30 Days (Part 2/?)

chapt 2_副本

Author  :               Helma Trianda

Cast       :               -Cho Kyuhyun

-Choi Siwon

– Choi Sooyoung

PG          :               15

Genre   :               Romance

“ya sebenarnya seo hyun menyukaimu”, ucap soo young ragu.

“kalau kau?”, tanya kyuhyun dengan tatapan evil nya.

Part 2

Author POV

“kalau kau?”, tanya kyuhyun dengan tatapan evil nya.

“ha?aku?”, tanya soo young bingung. Kyuhyun berdiri dari tempat duduk nya dan mendekatkan wajah nya pada soo young yang duduk di kursinya.

“apa kau menyukaiku?”, tanya kyuhyun sambil menatap soo young tajam.

‘tatapan apa ini. Aku tidak pernah melihat pria menatapku setajam dan sedekat ini’, kata soo young dalam benaknya.

“soo young-ah!!”, teriak seo hyun dari arah belakang kyuhyun.

Mendengar teriakan itu kyuhyun langsung menjauhkan wajahnya dari soo young dan menoleh ke arah seo hyun. Begitu juga dengan soo young. Soo young langsung beranjak dari tempat duduk nya dan mendekati seo hyun. Belum sempat soo young bicara, seo hyun sudah mendaratkan sebuah tamparan di pipi putih soo young.

“kenapa kau selalu memberiku alasan untuk membencimu, choi soo young!”, teriak seo hyun lalu pergi meninggalkan soo young. Kyuhyun yang melihat kejadian itu langsung menghampiri soo young.

“soo young-ah, kau tidak apa-apa?”, tanya kyuhyun khawatir.

“ne. Aku tidak apa-apa”, kata soo young sambil menutupi pipinya yang mulai merah akibat tamparan seo hyun.

Soo young langsung mengambil tas nya dan pergi meninggalkan kyuhyun. Kyuhyun hanya terdiam melihat soo young pergi. Kyuhyun terus melihatnya sampai soo young hilang dari pandangannya.Soo young terus mencoba menghubungi seo hyun tapi tidak bisa. Dia tidak mau mengangkat telponnya. Soo young sangat merasa bersalah pada seo hyun. Soo young terus menelfonnya. entah sudah berapa ratus kali soo young menelfon nya tapi tetap tidak di angkat. Masalah ini membuatnya sakit kepala. Soo young bingung bagaimana caranya menjelaskan kesalahpahaman ini padanya.

“Bagaimana mau menjelaskannya kalau dia saja tidak mau mengangkat telfonku”, keluh soo young

Soo young POV

Sudah lama aku tidak berhubungan dengan seo hyun. Dia tidak pernah mengangkat telfon ku dan dia juga selalu menghindariku. Kepala ku sakit memikirkannya. Dari pada aku pusing memikirkannya lebih baik aku membuka twitter. Akun twitterku pun terbuka.

“hmmm, ada pesan”, gumam ku.

“dari luna!”, teriakku.

Pesan itu membuatku ingat akan suatu hal. Aku langsung melihat kalender yang di berika luna padaku. Sebuah kalender khusus yang setiap bulannya hanya terdiri dari 30 hari.

“hari ini adalah hari ke 30. Aku belum menemukan korbanku. Karena masalah ku dengan seo hyun  aku jadi lupa.” Aku langsung melihat jam yang melingkar di tanganku.

“sekarang sudah jam 10 malam. Tinggal 2 jam lagi”, keluh ku. aku bingung. Aku berjalan mondar-mandir di kamar sambil menggigit jari. Akhirnya aku mendapatkan ide.

“club malam”, gumam ku.

“di sana pasti ada banyak manusia. Aku bisa memilih salah satu diantara mereka untuk ku bunuh”, ucap ku pelan. Tanpa membuang waktu aku langsung pergi ke sana. Aku pergi ke salah satu club malam yang ada di seoul. Dan betapa terkejutnya aku melihat seo hyun disana. Ia sedang duduk sendiri sambil minum alkohol. Aku langsung menghampirinya.

“seo hyun-ah”, kataku. Seo hyun langsung menoleh ke arahku. Seo hyun sudah mabuk. Dia terlihat kacau.

“seo hyun-ah apa yang kau lakukan di sini”, kataku sambil memegang kedua tangannya.

“lepaskan aku!”, teriak nya padaku. Lalu ia melepaskan tangan nya.

“hei, soo young-ah. Jangan pernah kau menyentuhku.”, ucap nya padaku.

“kau sepertinya sudah mabuk berat”,

“apa urusanmu mau aku mabuk atau tidak itu bukan urusanmu. Kau itu bukan siapa-siapa.”, ucapnya sambil menunjuk-nunjuk wajahku

“hei, aku ini temanmu”, kataku menyadarkan seo hyun.

“teman”, katanya sambil tertawa.

“dasar bodoh.”, ucapnya lagi.

“tidak ku sangka kau sepolos itu. kau fikir selama ini aku mau bertema dengan mu.” ,

“ha?”, tanyaku bingung.

“ku beritahu ya, selama ini aku tidak pernah mau berteman denganmu. Aku berteman dengan mu untuk mempertahankan popularitasku”, jelas seo hyun.

“popularitas?”, tanyaku yang semakin bingung saat ini.

“sebelum kau datang aku adalah primadona di DAESANG Group. Tapi saat kau datang, popularitasku jadi hilang. Perhatian Semua orang jadi tertuju padamu. Kau sudah merebut popularitasku dan sekarang kau merebut kyuhyun dari ku. Hebat sekali kau”, kata seo hyun.

“kau”, ucapku yang tidak percaya akan semua perkataan seo hyun.

“wae? Kau tidak percaya?dasar bodoh!”, teriak seo hyun padaku.

Jujur saja aku marah mengetahui hal ini. Aku tidak menyangka sahabat terbaikku berbuat seperti itu. ku fikir dia tulus ingin berteman dengan ku tapi ternyata tidak. Aku sangat ingin menghajarnya. Lalu aku menarik tangannya dan membawanya ke toilet. Kupastikan dulu kalau di toilet tidak ada siapa-siapa. Setelah toilet kosong, aku menatap seo hyun dengan penuh amarah. Aku sudah hampir mendaratkan sebuak tamparan di wajahnya tapi terhenti.

“wae? Kau ingin menamparku?”, tanya seo hyun mengejek.

“seo hyun-ah. Ku tetapkan kau sebagai korbanku malam ini”,kataku sambil mengepal tanganku.

Tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang mengambil alih diriku. Aku pun melihat diriku di depan cermin. Mataku berubah menjadi merah. Aku lihat kuku jari-jariku memanjang dan juga lancip serta berwarna hitam. Aku menatap seo hyun yang mulai takut dengan diriku. Aku langsung menelentangkan tubuhnya di atas lantai dan menancapkan kuku jari-jariku di jantungnya. Darah mulai mengalir dari dada nya. kurasakan detak jantung nya yang mulai lemah, semakin lemah dan akhirnya berhenti. Aku merasa diriku seperti iblis yang sedang kelaparan. Aku langsung merobek dadanya dan mengambil jantung nya. aku memakan nya dengan lahap. Aku jadi hilang kendali saat itu. Setelah memakannya aku seperti kembali pada diriku. Aku jadi bisa mengontrol tubuhku. Aku pun melihat kembali diriku di cermin. Mata ku sudah tidak merah lagi dan kuku jari-jari ku sudah seperti biasa. Seluruh tubuhku melumuran darah termasuk wajahku. Aku langsung membersihkan darah di tubuhku dan mengganti pakaianku. Pakaian yang ku penuh dengan darah itu ku taruh di dekat mayat seo hyun. Aku menatap wajah seo hyun tajam dan tidak terasa air mataku pun jatuh.

“mianhe, seo hyun-ah”, kataku sambil menahan air mata yang akan keluar. Aku pun pergi dari tempat itu. rasa sesal dan benci sudah bercampur menjadi satu. Walaupun sudah bercampur manjadi satu tetap saja rasa benciku terhadapnya yang menonjol. Rasa benciku terhadapnya membuatku tidak terlalu menyesali akan apa yang telah ku perbuat.

Author POV

Berita kematian seo hyun yang misterius sudah menyebar. Walaupun seo hyun sudah meninggal 2 minggu yang lalu. Tapi tetap saja misteri kematiannya masih banyak di bicarakan orang. Soo young tidak peduli akan hal itu. soo young menjalani hari-hari nya seperti biasa. Tidak menunjukkan kesedihan sama sekali. Soo young dan kyuhyun menjadi sangat dekat tapi sebaliknya soo young dan siwon selalu bertengkar. Setiap mereka bertemu sikap kedua nya saling dingin. Sama-sama angkuh. Meskipun begitu soo young masih memiliki perasaan terhadap siwon.

Hari  ini soo young, kyuhyun dan siwon akan pergi ke tempat karaoke. Hari ini adalah hari persahabatan antara siwon dan kyuhyun yang ke 8 tahun. Rencananya hanya Siwon dan Kyuhyun saja yang pergi tapi kyuhyun mengajak soo young. Siwon, kyuhyun dan soo young berada dalam satu mobil. Siwon yang menyetir mobil sedangkan kyuhyun dan soo young asyik mengobrol. Sedari tadi siwon hanya diam saja. Entah kenapa setiap melihat soo young dengan kyuhyun, siwon pasti marah.

Beberapa menit kemudian sampai lah mereka di tempat karaoke. Sepertinya yang bahagia hari ini hanya kyuhyun dan soo young. Dari tadi kyuhyun dan soo young terus bernyanyi. Sedangkan siwon hanya duduk dan melihat mereka. Raut wajah siwon sama sekali tidak menunjukkan ada nya tanda-tanda kebahagiaan hari ini. Karena merasa lelah soo young dan kyuhyun berhenti bernyanyi dan duduk.

“sepertinya kalian terlihat sangat bahagia”,kata siwon sinis.

“tentu. Nah, sekarang giliran mu untuk bernyanyi.”, kata kyuhyun sambil tersenyum

“Aku tidak mau. Aku sedang tidak ingin bernyanyi”, tolak siwon

“haish kau ini. Hei ada apa denganmu hari ini?!”, tanya kyuhyun sambil membentak.

“aku? Tidak apa-apa”, jawab siwon sambil mengangkat alisnya.

“haish kau ini. Sudahlah aku ke toilet dulu!”, bentak kyuhyun lalu ia pergi ke toilet.

Sekarangn Siwon dan Soo young hanya berdua di ruangan itu. Siwon terus menatap soo young tajam dan melipat kedua tangannya di dada. Untuk beberapa saat soo young membalas tatapan siwon, tapi lama-lama ia jadi gugup. Ia tidak ingin terlihat gugup di depan siwon.

Akhirnya ia memutuskan untuk keluar dari ruangan itu. entah mau kemanapun dia tidak tahu. Yang ada di fikirannya sekarang adalah keluar dari ruangan itu. jantung soo young berdetak sangat cepat. Ia pun berdiri dan melangkahkan kaki nya kepintu.

Belum sempat soo young memutar knop pintu, tiba-tiba ada yang menarik tangannya dan itu membuat soo young membalikkan tubuhnya. Betapa terkejutnya soo young melihat orang yang ada di hadapannya sekarang. Reflek ia melangkah kebelakang sampai tubuhnya merapat ke pintu.

“siwon-ssi”, kata soo young gugup. Siwon mendekatkan tubuhnya dan meletakkan kedua tangannya di samping kepala soo young.

“sebenarnya siapa kau?kenapa kau membuatku jadi seperti ini?”, kata siwon pelan sambil menatap soo young tajam.

“siwon-ssi sebenarnya apa yang kau bicarakan?”, tanya soo young bingung.

Siwon sama sekali tidak memperdulikan pertanyaan soo young. Ia mendekatkan wajah nya ke wajah soo young. Jantung soo young berdetak hebat.

‘apa yang akan dia lakukan’,kata soo young dalam hati.

Wajah mereka semakin dekat,, dekat ,, dan dekat lagi. Tapi siwon berhenti mendekatkan wajahnya pada soo young lalu menatap mata soo young yang sudah terpejam.

“apa kau fikir aku akan menciummu?”,tanya siwon pelan.

“ha?”, tanya soo young bingung.

“tidak ku sangka kau sepolos ini”, kata siwon dengan nada mengejek.

Siwon menjauhkan wajahnya dari wajah soo young dan duduk kembali. Soo young masih tersandar di balik pintu. Tiba-tiba kyuhyun membuka pintu dan itu membuat tubuh soo young terdorong dan terjatuh ke lantai.

BRUKK

Siwon langsung menoleh ke arah soo young. Di lihatnya soo young terjatuh ke lantai. Belum sempat siwon melangkahkan kakinya untuk menolong soo young, kyuhyun sudah terlebih dahulu menolong soo young. Kyuhyun membantu soo young berdiri.

“soo young-ah mianhe”, kata kyuhyun yang merasa bersalah.

“tapi sedang apa kau di balik pintu?”, lanjut kyuhyun.

Siwon marah melihat kejadian itu. belum sempat soo young menjawab pertanyaan kyuhyun, siwon langsung mengambil tas nya dan berkata, “hei kalian! Ayo pulang! Aku sudah tidak tahan”.

Lalu siwon langsung keluar ruangan dan tanpa disengaja siwon menabrak soo young. Siwon tidak memperdulikannya. Setelah ditabrak oleh tubuh siwon, tubuh soo young menjadi hilang keseimbangan. Soo young hampir jatuh, tapi dengan sigap kyuhyun menangkapnya. Sekarang mereka saling bertatapan satu sama lain. Entah kenapa jantung kyuhyun berdetak semakin cepat. Kyuhyun menjadi gugup. Dengan cepat kyuhyun membantu soo young berdiri.

“kau tidak apa-apa?”, tanya kyuhyun gugup.

“ne. Aku tidak apa-apa”, jawab soo young sambil tersenyum. Melihat senyuman soo young, kyuhyun menjadi lebih gugup.

“ada apa dengannya?”, kata kyuhyun sambil menunjuk siwon. Tanpa berfikir lama mereka langsung keluar ruangan. Siwon sudah menunggu di dalam mobil lalu soo young dan kyuhyun datang dan masuk ke mobil. Tanpa bicara sepatah kata pun siwon langsung menancapkan gas nya dan pergi dari tempat karaoke untuk mengantarkan mereka berdua pulang.

Siwon POV

Aku membuka pintu kamarku lalu menghempaskan tubuhku sofa. Aku mengingat kejadian antara aku dan soo young di karaoke tadi.

“haish, ada apa denganku tadi?”, gumamku sendiri. Aku beranjak dari sofa menuju sebuah cermin di kamarku. Aku menatap diriku lekat di cermin.

“hei,siwon-ah! Ada apa denganmu. kenapa kau bisa hilang kendali. Itu tidak terlihat seperti dirimu. Kenapa kau mendekati soo young? Kau hampir saja akan mencium nya”, kataku pada diriku sendiri yang terpantul dicermin. Aku mengangkat kedua tanganku dan meletakkannya di pinggangku. Aku membalikkan tubuhku dan kembali duduk di sofa.

“ada apa dengan ku? Kenapa aku marah melihat soo young bersama dengan kyuhyun?”, tanya ku pada diriku sendiri. Berbagai pertanyaan terus menempel dikepalaku.

‘apa aku menyukainya?’, tanyaku dalam hati.

“tidak mungkin. Tidak mungkin aku menyukainya. Itu tidak akan terjadi. Aku tidak mungkin menyukai gadis seperti dia. Dia sama sekali tidak mendekati tipe ku”, kataku pada diriku sendiri.

Tapi wajah soo young terus berada difikiranku. Kenapa begini? apa yang terjadi padaku?

Author POV

Hari ini kyuhyun dan soo young pergi ke toko buku. Kali ini mereka pergi tanpa siwon karena siwon ada jam kuliah hari ini. Mereka ke toko dengan menggunakan taksi. Soo young sempat menolak untuk pergi dengan taksi. Berhubung kyuhyun tidak membawa mobil jadi soo young meminta kyuhyun untuk menyetir mobilnya. Tapi kyuhyun menolak keras jadi akhirnya soo young menuruti kyuhyun untuk pergi ke toko buku dengan taksi.

Soo young terus bertanya-tanya, ‘kenapa kyuhyun tidak mau menyetir mobil dan kalau di ingat-ingat kyuhyun pasti bersama siwon untuk pergi kuliah.aku belum pernah melihat dia menyetir mobil’, ucap soo young dalam hati.

Di toko buku kyuhyun memilih beberapa buku lalu ke kasir untuk membayarnya. Dari tadi soo young tidak berbicara sama sekali. Ia hanya memperhatikan kyuhyun. Ia masih bertanya-tanya kenapa kyuhyun tidak mau menyetir mobil. Tidak terasa hari sudah siang dan kini waktunya makan siang.

Mereka makan siang disalah satu restaurant di kota Seoul. Dari tadi tidak ada komunikasi antara mereka berdua. Mereka saling diam satu sama lain. Setelah memesan makanan, kyuhyun mengeluarkan PSPnya dan memainkannya sembari menunggu pesanan nya datang. Beberapa menit kemudian pesanan mereka datang. Kyuhyun berhenti memainkan PSPnya lalu menyantap makan siangnya itu.

Soo young terus memperhatikan kyuhyun. Sebenarnya dari tadi kyuhyun sudah merasa kalau soo young memperhatikannya. Tapi ia bepura-pura tidak tahu. Ia sengaja tidak melihat soo young. Merasa soo young memperhatikannya saja sudah membuat kyuhyun gugup apalagi kalau melihat nya pasti akan lebih gugup.

“Kyuhyun-ah”,kata soo young memulai pembicaraan. Kyuhyun pun menoleh ke arah soo young.

“kenapa kau tidak mau menyetir mobilku tadi?”, tanya soo young ragu-ragu. Kyuhyun terdiam mendengarnya. Ucapan soo young membawa ingatannya saat 5 tahun lalu.

“itu karena,, karena”, ucap kyuhyun gugup dan agak sedikit ragu untuk mengatakannya pada soo young.

“karena apa?”, tanya soo young yang semakin penasaran. Kyuhyun mengambil nafas lalu mengeluarkannya.

“baiklah aku akan memberitahumu”, ucap kyuhyun yakin.

“sebenarnya dulu aku sempat mengalami kecelakaan. Tepatnya pada tanggal 19 April 2007. Dan aku sempat mengalami koma.”, jelas kyuhyun.

“tapi bukankah kejadian itu sudah lama berlalu. Sudah lebih dari 5 tahun. Apa selama ini kau tidak mencoba untuk mengendarai mobil lagi?”,

“sudah kucoba. Tapi setiap aku akan menancapkan gas aku akan teringat dengan kecelakaan itu. kecelakaan itu terekam jelas di otakku. Seperti baru terjadi kemarin.”, ucap kyuhyun melemas.

“kyuhyun-ah mianhe. Seharusnya aku tidak menanyakan hal ini dan membuatmu mengingat kecelakaan itu”, kata soo young menyesal. Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya.

“soo young-ah”, kata kyuhyun yang teringat sesuatu.

“waeo?”, tanya soo young.

“waktu itu kau belum menjawab pertanyaanku. Saat di karaoke, kenapa kau ada di balik pintu?”, tanya kyuhyun penasaran. Pertanyaan kyuhyun membuat soo young gugup.

“itu karena,, karena,, karena”, kata soo young tergagap. Kyuhyun menatap soo young dengan serius.

“aaa,, sebenarnya waktu itu aku mau ke toilet tapi,, tapi aku merasa ada yang aneh dengan heels ku jadi,, jadi aku bersandar di balik pintu untuk membenarkan heelsku. Tapi tiba-tiba kau masuk dan mendorong pintunya makanya aku terjatuh. Ya kira-kira seperti itu.”, ucap soo young gugup.

“hmmm, begitu rupanya”, ucap kyuhyun  yang percaya akan perkataan soo young.

‘kyuhyun-ah, mianhe. Jeongmal mianhe. Aku berbohong padamu’, ucap soo young dalam hati.

“kyuhyun-ah, kau kan sudah berteman lama dengan siwon. Kau pasti sudah tahu pasti bagaimana sikap siwon. Jadi, apa dari dulu sikapnya sedingin itu?”, tanya soo young ragu-ragu.

“memang sikap siwon seperti itu. walaupun kelihatannya dia sangat dingin tapi sebenarnya dia sangat baik.”, jawab kyuhyun.

“orang bilang kalau setiap bentuk sikap seseorang pasti ada alasannya. Jadi, pasti ada alasan kenapa dia bersikap dingin”, ucap soo young.

“ya, memang ada”, kata kyuhyun sambil menganggukkan kepalanya.

“apa?apa alasannya?”, tanya soo young penasaran.

“waktu itu dia pernah bercerita padaku. Dulu saat dia berumur 15 tahun, kakeknya meninggal dunia. Saat itu orang tuanya sedang berada di Jepang. Saat diberitahu kabar tentang kakeknya, orang tuanya langsung pulang ke Seoul. Sesampainya dibandara Incheon, mereka menaiki taksi untuk sampai dirumah mereka. Tapi hal buruk terjadi. Taksi yang ditumpangi orang tua siwon kecelakaan dan menewaskan mereka. Neneknya yang mendengar kabar itu langsung terkena serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia. Kau bisa bayangkan bagaimana perasaan siwon saat itu. orang yang ia sayangi pergi dalam sehari dan untuk selamanya”,jelas kyuhyun.

“saat itu siwon memiliki seorang kekasih. Sehari setelah pemakaman mereka, siwon menemui kekasih nya. Tapi kebahagiaan belum mau menghampiri siwon. Siwon melihat kekasihnya tengah bermesraan dengan pria lain. Apa kau bisa bayangkan betapa hancurnya perasaan siwon?”, lanjut kyuhyun.

Tak terasa air mata soo young mengalir keluar dari sudut matanya. Entah kenapa hatinya merasa sakit mendengar cerita kyuhyun.

“sekarang siwon sudah menutup hati. Hatinya sudah membeku. Tak pernah ada seorangpun yang bisa mencairkan kutub es di hatinya”, ucap kyuhyun sedih.

“kyuhyun-ah kau bilang orang tua,kakek dan nenek siwon sudah meninggal. Lalu sekarang siwon tinggal dengan siapa?”, tanya soo young terisak.

“dia tinggal dengan paman dan bibinya”, jawab kyuhyun yang juga sedih saat itu. melihat soo young menangis, kyuhyun mengambil sebuah kotak tissue dan menyodorkannya pada soo young. Soo young mengambil beberapa lembar tissue untuk menghapus air matanya.

Soo young POV

Aku keluar dari mobil taksi yang mengantarku pulang. Aku berjalan lemas menuju rumahku.

“soo young-ah”, kata seseorang dari belakangku. Mendengar suara itu, aku teringat kalau kyuhyun tadi ada didalam taksi. Aku langsung membalikkan tubuhku dan menatap kyuhyun sambil tersenyum malu.

“ada apa?”, tanya ku pada kyuhyun

“tidak ada apa-apa, aku hanya ingin mengucapkan selamat malam”, ucap kyuhyun sambil tersenyum.

“selamat malam soo young-ah”, lanjutnya. Belum sempat aku membalas ucapannya, mobil taksi yang ia naiki sudah melaju. Aku membalikkan tubuhku dan menunduk.

“kenapa aku bisa lupa kalau kyuhyun ada di dalam taksi?. Huft,, seharusnya aku tadi mengucapkan terima kasih padanya”, gumamku pelan. Aku melangkahkan kaki ku dan masuk kedalam rumah.

“hai sayang, kau baru pulang”, kata seorang wanita paruhbaya yang sedang sibuk didepan laptop nya.

“ne eomma”, kataku sambil mengangguk.

“inikan masih sore, kenapa eomma sudah pulang?”, tanyaku, lalu aku menghampirinya dan duduk disampingnya.

“hari ini hanya menyiapkan berkas-berkas yang akan di bawa ke Jepang besok?”, jawab eomma ku santai.

“ha? Jepang? Kenapa mendadak sekali?”, tanya ku terkejut.

“sebenarnya tidak mendadak. Appa dan eomma sudah tahu hal ini dua hari yang lalu. Hanya saja eomma baru memberitahumu hari ini.”, jelasnya.

“berapa lama kalian disana?”,

“hmmm, kurang lebih tiga bulan”,

“haish, kenapa lama sekali?”, tanyaku kesal.

“karena banyak yang harus kami kerjakan”, jawab eommaku tersenyum sambil membelai rambutku.

“hmmm, baiklah. Lagi pula aku sudah sering di tinggalkan sendiri oleh kalian”, kataku lemas.

“hmmm, aku masuk ke kamar dulu ya eomma”, lanjutku. Lalu aku mencium kening eommaku dan masuk kekamar.

Aku menghempaskan tubuhku diranjang. Aku kembali mengingat cerita kyuhyun tadi. Ditinggal pergi oleh orang tua, kakek dan neneknya untuk selamanya. Setelah itu kekasihnya ketahuan selingkuh. “itu pasti sangat berat untuk siwon”, gumamku pelan.

Author POV

Pagi ini soo young mengantar orang tuanya ke bandara. Setelah mengantar orang tuanya, soo young berangkat kuliah. ia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya.

“haish, jam kuliah sebentar lagi akan dimulai”, gumam soo young. Cepat-cepat ia masuk mobil dan mengendarainya. Entah berapa kecepatan soo young, yang pasti sangat cepat. Sesampainya disana, ia langsung memarkirkan mobilnya. Lalu cepat-cepat ia masuk ke ruangan. tapi saat ia menaiki tangga, tidak sengaja soo young menbrak seseorang. Buku-buku yang soo young bawa terjatuh ke lantai anak tangga.

“mianhe ajhussi. Aku tidak sengaja”, kata soo young sambil menundukkan kepalanya. Lalu ia mengangkat kepalanya.

“siwon-ssi”, kata soo young terkejut.

“haish, kau ini. Menghambat jalanku saja”, bentak siwon.

“haish, terserah”, balas soo young. Lalu Soo young mengambil buku-bukunya yang berserakan di anak tangga.

Melihat itu, sebenarnya siwon sangat ingin membantu. Tapi sepertinya otaknya berkata lain. Siwon tidak tahan melihat soo young mengambil buku-buku itu sendiri. Jadi ia meninggalkan soo young sendiri di anak tangga itu.

“haish, dasar pria angkuh”, gumam soo young. Setelah mengambil buku-bukunya, ia buru-buru masuk ke ruangan kuliahnya.

Siwon POV

Aku berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobilku. Aku memikirkan kejadian antara aku dan soo young tadi.

“ada apa denganku?”, gumamku pelan.

“kenapa tadi aku merasa ingin membantu nya? kenapa aku tidak tahan melihatnya mengambil buku-buku itu sendirian?”, tanyaku pada diriku sendiri.

“sebelumnya aku tidak pernah merasa ingin membantu seseorang kecuali kyuhyun. Ada apa denganku? Apa yang terjadi pada ku?”, lanjutku. Aku bingun akan perasaanku sendiri.

Author POV

Jam kuliah soo young sudah selesai dan sekarang ia keluar dari ruangan.

“soo young-ah!”, teriak kyuhyun pada soo young. Soo young pun membalikkan badannya. Lalu kyuhyun mendekati soo young.

“soo young-ah, apa malam ini kau ada acara?”, tanya kyuhyun.

“anni. Memangnya kenapa?”,

“apa malam ini kau mau pergi menonton film bersamaku?”, tanya kyuhyun sedikit ragu.

“hmmm,, baiklah”, jawab soo young. Jawaban soo young membuat kyuhyun senang.

“baiklah nanti malam aku akan menjemputmu jam tujuh”, kata kyuhyun sambil tersenyum bahagia. Lalu ia pergi meninggalkan soo young sambil berlari-lari. Terpancar aura kebahagiaan dari dalam dirinya saat itu.

Kyuhyun POV

Aku pusing memilih baju yang akan kupakai. Cukup lama aku memiilih baju yang akan kupakai. Dan akhirnya pilihanku jatuh pada salah satu baju di lemariku. Aku memakai jeans hitam panjang dan kemeja warna kotak-kotak berwarna marun. Setelah siap aku berangkat menyusul soo young menggunakan mobil. Tentunya bukan aku yang menyetir tapi supirku.

Saat sampai didepan rumahnya, aku menelfonnya untuk keluar. Aku keluar dari mobil. Aku bersandar dipintu mobil untuk menunggunya keluar. Jujur saja aku sangat gugup. Aku membalikkan tubuhku dan melihat diriku dari kaca jendela mobil. Aku membenarkan rambutku yang sedikit berantakan.

“kyuhyun-ah”, kata soo young dari belakang.

Mendengarnya aku langsung membalikkan tubuh ku. Betapa terkejutnya aku melihatnya. Dia sangat cantik. Dia memakai kemeja tanpa lengan yang dipadukannya dengan rok pendek dan itu membuat sebagian paha nya terlihat. Ia memakai heels berwarna hitam yang membuat kaki jenjangnya terlihat indah. Rambutnya yang hitam dibiarkannya terurai. Jujur saja aku terpana melihatnya.

“kau terlihat sangat,,, sangat,, sangat cantik”, ucapku gugup.

“apa kau baru menyadarinya”, ucapnya sambil tertawa dan itu membuatku semakin gugup. Jantungku berdegup sangat kencang. Seperti habis lari 1000 meter.

“masuklah”, kataku setelah membukakan pintu mobil untukknya. Lalu ia masuk kedalam mobil begitu juga denganku.

Selama di mobil kami mengobrol seperti biasa. Aku berusaha untuk tidak terlihat gugup di depannya. Jujur saja itu agak sulit. Dan akhirnya kami sampai di sebuah bioskop. Kami keluar dari mobil dan masuk kegedung biooskop. Kami memilih film yang akan kami tonton.

“soo young-ah bagaimana kalau kita nonton film horor?”, tanyaku

“baiklah”, jawab soo young sambil menganggukkan kepalanya.

Aku memilih untuk menonton film horor. Aku berharap soo young akan ketakutan lalu memelukku dan menggenggam tanganku sepanjang film itu di putar. Kami duduk di bangku paling depan dan tentu aku duduk di sampingnya. Disepanjang film, soo young tidak terlihat takut sama sekali. Aku terus memperhatikannya.

“soo young-ah, apa kau tidak merasa takut?” , tanyaku padanya yang sedang serius menonton film

“anni. Aku tidak merasa takut. Memangnya kenapa?”,

“tidak apa-apa”, katakku. Lalu aku membenarkan posisi dudukku. ‘sungguh diluar perkiraan’, ucap ku dalam hati.

Author POV

Film sudah berakhir, mereka keluar dari gedung bioskop. Saat keluar dari gedung bioskop, kyuhyun melihat siwon akan memasuki gedung bioskop.

“siwon-ah!”, teriak kyuhyun. Mendengar suara teriakan kyuhyun, mata siwon langsung mencari sosok kyuhyun.

“kyuhyun-ah”, teriak siwon setelah matanya menemukan kyuhyun. Siwon pun menghampirinya.

“siwon-ah, kenapa kau ke sini?”, tanya kyuhyun.

“tentu aku mau menonton film. Kalau kau?”,

“aku baru saja selesai menonton film dengan soo young”, jawab kyuhyun sambil menunjuk soo young. Mata siwon langsung menatap kearah soo young. Entah kenapa siwon jadi marah melihat mereka bersama.

“oh begitu”, ketus siwon tiba-tiba.

“hei ada apa denganmu?”, tanya kyuhyun sambil tertawa kecil.

“kami pergi duluannya”, lanjut kyuhyun yang membuat siwon semakin marah.

Kyuhyun menggandeng tangan soo young lalu pergi meninggalkan siwon. Soo young terkejut saat kyuhyun menggandeng tangannya. Soo young langsung memutar kepalanya menatap siwon. Keduanya saling bertatapan tanpa diketahui kyuhyun. Siwon menatap soo young, sampai soo young hilang dari pandangannya. Siwon sangat marah melihatnya. Lalu siwon keluar dari gedung bioskop dan mengikuti mereka. Setelah pergi kebeberapa tempat, akhirnya kyuhyun mengantar soo young pulang. Siwon mengikuti mereka sampai di depan rumah soo young. Terlihat kyuhyun keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk soo young.

“soo young-ah, gomawo. Kau sudah mau menemaniku malam ini”, kata kyuhyun.

“ne”, kata soo young sambil mengangguk.

“kalau begitu aku masuk dulu”, lanjut soo young. Lalu soo young membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju rumahnya.

Tiba-tiba kyuhyun menarik tangan soo young, memegang tengkuk lehernya dan

CHU~~~

Kyuhyun mendaratkan bibirnya di bibir soo young. Soo young kaget dengan apa yang dilakukan kyuhyun. Siwon yang melihat dari dalam mobilnya terkejut. Matanya terbelalak dengan pemandangan yang sedang ia lihat.

~~To Be Continue~~

Advertisements

8 thoughts on “30 Days (Part 2/?)

Add yours

  1. Astaga soo, knpa dia ngorbanin seo? Seo jg sih bkin hati soo 😐
    smoga soo ga cri2 mangsa lg, kasian korbannya~
    ciee kyu, main cium soo aja. Kekeke~

  2. Kyaaaaaa…. Kyuyoung ciuman diliat sama siwon oppa.
    Waduh bisa ada perang antara kuda sama evil nih kalo gini hahaha

  3. Omo,,!? Kyuhyun sm Sooyoung!? Kyaaa Kyuhyun!!!.. Sempet ngeri waktu Sooyoung ngebunuh Seohyun.. Ngilu sendiri ngebayangin’a.. Daebak semakin penasaran sm next part Author..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: