30 Days (Part 1/?)

PicturesFF2

Author :           Helma Trianda

Cast :                 -Choi Siwon

-Cho Kyuhyun

-Choi SooYoung

-Luna

-Seo Joo Hyun

PG         :            15

Genre   :          Romance

Find me on twitter @HelmaTrianda or Facebook Helma Trianda Azam

Aku tau “bersamamu” adalah hal yang tidak akan pernah terjadi dalam hidupku. Meski aku mengetahui bahwa aku tidak akan pernah bisa bersamamu tapi aku tetap melanjutkan rasa cintaku kepadamu. Aku hanya memiliki satu hati dan itu sudah ku gunakan untuk mencintaimu.

***

Author POV

Terlihat seorang wanita penyihir sedang memandangi seorang putri duyung yang ada di hadapannya.

“apa kau yakin ingin menjadi manusia?” , tanya seorang penyihir cantik itu kepada seorang putri duyung yang tengah frustasi.

“ya, aku yakin”, ucap duyung itu.

“sebelum aku menjadikanmu seorang manusia, aku ingin tahu alasanmu terlebih dahulu”,ucap penyihir cantik dan berambut panjang itu.

“apa kau ingat kalau seminggu yang lalu terjadi badai laut”, tanya duyung itu yang sedang menerawang masa lalu nya .

“iya, lalu?”, tanya penyihir itu.

“orang tua ku hilang terbawa badai. Aku sangat sedih dan sekarang aku tidak tahu harus melakukan apa dan harus bagaimana menyikapi hal ini”, ucap duyung itu lalu menundukkan kepalanya.

“hmmm,aku mengerti. Kau pasti sangat sedih”, kata penyihir yang ikut prihatin pada duyung malang itu.

“baiklah, kalau begitu aku akan menjadikan mu sebagai seorang manusia”, ucap penyihir yang membuat duyung itu sangat senang.

“tapi ada syaratnya”, lanjut penyihir.

“syarat?”,

“ya, kau harus makan jantung manusia setiap 30 hari sekali”, ucap penyihir yang sontak membuat duyung itu kaget.

“jantung manusia?”, tanya nya terkejut.

“ya. Jika kau tidak makan jantung manusia setiap 30 hari sekali, maka kau akan mati”, kata penyihir itu sambil menatap tajam duyung itu.

“berati aku tidak bisa menjadi manusia yang seutuh nya?”, tanya duyung

“ya begitulah”,

“berarti setiap 30 hari aku akan membunuh seorang manusia untuk ku ambil jantung nya. Aku mana sanggup melakukan nya.”,

“setiap makhluk hidup mempunyai dua sisi yaitu terang dan gelap. Jika nanti kau menjadi manusia, saat pukul 00.00 malam pada hari ke 30 sisi gelapmu akan muncul dan menguasai dirimu. Dia akan membunuh orang yang telah kau tentukan tapi jika kau belum menentukan korbanmu dia akan membunuh orang yang pertama kali dia lihat” , jelas penyihir. Lalu penyihir itu mendekati duyung, mendekatkan mulut nya di telinga duyung dan membisikkan sesuatu,

“jika kau tidak sanggup melakukannya, sisi gelapmu bisa melakukannya”,

“sisi gelap itu sama saja dengan sisi jahat”,

“ya, bisa di bilang begitu”, kata penyihir.

Lalu penyihir menjauhkan dirinya dari duyung tersebut dan duduk di sebuah kursi megah yang terbuat dari batu karang dan berlapiskan mutiara laut.

“bagaimana?”, tanya penyihir.

“tekat ku sudah bulat, jadi aku tetap ingin menjadi manusia”, kata duyung itu tegas. Penyihir itu pun beranjak dari tempat duduk nya dan mendekati duyung itu.

“tutup matamu”, perintah penyihir.

Duyung pun menuruti perintah penyihir untuk menutup matanya. Lalu penyihir menggunakan mantra-mantra dan kekuatan nya untuk menjadikan putri duyung sebagai seorang manusia.

“sekarang buka matamu”, ucap penyihir.

Duyung itu membuka matanya dan betapa terkejutnya dia saat melihat keadaan di sekitarnya. Sekarang dia dan penyihir itu ada dipinggir pantai. Tapi duyung itu lebih terkejut lagi saat melihat sosok penyihir yang berdiri di depannya. Penyihir itu berubah menjadi manusia, menjadi seorang wanita yang cantik,tinggi,putih,bertubuh langsing, berambut panjang dan lurus.

“penyihir”, ucap duyung yang sangat terkejut akan sosok penyihir itu.

“beginilah wujud manusiaku. Wajah ku tidak berubah bukan. Hanya saja terlihat lebih muda.”,jelas penyihir.

“ternyata kau mempunyai sosok manusia”, ucap duyung keheranan itu.

“tentu. Setelah lulus ujian sebagai penyihir aku bisa menjadi manusia tanpa perlu jantung manusia. Hanya saja bedanya aku dan manusia adalah aku tidak memiliki jantung yang berdetak seperti manusia”, kata penyihir.

‘jantung’ kata duyung di dalam hati. Lalu dia mengangkat tangan nya dan meletakkannya di dada kiri nya. Dia merasa ada yang berdetak didalam nya.

“apa aku mempunyai jantung?”, tanya nya

“ya, kau memiliki nya, tapi hanya bertahan selama 30 hari”, jawab penyihir itu.

Penyihir cantik itu menarik tangan duyung, dan membawanya ke sebuah toko baju dekat pantai.

“tempat apa ini?”, tanya duyung keheranan.

“toko baju”, jawab penyihir singkat.

Penyihir mulai memilih baju untuk duyung itu dan ke kasir untuk membayar nya. Penyihir itu pun mengeluarkan beberapa lembar uang dari dompetnya dan membayarnya ke kasir.

“kapan kau membawa benda itu”, tanya duyung sambil menunjuk dompet yang di bawa penyihir.

“barusan”,

“ha?”, ucap duyung kaget.

“ apa kau lupa aku ini siapa?”, tanya penyihir itu.

“hmmm, ya aku ingat. Tidak heran kalau kau tiba-tiba memegang benda itu”, ucap duyung itu.

Penyihir itu memberi duyung baju. “pakai ini. Kita akan keluar dari pantai. Tidak mungkin di luar kita menggunakan bikini seperti ini”, kata penyihir itu. “apa kau juga akan mengganti pakaian mu?”, “tentu”, jawab penyihir singkat.

Mereka pun masuk ke kamar mandi dan mengganti pakaian mereka. Saat melihat dirinya di cermin, duyung itu takjub akan kesempurnaan dirinya sekarang. Ia melihat tubuh bagian bawah nya yang sekarang sudah menjadi kaki yang sangat indah. Ia menatap dirinya di cermin, “sempurna”, ucapnya pada dirinya sendiri di cermin.Setelah beberapa menit, mereka keluar dari kamar mandi. Penyihir terkejut melihat duyung itu. Duyung itu terlihat sangat cantik. Dia menggunakan baju berlengan pendek,berwarna biru tua dan hot pant sehingga membuat paha putih nya terlihat. Ditambah lagi dia menggunakan heels berwarna hitam.

“waw”. Kata penyihir yang terkagum-kagum dengan duyung yang ada di depannya. Penyihir akui bahwa duyung yang di depannya itu terlihat sempurna. Duyung itu bertubuh tinggi, putih dan langsing. Selain itu dia juga sangat cantik. Sosok yang sempurna untuk manusia.

“kenapa kau melihat ku seperti itu?”, tanya duyung itu yang merasa tak nyaman dengan sikap penyihir.

“kau terlihat sempurna”, ucap penyihir

“aku tahu”,

“sepertinya kau memiliki rasa percaya diri yang tinggi”, kata penyihir yang sedikit kesal dengan ucapan duyung tadi.

“sekarang apa yang akan kita lakukan?”, tanya duyung itu.

“sebagai manusia kau perlu nama, perlu orang tua, perlu makan dan minum,perlu sekolah dan sebagai nya. Sangat banyak untuk di sebutkan. Jadi sekarang kau perlu mempunyai orang tua”, jawab penyihir.

“bukankah yang pertama kau sebutkan tadi nama?”,

“yang akan memberimu nama adalah orang tua mu nanti”, jelas penyihir

“hmmm, begitu rupanya. Kalau begitu siapa nama mu?”,

“Luna”,

“luna?”, tanya duyung itu.

“ya Luna, L-U-N-A”, jelas penyihir yang bernama luna itu.

”dan sekarang kau berada di kota Seoul negara Kore Selatan”, lanjut penyihir.

Duyung itu hanya menganggukkan kepalanya yang tanda nya ia mengerti apa yang dikatakan Luna.

“baiklah aku akan mencarikan mu orang tua dan mengajarkan mu bagaimana caranya berperilaku sebagai manusia. Aku akan mengajarimu selama 3bulan dan selama itu pula aku akan mencarikan jantung untuk mu. Tapi setelah 3bulan kau harus menjalani hidupmu sendiri.”, jelas Luna.

“kenapa hanya 3 bulan”, tanya duyung keheranan.

“asal kau tahu di dunia manusia ini aku memiliki profesi. Dan profesiku adalah sebagai paranormal. Klient ku bukan hanya di Korea Selatan saja. Aku memiliki klient di setiap negara. Aku punya pekerjaan jadi tidak mungkin aku terus bersamamu di sini?”, jelas Luna.

“klient? Bagaimana caranya kau bisa berhubungan dengan mereka?”, tanya duyung bingung.

“mereka kadang menghubungi melalui facebook atau twitter?”, jawab luna.

“facebook?twitter? benda apa itu?”, tanya duyung itu yang semakin bingung.

“nanti akan kuajari. Hmmm, bagaimana pun asal kejadian mu bukanlah manusia melainkan duyung. Disini kau akan menjadi yang paling menonjol diantara manusia-manusia yang. Terutama kecantikan mu. Kau akan selalu mempunyai sesuatu yang lebih dari mereka.”, jelas Luna.

Duyung itu diam saja,dia sama sekali tidak mengerti apa yang di bicarakan oleh Luna. Melihat ekspresi duyung itu, Luna sudah tahu kalau duyung itu sama sekali tidak mengerti dengan yang Luna bicarakan. Luna mendekati duyung itu dan memegang pundaknya

“setelah menjalani hidup sebagai manusia kau akan tahu apa yang ku maksud”, ucap Luna sambil tersenyum, duyung itu pun membalas senyuman Luna.

Lalu Luna memeluk duyung itu, duyung itu pun membalas pelukan Luna. Setelah beberapa saat mereka pun melepaskan pelukannya. Duyung itu meraih tangan Luna,

“baiklah, sekarang ajari aku untuk menjadi manusia “ , kata duyung itu sambil tertawa. Luna tidak menjawab nya, dia membalas nya dengan seulas senyuman. Dan di mulailah perjalanan duyung itu sebagai manusia.

3 bulan kemudian

Choi Soo-young pov

“soo young, buka pintu nya. Ini sudah siang, apa kau tidak kuliah”, kata seorang wanita paruh baya yang sedari tadi mengetuk-ngetuk pintu kamarku. Aku pun bangun dan membuka pintu nya,

“haiss, kenapa kau belum mandi sudah jam berapa ini”, kata wanita paruh baya itu yang sekarang sudah menjadi eomma ku.

“ne oemma. Aku akan mandi”, kata ku lesu.

Lalu oemma ku pergi dan aku menutup pintu kamarku. Aku berjalan ke arah jendela kamarku dan membukanya. Udara pagi memang sangat sejuk. Menenangkan hati dan pikiran. Hari ini adalah hari pertama untukku menjalani hari-hari tanpa Luna. Kemarin adalah hari terakhir ku bersama Luna.

Sekarang aku sudah mempunyai orang tua dan aku pun sudah punya nama. Choi Soo-young. Itu lah nama ku sekarang. Orang tua baru ku yang memberikan nama itu. Appa ku bernama Choi Jae-bin dan eomma ku bernama Choi nhe-rhy. Orang tuaku memiliki perusahaan yaitu DAESANG Group. sekarang aku kuliah di DAESANG University. Itu adalah universitas milik orang tuaku. Perusahaan orang tuaku termasuk dalam 5 perusahaan yang berpengaruh di Asia. Sekarang aku menjalani hidup sebagai manusia. Jika dulu di laut aku tidak pernah mandi karena aku hidup di dalam air, tapi kalau sekarang beda, aku harus mandi setiap hari kalau tidak tubuhku akan bau. Setelah menghirup udara segar aku pun pergi mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kuliah. Sebelum berangkat kuliah,seperti yang dilakukan manusia-manusia yang lain aku pun sarapan terlebih dahulu. Dan seperti biasa, orang tuaku pasti sudah berangkat kerja. Setiap pagi, Eommaku hanya sempat untuk membangunkanku. Setelah menghabiskan sarapanku, aku pergi kuliah menggunakan mobil yang diberikan orang tuaku.

Author pov

Soo young pun sampai di DAESANG University. DAESANG University adalah universitas terbesar dan terbaik di Korea. Soo young keluar dari mobil mewah nya. Ia memakai heels berwarna ungu yang menambah keindahan kaki jenjang nya tersebut. Ia memakai rok lipat-lipat berwarna hitam yang di padukannya dengan kemeja berwarna ungu. Rambut nya yang agak bergelombang dibiarkannya terurai. Soo young sangat terkenal di kalangan laki-laki. Itu membuat banyak wanita yang iri padanya. Soo young berjalan memasuki ruang kuliah nya. Ia pun sampai di depan ruang kuliah nya. lalu ia membuka pintu nya.

“soo young-ah!”, teriak seorang wanita yang sekarang sedang berdiri di belakang soo young. Setelah mendengar suara teriakan itu, soo young pun membalikkan badannya. Ia pun terkejut melihat sahabat nya yang sekarang sudah berdiri di belakang nya. Dia bernama Seo hyun. Umur persahabatan mereka belum sampai 3 bulan, tapi mereka sudah sangat dekat.

“hei”, kata soo young,lalu menghampiri sahabat nya itu.

“kapan kau datang?”, tanya nya heran.

“dasar. Dari tadi aku mengikutimu dari belakang. Apa sedaritadi kau tidak merasa di ikuti?”, kata seo hyun sambil menaikkan alis nya.

Belum sempat soo young menjawab pertanyaan seo hyun, tiba-tiba para gadis di universitas nya berlari keluar gedung dengan histeris. Tidak tahu apa yang mereka cari. “mereka sudah datang!”, teriak para gadis itu. Aku hanya bingung melihat mereka.

“apa mereka sudah datang?”, kata seo hyun yang bergumam sendiri, tapi itu terdengar oleh soo young.

“mereka siapa?”, tanya soo young penasaran.

“ada 2 mahasiswa baru. Pindahan dari Amerika”, jawab seo hyun tanpa menolehkan wajah nya ke soo young.

“benarkah? Kenapa appa tidak memberitahuku?”, kata soo young.

“sudah jangan banyak berfikir. Ayo kita lihat. Siapa tahu wajah mereka tampan.”, kata seo hyun dan menarik tangan soo young untuk melihat kedua mahasiswa baru itu.

Mereka pun masuk ke kerumunan gadis-gadis yang menunggu kedatangan mahasiswa baru itu. mereka ikut berdesak-desakkan dan akhirnya sampai di kerumunan paling depan. Lalu datang sebuah mobil mewah yang kemudian parkir di halaman universitas mereka. Mereka memarkirkan mobilnya di samping mobil soo young. Soo young pun memicingkan mata nya pada mobil itu. Lalu keluarlah dua namja tampan dari sisi kanan dan kiri mobil mewah itu. sontak para gadis-gadis itu mengeluarkan teriakkan nya. itu membuat telinga soo young hampir pecah. Soo young melihat kedua namja tampan yang sedang berjalan ke arah mereka. Soo young terpaku pada salah satu namja itu. namja itu lebih tinggi dari pada namja yang satu nya. dan tanpa di sadari oleh soo young jika sahabat nya itu terpaku pada namja yang lebih pendek. Kedua namja itu terus berjalan dan akhirnya sampai tepat di depan mereka. Soo young terdiam melihat namja yang berdiri di depannya. Begitu juga dengan seo hyun.

“bisakah kalian tidak menghalangi jalan kami!”, ucap kedua namja itu secara bersamaan.

Soo young dan seo hyun seperti mendapatkan tamparan keras dari kedua namja itu. mereka pun menggerakkan kaki mereka ke belakang beberapa langkah, sedikit menundukkan kepala lalu bergerak minggir untuk memberi mereka jalan. Kedua namja itu pun berjalan dengan angkuh nya. tanpa memperdulikan para wanita yang histeris melihat mereka. Soo young dan seo hyun hanya menatap punggung mereka sampai hilang. Mereka hanya diam. Mereka melangkahkan kaki nya ke arah tempat duduk di dekat mereka dan kemudian duduk.

“soo young-ah”, kata seo hyun yang memulai pembicaraan lalu menoleh ke arah soo young. Soo young pun menoleh ke arah seo hyun.

“mereka namja yang tampan. Anni. Tapi sangat tampan”, kata soo young yang masih terpaku.

“ya kau benar.”, ucap seo hyun yang juga masih terpaku.

“ayo kita cari mereka”, ajak soo young. Seo hyun tidak menjawab hanya mengangguk. Mereka pun beranjak dari tempat duduk nya dan mencari tahu di mana keberadaan kedua namja itu. mereka pun melihat di setiap ruangan dan akhirnya mereka pun menemukan kedua namja tampan itu.

Kedua namja itu masuk pada salah satu ruang kuliah. Soo young dan seo hyun melihat mereka dari balik jendela. Mereka terus melihat kedua namja itu sampai jam kuliah di ruangan tersebut selesai. Lalu, semua mahasiswa dan mahasiswi keluar dari ruangan tersebut termasuk kedua namja tampan itu. mereka mengikuti kedua namja itu sampai di parkiran. Karena merasa di ikuti, kedua namja itu menoleh ke arah belakang. Dan didapatinya soo young dan seo hyun yang mengikuti nya. kedua namja itu tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Hanya menatap mereka dengan tajam. Soo young dan seo hyun jadi gugup dengan tatapan tajam dari kedua namja itu. Mereka tidak berani melihat wajah kedua namja itu. Lalu, berjalan kearah mobil mereka.

“hey kalian!”, teriak kedua namja itu. soo young dan seo hyun langsung menghentikan langkah mereka lalu berbalik menatap kedua namja yang sedang marah itu.

“kenapa kalian mengikuti kami?!”, tanya namja evil itu sambil berteriak pada soo young dan seo hyun.

“anni. Kami tidak mengikuti kalian”, jawab soo young yang gugup itu. Lalu namja yang di sukai oleh soo young berjalan menghampiri nya. “tangan mu”, kata namja itu. soo young tidak berkata apapun. Dia hanya mengikuti perintah namja itu. namja itu mengambil 2 buah kartu nama dan meletakkan nya di tangan soo young. Lalu membalikkan badannya dan berjalan ke arah mobilnya. Diikuti dengan namja evil itu. lalu meninggalkan kedua yeoja yang masih terpaku itu. soo young dan seo hyun hanya menatap namja itu sampai hilang dari pandangan nya.

Soo young melihat dua kartu nama yang diberikan oleh namja itu. Pada kartu yang satu nya tertulis nama  “CHOI SIWON” sedangkan di kartu yang satu nya lagi tertulis nama  “CHO KYUHYUN”. Seo hyun menghampiri soo young yang tengah kebingungan. Lalu mengambil dua kartu nama itu dari tangan soo young.

“choi siwon dan cho kyuhyun”, ucap seo hyun saat melihat kartu nama itu.

“yang mana namja yang bernama choi siwon dan yang mana namja yang bernama cho kyuhyun?”, tanya soo young bingung.

“aku juga tidak tahu”, jawab seo hyun yang ikut bingung.

“seo hyun-ah, tidakkah kau merasa margaku dan marga namja yang bernama siwon itu sama?”, tanya soo young.

“choi soo young dan choi siwon. Hmmm, benar marga kalian sama. Tapi siapa namja yang bernama choi siwon itu?”,

“mungkin namja yang tinggi itu”,

“ha?”, tanya seo hyun bingung.

“kedua namja itu memiliki tinggi tubuh yang berbeda. Aku menyukai namja yang paling tinggi.”, jelas soo young.

“hmmm, benar juga.”, kata seo hyun mengangguk.

“jangan-jangan kau menyukai nya ya?”, tanya soo young sambil menunjuk wajah seo hyun dan menatap nya tajam.

“anni. Aku menyukai namja evil itu.” ,

“aaa, namja yang pendek itu”, kata soo young lega.

“soo young-ah!”, teriak seo hyun lalu memukul tangan sahabat nya itu. “dia itu tidak pendek, hanya saja namja yang satu itu lebih tinggi dari nya.”, lanjut seo hyun.

Soo young hanya tertawa melihat seo hyun yang tengah kesal akan ucapannya. “arreseo”, kata soo young sambil tertawa. “tapi kedua kartu nama ini milikku”, ucap soo young lalu ia mengambil kartu nama itu dan  cepat-cepat ia masuk mobil dan meninggalkan seo hyun yang tengah kesal padanya. Ia hanya tertawa melihat sahabat nya itu.

Soo young pov

Aku pun sampai di rumah ku. Aku masuk dan langsung menuju ke kamar. Sesampai nya di kamar aku langsung menghempaskan tubuh ku di sofa. Aku mengambil kartu nama yang di berikan oleh namja tampan itu. ku lihat kedua kartu nama itu.

“choi siwon dan cho kyuhyun”, ucap ku.

“apa namja itu bernama choi siwon.”, ucap ku sambil berharap. Lalu aku melihat jam yang melingkar di tangan kiri ku. “waktu nya makan malam. Appa dan eomma belum pulang.”, gerutu ku kesal.

Aku tidak pernah makan bersama orang tuaku. Mereka selalu sibuk dengan pekerjaannya.

“sebaiknya aku makan di luar saja”.

Lalu aku meletakkan kartu nama itu di laci meja riasku. Pergi mandi dan bersiap-siap pergi keluar untuk makan malam. Aku menggunakan jeans hitam dan kemeja biru muda. Aku juga memakai beberapa asesoris dan menggunakan tas berwarna biru tua. Setelah siap, aku mengambil kunci mobilku, mengendarai nya dan aku pergi ke sebuah restaurant untuk makan malam. Sendirian tentu nya.

Author pov

Soo young masuk ke salah satu restaurant mewah di Seoul. Dia duduk di meja yang berada di dekat jendela restaurant. Lalu ia memesan beberapa jenis makanan dan minuman. Beberapa menit kemudian makanan pun datang. Soo young tergiur dengan makanan yang ada di mejanya itu. Lalu ia memakan nya satu per satu. Gaya makan soo young terlihat jelas seperti orang yang terhormat yang berasal dari kalangan atas. Saat makan,tiba-tiba soo young melihat namja yang memberikan kartu nama tadi. Namja itu berjalan dari arah pintu masuk menuju meja samping soo young. Soo young menjadi gugup. Dia pun menutupi wajah nya dengan tas. Sekarang namja itu sudah duduk di samping mejanya. Soo young melihat dirinya terpantul dari kaca.

“sial. Percuma saja aku menutupi wajah ku kalau wajah ku terpantul dari kaca ini”, keluh soo young pelan. Soo young meletakkan tas nya dan melanjutkan makan malam nya itu. Walaupun dia sedang gugup, dia berusaha untuk bersikap tenang.

Soo young pun selesai makan begitu juga dengan namja itu. Sedari tadi soo young tidak melihat ataupun melirik namja itu, dia terlalu gugup. Setelah membayar soo young keluar dari restaurant itu. begitu juga dengan namja itu. Sekarang namja itu berjalan di belakang soo young. Mereka berjalan dengan posisi yang sama sampai di parkiran. Kebetulan sekali mobil namja itu terparkir di samping mobil soo young. Soo young sudah sampai di pintu mobil nya tapi namja itu masih berjalan untuk mendekati mobil nya itu.

Soo young pun memberanikan diri untuk menyapa namja itu. “siwon-ssi”, ucap soo young. Namja itu pun menoleh kearah soo young. “waeo?”, ucap siwon dingin. “ternyata benar namamu siwon”, ucap soo young yang sangat gugup saat itu. “kau sudah ku beri kartu nama ku tentu saja kau tahu”, ketus siwon. ‘dingin sekali namja ini’, ucap soo young dalam hati. “ternyata kau masih ingat padaku”, “kau fikir aku sudah tua sehingga aku lupa pada yeoja yang mengikutiku di universitas tadi”, ketus siwon.

Ucapan siwon membuat kegugupan soo young berubah menjadi rasa kesal. Soo young hanya tersenyum menanggapi nya. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun siwon meninggalkan soo young dan pergi dengan mobil mahal nya itu. Soo young menjadi kesal dengan sikap siwon yang dingin.

“pria macam apa dia. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun ia langsung pergi begitu saja. Hah, kenapa aku bisa terpesona dengan pria dingin itu. liat saja nanti. Dia kira aku tidak bisa bersikap dingin.”,ucap soo young kesal. Lalu ia masuk mobil mobil dan pulang ke rumah.

Seo hyun pov

Matahari mulai menyelinap masuk ke kamarku. Aku pun membuka jendelaku dan sinar matahari langsung masuk tanpa permisi.

“hari yang cerah”, gumam ku. Aku pergi mandi dan bersiap-siap untuk kuliah. Aku mengenakan dress yang panjangnya di atas lutut berwarna pink. Aku memakai heels yang tidak terlalu tinggi berwarna putih dan menggunakan tas yang berwarna putih. Aku pun melihat diriku di depan cermin. “perfect”, ucapku pelan.

“baiklah kau harus meneruskan sandiwara mu sebagai sahabat dari primadona  DAESANG University. Dengan begitu popularitas mu akan sama dengan primadona itu.”, ucap ku pada diriku.

Lalu aku mengambil photo ku dan soo young dari meja rias ku.

“kau harus terus percaya pada sandiwara yang ku mainkan, primadona bodoh”,

kata ku pada photo soo young. Aku meletakkan kembali photo itu di atas meja riasku dan pergi kuliah. Sebenarnya aku tidak pernah berniat untuk bersahabat dengan nya. Sebelum kedatangannya aku adalah orang yang paling terkenal di kalangan laki-laki ataupun perempuan. Tapi semenjak dia datang, semua namja beralih pandang padanya. Untuk mempertahankan popularitasku aku harus berteman dengan nya. Mau tidak mau aku harus melakukannya. Itu semua ku lakukan untuk mempertahankan kepopuleranku.

Author pov

Seo hyun dan soo young bertemu ditaman kampus. Mereka terlihat sangat akrab. Sandiwara yang dilakukan oleh seo hyun sama sekali tak terlihat. Benar-benar aktris yang profesional di dunia nyata. Karena jam kuliah akan dimulai beberapa menit lagi. Mereka pergi dari taman menuju ruang kuliah mereka. Tapi saat di pertengahan jalan mereka di tabrak oleh seseorang dari belakang dan itu membuat buku-buku yang seo hyun dan soo young bawa terjatuh. Orang itu terus berjalan tanpa memperdulikan yeoja yang dia tabrak. Mereka pun langsung merapikan buku-buku yang berserakan di jalan itu. Tiba-tiba ada angin yang berhembus kencang dan itu membuat beberapa kertas yang ada di buku soo young bertaburan. Soo young pun mengambil kertas itu satu per satu. Tiba-tiba ia melihat seorang namja yang sedang mengambil kertas-kertas itu. Soo young terdiam melihat nya. tidak melakukan apapun hanya diam di tempat. Tapi namja itu terus mengambil kertas itu sampai berada di depan soo young. Karena merasa ada seorang yeoja di depannya, ia pun mengangkat wajah nya. betapa terkejutnya soo young mengetahui namja itu adalah evil yang di sukai oleh seo hyun.

“cho kyuhyun”, ucap soo young agak ragu.

“ne. Aku cho kyuhyun”, kata kyuhyun sambil tersenyum. “ini milikmu?”, tanya kyuhyun sambil menyodorkan kertas yang ia ambil tadi.

“ne. Ini milikku. khamsahamnida”, ucap soo young sambil tersenyum.

Seo hyun kesal melihat kejadian itu. Ia tidak rela jika namja yang ia sukai itu dekat dengan soo young. Akhirnya ia mendekati kyuhyun,

“apa namamu cho kyuhyun?”, tanya seo hyun.

“ne.” , jawab kyuhyun singkat.

“seo hyun imnida”, kata seo hyun sambil mengulurkan tangannya. Kyuhyun pun mengulurkan tangannya juga untuk bersalaman dengan seo hyun.

“cho kyuhyun imnida”, lalu kyuhyun melepaskan tangannya dan menatap soo young. Soo young pun menundukkan kepalanya sambil berkata

“choi soo young imnida”, dan mengangkat kepalanya kembali. Kyuhyun hanya tersenyum mendengarnya.

“kyuhyun-ssi, apa kau ada jam kuliah sekarang.?”, tanya seo hyun.

“anni. Aku ada jam kuliah siang nanti. Memangnya kenapa?”,

“bagaimana kalau kita berdua minum kopi?” , ajak seo hyun.

“kita berdua?”, tanya kyuhyun heran. Seo hyun hanya mengangguk.

“bagaimana dengan soo young?”, tanya kyuhyun yang semakin heran.

“aku tidak usah ikut. Kalian berdua saja. Lagian aku ada jam kuliah sekarang.”, kata soo young tiba-tiba. Soo young langsung pergi meninggalkan mereka berdua. Soo young sudah mengerti kalau sahabat nya itu ingin berduaan saja dengan kyuhyun.

Seo hyun dan kyuhyun pergi ke kafe dekat kampus dan memesan dua cangkir kopi. Selama di kafe kyuhyun hanya bermain PSP, ia sama sekali tidak melihat yeoja yang di depannya. Sudah berapa kali seo hyun memanggil kyuhyun tapi kyuhyun tidak menjawab. Ia terus memainkan PSPnya. Akhirnya seo hyun hanya diam saja dan memandangi kyuhyun selama beberapa jam. Setalah beberapa jam kyuhyun berhenti memainkan PSPnya dan melihat jam yang melingkar di tangan kirinya.

“sekarang aku harus kuliah. Mengenai kopinya, aku saja yang bayar”, ucap kyuhyun lalu membayar kopinya dan pergi meninggalkan seo hyun sendiri di kafe.

“dari tadi duduk di kafe hanya kata-kata barusan yang ia ucapkan. Dingin sekali. Tapi aku tidak akan meyerah. Tidak akan ku biarkan kau mendekati soo young”, ucap seo hyun pada dirinya sendiri.

Soo young pov

Jam kuliah sudah berakhir. Sekarang aku sendiri. Seo hyun sedang bersama kyuhyun. Akupun teringat sesuatu. Seminggu yang lalu aku meminjam sebuah buku dari perpustakaan sebaiknya aku mengembalikkannya hari ini. Aku pun membuka tas ku untuk memastikan kalau buku itu aku bawa. Dan ternyata aku membawanya. Tanpa membuang waktu, aku melangkahkan kaki ku menuju perpustakaan. Sesampainya di perpustakaan aku langsung mengembalikkan buku itu pada penjaga perpustakaan. Sekarang aku merasa lapar sebaiknya aku keluar dari sini untuk pergi makan siang. Saat berjalan aku merasa ada yang aneh dengan heels yang aku pakai. Seperti akan patah. Ku harap heels nya tidak patah. Heels yang ku pakai sungguh tidak bisa di ajak kerja sama, saat di depan pintu perpustakaan tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan. Aku sudah hampir terjatuh tapi aku merasa ada yang menangkapku.

“siwon-ssi”, ucap ku terkejut. Sekarang kami saling bertatapan tapi hal itu tidak berlangsung lama karena siwon langsung membantuku berdiri. Aku melepas heels yang ku pakai. Ternyata patah. Sial.

“heels mu patah”, ucap siwon.

“ne”, ucapku singkat.

Heels ku ini tidak bisa di ajak kerja sama. Mending kalau satu yang patah tapi ini malah dua-duanya. Ini sungguh membuatku malu. Sekarang kaki ku menginjak lantai tanpa menggunakan heels. Siwon melihat kedua kaki ku. Tiba-tiba ia langsung menggendongku di dadanya. Aku sangat terkejut dengan sikap nya itu.

“hei! Apa yang kau lakukan?”, tanya ku terkejut.

“apa kau ingin berjalan dengan bertelanjang kaki seperti itu?”, bentak siwon.

“memangnya kenapa, apa salahnya bertelanjang kaki”, jawabku ketus.

“arraseo”,kata siwon.

Lalu ia langsung menurunkanku dan pergi meninggalkanku. Sikap nya itu membuatku kesal. Kenapa ia tega meninggalkan ku di sini tanpa alas kaki. Aku sangat malu. Semua orang yang lewat melihatku tanpa memakai alas kaki. Aku langsung berlari keluar. Saat menuruni anak tangga aku menabrak seseorang.

“kyuhyun-ssi”, ucapku terkejut.

“ada apa denganmu?”, ucap kyuhyun yang bingung padaku lalu ia melihat ke bawah dan tahu kalau aku tidak memakai alas kaki. “kau”, ucapnya bingung.

“kyuhyun-ssi sekarang aku buru-buru. Aku duluan”, ucapku. Aku langsung pergi meninggalkan kyuhyun tapi kyuhyun menarik tangan ku.

“apa kau akan berjalan dengan bertelanjang kaki seperti itu”, ucap kyuhyun. Tiba-tiba kyuhyun langsung menggendongku.

“kyuhyun-sii, kau…” ,

“bukankah begini lebih baik”, potongnya. Ia membawaku keluar dari gedung universitas dan mengantarku sampai mobilku yang terparkir di halaman universitas. Lalu ia menurunkanku dari gendongannya.

“kyuhyun-ssi, ghamsahamnida”, ucapku sambil sedikit menundukkan kepalaku.

“gwenchana. Tapi lebih baik kau memanggil ku kyuhyun-ah dari pada kyuhyun-ssi.”, ucap kyuhyun.

“ne”,kataku sambil menganggukkan kepalaku.

“kyuhyun-ah, apa kau sudah makan siang?”, tanyaku.

“belum”, jawabnya singkat

“kalau begitu bagaimana kalau kita makan siang bersama. Aku yang traktir. Ya sebagai tanda terima kasih ku padamu”,

“hmmm, baiklah”, kata kyuhyun yang langsung menyetujui tawaranku.

Author pov

Soo young dan kyuhyun makan siang bersama. Mereka terlihat akrab. Kali ini kyuhyun tidak memainkan PSPnya mungkin karena makan siang. Saat mereka sedang asyik berbincang-bicang tiba-tiba soo young ingat sesuatu.

“kyuhyun-ah, bukankan tadi kau bersama seo hyun?”, tanya soo young

“ne”, jawab kyuhyun singkat.

“sekarang dia dimana?”,

“aku tidak tahu. Tadi aku meninggalkannya di kafe”,

“hais, mengapa kau meninggalkan dia?”, tanya soo young kesal.

“karena aku ada jam kuliah”, jawab kyuhyun santai.

“kapan?” ,

“sekarang”,

“ha? Sekarang?”, ucap soo young yang mulai naik darah.

“lalu kenapa kau sekarang ada di sini?”, lanjut soo young.

“karena kau mengajakku”, jawab kyuhyun santai tanpa memperdulikan yeoja di depannya yang mulai marah.

“seharusnya kau menolak ajakanku tadi”, bentak soo young. Kyuhyun melipat tangannya dan menatap soo young yang sudah kesal dengannya.

“asal kau tahu, perutku ini butuh makan”, kata kyuhyun sambil menepuk-nepuk perutnya.

“dan kebetulan sekali kau mengajakku. Jadi kenapa aku harus menolak tawaranmu”, lanjut kyuhyun dengan gaya evil nya itu.

“hais, bagaimana kalau seo hyun melihat kita. Dia pasti akan marah”, ucap soo young cemas.

“seo hyun?”, tanya kyuhyun bingung.

“dia itu menyukaimu. Bangaimana kalau dia melihat kita. Dia pasti akan marah padaku. Dia pasti akan berfikir kalau aku akan merebut mu dari nya!”, teriak soo young pada kyuhyun. Emosi soo young tidak terkendalai dan ia tidak sadar akan apa yang ia ucapkan.

“seo hyun menyukaiku?”, tanya kyuhyun bingung. Soo young langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya. ‘apa yang telah ku katakan pada namja evil ini. Hais kalau seo hyun tahu aku bilang pada kyuhyun kalau ia menyukai kyuhyun. Dia pasti akan marah. Hais, kenapa tadi aku keceplosan’, sesal soo young dalam hati.

“hei jawab aku”, ucap kyuhyun.

Soo young melepas kan kedua tangannya dari mulutnya. Ia hanya tersenyum pada kyuhyun.

“ya sebenarnya seo hyun menyukaimu”, ucap soo young ragu.

“kalau kau?”, tanya kyuhyun dengan tatapan evil nya.

TBC 

21 thoughts on “30 Days (Part 1/?)

Add yours

  1. hello chingu..baru fllow blog kamu nihh
    ffnya bagus….bikin penasaran…
    ditambah ada 2 cowok ganteng , hehehe
    tapi Siwon oppa kok dingin amat ya…..meningan milih Kyu oppa…
    ditunguu next partnya…fighting!!!!

  2. Ih ternyata seohyun disini cuma pura2 doang mau jadi sahabatnya soo unnie? Kyuhyun oppa suka sama soo unniekah? Terus siwon oppa gimana? Nasibnya soo unnie sebagai duyung juga gimana?

  3. Wah kyu suka ya sama soo? Seo di cuekin gt, tp giliran sama soo pduli bgt! Bgus kyu! Kekeke~ 😀
    smoga
    seo sahabatan sama soo cuman nebeng tenar? Astga~ 😐
    next ya~

  4. Wah kyu suka ya sama soo? Seo di cuekin gt, tp giliran sama soo pduli bgt! Bgus kyu! Kekeke~ 😀
    smoga
    seo sahabatan sama soo cuman numpang tenar? Astga~ 😐
    next ya~

  5. Jiah, ternyata seo cuman pura2 baik -_-
    kyuppa suka ama soo ya?
    Tapi kayaknya ff ini bakalan berakhir dgn soowon couple deh

  6. Seohyun cakep2 tp jahat.. Digendong? Sm Kyuhyun? OMG senyum2 sendiri gra2 ngebayangin kalau aku yg digendong sm Kyuhyun (khayalan tingkat tinggi).. Keep writing!!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: