30 Days (Part 3/?)

Pictures1

Author  :               Helma Trianda

Cast       :

-Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

– Choi Sooyoung

PG          :               15

Genre   :               Romance


Tiba-tiba kyuhyun menarik tangan soo young, memegang tengkuk lehernya dan
CHU~~~
Kyuhyun mendaratkan bibirnya di bibir soo young. Soo young kaget dengan apa yang dilakukan kyuhyun. Siwon yang melihat dari dalam mobilnya terkejut. Matanya terbelalak dengan pemandangan yang sedang ia lihat.

PART 3

Soo young langsung melepaskan ciumannya dan mendorong kyuhyun.

“apa kau sudah gila!”, teriak soo young pada kyuhyun.
“mianhe soo young-ah. Tapi aku sudah tidak bisa menahan perasaanku padamu”,
“perasaan?”, tanya soo young bingung.
“saranghae. Saranghae soo young-ah”, kata kyuhyun sambil menggenggam tangan soo young.
“kyuhyun-ah aku sudah menganggapmu sebagai teman dan ku kira kau juga sudah menganggapku sebagai temanmu. Tapi kenapa kau mencintaiku?”, ucap soo young lalu melepaskan dari genggaman kyuhyun. Betapa hancur hati kyuhyun mendengar penyataan soo young.
“teman. Apa aku hanya sekedar teman di matamu?”, tanya kyuhyun yang menatap soo young binar.
“ne. Hanya teman”, ucap soo young yang semakin menambah rasa sakit dihati kyuhyun.
“soo young-ah, apa tidak bisa kau ubah rasa itu menjadi rasa cinta?”,
“aniyo. Hatiku sudah ada yang memiliki”,
“siapa?”,
“kau tidak perlu tahu”, ucap soo young lalu membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju rumahnya. Tapi lagi-lagi kyuhyun menahannya. Kyuhyun memeluk soo young dari belakang.
“kyuhyun-ah!”, teriak soo young sambil melepaskan tangan kyuhyun yang melingkar di perutnya. Bukannya terlepas tapi kyuhyun malah mengeratkan pelukannya.
“kyuhyun-ah!”, teriak soo young kesal.
“lima menit. Hanya lima menit”, bisik kyuhyun di telingan soo young.

Kyuhyun bersandar di bahu soo young. Tak terasa air mata kyuhyun keluar dari sudut matanya dan jatuh dibahu soo young. Soo young merasa ada sesuatu yang membasahi bahunya.
“kyuhyun-ah”, ucap soo young pelan.

Lalu kyuhyun melepaskan pelukannya. Soo young membalikkan tubuhnya dan menatap kyuhyun. Kyuhyun mendekatkan wajahnya lalu mencium keningnya. Lalu kyuhyun menjauhkan wajahnya dari soo young dan masuk kedalam mobil. Pergi membawa kepingan-kepingan hati yang telah hancur.
Betapa sakit hati siwon melihat hal itu. setelah mobil kyuhyun pergi, siwon menyalakan mobil dan berjalan melintasi rumah soo young.
“siwon-ssi”, gumam soo young saat melihat siwon melintasi rumahnya.
Siwon hanya melihat soo young dari spion mobil. Ia terus melihat soo young sampai gambar soo young hilang. Lalu siwon menancapkan gas nya dan terus menyusuri jalan tanpa tahu arah. Yang ada difikirannya hanya soo young, soo young dan soo young. Dan akhirnya ia berhenti di sebuah taman kecil di Seoul. Ia terus membayangkan kejadian tadi. Sekarang perasaan nya sudah beraduk menjadi satu. Ia bingung harus merasa senang atau sedih. Ia merasa sedih karena sahabatnya di tolak mentah-mentah saat menyatakan perasaannya tapi di sisi lain ia juga merasa senang karena yeoja yang ia sukai tidak jadi bersatu dengan sahabatnya.

“haiss,, kenapa aku bisa melibatkan diriku pada sebuah cinta segitiga dan ,, dan sahabat ku juga ikut terlibat di dalamnya”, keluh siwon. Lalu ia terdiam sebentar.

Entah apa yang sedang ia pikirkan tiba-tiba ia langsung menyalakan mesin mobilnya lalu mengendarai mobilnya. Menuju ke sebuah tempat yang ada di pikirannya.

Kyuhyun POV
Aku menyandarkan tubuhku pada sebuah sofa dikamarku. Aku terus memikirkan kejadian itu.
“siapa orang yang disukai soo young”, tanyaku pelan pada diriku sendiri. aku menghembuskan nafas berat lalu memejamkan mataku dan terus berfikir siapa yang soo young sukai. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka. Sontak aku langsung membuka mataku dan menolehkan wajahku untuk melihat siapa yang masuk ke kamarku.
“siwon-ah”, ucapku kaget. Ia hanya tersenyum lalu menghampiriku.
“hei kapan kau datang? Kenapa kau tidak ketuk pintu dulu?”, lanjutku.
“aku barusan datang. Dan kenapa kau terkejut, lagipula aku sudah biasa masuk kekamarmu tanpa mengetuk pintu”, jawab siwon santai.
“hei, kau masuk rumah ku lewat mana? Kenapa tidak pencet bell?”,
“tentu aku masuk lewat pintu rumahmu, memangnya aku mau masuk lewat mana lagi eoh?,,,, dan aku tidak pencet bell karena tadi ada eomma mu di depan pintu jadi aku menyapanya lalu langsung masuk ke kamarmu”, jelas siwon.
“begitu rupanya”, ucapku lega.
“hei, kyuhyun-ah ada apa denganmu? tidak biasanya kau seperti ini”, tanya nya yang mulai curiga.
“aku tidak apa-apa, mungkin itu hanya perasaanmu”, jawabku sedikit gugup.
“hei, sudah berapa lama kita berteman. Tidak biasanya kau seperti ini. Apa kau ada masalah?”,
“anni. Aku tidak ada masalah”, jawabku sedikit tergagap.
“kyuhyun-ah sejak kapan kau mulai berbohong padaku. Cepat ceritakan masalahmu padaku”, desak siwon.
“anni. aku tidak mau. Tidak bisakah kau membiarkanku sendiri sekarang”, pintaku padanya.
“meninggalkan sahabatnya sendirian saat menghadapi suatu masalah, itu adalah ciri-ciri sahabat yang tidak setia. Jadi cepat ceritakan masalahmu padaku eoh?”,
“arraseo, arraseo. Aku akan menceritakannya”, ucapku kesal. Aku mengambil nafas lalu menghembuskannya.

Author POV
Kyuhyun menghembuskan nafas berat sebagai tanda ia akan menceritakan masalahnya pada siwon.
“sebenarnya aku,,,aku,,,aku,,,aku menyukai soo young”, ucap kyuhyun tergagap sambil menundukkan kepalanya. Betapa hancur hati siwon mendengar pernyataan sahabatnya itu. walaupun sebenarnya ia sudah tahu apa yang akan kyuhyun katakan. Hatinya menjadi semakin sakit, luka nya semakin dalam dan hati nya sudah hancur berkeping-keping. Siwon melihat sahabatnya itu sudah menundukkan kepalanya.
“apa kau sudah mengatakannya pada soo young”, ucap siwon yang menahan segala kepedihan yang ia rasakan dengan mengepal kedua tangannya.
“sudah. Tapi,,,,”, kata kyuhyun lalu mengangkat kepalanya. “tapi ia sudah menyukai orang lain”, lanjutnya.
“ha? Sudah menyukai orang lain?”, tanya siwon yang pura-pura terkejut. Tadi siwon sudah melihat dan mendengar jelas kejadian tadi. Sebenarnya siwon juga tidak tahu siapa yang soo young sukai.
“aku tidak tahu”, ucap kyuhyun lemas.
“hei, laki-laki macam apa kau ini? Kenapa baru sekali di tolak kau sudah langsung putus asa. Kau harus berusaha untuk mendapatkannya”, ucap siwon yang terus berusaha menahan rasa sakit di hatinya.
“sudahlah aku lelah. Aku ingin istirahat. Kau pulang saja sana. Aku mau tidur”, kata kyuhyun lalu beranjak menuju tempat tidur nya.
“hei kyuhyun-ah, kau mengusir sahabatmu yang tampan ini?”,
“ne. Aku mengusirmu namja jelek”, ucap kyuhyun sambil tertawa.
“haish kau ini”, balas siwon sambil tersenyum.
“kyuhyun-ah, apa besok kau ada jam kuliah?”,
“anni. Memangnya kenapa?”,
“besok aku akan menjempumu”,
“memangnya mau kemana?”, tanya kyuhyun kaget.
“sudahlah jangan banyak tanya, babo evil”, ucap siwon tersenyum lalu pergi.
Kyuhyun tidak peduli besok dia akan di ajak kemana oleh siwon. Dia membenarkan posisi tidurnya. Kyuhyun terus berusaha untuk tidur, tapi tidak bisa. Wajah soo young terus terbayang di otaknya. Tapi kyuhyun terus menutup matanya supaya tidur, walaupun itu sulit.

Soo young POV
Aku memainkan jariku pada tombol-tombol di laptop ku. Sekarang aku sedang membuka twitter ku. Aku membuka twitter Luna dan mencoba menghubungi nya lewat twitter. Aku mengirimkan pesan ke Luna untuk menemuiku.
“soo young-ah!”, teriak seseorang dari arah depan. Aku pun mengangkat wajahku dan melihat siapa yang memanggilku.
“Luna!”, teriakku kaget akan kehadirannya yang tiba-tiba. Mataku terbelalak kaget melihatnya yang tiba-tiba ada dihadapan ku sekarang.
“Waeo? Kau terkejut?”, tanya luna santai lalu duduk disampingku.
“tentu saja aku terkejut. Aku baru saja mengirim pesan dan tiba-tiba kau sudah ada didepanku”, ucapku dengan nada suara tinggi.
“hei, soo young-ah, apa kau lupa aku ini siapa?”,
“tentu aku tahu. Tapi kalau datang secara tiba-tiba seperti tadi itu membuatku kaget”, ucapku kesal. “hmmm,, arasseo, arasseo”, ucap luna sambil menganggukkan kepalanya.
“kenapa kau ingin bertemu denganku?”, tanya Luna.

“apa ini tentang korbanmu yang selanjutnya?”, lanjutnya.
“ha? Korbanku yang selanjutnya?”, tanya ku bingung.
PLETAKKK.
“hei, kenapa kau menjitakku?”, ucapku kesal sambil memegang kepalaku yang ia jitak.

“soo young-ah, apa kau lupa kalau hari ini adalah hari yang ke-30?”, ucap Luna yang membuatku ingat akan diriku yang sebenarnya.

“hais, pasti kau lupa”, lanjut Luna.

“sial, kenapa aku bisa lupa”, ucapku sambil memukul kepalaku.

“sekarang sudah jam sebelas malam. Sial. Apa yang harus aku lakukan sekarang?”, lanjutku cemas. “hais, babo yeoja!”, teriak luna padaku.
lalu dia menarik tangan ku keluar dari rumah lalu pergi dengan mengendarai mobil. Entah dari mana ia mendapatkan kunci mobilku. Tiba-tiba saja kuncinya sudah ada ditangannya. Tapi aku tidak memperdulikannya. Yang kupedulikan sekarang adalah hidupku. Iya, hidupku.
Kami berhenti di sebuah jembatan kecil.

“kenapa kau membawaku kesini?”, tanyaku bingung.
“karena setiap harinya ada orang yang bunuh diri disini”,
“ha?”, tanyaku yang semakin bingung.
“biasanya orang yang bunuh diri disini, menjatuhkan dirinya dari jembatan ini”, jelas luna.
“lalu apa hubungannya denganku?”,
“hei, apa kau bodoh? Jika nanti ada yang ingin bunuh diri, dia pasti akan manjatuhkan dirinya dari jembatan ini. Dan sebelum ia melompat, kau bunuh saja dia. Ambil jantung nya”, jelas luna. “hmmm,, begitu rupanya”, kataku sambil mengangguk. “jadi kau ingin aku membunuh orang yang memang tidak ingin hidup lagi”, lanjutku sambil mengangguk.
Setelah 10 menit kami berdiri di jembatan itu, tiba-tiba ada seorang yeoja yang datang dari arah belakang kami. Ia terlihat sangat stres.
“ku rasa dia sudah tidak ingin hidup lagi”, kata luna saat ia melihat yeoja itu. yeoja itu berhenti di tengah jembatan lalu ia menundukkan kepalanya untuk melihat sungai yang mengalir dengan deras di bawah jembatan.
“apa kalian ingin bunuh diri juga?”, tanya yeoja itu sambil tertawa.

“ku rasa dia sudah gila”, bisikku pada luna.
Yeoja itu terus tertawa tak jelas. Tiba-tiba aku merasa ada yang mengambil alih diriku. Seperti hal yang ku alami saat akan membunuh seo hyun. Mataku berubah menjadi merah. Aku lihat kuku jari-jariku memanjang dan juga lancip serta berwarna hitam. Aku menatap wanita itu dengan penuh nafsu. Aku mendekati wanita itu. ku sentuh bahunya dengan tanganku yang dingin saat ini. Ia pun menatapku. Ia sama sekali tidak takut melihatku. Ia malah tertawa. Aku tidak peduli ia takut atau tidak padaku. Aku mendorong tubuh nya hingga jatuh ke tanah. Seperti halnya yang ku lakukan pada seo hyun, ku tancapkan kuku ku yang tajam itu di jantungnya. Darah yeoja itu keluar dengan perlahan. Jantung nya sudah berhenti berdetak. Tanpa membuang waktu, aku langsung merobek dada nya dan mengambil jantung nya. ku makan jantung yeoja itu hingga habis.
Setelah selesai, aku merasa ada yang keluar dari tubuhku. Aku tidak tahu itu apa. Ku lihat tubuhku sudah berlumuran darah. Tiba-tiba ada seseorang yang menyentuh bahuku.
“Luna”, ucapku pelan. “ayo kita pulang, ini sudah larut malam”, ajak Luna. Aku mengangguk dan kami pun masuk ke mobil. Kami meninggalkan tempat ini dan membiarkan mayat yeoja itu tergeletak di jalan.

Author POV
Luna memasukkan mobil soo young ke dalam garasi. Setelah itu soo young dan luna keluar. Mereka langsung berjalan menuju kamar soo young. Sesampainya di kamar, soo young langsung masuk ke kamar mandi. Luna mulai melihat-lihat kamar soo young. Ditelusurinya setiap sudut kamar.
“sepertinya ia sudah bisa berbaur dengan baik disini”, gumam luna.
Kemudian soo young keluar dari kamar mandi. Ia hanya memakai celana pendek dan kemeja putih kebesaran. Lalu ia duduk di sofa.
“sampai kapan aku harus hidup seperti ini”, keluh soo young
“sampai kau bertemu korban terakhir mu”, jawab luna lalu ia duduk di samping soo young
“korban terakhir?”, tanya soo young bingung. Luna hanya mengangguk.
“soo young-ah, sebenarnya ada suatu hal yang belum kau ketahui sampai sekarang”, kata luna hati-hati.
“apa itu?”,
“sebenarnya seorang duyung dapat hidup menjadi manusia tanpa harus memakan jantung. Tapi untuk bisa hidup seperti itu, seorang duyung harus menunggu”, jawab luna.

“menunggu?”, tanya soo young. Luna mengangguk.

“untuk sampai ke tahap manusia yang seutuhnya, seorang duyung harus jatuh cinta terlebih dahulu”, jelas luna.

“jatuh cinta? Apa maksud mu?”, tanya soo young yang semakin tidak mengerti.

“aku akan memberitahumu setelah kau mengalami nya”.
“apa kau tidak bisa memberitahuku sekarang?”, cecar soo young
“itu sudah peraturan soo young-ah”, jelas luna.

“peraturan? Apa seorang penyihir mempunyai aturan?”, tanya soo young.
“tentu saja. Seorang penyihir tidak boleh memberitahu klient nya sebelum waktu nya tiba”
“kurasa sekarang waktu nya sudah tiba. Karena aku sudah merasakan jatuh cinta”,
“ ha? Kau sudah mengalami nya? kenapa cepat sekali”, tanya luna kaget.

“aku juga tidak tahu. Itu terjadi dengan sendiri nya. aku tidak bisa mengendalikan perasaanku”, jawab soo young.

“memang bagaimana kejadiannya?”,
Sooyoung mulai menceritakan kejadian nya. semua tentang hidupnya, mulai dari luna meninggalkan nya sampai luna datang ke rumah nya.

“hmmmm,,,, begitu rupanya”, kata luna setelah mendengar cerita soo young.

“baiklah, berarti sekarang aku harus memberitahu mu”.
“soo young-ah, dengarkan aku baik-baik”, kata luna sambil memegang kedua bahu soo young.
“seorang duyung yang memilih menjadi manusia harus memakan jatung 30 hari sekali. Tapi hal itu akan berakhir setelah kau menemukan cintamu. Jika kau mencintai seseorang maka orang itu akan menjadi korban terakhir mu..”, jelas luna panjang lebar.
“maksud mu?”, tanya soo young lirih.

“kalau kau mencintai choi siwon. Maka kau harus membunuh nya”,
“ANDWE!”, teriak soo young dan melepaskan tangan luna dari bahu nya.
“soo young-ah”, ucap luna pelan. “andwe! Aku tidak mau! AKU TIDAK MAU!”, teriak soo young semakin keras. Kini butiran air keluar dari sudut mata indah soo young. Luna memeluk soo young. “aku tidak mau, aku tidak mau”, ucap soo young terisak.

“aku tahu ini berat untuk mu”, ucap luna sambil mengeratkan pelukannya.
“apa yang akan terjadi kalau aku tidak membunuh nya?”, tanya soo young lalu melepaskan pelukannya.

“kau akan mati…. kau akan mati dibunuh oleh dirimu sendiri”, jawab luna.
“maksud mu?”,

“soo young-ah, kau terlambat memberitahuku saat kau mulai jatuh cinta. Seharus nya kau memberitahuku lebih dulu saat kau mulai merasaannya. Sekarang kau sudah sekarat. Umur mu tinggal 30 hari lagi. Jika sampai hari terakhir kau tidak membunuhnya maka sisi jahat mu akan keluar dari tubuhmu. Kau harus melawan bagian dari dirimu sendiri.”, jelas luna panjang lebar.
“melawan diriku sendiri?”, tanya soo young. Luna mengangguk.

“akan terjadi pertengkaran hebat saat itu”,
“bagaimana jika aku menang?”,

“kau akan mati begitu juga dengan sisi jahatmu. Dan kalau pun dia menang, dia juga akan mati”, jawab luna.

“untuk apa terjadi pertengkaran jika pada akhirnya kami sama-sama mati?”,

“tentu saja untuk melampiaskan amarahnya padamu. Coba kau fikir, selama ini dia hanya menjadi bayangan mu. Dia selalu mengikuti keputusanmu. Dia tidak pernah bisa dilihat. Dan kau memutuskan untuk mati demi seorang pria. Tentu saja itu akan mengundang amarah nya”, jelas luna lagi.
“lalu bagaimana jika aku memilih untuk membunuh choi siwon?”, tanya soo young pelan. Tapi itu masih terdengar oleh luna.

“kau akan menderita seumur hidup”. “mwo?”, “seorang duyung hanya memiliki satu hati dan itu hanya bisa digunakan untuk mencintai seseorang sebanyak 1 kali. Setelah membunuh choi siwon, kau tidak akan pernah bisa melupakannya sama sekali. Dan kau mungkin akan menyesal seumur hidupmu”, jelas luna. “seperti diriku”, lanjutnya.
“seperti dirimu?”, tanya soo young bingung.
“dulu, saat aku melaksanakan ujian terakhir sebagai penyihir. Aku disuruh tinggal di darat. Guruku memberiku waktu selama satu tahun. Saat itu aku tidak mengerti kenapa aku harus hidup di darat. Aku mulai berbaur dengan manusia sampai suatu hari aku bertemu dengan seseorang yang mampu membuatku jatuh cinta. Setelah beberapa bulan bersama tiba-tiba guruku menyuruhku untuk membunuhnya”, ucap luna yang mulai mengeluarkan butiran-butiran bening dari matanya.

“saat itu baru aku menyadari kalau itu adalah ujian terakhirku. Membunuh orang yang kita cintai. Karena keinginanku yang terlalu besar untuk menjadi seorang penyihir, jadi aku membunuhnya. Ku fikir aku bisa melupakannya tapi nyata nya tidak. Bahkan sampai sekarang pun aku masih mencintainya”,lanjut luna sambil menangis. Melihat luna seperti itu soo young langsung memeluk luna.
“ini pasti berat untuk mu”, ucap soo young untuk menenangkan luna.
‘aku tidak ingin memiliki akhir kisah cinta seperti luna. Tapi aku juga masih ingin hidup menjadi manusia. Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan’, batin soo young.

Siwon POV
Sinar matahari pagi mulai masuk ke kamarku. Membuatku terbangun dari tidurku. Aku menggeliat kecil diranjang. Aku mengambil jam loker yang terletak di meja samping tempat tidurku. Jam menunjukkan pukul 9 pagi. Aku bangun dan duduk di tepi ranjang. Aku meletakkan jam loker ku di atas meja samping tempat tidurku.
“apa aku harus melakukannya?”, tanyaku pada diriku sendiri.
Aku kembali mengingat akan rencana ku semalam. Sebenarnya aku berniat mengajari kyuhyun mengendarai mobil untuk menarik perhatian soo young. Tapi, bagaimana jika itu memang terjadi. Apa aku kuat melihat mereka bersama?. Sepertinya itu akan menyakitkan bagiku. Tapi aku tidak ingin melihat sahabatku satu-satunya terluka. Mungkin sebaik nya aku mengubur perasaanku terhadap soo young. Lebih baik sekarang aku membantu kyuhyun untuk mendapatkan soo young. Selama ini kyuhyun selalu membantu ku, mengembalikan tawaku dan tahan terhadap sikapku yang dingin. Mungkin hanya ini yang bisa ku berikan terhadap sahabat ku itu.
Aku beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk mengajari kyuhyun mengendarai mobil hari ini. Aku menggunakan jeans putih dan kemeja berwarna biru tua. Setelah itu aku mengeluarkan mobil dari bagasi rumahku dan pergi ke rumah kyuhyun.
Sesampainya di rumah kyuhyun, aku langsung berjalan menuju kamar nya. aku langsung memutar knop pintu dan ku lihat teman ku ini masih berada di alam mimpinya lalu aku menghampirinya.
“yak! kyuhyun-ah bangun! “, teriak ku tapi itu tidak berhasil. Aku menggoyang-goyangkan badannya tapi sama saja. Masih tidur. Kulihat ada segelas air di meja samping tempat tidur nya. segera ku ambil dan langsung menumpahkan air nya di atas wajah kyuhyun.
“aaaaa,, siapa yang berani melakukan ini pada singa yang sedang tidur!”, ucap nya berteriak sambil memegangi wajah nya yang basah lalu merubah posisinya menjadi duduk.
PLETAKKK!!
Ku layangkan sebuah jitakan ke kepalanya. “aaaarggh”, ucap nya dengan nada suara marah sambil memegangi kepalanya. Lalu menoleh ke arahku.
“wae?”, tanya ku sambil berkacak pinggang.

“kau?!”, ucapnya sambil menunjukku.

“kenapa pagi buta begini sudah ada di rumahku?!”,
“Ha? Pagi buta? Ini sudah siang cho kyuhyun!”, ucapku sambil berteriak. Lalu kubuka seluruh hordeng di kamar nya dan itu membuat sinar matahari pagi masuk memenuhi kamar kyuhyun.

“lihat kan ini sudah siang. Ini sudah pukul 10”, ucapku sambil menunjuk jam loker kyuhyun.
“lalu kenapa?”, tanya kyuhyun santai.

“kan tadi malam aku sudah bilang padamu kalau aku akan mengajakmu ke suatu tempat hari ini”,
“males ah, aku masih ngantuk. Aku ingin tidur saja”, ucapnya. Lalu ku tarik kuat tubuh nya. Ku seret dia manuju kamar mandi.

“yak! Siwon-ah , sebenarnya kau ingin mengajak ku ke mana eoh?”, ucak nya berteriak.
Aku berhasil menyeret nya sampai ke kamar mandi.

“kenapa kau menyeretku ke kamar mandi eoh?! Aku sedang tidak ingin mandi. aku hanya ingin tidur!”,
“kyuhyun-ah cepat lah mandi. atau kau ingin ku mandikan?”,

“haish! Kau ini. Iya iya aku mandi sekarang”, ucapnya marah lalu menutup pintu dengan keras. “dasar babo evil!”, teriak ku dari luar.

Kyuhyun POV
Aku memakai baju ku dan bersiap-siap untuk pergi bersama siwon. Dia mengajak ku kemana pun aku tak tahu. Tiba-tiba dia langsung saja datang dan menyiram wajah ku dengan air. Apa dia tidak tahu kalau sahabat nya ini sedang patah hati. Harus nya hari ini dia berusaha menghibur ku tapi kenapa dia malah membuatku kesal hari ini. Dasar! Choi Siwon Babo!
“kau sudah siap?”, tanya nya
“ne”,
“Siwon-ah sebenarnya kau akan mengajak ku ke mana eoh? Kenapa harus pagi-pagi begini?”, ucap ku dengan nada kesal.
“pagi? Yak! Ini sudah jam 11!. Sudah siang seperti ini kau masih menganggapnya pagi”,
“bagi orang yang baru patah hati, jam segini masih termasuk pagi. Lagi pula kau ingin mengajak ku ke mana?”,
“kau akan tahu nanti”, jawab nya singkat.
Haish! Kenapa dia tidak mengatakannya saja padaku. Kenapa harus misterius seperti ini sih. Sebenar nya dia akan mengajak ku ke mana

Author POV
Siwon dan kyuhyun masuk ke mobil siwon. Kemudian siwon menyalakan mobil dan menancapkan gas menuju suatu tempat.
“Siwon-ah, sebenarnya kau akan membawaku kemana?”, tanya kyuhyun
“aku kan tadi sudah bilang, kau akan tahu nanti”, ucap siwon santai sambil mengandarai mobil.
“kyuhyun-ah, aku ingin bertanya?”,
“tanya apa?”,
“apa kau sangat menyukai soo young?”, tanya siwon ragu
“kenapa kau bertanya seperti itu?”, tanya kyuhyun sambil melihat wajah siwon
“aniyo. aku hanya ingin tahu saja. Kalau kau tidak ingin menjawab, ya tidak apa-apa”, jawab siwon gugup
“ne. Aku menyukainya. Anni tapi aku mencintainya”,
Ucapan kyuhyun bagai badai yang memporak-porandakan hati siwon. Membuat hati nya hancur.
‘seharus nya kau sudah tahu siwon-ah. Kenapa kau masih menanyakan hal itu pada nya’, batin siwon
“siwon-ah, menurut mu siapa yang soo young sukai?”,
“molla”,
“kyuhyun-ah, kau sudah menanyakan itu tadi malam”, lanjut siwon
Kyuhyun menatap pemandangan di luar jendela.
Kyuhyun pun berbicara dalam hati, ‘siapa yang di sukai soo young?. Setahuku ku dia tidak pernah dekat dengan namja lain selain aku dan……….’
Kyuhyun pun menoleh menatap siwon yang masih fokus menyetir.
“siwon”, ucap kyuhyun pelan.
“waeo?”, tanya siwon yang membuat kyuhyun kaget.
“anni”, ucap kyuhyun lalu memalingkan wajah nya dari siwon. Siwon tidak menyadari perubahan raut wajah kyuhyun.
‘apa soo young menyukai siwon?’, tanya kyuhyun dalam hati.

Siwon POV
Aku berhenti pada jalanan yang sepi dekat pantai.
“sudah sampai”, ucapku lalu menatap kyuhyun.
“sudah sampai?”, tanya nya bingung.
Aku hanya mengangguk. Dia melihat ke belakang, kiri, depan, dan berakhir di kanan. Dan aku yakin dia melihat pantai. Karena pantai terletak di sisi kanan nya.
“pantai? Untuk apa kau mengajak ku ke pantai?”,
“siapa yang bilang aku mengajak mu ke pantai. Aku mengajak mu ke jalanan sepi ini bukan ke pantai”,
“untuk apa?”, tanya nya bingung.
“turunlah”, perintahku.
“mwo? Apa kau berencana untu meninggalkan ku di sini, eoh?”,
“yang akan meninggalkan mu di sini siapa. Aku hanya menyuruhmu turun”, kata ku. Lalu aku keluar dari mobil.
Kyuhyun pun ikut keluar. Aku langsung menarik tangannya dan ku bukakan pintu bangku setir untuk nya
“masuklah”, kata ku sambil menunjuk bangku setir
“mwo? Siwon-ah apa kau sudah gila, eoh?”,
“kau sengaja mengajaku ke sini hanya untuk membuatku mengendarai mobil lagi?”, tanya kyuhyun dengan nada marah.
Aku tahu kyuhyun selalu marah bila ia disuruh mengendarai mobil.
“siwon-ah kau tahu kan”
“ya aku tahu. Setiap kau akan mengendarai mobil, kenangan akan kecelakaan itu akan muncul di atak mu seperti sebuah film”, potong ku
“tapi sampai kapan kau seperti ini?”, tanya ku dengan nada suara yang meninggi
Kyuhyun terdiam.
“masuklah dan coba kendarai mobil ini. Jangan berusaha untuk melupakan kenangan pahit itu karena itu akan semakin membuat mu mengingat nya”, ucap sambil menepuk bahu kyuhyun.
Akhirnya kyuhyun masuk dan duduk di bangku setir lalu aku pun ikut masuk dan duduk di samping nya. Aku memberikan sedikit pengarah mengendarai mobil pada kyuhyun .
“sekarang nyalakan mobil nya”, ucap ku. Lalu kyuhyun menyalakan mobil nya.
“coba jalankan”, perintahku.
Lalu ia mengeluarkan nafas panjang dan mulai menginjak gas dan mobil mulai berjalan. Tiba-tiba kyuhyun menginjak rem mendadak.
“waeo? Kau ingat lagi?”, tanya ku khawatir.
Ia hanya mengangguk kan kepala.
“coba lagi, aku yakin kau bisa melakukan nya”, ucapku menyemangati.
“sudahlah. Jangan memaksaku lagi”, ucap nya lalu mematikan mobil
“jika kau seperti ini, bagaimana bisa kau mendapat kan soo young”,
Kyuhyun langsung menatapku. “apa maksud mu?”,
“kyuhyun-ah, kau tahu kan yeoja itu menyukai namja yang bisa mengendarai mobil. Dan kau, kau harus bisa supaya kau mendapatkan perhatian dari soo young”, jelas ku
“tidak peduli apapun alasannya. Sudahlah. Sekarang aku sedang tidak ingin mengendarai mobil”,
Haish! Dia ini benar-benar. Bagaimana cara nya agar aku bisa membuat nya mengendarai mobil lagi.
“yak! Kyuhyun-ah! Kau ini benar-benar,,,,,,,, Aaaaaaaagh”, ucapku sambil memegang kepalaku.
“siwon-si, kau kenapa?”, tanya nya cemas.
Aku tidak menjawab aku hanya berteriak sambil memegangi kepalaku seperti orang yang sedang kesakitan. Kulihat dia mulai cemas padaku.
‘semoga actingku berhasil’, ucapku dalam hati

Kyuhyun POV
“yak! Kyuhyun-ah! Kau ini benar-benar,,,,,,,, Aaaaaaaagh”, ucap siwon sambil memegang kepalaku.
“siwon-si, kau kenapa?”, tanya ku cemas.
Dia terus berteriak sambil memegangi kepalanya.
“yak! Siwon-ah jangan bercanda”,
Teriakan nya semakin keras. “kyuhyun-ah, cepat bawa aku ke rumah sakit”, pinta siwon terbata-bata. Setelah mengucapkan itu tiba-tiba ia jatuh pingsan.
“Yak! Siwon-ah, bangun!”, kata ku sambil menggoyang-goyangkan badan nya. tapi tak ada jawaban.
‘Tuhan apa yang harus ku lakukan sekarang’, batin ku.
Kuberanikan diri untuk menyalakan mobil. Sekelebat bayangan tentang kecelakaan itu terputar di otakku.
“apa aku sanggup melakukannya”, tanya ku pada diriku.

~~To Be Continue~~

9 thoughts on “30 Days (Part 3/?)

Add yours

  1. Soo beneran bakal bunuh siwon? Yg pnting bukan kyu, deh! Kekeke~
    ksian bgt kyu di tolak 😐
    eh, itu ingatan kyu balik? Lanjut ya~

  2. sooyoung mau bunuh siwon?? Ah yasudahlah asal jangan kyuhyun.. Kalo kyuhyun mati aku ga akan ngikutin ceritanya #ngancemXD #khidingXD

  3. Makin penasaran sama part2 selanjutnya.. Ternyata Luna jg punya kenangan pahit,, sabar yaa.
    Haha Siwon ternyata lg acting.. Ayo,, Kyuhyun pasti bisa!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: