“lalu kau kesini bersama siapa?”

“eomma”

“eomma mu dimana?”

“eomma nya disini !” sebelum Hyun Rin menjawab, Sung Rin menyela pertanyaan Hyun Ah dan sudah berdiri di dekat mereka.

Hyun Ah kaget bukan main. Jadi maksudnya gadis kecil ini anak dari Eonnie-nya? Berarti dia.. anak Kyuhyun?

“omo~ ! Eonnie. Benar ini kau? “ Sung Rin menangguk senang. Dengan segera dia menarik Hyun Ah ke dalam pelukannya.

“yak ! aku sangat merindukanmu babo. 7 tahun kita tak bertemu! Kau bahkan tak mengunjungiku saat aku melahirkan !” Sung Rin mulai terisak pelan, dia memang sangat merindukan adiknya itu. Dengan sangat tiba tiba meminta Hyun Ah ingin kuliah di Paris 7 tahun silam. Pastinya itu membuat dia kaget. Tapi untungnya hari ini dia bertemu lagi dengan adik kesayangannya.

“aigoo~ yak ! appa eonnieku berubah menjadi cengeng setelah menjadi Ny Cho? Ck~”

Sung Rin hanya terkekeh geli dan menghapus air matanya

“mian eonnie, waktu itu aku sedang sebuk skripsi jadi tidak bisa menjenguk kalian. Jadi.. ini putrimu?” tanya Hyun Ah sambil menatap Hyun Rin. Sung Rin tersenyum dan mengangguk

“Hyun Rin~ah, perkenalkan dirimu sayang” ucap Sung Rin pada anaknya

“annyeonghaseyo.. Cho Hyun Rin imnida. Bangapseumnida Imo”

Hyun Ah tersenyum lalu memeluknya.

“aigoo, ternyata ini keponakanku. Kau cantik sekali sayang. Benar kata appamu kau cantik seperti eommamu haha XD “

“Imo, sudah lama aku ingin bertemu denganmu. Eomma banyak cerita tentangmu. Katanya kau itu sangat cantik dan baik. “

“nado, Imo juga sering mendengarkan cerita tentangmu.”

“yasudah, sebaiknya kita pulang sekarang. yang lain sudah menunggu dirumah”

Lalu ketiga wanita itu pergi meninggalkan caffe menuju rumah keluarga Park.

Hyu Ah POV

Bangunan besar berwarna putih ini kembali kulihat. Berdiri dengan kokohnya, masih sama seperti 7 tahun silam. Hanya bedanya, sekarang tambah cantik dengan tanaman tanaman yang menghiasi hampir seluruh halaman depan. Saat akan turun dari mobil, kulihat Hyun Rin tidur di jok belakang

“eonnie, dia tertidur” kataku pada Sung Rin eonnie

“ahh, bagaimana ya? Dia pasti lelah. Sebenarnya dia masih dalam kondisi kurang baik. Semalam dia demam. Tapi pagi ini dia bersikeras ingin ikut menjemputmu. Kalau aku bangunkan pasti dia akan susah tidur lagi” katanya

“mmm, eonnie biar aku gendong saja ya?”

“andwe ! kau masih lelah sehabis perjalananmu tadi kan?”

“aissh ! gwenchana, lagipula aku belum pernah bertemu dengannya sampai dia sebesar ini. jadi sekarang aku akan mencoba mengenalnya lebih dekat. Haha ~”

“kkk~ arraseo, gendonglah dia. Kajja~!”

Aku menggendongnya masuk kedalam. Sepertinya Hyun Rin nyaman digendonganku, dia terlihat tak terusik sama sekali.

Aku masuk ke dalam rumah ini, tersenyum sekilas melihat isinya. ‘tak berubah’ pikirku. Sebuah foto besar keluarga kami masih terpampang jelas di ruang utama. Piano putih kesayangan appa juga masih bertengger di sudut ruangan. Dekorasi, cat, dan tatanan tempat.. semuanya tidak berubah.

“aigoo ! Yak !! aigoo aigooo.. !! ini putri Eomma?? Yak !! Park Hyun Ah !!”

Tiba tiba eomma muncul dan berteriak histeris saat melihatku, aku hanya tersenyum saat dia berlari memelukku.

“eomma !” seruku sambil balas memeluknya. Agak sedikit terhalang karena Hyun Rin masih ada digendonganku”

“dasar anak nakal ! kenapa tak pernah pulang selama ini eoh. Kau mau membuat kedua orangtuamu khawatir eoh?” ucapnya setelah melepaskan pelukannya

“hehe, aniyo eomma. Hanya saja aku sangat sibuk disana, perusahaan sangat membutuhkan aku” jelasku dan eomma hanya tersenyum lagi sambil berkaca2. Ah~ sepertinya eomma memang sangat merindukanku.

“Hyun Ah~ya, kau cantik sekali sekarang” puji eomma

“jadi maksud eomma dulu aku tidak cantik?” tanyku berpura pura marah

“aigo~ tentu saja tidak sayang. Putri eomma dari lahir memang sudah cantik ! haha “

“appa ! “ seruku saat melihat appa berjalan ke arahku dan memelukku. Ah~ rasanya sudah lama sekali aku di peluk seperti ini oleh kedua orang tuaku. Aku sangat merindukannya.

“bagaimana kabarmu sayang?” tanyanya

“aku baik, appa sendiri? Tidak membantah omongan dokter dengan banyak memakan makanan manis kan? Hihi “

“tentu saja tidak, kau lihat saja badan appa terlihat sehat begini haha~”

“Hyun Ah~ya, kau pasti lelah. Cepat tidurkan Hyun Rin dikamarku lalu kau pergi istirahat. Arraseo !” kata eonnie tiba tiba

“kamarmu? Apa si kecil ini tidak punya kamar sendiri?”

“ani~ kau lupa kalau kami hanya menginap beberapa hari disini karena menyambut kedatanganmu. Bukankah kau sudah tau aku membeli rumah yang kutempati kini bersama Kyuhyun oppa?”

“aah~ ne aku lupa”

“cha ! baringkan dia ke kamar”

“ne eonnie”

Kulangkahkan kakiku menuju lantai atas, ke kamar Sung Rin eonnie yang letaknya persis di depan kamarku. Ku buka perlahan kenop pintu bercat putih itu dengan sangat pelan. Kubaringkan si kecil Hyun Rin di atas tempat tidur berukuran king size yang ada di dalamnya.

Kuperhatikan kamar ini satu persatu, dari mulai cat, dekorasi, dan lain lain semua nya berubah. Sangat berbeda dengan 7 tahun silam. Foto foto kebersamaan Kyuhyun oppa dan Sung Rin eonnie tergantung dimana mana. Ada juga foto keluarga kecil mereka. Dan yang paling besar adalah foto pernikahan mereka yang terpampang jelas di atas tempat tidur ini. di meja samping tempat tidur juga terdapat foto mereka bertiga dengan senyum yang mengembang. Aku tersenyum melihatnya, sepertinya mereka berhasil membangun keluarga yang bahagia.

“apa kau bahagia oppa? Sepertinya iya..” kataku sambil menatap foto itu. Menatap dirinya yang tengah tersenyum lebar bersama dengan kedua belah hatinya. Sung Rin dan Hyun Rin

Kualihkan pandanganku ke arah gadis kecil yang tengah tertidur pulas di depanku. Kudekati dia hingga jarak kami sangat dekat. Deru nafas hangat nya terasa menerpa permukaan kulit kulit wajahku. Hyun Rin tertidur sangat damai, dia terlihat seperti malaikat kecil yang turun dari surga.

Ku telusuri wajah sempurnanya dengan jemariku. Mengelusnya,mengusap dan sesekali mengecup pipinya yang terlihat chubby. Matanya, Hidungnya, Bibirnya… semuanya mirip dengan Kyuhyun oppa. Gadis ini terlalu sempurna untuk yeoja seumurannya.

“ehem..” deheman seseorang membuatku menghentikan aktifitasku yang betah memandangi Hyun Rin. Aku tersenyum melihat eonnieku yang sudah berdiri di depan pintu dengan tangan terlipat didepan dadanya.

“sudah puas melihatnya?” tanyanya seraya masuk dan duduk disampingku

“belum.. aku rasa aku tidak akan pernah puas melihat putrimua yang sangat cantik ini eonnie hihi “

“mmm~ aku juga sama sepertimu. Tidak akan pernah puas melihat betapa sempurnanya putriku. Aku bersyukur kepada Tuhan telah menitipkannya untukku. Semua yang ada pada dirinya sangatlah menyerupai suamiku, Kyuhyun oppa. Dan itu membuatku tidak bisa untuk membenci mereka berdua. Keduanya sangatlah berarti di hidupku. Aku bahkan sudah berjanji bagaimanapun nanti keadaanya aku akan berusaha sekuat tenaga menjaga kedua malaikatku agar terus berada di sampingku” ucap nya sambil sedikit menitikkan air mata. Aku hanya tersenyum miris mendengarnya. Aah~ ‘babo Hyun~ah ! sampai kapan kau terus memikirkannya. Lihat bahkan eonnimu sangat mencintainya ! dan satu lagi kau sudah punya Donghae yang tulus mencintaimu !’ batinku

“Hyun Ah~ya.. “

“hmm?”

“berjanjilah padaku tentang satu hal”

“mwonde eonnie?”

“suatu saat, jika aku sudah tidak ada di dunia ini, maukah kau menggantikan ku menjaga kedua malaikatku ini? Kyuhyun dan Hyun Rin ?” ucapnya tiba tiba yang membuatku sontak menatap manik matanya

“eonni~”

“ayolah, berjanjilah untukku”

“kenapa tiba tiba bicara seperti itu?”

“aku juga tidak tahu, sesuatu dalam diriku menyuruhku begitu”

“tapi aku ..”

“wae? Kau tidak mau membantuku?”

“ani~.. aku hanya..”

“hanya apa?”

“aah~ baiklah eonnie, aku berjanji” kataku pada akhirnya. Dia tersenyum lalu memelukku erat sekali.

“gomawo, sekarang istirahatlah di kamarmu. Nanti malam kita makan bersama ne? eomma sudah menyiapkan makanan kesukaanmu. Oiya, mungkin Kyuhyun oppa akan pulang saat makan malam nanti. Kau bisa menemuinya” serunya. Aku tersenyum dan mengangguk. Lalu berjalan ke arah kamarku.

‘apa aku sanggup bertemu denganmu oppa?’ lirihku

-o0o-

Aku terbangun karena suara telepon yang berdering di samping tempat tidurku.

“yeoboseyo?” jawabku dengan suara yang serak

“yeoboseyo.. chagiyaaa, kau bangun tidur?”

“ku lihat caller ID yang terpampang di ponselku. Lalu tersenyum sejenak”

“oppa ! ne~ aku baru bangun. Aku lelah sekali”

“aigoo, berarti aku menganggumu ya? Mianhe chagiya, jeongmal” sesalnya

“aniyo, gwenchana oppa. Aku rasa aku sudah terlalu lama tidur. Ini sudah pukul..” aku menghentikan sejenak ucapanku lalu beralih menatap jam dinding yang ada dikamarku

“MWO??!”

“wae wae wae? Kau kenapa Hyun Ah~ya?”

“ini.. sudah pukul 7 malam dan aku baru bangun. Aissh ~!” kesalku sendiri

“aiggo~ yak ! kau menganggetkanku. Kukira ada apa apa ” serunya

“hehe mian oppa. Ada apa menelponku?”

“aku merindukanmu” ucapnya to the point

“haissh~ bisakah kau mengucapkannya dengan sedikit berbasa basi Lee Donghae !”

“ani.. aku tidak mau”

“baiklah terserah kau saja”

“lalu kau?”

“aku kenapa?”

“apa tidak merindukanku?”

“ini bahkan belum sehari tuan muda Lee yang terhormat. Kau sudah mengatakannya 2 kali hari ini”

“jadi kau tidak merindukanku? Begitukah ? baiklaaah~”

“yak! Begitu saja marah. Baiklah.. aku juga merindukanmua tuan muda Lee Donghae yang paling tampan, puas?”  dia terkekeh geli mendengarnya. Aku pun tersenyum.

“ne ne ne, aku puas haha ! “

“oppa, kututup dulu telponnya ne? aku harus mandi sekarang”

“arraseo, apa perlu ku mandikan?” godanya

“yak ! Lee Donghae !!” dia tertawa sangat keras kemudian sambungan telepon terputus.

-o0o-

Kulangkahkan kaki ku menuju lantai bawah. Ku pegang kuat kuat dadaku yang tiba tiba berdetak lebih kencang, entah karena apa. Samar samar ku dengar suara tawa menggema di ruang makan. Dan membuat kerja jantungku bertambah lagi ‘itu suaranya’ batinku. Dengan segenap kekuatan yang aku kumpulkan, aku berjalan terus menuruni anak tangga menuju ruang makan. Kulihat dirinya yang tengah bergurau bersama appa,eomma,Sung Rin eonnie dan Hyun Rin. Ku hentikan langkahku sejenak, dan tiba tiba rasa itu kembali hadir.

Kutekan tekan dadaku yang terasa sangat sakit melihatnya. Sungguh demi apapun saat ini aku hanya ingin berlari dan memeluknya. Lalu berteriak di hadapannya ‘CHO KYUHYUN ! APA KAU TAHU PENDERITAANKU SELAMA INI HA? DAN ITU SEMUA GARA GARA KAU !’ tapi aku masih punya hati untuk tidak melakukan itu semua.

Setetes cairan bening dengan sukses membuat sungai kecil di kedua pipiku. ‘Tuhan, tak bisakah kau biarkan aku melupakannya. Sungguh~ ini masih terlalu sakit untukku’ doaku.

“Imo !” teriakan Hyun Rin sukses membuatku tersadar akan pikiran gila yang sempat melintas di otakku. Gadis kecil itu berlari ke arahku yang masih berdiri di tengah tangga. Dengan cepat ku usap kasar air mata yang telah kurang ajarnya keluar tanpa seizinku. Semua orang terlihat menatapku sambil tersenyum, termasuk.. dia.

“Imo, kenapa kau hanya berdiri. Ayo kita makan bersama. Halmoni sudah menyiapkan banyaaaak sekali makanan kesukaanmu” ucapnya dengan riang. Aku hanya mengangguk lalu mengikutinya yang menuntun lenganku ke arah ruang makan.

“Oppa.. An..anyeong?” sapaku kaku. Aku berusaha menormalkan suaraku yang hampir tercekat saat melihatnya lagi dari jarak sedekat ini. sekuat tenaga aku berusaha menahan air mata yang lagi lagi ingin keluar.

“Park Hyun Ah~” oh Tuhan.. beritahu bagaimana aku harus bersikap saat ini. mendengar suaranya lagi benar benar terasa ada yang menghujam hatiku dari dalam. Sesak!

“ne?” ucapku ragu. Dia kemudian berjalan kearahku, berhenti tepat beberapa centi di hadapanku. Aku menunduk ! tak mau melihat nya yang kusadari semakin terlihat tampan dan sempurnya. Oh ayolah~ kapan aku mengatakan dia jelek? Rasanya di mimpi pun tidak pernah!

GREEEP !

Aku melotot mengekspresikan keterkejutanku saat ini. kini, dia kembali membuat hatiku terasa nyaman. Saat kedua lengan kekarnya menarikku dalam pelukan hangatnya, meletakkan kepalaku di atas dada bidangnya. Ku balas dekapan hangat itu, dan saat ini air mataku telah lolos begitu saja. aku tak bisa menahannya, sungguh !

“Bogoshippo~” lirihnya sambil memelukku dan membuat air mataku meluncur lebih banyak.

“Na..nado” jawabku, suaraku tercekat saat ini.

Dia melepaskan rengkuhannya dan menatapku.

“kenapa tidak pulang selama ini eoh? Kau tak tahu bagaimana kami semua merindukanmu?” cercanya. Aku hanya tersenyum

“mianhe~ aku hanya terlalu sibuk di Paris”

“oppa, sudahlah. Jangan membebaninya dengan pertanyaan2 mu yang aneh. Yang terpenting sekarang dia sudah ada disini” kata Sung Rin Eonnie

“iya Kyuhyun~ah, sekarang lebih baik kau biarkan dia makan dulu” tambah appa

“mmm~ arraseo ! Hyun Ah~ya, welcome back !” seru Kyuhyun oppa sambil mengusap puncak kepalaku. Aku hanya tersenyum kemudian duduk bersama di meja makan.

“Neomu yeppeoda Hyun Ah~ya.. kau terlihat lebih cantik dan dewasa sekarang” puji Kyuhyun oppa

“ah~ gomawo oppa”

“Imo, kata eomma kau alergi dengan udang ya?” celetuk Hyun Rin tiba tiba

“ne.. waeyo Hyun Rin~ah?”

“kalau begitu kita sama. Aku juga alergi pada udang”

“jeongmal? Wuaa”

“kalian begitu mirip, bahkan dia juga sangat menyukai doraemon sama sepertimu Hyun Ah~Ya” kata sung Rin eonnie

“haha ! wajar sajalah eonnie, dia kan keponakan ku tersayang. Hihi “

“huh dasar ! oiya bagaimana kehidupanmu di Paris? Sudah menemukan namja yang tepat eoh?”

“Hyun Ah~ya, sekarang umurmu sudah 28 th. Sudah sepantasnya kau menikah” tambah eomma

“hyaa~ eomma, eonnie kenapa kalian membicarakannya saat makan malam seperti ini ! hiss..”

“tak apalah, ayo jawab” desak eonnie

“hhuft~ ne, aku sudah punya pacar eomma, eonnie. Dia orang korea hanya saja kuliah di Paris sama sepertiku. Sekarang aku bekerja di kantornya. Hubungan kami sudah berjalan 2 tahun”jelasku

“jeongmal? Siapa pria itu? Apa dia baik? Tanggung jawab? Dia bukan pria brengsek kan?” tiba tiba Kyuhyun oppa ikut masuk dalam pembicaraan ini. oh~ bahkan dia menghawatirkan masalah itu.

“mm~ dia baik dan sangat tanggung jawab”

“aigoo~ akhirnya putri eomma yang satu ini menemukan namja-nya . hihi~ malhaebwa.. siapa lelaki yang bisa membuat hatimu yang sekeras es itu mencair?”

“Lee Donghae.. pewaris tunggal LEE Company”

-o0o-

“kau senang hari ini?” tanya Sung Rin eonnie

“hmm~”

Hari ini aku berkeliling kota Seoul bersama Sung Rin eonnie. Melakukan banyak hal yang sudah lama tak kami lakukan. Belanja bersama, makan bersama, dan lain lain. Aku juga membeli beberapa pakaian baru yang akan ku kenakan saat masuk kantor appa nanti. Yaa~ mulai sekarang aku akan bekerja di perusahaan appa yang ditangani juga oleh Kyuhyun oppa.

“kajja eonnie” ajakku pada Sung Rin eonnie saat melihat tanda berwarna hijau untuk pejalan kaki sudah hidup. Aku dan eonnie menyebrang bersama dengan penyebrang jalan yang lain. Saat sampai di ujung jalan, aku mengambil ponselku bermaksud untuk mengecek jam, karena aku tak memakai jam tangan saat ini. tapi saat ponsel itu ku keluarkan , aku tak melihat gantungan yang biasanya menghiasi ponsel putihku itu.

“aigoo, eothokkae.. itu hadiah dari Donghae oppa. Dia pasti akan marah jika aku menghilangkanya”

“waeyo?” tanya Sung Rin eonnie yang menyadari perubahan sikapku

“gantungan ponselku menghilang. Atau mungkin jatuh di suatu tempat ya?” tebakku

“coba kau cari lagi, siapa tahu lepas di kantong mantelmu Hyun Ah~ya”

“eobso eonnie” tiba tiba mataku menangkap benda kecil berbentuk boneka beruang cokelat tergeletak di tengah jalan. Aku tersenyum lalu dengan cepat berjalan mengambilnya. Tak disangka ternyata lampu untuk penyebrang jalan sudah berubah merah.

“HYUN AH~YA AWAAS!!!” teriak eonnieku tiba2

“mwonde eonnie?” aku yang masih belum tahu ada apa menjawab dengan santainya

“YAK ! PARK HYUN AH !!!!!!”

‘DUUUKK !!’

“Awwwwwwwwww !”

‘BRAAAAAAAKKK!!!’

“ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE !!!”

See you on PART B ~ ^^ Annyeooong :*

Advertisements

54 thoughts on “Second Chance ( Sequel of ‘’Waiting For Happiness”) PART A

Add yours

  1. buset ._. Siapa yg ketabrak itu? .-. Sungrin? Dr gbr nya aku mikir klo sungrin nanti mati, bener gak? Trs donghae gmn? Sbnrnya aku penasaran loh gmn sih perasaannya kyu ke hyun ah?

  2. Hi thor, aku reader baru disini. Dapet alamat wrdprs nya dari sjff 2010. Dan gak nyangka nemu sequel ff yg bikin aku sobbing hard T.T cuma berharap semoga berakhir happy ending buat hyun ah, karena judul awalnya juga waiting for happiness 🙂

  3. Ah minn… Bikin penasaran? Siapa yang ketabrak? Smoga bukan sungrin 😦 kalo sungrin psti nnti sungrin meninggal dan hyunah jadinya sm kyuhyun.. Trs donghaenya gimana min :” jangan php’in donghae ya min (•̅-̯•̅ )

  4. keluarga bahagia kyuhyun ne?
    Hyunah punya lee donghae kan ?
    Nyesek bgt jd hyun ah u.u siapa yg tertabrak ? Feelingku bukan hyun ah XD

  5. kenapa aku jadi kasian ma donghae ya? ntar kalau sungrin ditabrak pasti hyunah ma kyuhyun, dan donghae terlupakan… ntar kalau hyunah yg ketabrak, donghae pasti juga sedih banget . Lee donghae sabar aja ya…

  6. Aiisshh jinja itu yg ketabrak siapa ?? Si hyun ah apa sung rin ??
    Kalw yg ketabrak si sung rin , hyun ah nikah ama kyuhyun ntar donghae ama siapa ??
    #penasaran

  7. siapa yang ketabrak? kyaknya sung rin eonni…
    kalo sung rin eonni brarti si kyu jadi nikah ama hyuna dong…
    kasian banget si donghae…

  8. annyeong kaka author ^^
    cerita di waiting for happines bkin nyesek yah :”)
    walaupun hyun ah blm bs move on dr kyu tp htnya sedikit udh terbuka utk donge~~

    semangat utk ff selanjutnya
    ppyong ♥

  9. huwa.. untuk pertama kalinya aku suka karakter donghae dalam ff yang di pasangin sama kyuhyun..
    suka banget pas scennya donghae sama hyun ah lucu menurut aku..
    tapi kenapa aku tetep nyesek pas ada adegan hyun ah kyuhyun sma sung rin ..?

    hahah kenapa aku bahagia sungrin kecelakaan? 😀
    semoga hyun ah cepet cepet bahagia ya Allah hehe 😀

  10. Astaga~~
    Kereen kerenn secuelnya ^^
    Astaa kenapa sungrin nya ngomong kaya gitu ke hyun ah 😦 jadi sedihh saya 😥
    Perasaan saya jadi ngga enak deh sama nasibnya donghae O.o
    Dan Siapa ini yg ketabrakk ???
    Haduhh penasaraan eon (0.0)
    Oke semangattt teruss eon nulisnyaa ^^
    Anyeong

  11. Oh my apa kata kata itu pertanda sungrin Akan meninggal ?!
    sedih bgt jadi hyuna bah kan kyuhyun udah punya anak,sementara dia masih belom bisa mengusir bayang banyang kyuhyun ckckck

  12. Ckckck kayanya bakalan ada sesuatu yg gaenak di sini, aduhhh tapi kenapa musti kyuhyun sampe punya anak?😭 kalo uda gini kan deketin kyuhyun juga rasanya bakal aneh, seakan2 perebut suami org 😥

  13. jangan bilang kalo sung rin yang dorong hyun-ah dan kakaknya lah yang ketabrak
    pastinya nanti bakalan dibenci ama kyuhyun
    padahal gk sengaja

  14. Jangan bilang kalo sungrin yg ketabrak.. dan jdi keinget pas sungrin bilang klo dy sdh g da di dunia, dy mnt hyun ah menggantikannya.. jgn bilang klo sungrin meninggal,, truz klo hyun ah m kyuhyun, gmn dg donghae? Hikzzz makin rumit jdiny

  15. Siapa sih yg ketabrak mobil hyuna ap sungrin???, bdw sprt ap sih perasaan kyu am hyuna, ap slma ini kyu mencintai hyuna sbg adik sja???

  16. Ahhh, Hyuna punya hubungan sm Donghae. Bukan pelarian kan?
    Hah, rumit sekali kisah mu nona.
    Semoga Donghae terbaik untukmu.
    Melupakan si cho.
    Omo, itu kenapa? Siapa yang ketabrak, Hyuna atau kakaknya?
    Next story 🙂

  17. Setelah 7th belum bisa move on >< melupakan cinta memang tak semudah saat jatuh cinta… Semoga hyun ah bisa meraih kebahagiaan.a

  18. Aishhh jinjja kenapa aku nangis terus tiap baca ff ini hikssss *maaf lebay bgt ya eon hihi
    Sebenarnya perasaan kyu sama hyun ah itu seperti apa sih huftttt
    Itu siapa yg ketabrak aigooooooo penasaran bgttttt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: